English

Merebut MimpiCh60 - Konflik

1 Comment

Penerjemah : Lily


“Beberapa orang mengatakan bahwa menyukai teman sesama jenis itu seperti menunggu kapal di bandara.”  PdWmCq


Chen Yekai: [Apa yang ingin kamu tanyakan padaku sore ini?]

Yu Hao: [Chen Laoshi, apakah kamu pernah menyukai perempuan sebelumnya?]

Story translated by Langit Bieru.

Chen Yekai: [Kenapa kamu tiba-tiba bertanya tentang ini?]

Yu Hao menyadari bahwa topik ini agak tidak sopan, dan mempertimbangkan apa yang harus dikatakan untuk mengubah topik sehingga Chen Yekai bisa mengabaikannya, ketika Chen Yekai membalasnya dengan pesan panjang. 6jCYXi

[Dari saat aku menyadari perbedaan antara jenis kelamin, aku pikir aku memiliki perasaan normal terhadap lawan jenis. Aku memang menyukai gadis cantik dan seksi. Ketika aku di sekolah menengah, aku kebetulan menemukan beberapa AV dan gairah seksual seperti terangsang untuk lawan jenis. Setelah belajar di luar negeri, aku akan tertarik pada intelektual, wanita lembut yang satu atau dua tahun lebih tua dariku, tetapi secara relatif, keluargaku lebih konservatif, dan keras terhadap perilaku seksual pranikah.]

Yu  Hao tidak menyangka Chen Yekai akan menjawabnya dengan sangat serius. Sangat memalukan untuk membahas topik ini.

Yu Hao: [Oke, aku mengerti.]

Chen Yekai: [Mari kita bertemu besok untuk makan siang? Kebetulan aku juga ingin berbicara denganmu sendirian.] MhVQ d

Yu Hao, “???”

“Zhou Sheng?” Yu Hao melihat ke arah tempat tidur di sisi lain. Zhou Sheng berbaring di tempat tidur dengan bagian belakang kepala menghadap ke arahnya, “Besok, aku….”

Hanya dengan satu pandangan, Zhou Sheng tahu apa yang ingin ditanyakan Yu Hao kepadanya, “Kaikai  mengajakmu kencan? Pergilah ba.”

Fu Liqun pergi mandi. Yu Hao berkata,” Apakah kamu sering mencarinya akhir-akhir ini? Apa yang kalian bicarakan secara pribadi?” F2akWs

Zhou Sheng, “Ini tidak ada hubungannya denganmu.”

Yu Hao, “Bagaimana bisa itu tidak ada hubungannya denganku!”

Zhou Sheng, “Aku bilang itu tidak ada hubungannya denganmu, jadi itu tidak ada hubungannya denganmu. Yu Hao, apa kamu mencoba bertengkar?”

Yu Hao merasa ada yang tidak beres, “Apa kalian sudah membicarakan kasus ini? Kenapa kamu tidak memberitahuku?” oA q0Y

Zhou Sheng duduk tegak dan menatap Yu Hao. Yu Hao berkata, “Apa yang terjadi? Aku juga berhak tahu.”

Zhou Sheng berpikir sejenak, “Kami hanya mengobrol santai. Jika ada masalah mendesak, kami akan memberi tahumu.”

Yu Hao menatap Zhou Sheng dengan curiga, “Benarkah ??”

Fu Liqun keluar setelah selesai mandi, jadi Yu Hao dan Zhou Sheng tiba-tiba menghentikan percakapan ini. Yu Hao membalas Chen Yekai, dan Chen Yekai hanya memintanya untuk menunggu di gerbang kampus besok: [Kita akan bicara saat kita bertemu.] xL2jbD

Siang hari keesokan harinya, Chen Yekai memanggil mobil untuk menjemput Yu Hao, namun dia sendiri tidak ada di dalam mobil. Mobil itu melewati separuh kota dan tiba di dekat CBD; tujuannya adalah restoran Thailand. Ini adalah daerah perumahan kelas atas, dan hampir tidak ada siswa yang datang ke sini untuk bermain, jadi kecil kemungkinan mereka bertemu dengan orang yang mereka kenal.

Chen Yekai duduk di ruang kecil yang telah dipesan di depan jendela; dia melihat ke bawah pada informasi yang dikirim Zhou Sheng melalui teleponnya.

Story translated by Langit Bieru.

Zhou Sheng: [Hargai sedikit ba. Setelah ini selesai, sebagian besar ingatanmu tentang periode ini akan hilang.]

Chen Yekai: [Aku tahu, itulah yang kita sepakati. Tapi apa aku akan melupakan semuanya sepenuhnya? Apa aku akan curiga nanti?] XtSZ4c

Zhou Sheng: [Tergantung seberapa banyak yang ingin kamu simpan. Paling tidak, segala sesuatu yang berkenaan dengan kemampuan khusus dan pemandangan alam mimpimu  tidak dapat disimpan. Selama kamu tidak terlalu banyak lupa, kehilangan beberapa bagian dari ingatanmu tidak akan membangkitkan kecurigaanmu, karena orang tidak akan keluar dari jalan mereka untuk menemukan sesuatu yang tidak mereka miliki.]

Chen Yekai: [Apa teori di balik mekanisme melupakan ingatan seseorang? Apa mereka dihapus atau ditutup?]

Zhou Sheng: [Kenapa kamu mengajukan begitu banyak pertanyaan tentang ini? Cara yang paling mudah adalah dengan secara kasar mengembalikan ingatanmu ke hari tertentu, kemudian mengaburkan sisanya. Atau membuatmu membuat kesalahan  memori untuk menutupinya.]

Chen Yekai: [Kedengarannya agak fantastis.] ULJTDR

Zhou Sheng: [Tidak terlalu fantastis. Identifikasi tempat yang sesuai di lanskap mimpimu, tentukan di mana tempat itu, lalu hancurkan dan bangun kembali, atau cukup ratakan. Agak merepotkan untuk menemukannya, tetapi kamu akan memiliki banyak waktu dalam mimpi yang dapat kamu gunakan untuk mencarinya secara perlahan. Kamu adalah master dari pemandangan alam mimpimu, jadi bukan berarti kamu tidak akan dapat menemukannya.]

Chen Yekai: [Lalu bisakah aku memilih titik waktu sendiri?]

Zhou Sheng: [Hari apa kamu ingin mundur?]

Chen Yekai: [Sehari setelah perayaan perguruan tinggi.] GzSlhF

Zhou Sheng: [Operasinya sendiri tidak akan setepat itu, tapi aku akan mencoba yang terbaik ba. Tidak ada jaminan.]

Yu Hao berpikir bahwa Huang Ting akan ada di sana juga, tetapi di depan ruangan, hanya ada Chen Yekai. Juga tidak banyak tamu di restoran pada siang hari. Chen Yekai memesan beberapa hidangan, “Cuacanya tidak begitu bagus hari ini. Jika cerah, pemandangan akan terlihat sangat indah.”

Ketika Yu Hao melihat Chen Yekai, dia memperhatikan bahwa dia telah memotong rambutnya menjadi potongan rambut yang hampir lebih pendek dari rambut Zhou Sheng. Pemotongan buzz sangat bergantung pada garis rahang dan bentuk kepala seseorang agar terlihat bagus, tetapi Chen Yekai ini adalah orang yang secara langsung tidak memiliki sudut mati dari tampilan 360 derajat. Setelah dia mengubah gaya rambutnya, dia benar-benar tampak lebih maskulin.

“Apa itu terlihat bagus?” Chen Yekai tersenyum saat dia menyentuh rambutnya. ndxIs8

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

“Kjwqjc.” Te Ljb afgrfcsew, “Alxj xjwe wecmei vl rfxbijt ijul, bgjcu-bgjcu qjral jxjc weijl yfgrbgjx vjc wfcujwyli obabwe rfmjgj vljw-vljw.”

Ckjc ufijq wfwyjsjcul vl iejg pfcvfij. Vjja xjwe wfiltja xfiejg, jkjc xjyea ylrj afgiltja.

“Efrabgjc lcl qjral rjcuja wjtji xjc?” Xjsj vfxbgjrl lcafglbg vl rlcl rfvlxla wfcufpeaxjc Te Ljb.

“Klvjx afgijie yegex.” Jtfc Tfxjl alvjx wfculhlcxjccsj ecaex wfiltja wfce, vlj peuj alvjx yfgwjxrev ecaex wfwyfgl ajte tjguj. Kfcae rjpj, vlj alvjx jxjc wfwfrjc rfwejcsj vl wfce rfqfgal Itbe Vtfcu, “Ccuujq rjpj lae wfcfwjclxe wjxjc. Ojulqeij jxe lculc wjxjc vl rlcl, wjxjcjc Ktjlijcv jrjw vjc qfvjr, pjvl lae jxjc wfcpjvl mexeq wfcuueujt rfifgj. Cxe vjijw rejrjcj tjal sjcu yjlx tjgl lcl pjvl jxe lculc wjxjc ifylt yjcsjx.” g9la8p

Yu Hao tiba-tiba merasa seperti sedang berkencan dengan seorang CEO. Untungnya, Zhou Sheng mengingatkannya untuk berganti pakaian sebelum meninggalkan asrama hari ini, jika tidak, dia berencana untuk pergi hanya dengan kaus oblong, celana longgar, dan sandal.

“Aku menyewa apartemen di lantai atas untuk saat ini.” Chen Yekai berkata, “Semuanya sudah disiapkan, jadi kamu tidak perlu khawatir.”

Story translated by Langit Bieru.

Yu Hao, “Siap? Apa yang disiapkan?”

Chen Yekai, “Ada kemajuan yang signifikan dalam kasus ini. Aku telah mendapatkan pernyataan dari dua pihak yang terlibat yang bersedia bekerja sama denganku. Karena mereka adalah saksi transnasional, itu akan merepotkan, tapi itu  bukan sesuatu yang tidak bisa diatasi.” 4x61gp

Yu Hao, “Itu bagus! Apa lagi?”

Chen Yekai mempertimbangkannya sejenak sebelum melanjutkan, “Sekarang masalah yang paling krusial adalah masih belum ada bukti yang membuktikan bahwa kecelakaan mobil itu dibuat-buat. Zhou Sheng menyarankan ini: jika kita dapat membuktikan bahwa Shimu  koma ketika dia dibawa ke dalam mobil, maka semua koneksi dalam kasus ini akan dapat dipertahankan, dan Lin Xun tidak akan dapat menyangkalnya lagi.”

Yu Hao setuju dengan antusias, “Ya!”

Pada sore di Malam Tahun Baru, jika Liang Jinmin koma ketika Lin Xun membawanya ke mobil, lalu mengapa Lin Xun membawa istrinya yang menderita syok ke jalan tol? Dia tidak mengencangkan sabuk pengaman untuknya ketika mereka pergi mengunjungi teman-teman mereka? Serangkaian tindakan mencurigakan ini tidak lagi dapat dibenarkan. Bqk50a

Yu Hao bertanya dengan ragu, “Tapi mengapa Zhou Sheng tidak memberitahuku apa-apa!”

Chen Yekai berkata, “Kami hanya membicarakannya dengan santai.”

Yu Hao berkata, “Jika Liang Laoshi bisa bangun, itu akan sangat membantu kasus ini.”

“Un.”  Chen Yekai berkata, “Tapi saat ini, kita perlu menunggu dengan sabar. Aku yakin masa depan terlihat optimis.” 4CmyOf

Sepiring kecil irisan udang dengan saus salad disajikan. Yu Hao tidak menyentuhnya. Dia melihat ke luar, lalu menatap Chen Yekai, yang kebetulan sedang menatapnya juga. Yu Hao merasa sedikit malu dari tatapannya.

“Apa yang dikatakan Zhou Sheng?” Chen Yekai tiba-tiba bertanya dengan sedikit senyum licik di matanya.

Yu Hao, “??”

Dia tidak mengatakan apa-apa ah, pikir Yu Hao, apa yang dikatakan Zhou Sheng padamu? Kemudian dia menggelengkan kepalanya dengan ragu dan mulai merenung. CAKeva

“Aku telah memutuskan untuk mengundurkan diri.”  Chen Yekai berkata, “Aku bahkan berbicara dengan Ayahku beberapa waktu yang lalu dan mengatakan kepadanya untuk tidak menerima permintaan nasihat hukum dari Lin Xun.”

Yu Hao ingat malam itu ketika Lin Xun sedang menelepon saat dia berjalan ke lantai atas – agaknya, dia berkonsultasi dengan ayah Chen Yekai saat itu.

“Apa yang dia katakan?” Yu Hao menjadi gugup lagi.

Chen Yekai menjawab, “Dia menyuruhku untuk mengurus bisnisku sendiri.” eANrxH

Alis Yu Hao segera terkunci di alur yang dalam.

“Aku tahu aku tidak bisa menghalangi dia, tapi setidaknya aku bisa membuatnya mempertimbangkannya dengan lebih serius. Ini pertama kalinya aku mengambil inisiatif untuk memecahkan kebuntuan kami, jadi kupikir dia akan menangani masalah ini dengan serius.”  Chen Yekai berkata, “Ketika aku dekat dengannya empat tahun lalu, di matanya, aku masih anak-anak yang membutuhkan orang tua untuk membayar biaya sekolahku. Sekarang dia berpikir bahwa aku sudah dewasa, dan Ibuku selalu prihatin selama bertahun-tahun, jadi dia perlahan-lahan menerimanya juga.”

Story translated by Langit Bieru.

“Aku pikir dia akan membujukmu untuk kembali dan menikah.” Yu Hao tersenyum.

“Dia kebetulan mengatakan itu.” Chen Yekai menjawab, “Tapi aku menolak.” By86jv

Ketika hidangan mereka tiba, Chen Yekai membagikan sup untuk Yu Hao. Makanan Thailand benar-benar menggugah selera. Yu Hao meminum sedikit sup dan menatap Chen Yekai dengan hati-hati, “Kalau begitu, maukah kamu menikah dengan seorang gadis di masa depan?”

“Aku tidak tahu.”  Chen Yekai merenung, lalu tersenyum, “Aku agak bingung.”

Dalam dua hari terakhir, Yu Hao selalu mengenang – dia mengingat perasaan cintanya yang mulai tumbuh dengan seseorang yang berjenis kelamin sama, dan mencoba menganalisis dan memahami berbagai keadaan di mana pria mulai mengembangkan perasaan untuk sesama jenis.

“Apakah kamu benar-benar khawatir tentang itu?” Chen Yekai bertanya, “Ketika kamu bertanya kepadaku tentang riwayat hubunganku tadi malam, apakah itu karena Zhou Sheng? Itu sebabnya aku bertanya kepadamu apa yang dikatakan Zhou Sheng kepadamu.” ofXA4x

“Uh ….” Yu Hao tahu bahwa Chen Yekai mengerti apa yang dia pikirkan dan bisa dengan mudah melihat melalui dirinya. Faktanya, Chen Yekai, Fu Liqun, dan Zhou Sheng semuanya sepertinya bisa menebak apa yang dia pikirkan, jadi tidak ada gunanya menyangkal sebaliknya.

“Iya.” Yu Hao hanya bisa mengakuinya dengan jujur, “Aku bertanya-tanya, apakah dia bisa menyukaiku, atau lebih tepatnya, jika kita … un … apa itu mungkin bagi kita … bahkan jika hanya ada sedikit kemungkinan …. ”

Ketika Yu Hao mengatakan ini di depan Chen Yekai, dia merasa seperti sedang berbicara tentang angan-angan yang agak memalukan, seperti “seandainya aku bisa menjadi walikota” dan fantasi tidak realistis lainnya. Dia tiba-tiba diliputi rasa malu.

Tetapi Chen Yekai tidak tertawa, dan hanya berkata dengan lembut, “Aku pikir, mungkin? Dia adalah seseorang yang tidak benar-benar ingin menghadapi perasaannya sendiri; aku pikir aku lebih memahami dia dalam hal itu daripada kamu.” Saat dia berbicara, dia mengambil termos air dingin dan mengisi air Yu Hao untuknya. K05Y9R

Yu Hao berkata, “Benarkah?”

“Aku tidak tahu.” Chen Yekai berkata saat dia terlihat seperti bingung, lalu mereka berdua mulai tertawa.

“Apa yang kamu tertawakan?” Chen Yekai memasang ekspresi bingung. Yu Hao menggelengkan kepalanya, “Aku juga tidak tahu.”

Dia merasa mudah bergaul dengan Chen Yekai, dan dia sekali lagi dapat berbicara tentang apa pun di bawah matahari tanpa khawatir ditertawakan oleh pihak lain.
Apa kamu butuh bantuan?” Tanya Chen Yekai. cBkzSe

Yu Hao segera berkata, “Oke!”

Chen Yekai tenggelam dalam pikirannya, “Wu, coba aku lihat, jalan apa yang ada …  Apa kamu ingin mengaku kepada Zhou Sheng? Ambil sepuluh ribu langkah mundur untuk melihat, dalam skenario terbaik, meskipun pengakuannya tidak berhasil, kamu harus tetap bisa berteman …. ”

Ketika Yu Hao berkata ‘oke’, niat awalnya adalah mendengarkan apa yang Chen Yekai pikirkan tentang masalah ini. Dia tidak berharap Chen Yekai dengan sungguh-sungguh memikirkan strategi untuknya, jadi dia dengan cepat berkata, “Tidak, aku tidak sedang membicarakan tentang bantuan semacam itu! Aku hanya berpikir, dalam keadaan seperti apa seorang pria lurus mungkin mengembangkan perasaan untuk jenis kelamin yang sama. Yang aku inginkan, adalah arah yang harus aku perjuangkan. ”

Chen Yekai tersadar dari lamunannya dan tersenyum.  Dia menjawab, “Aku mengerti. Arah yang harus kamu perjuangkan – itulah motif di balik pertanyaanmu kepadaku tadi malam.” DQKOSd

Yu Hao menghela nafas, “Beberapa orang mengatakan bahwa menyukai teman sesama jenis itu seperti menunggu kapal di bandara. Kadang-kadang, menurutku itu sangat tidak mungkin, tapi aku juga enggan menyerah begitu saja. Aku merasa agak bertentangan tentang ini.”

Chen Yekai memegang pisau dan garpu di antara jari-jarinya dan memutarnya dengan indah. Jari-jarinya yang ramping menggerakkan pisau dan garpu dengan gesit dan menekan udang besar ke piring bersih, lalu dengan terampil mengupasnya dengan mudah. Gerakan yang tampak sangat elegan ini menarik perhatian Yu Hao.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

“Apa yang Ryuusei katakan padamu hari itu dalam ingatanku?” Chen Yekai mengganti topik, “Apa ada yang ingin dia sampaikan?”

Yu Hao memberi tahu Chen Yekai apa yang Ryuusei katakan padanya di “kehidupan selanjutnya”. Chen Yekai tertawa dan menjawab, “Kedengarannya sangat mirip dengan apa yang dia tulis dalam suratnya. Terapi perilaku kognitif untuk depresi juga merupakan arah masa depan penelitian profesionalku. Setelah menyelesaikan masalah ini, aku ingin menjadi konsultan psikologis.” ixIda3

“Itu hebat!” Yu Hao dengan cepat berkata, “Ryuusei pasti akan sangat bahagia untukmu!”

“Kata Freud,” lanjut Chen Yekai, “Mimpi mencerminkan keinginan paling penting di hati kita, dan setiap pemandangan alam mimpi mewakili harapan yang kita miliki tentang hidup kita sendiri.”

Yu Hao ingat sekarang, itu telah disebutkan di salah satu kelas psikologinya juga. Meskipun itu adalah bagian dari kursus di tahun kedua, dia sudah melihat lebih dulu, “Tapi pemandangan alam mimpi sangat bagus dalam seni kamuflase. Untuk melewati pengawasan kesadaran kita, itu akan menyembunyikan dirinya di bawah beberapa lapisan makna, atau bahkan memanifestasikan dirinya sebagai kontradiksi.”

Chen Yekai mengangguk dan menjawab, “Sekarang kupikir-pikir, semua yang ada di Chichén Itzá dari mimpiku menggambarkan keinginanku ba, yaitu untuk meninggalkan penderitaanku, mengukir cintaku pada Ryuusei di dalam hatiku, dan menyapa sebuah hidup baru untuk masa depanku.” cnr6RH

“Sama seperti hari ini, aku tidak perlu menghindari menyebut Ryuusei lagi, atau kesalahan yang ku buat di masa lalu. Aku tidak perlu lagi menyiksa diri sendiri. Aku bisa mengingat kenangan indah dari masa lalu dan mengantarkan sinar matahari baru.”

Yu Hao tersenyum sedikit saat dia melihat Chen Yekai. Chen Yekai meminum air es dan merenung sejenak sebelum melanjutkan.

“Ketika aku pertama kali menyukai Ryuusei, itu hanya semacam perhatian dan peduli karena kewajiban. Setelah itu, tanpa persiapan apa pun, aku tiba-tiba dihujani oleh beberapa masalahnya. Jika aku menolaknya dari awal, maka mungkin tidak peduli apa yang dia lakukan, aku tidak akan merasa tersentuh dan hanya akan menganggapnya sebagai semacam beban. Pada saat yang sama, aku hanya akan menganggapnya sebagai semacam pertukaran materi: investasi upaya hanya sebagai imbalan cinta.”

“Aku mengerti!” Yu Hao segera mengerti dan melanjutkan pemikiran ini, “Kalian berdua masih berteman baik pada saat itu. Kamu sama sekali tidak tahu, dan juga berpikir bahwa niat aslinya hanya agar kamu….” dzow3u

Chen Yekai  berkata, “Ya, hanya agar aku bahagia. Selama aku bisa tetap tersenyum, dia mau melakukan apa saja. Dia suka membuatku bahagia, karena itu akan membuatnya merasa diberkati juga. Jadi kupikir aku perlu menghargai teman seperti dia.”

“Cinta bukan sekadar pertukaran.”  Chen Yekai berkata, “Ini bukan sesuatu dimana setelah aku memberimu hadiah, kamu kemudian akan datang untuk mencintaiku sedikit. Jika tujuan tidak tercapai, maka uang yang dihabiskan akan sia-sia … aku hanya ingin kamu menjadi  bahagia, dan dari itu, aku akan merasa beruntung dari lubuk hatiku juga.”

“Aku perlahan-lahan menyadari bahwa aku juga ingin Ryuusei bahagia, dan mungkin, itu adalah cinta. Kami terbiasa menemani satu sama lain, dan sampai akhir, aku tidak bisa menghindari memikirkannya kapan pun aku bebas. Saat aku melihat  dia, seolah-olah hidupku dipenuhi dengan sinar matahari. Aku ingin berbagi banyak hal dengannya, dan itu seharusnya … cinta ba.”

Keduanya terdiam, dan Yu Hao secara bertahap mulai mengerti. 46KYwE

Yu Hao berkata, “Tapi ketika kamu tidur dengan … Maaf, Chen Laoshi, ketika kamu tidur dengannya, kamu tidak … menganggap melakukannya dengan jenis kelamin yang sama sebagai pencegahan?”

“Dengan perasaan sebagai fondasinya,” kata Chen Yekai, “Dalam alam bawah sadarku, kamu akan ingin melangkah lebih jauh dan mengharapkan kontak intim dengan orang lain. Awalnya agak canggung, tetapi karena aku menyukainya, aku cepat terbiasa, dan itu bahkan lebih intens daripada rangsangan yang aku dapatkan dari menonton AV. Aku pikir, tubuhku juga secara spontan mengambil inisiatif untuk mempelajari tentang orientasi seksualku ba? ”

“Banyak dopamin harus dilepaskan sebagai hadiah ketika kamu menyukai orang tertentu, jadi itu akan membentuk semacam refleks terkondisi? Kalau begitu … baiklah, bagian itu tidak pasti, hanya sedikit pengalaman pribadiku yang aku suka  untuk membagikannya kepada Yang Mulia, Malaikat Agung, untuk referensi.”

Ketika dia berbicara tentang hal ini, Chen Yekai akhirnya merasa sedikit malu, sementara Yu Hao sangat terhibur dengan gelar ‘Yang Mulia, Malaikat Agung’ sehingga dia tertawa. Dia menjawab, “Aku mengerti, Kepala Suku.” xNdvaL

Kebingungan singkat dapat dilihat dalam tatapan Chen Yekai sebelum dia melanjutkan, “Naluri dan hormon pria mendorong kita untuk mengejar lawan jenis untuk menghasilkan keturunan. Tetapi emosi yang sama dari pria akan memandu kita untuk mencari pasangan seumur hidup yang paling cocok untuk kita di dunia ini.”

Yu Hao, “!!!”

Please support our translators at langitbieru (dot) com

“Itu adalah seseorang yang akan beresonasi dengan jiwamu.” Chen Yekai selesai mengupas udang dan menaruhnya di piring Yu Hao, lalu menjelaskan, “Apa mereka dari jenis kelamin yang sama atau lawan jenis, menurutku, itu tidak penting. Bahkan jika mereka tidak pernah memiliki jenis kelamin dalam hidup ini, dan  hanya ada cinta platonis di antara keduanya, apa bedanya?” Saat dia berbicara, dia tersenyum pada Yu Hao.

“Kurasa ….” Yu Hao berkata, “Ya, aku tidak ingin menipu diriku lagi. Aku menyukainya. Aku ingin … mengejarnya? Itulah yang kumaksud ba? Ungkapan itu terdengar agak aneh, aku  ingin… aku ingin melangkah lebih jauh dengannya. Tapi setelah mendengarkanmu, menurutku tidak perlu terlalu fokus pada keuntungan dan kerugian materi, dan biarkan alam mengambil jalannya.” 9UDmXz

Yu Hao telah mengumpulkan keberanian untuk mengaku kepada pria lain sebelumnya, tetapi pada akhirnya, kejadian itu telah menghancurkan hidupnya, yang membuatnya menolak cinta sejak saat itu. Itu juga telah memberikan bayangan yang signifikan di hatinya – tidak sampai Jenderal menabrak penjaga gerbang dan mengubahnya menjadi meteor yang terbang melalui cakrawala sebelum dia tergila-gila dengan perasaan cinta lagi.

“Itu cukup bagus.” Chen Yekai mulai mengupas udang untuk Yu Hao lagi.

Yu Hao dengan cepat berkata, “Aku tidak makan lagi, untuk kamu saja ba.”

“Un.” Sedikit senyuman terlihat di mata Chen Yekai, “Apa yang akan kamu lakukan pertama kali?” wvUC6h

Yu Hao belum memikirkannya. Dia tahu bahwa Zhou Sheng secara naluriah menolak gagasan cinta dan pernikahan karena keluarganya, dan internalisasi ini juga bisa hadir di dunia mentalnya … tetapi alur pemikirannya tiba-tiba keluar saat dia tiba-tiba memikirkan sesuatu yang aneh.

Dalam dunia sadar Zhou Sheng, apa yang ada di bawah lautan awan? Ia pernah berkata bahwa hidupnya juga berantakan. Dalam pemandangan mimpinya, akankah di bawah lautan awan juga menjadi … dunia yang mirip dengan jurang kegelapan? Dalam retrospeksi, Roda Gagak Emas berdiri di atas awan, jadi bukankah itu tidak bisa bersinar di area di bawah lapisan awan yang padat?

“Yu Hao?”

Yu Hao tersadar dari lamunannya dan menyadari bahwa ekspresinya barusan mungkin sedikit serius. 34JvxG

“Un.” Yu Hao kembali dari kekacauan pikirannya, “Aku belum memikirkannya.”

“Dia sangat posesif padamu.” Chen Yekai berkata, “Aku pikir kamu telah menggerakkan dia, dan sekarang dia terjebak dalam keraguan. Dia berpikir bahwa dia menyukaimu, tetapi dia tidak mau mengakuinya.”

“Kenapa kamu tidak mencoba membuatnya sadar bahwa dia tidak ingin kamu pergi? Sebagian besar waktu, menurutku dia bertingkah seperti anak manja terhadapmu dengan caranya sendiri yang unik, karena kemudian kamu memperhatikan dia dan kembali ke sisinya. Komitmenmu padanya membuatnya merasa dia sangat penting bagimu, dan itu tidak ada bandingnya.”

Yu Hao berkata, “Itu benar! Chen Laoshi, kamu juga sangat luar biasa!” wd5vx0

Chen Yekai, “Jangan panggil aku Laoshi lagi, aku sudah mengundurkan diri. Sikap Zhou Sheng saat ini sebagian bisa disebabkan oleh fakta bahwa dia tidak merasa sangat terancam dan percaya bahwa kamu tidak akan meninggalkannya. Tapi begitu krisis  menjadi kenyataan, dia mungkin menyadari ancaman serius dan tidak punya pilihan selain menjadi serius….”

“… jadi mengapa kamu tidak menemukan seseorang untuk bekerja sama denganmu dan berkencan dengan orang itu? Jika kepura-puraan itu tampak cukup nyata, dia mungkin mengerti dengan tepat bagaimana perasaannya terhadapmu?”

Yu Hao berkata, “Siapa yang harus aku cari? Itu terlalu berlebihan. Dan itu sepertinya tidak terlalu bagus, bagaimana jika orang yang bekerja sama denganku mulai menganggapnya serius ….”

“Misalnya, aku?” Chen Yekai tersenyum, “Makan sedikit lagi, kamu terlalu kurus. Aku tidak pandai memasak, satu-satunya yang aku miliki adalah uang. Kamu mau makan dimana? Di dunia ini, selama itu adalah tempat yang menerima uang, aku bisa membawamu ke sana kapan saja.” Gyhkdg

Yu Hao, “….”

Tiga jam kemudian, di asrama.

Read more BL at langitbieru (dot) com

“Kamu kembali?” Zhou Sheng berkata.

“Selirku yang tercinta, kamu kembali?” Fu Liqun berkata, “Apa kamu menyiapkan makan malam untuk Zhen?” sHW4 d

Pikiran Yu Hao sangat membebani pikirannya. Dia meletakkan kantong plastik berisi makanan di atas meja, menunjukkan logo restoran di atasnya. Fu Liqun berkata, “Wah tempat itu tidak murah. Makan dan membungkus makanan harus menghabiskan lebih dari 2.000 ba.”

“Semahal itu?!” Yu Hao segera meledak, “Aku tahu itu!”

“Kaikai tidak kekurangan uang!” Zhou Sheng mengeluarkan sepasang sumpit dan membuka bungkus ayam kari kelapa; masih panas, “Jangan bantu dia menghemat uang.”

“Kenapa kamu tidak makan juga?” Fu Liqun berkata, “Yu Hao!” uklfnI

“Aku tidak bisa!” Pikiran Yu Hao sama sekali tidak pada makanan. Dia pergi ke balkon untuk mencuci pakaian.

Fu Liqun menikmati makan malamnya yang dikemas dan memakai earphone untuk menonton variety show-nya. Zhou Sheng membawa makan malamnya ke balkon dan bertanya pada Yu Hao, “Apa yang kalian bicarakan?”

“Tidak banyak.” Yu Hao dengan kasar menggambarkan percakapan mereka, dan tentu saja, dia tidak menyebutkan satu kata pun dari diskusi mereka tentang Zhou Sheng. Pada akhirnya, Chen Yekai melihat bahwa dia benar-benar tampak terlalu malu, jadi dia menyimpang dari topik dan mengiriminya kontrak versi elektronik.

“Dia membantuku mencari pekerjaan paruh waktu.” Yu Hao menyeka tangannya dan menunjukkan Zhou Sheng email di teleponnya, “Untuk menerjemahkan beberapa laporan survei, dan aku akan dibayar berdasarkan jumlah kata.” knNZ8c

Chen Yekai ingin memberikan laptopnya kepada Yu Hao untuk digunakan, tetapi Yu Hao bersikeras untuk menerjemahkan sendiri di kafe Internet. Chen Yekai kemudian memintanya untuk kembali dan menandatangani kontrak elektronik untuk konfirmasi. Jika semuanya berjalan lancar, setelah dia bekerja selama dua bulan, dia akan bisa mendapatkan 7.800 yuan.

“Oh, itu cukup bagus.”  Zhou Sheng berkata, “Aku tidak mengerti surat itu, berapa bayarannya?”

“Beberapa ribu?” Yu Hao melirik Zhou Sheng. Dia mengulurkan tangan untuk membantunya menyeka sebutir nasi dari sudut mulutnya.

Zhou Sheng, “Tidak membicarakan hal lain?” 6iSyTC

Yu Hao, “Tidak!”

Zhou Sheng menatap Yu Hao dengan ragu. Yu Hao merasa sedikit bersalah dan stres, “Kami benar-benar tidak membicarakan hal lain. Kamu tahu aku selalu bungkam.”

“Ohh–” jawab Zhou Sheng.

Yu Hao merasa sedikit bersalah, dan dia akan mengubah topik pembicaraan ketika Zhou Sheng kembali dengan makan malamnya yang dikemas. Kemudian dia meletakkan laptop Fu Liqun pada mode speaker, dan mereka berdua menonton variety show bersama. 2iaZI0

Hari ini, kata-kata Chen Yekai seperti badai yang menggelora dimana gelombang demi gelombang menggenangi dirinya. Bahkan sekarang, Yu Hao masih belum berhasil keluar dari pingsannya. Tentu saja, Chen Yekai sangat pintar;  dia tidak menunggu Yu Hao untuk menolaknya, dan setelah topiknya berbeda, keduanya memiliki pemahaman diam-diam dan tidak membicarakannya lagi.

Aku hanya akan fokus mencari uang dulu, Yu Hao memikirkannya sebentar. Dia memutuskan untuk tidak menerima saran Chen Yekai, tetapi dia juga mengerti sesuatu. Dia selalu ingin membelikan Zhou Sheng hadiah ulang tahun untuk membuatnya bahagia, seperti telepon atau yang lainnya.

Please visit langitbieru (dot) com

“Mau kemana lagi?” Fu Liqun dan Zhou Sheng berpaling dari variety show mereka dan menatap Yu Hao.

“Warnet.” Yu Hao berkata, “Aku perlu menerjemahkan sesuatu.” XudRkz

“Tapi lihatlah waktu, kamu mau tidak tidur semalaman?” Zhou Sheng bangkit dan melepas earphone-nya, “Ayo pergi, ayo pergi bersama.”

“Gunakan laptopku?” Fu Liqun menutup laptopnya dan menyerahkannya kepada Yu Hao, “Aku mau tidur sekarang; aku harus naik kereta besok pagi untuk pergi mencari adik iparmu. Bantu aku mengisi kehadiran kalau begitu.”

Besok akan menjadi hari Jumat lagi. Kelas olah raga hanya memiliki dua kelas umum. Fu Liqun akan bertemu pacarnya di kota tetangga, dan sangat gembira bisa menghabiskan tiga hari bersamanya.

Zhou Sheng membalikkan badan dan dengan mudah menjatuhkan diri ke tempat tidurnya, lalu menambahkan, “Kapan kamu akan memperkenalkannya pada Laozi juga?” kMpj10

Yu Hao, “….”

Yu Hao jarang menerima pukulan kritik seperti itu di kamar asrama. Dia tahu bahwa Zhou Sheng pasti mengatakan itu dengan sengaja, jadi dia segera merasa sedikit kesal.

“Kamu sudah memiliki Yu Hao, pergilah!” Fu Liqun dengan sangat indah melemparkannya kembali padanya.

Yu Hao, “….” ldnFL7

“Enyahlah!” Zhou Sheng sebenarnya tidak mengatakan apa-apa lagi dan percakapan mereka berakhir begitu saja.

Yu Hao tidak punya waktu untuk merenungkan makna yang tersembunyi di dalamnya. Dia menyalakan laptop, masuk ke emailnya. Ketika pihak lain menerima kontrak, mereka meminta Yu Hao untuk menambahkan informasi kontaknya.

“Zhou Sheng, bolehkah aku meminjam VPN-mu sebentar?” Yu Hao bertanya pada Zhou Sheng sambil menghadapinya.

Zhou Sheng mengulurkan tangan dari tempat tidurnya dan memberikan teleponnya ke Yu Hao, dan kata sandi VPN-nya ada di buku catatannya. Ketika Yu Hao melihatnya sambil memasukkan kata sandi, dia melihat bahwa Fu Liqun telah mengirim Zhou Sheng tiga pesan berturut-turut.  Fu Liqun tiba-tiba menyadari bahwa telepon itu ada di tangan Yu Hao, dan segera melirik Yu Hao, yang berada di ranjang bawah di seberangnya. UWGwld

Translator's Note

Panggilan yang digunakan oleh kaisar untuk diri sendiri

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!

1 comment