English

Merebut MimpiCh71 - Hadiah

4 Comments

Penerjemah : Jeffery Liu

Editor : AdaRa b30EdI


“Dia sedang memilih hadiah untuk pacarnya.”


Fu Liqun memasuki bagian bawah tanah dari pusat perbelanjaan. Dia terlihat familiar dengan tempat itu ketika dia memimpin jalan menuju pusat perbelanjaan lain bersama Yu Hao. Mereka menaiki bus dan melewati empat pemberhentian, hingga akhirnya sampai di sebuah tempat yang terlihat cukup rapi untuk menemukan toko yang menjual sepatu basket.

Story translated by Langit Bieru.

“Yu Hao.” Fu Liqun berkata, “Selama kau laki-laki, kau pasti akan suka semua sepatu di toko ini!”

Dihadapkan dengan begitu banyak tumpukan sepatu, Yu Hao hampir pingsan. Dia berpikir, kalau begitu mungkin aku seorang selir ba… niehSN

Keduanya adalah satu-satunya pelanggan toko itu. Bosnya adalah seorang pria kuat setinggi dua meter dengan berat 100 kg, dengan kulit gelap dan kencang yang mengenakan seragam basket. Dia berkata kepada Fu Liqun, “Kau kembali lagi? Pemuda yang hanya suka melihat dan tidak membeli apapun.”

Fu Liqun terkekeh, “Hari ini kami disini untuk membeli sesuatu.”

Fu Liqun berkata kepada Yu Hao, “Zhou Sheng pasti suka sekali dengan model yang ini.”

Bos toko itu mengawasi Yu Hao, ketidaksetujuan tertulis di wajahnya dan dia merasa tidak perlu baginya untuk menemani mereka. qYAsD7

Yu Hao mengambil pasangan sepatu yang ditunjukkan Fu Liqun dan bertanya, “Berapa harga yang ini?”

Bosnya, “Harganya sudah tertulis disitu, apa kau tidak bisa melihatnya?”

Yu Hao berpikir jika penjaga toko ini sangat arogan. Dia hampir memuntahkan seteguk darah ketika dia melihat harga sepasang sepatu itu. Sepatu itu seharga 8,300???

Ekspresi Yu Hao terlihat sangat terkejut. Dia berbisik kepada Yu Hao, “Apa ini toko resmi?” q5F6QL

“Toko ini hanya menjual.” Jawab Fu Liqun.

“Sepatu ini dibeli oleh bos lalu dijual lagi?” Yu Hao kembali bertanya.

Bos toko itu meledak dalam kemarahan. Dia berdiri dan sangat ingin mengusir mereka, postur tubuhnya mirip dengan gunung, “Sudah cukup! Kalian berdua pulanglah ba, aku akan menutup tokonya untuk belanja. Jangan bermain-main disini lagi, anak muda.”

“Tidak!” Fu Liqun segera berkata, “Dia sedang memilih hadiah ulang tahun untuk pacarnya.” doF7HM

“Bukan pacarku!” Kali ini, Yu Hao yang meledak.

“Ohhh——” Bos toko itu yang sebelumnya berdiri kini kembali duduk setelah mendengarnya.

Fu Liqun berkata, “Dia tidak mengerti, dia akan segera masuk ke dalam lubang.”

“Nikmati waktumu kalau begitu.” Bos itu kemudian fokus ke ponselnya dan menonton 《Permaisuri di Istana》. SmHnM3

Yu Hao, “…”

Yu Hao tahu jika Zhou Sheng sangat suka sepatu basket dan semua jenis figur anime, tapi memilih sepasang sepatu yang akan disukai Zhou Sheng sama halnya seperti memilihkan AWP untuk Yu Hao.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Fu Liqun berkata, “Dia akan suka apapun yang kau pilih di toko ini.”

Ketika berbicara, Fu Liqun mengambil sepasang sepatu lain dan menatapnya selama beberapa saat. Yu Hao berkata, “Yang itu?” IiNyxr

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Fu Liqun meletakannya kembali dan berkata, “Yang ini tidak punya ukuran kakinya, aku hanya melihat-lihat.”

Yu Hao berkata, “Kalau begitu…bagaimana kalau ini? Yi? Nintendo?”

“Model itu kolaborasi dengan NES, hitam putih merah dengan edisi terbatas.” Bos toko berkata dengan suara berat, “Hanya ada 10 pasang yang dirilis di Amerika Utara. Apa kau mau melihat ukurannya dulu? Apa dia bisa memakai yang ukuran US 10?”

“Boleh.” Ketika Yu Hao melihat harga sepatu itu yang seharga 9,600, sepuluh ribu alpaka segera merambat ke dalam hatinya. Jantungnya berdetak, apa Zhou Sheng akan suka yang ini? F9dHtq

“Kalau begitu yang ini …. ba?” Ucap Yu Hao dan berpikir jika pasangan sepatu ini adalah barang paling mahal yang pernah dia beli sepanjang hidupnya.

Bos itu mengambil ponselnya dan bersiap menerima uangnya. Dia mengambil kotak sepatu dan Yu Hao bertanya, “Yang tadi itu hanya bertanya … Tunggu, aku belum memutuskan! Apa ada yang paling baru?”

“Hanya ada 10 pasang sepatu ini di Amerika Utara, bagaimana menurutmu?” Bos bertanya kepada Yu Hao.

“Lupakan apa yang aku katakan.” Yu Hao dengan cepat berkata “Tolong potong label harganya ba.” yPjeuS

“Kalau kau memotongnya, barangnya tidak bisa dikembalikan lagi.” Ucap bos.

Yu Hao berkata, “Kalau dia berniat mengembalikannya, jangan diterima.”

Bos, “Apa perlu akumembantumu untuk melakukannya?”

Yu Hao, “Yah, itu tidak perlu…” L0UztR

Bos itu kemudian memotong label harga, memasukannya ke dalam kotak sepatu dan mengambil kantong plastis kemudian memasukannya. Yu Hao mengambil ponselnya untuk membayar. Bos itu memberikan kantong plastik itu kepadanya, menerima uangnya dan melanjutkan menonton 《Permaisuri di Istana》.

Yu Hao, “Hanya ini?”

Bos, “Ya, memang apa lagi?”

Yu Hao berkata, “Apa tidak ada notanya?” VROagD

Bos, “Tentu saja tidak! Apa yang kau pikirkan?”

Yu Hao, “…”

Langit Bieru.

Fu Liqun masih menatap ke arah sepatu. Yu Hao berkata, “Bagaimana kalau ini … palsu?” Jika ini palsu, Zhou Sheng pasti akan menghajar bos toko ini sampai mati ba.

“Semua sepatu disini tidak ada yang palsu——” Bos toko itu akhirnya mengerti apa yang mengganggu pikiran Yu Hao, “Kalau ada yang bilang sepatunya palsu, kau boleh komplain ke tokoku. Aku tidak ada keberatan, silakan saja.” OwYmsN

Yu Hao menjawab dengan gugup, “Aku tidak mempertanyakan keasliannya … Aku hanya penasaran apa ada garansi atau semacamnya…”

“Tidak ada garansi.” Ucap bos, “Pacarmu pasti akan tahu. Berhenti menggangguku, kaisarnya sudah mati.” Setelah mengatakan itu, dia melanjutkan menonton 《Permaisuri di Istana》.

Yu Hao, “…”

Fu Liqun memilih sepasang sepatu, meletakkannya kembali dan memilih sepatu yang lain, sebelum kemudian kembali meletakkannya. Setelah dia melihat-lihat toko itu sekali lagi, dia berhenti di depan sebuah sepasang sepatu yang dari tadi dilihatnya. Dia tampak terlihat sangat enggan untuk berpisah dengan sepatu itu. Sampai sekarang, Yu Hao masih tidak percaya jika dia baru saja menghabiskan uang 9,800 hanya untuk sepasang sepatu di toko yang terlihat seperti toko perabotan biasa yang sama sekali tidak memberinya nota! X0qyBn

“Apa masih ada yang ingin kalian beli?” Bos itu bertanya, “Aku akan menutup tokonya sebentar lagi.”

Fu Liqun berkata, “Ayo pergi ba, apa kau sudah membelinya? Biar kulihat?”

Yu Hao dan Fu Liqun berdiri di depan stasiun bawah tanah di bawah pusat perbelanjaan. Fu Liqun melihat sepatu yang baru dibeli Yu Hao dan tiba-tiba menghela napas.

Fu Liqun, “Ai——” 8AsFYa

Yu Hao tiba-tiba menjadi gugup dan berkata, “Ada apa?”

“Tidak.” Fu Liqun dengan lemah menepuk bahu Yu Hao, “Sepatunya sangat bagus.”

Yu Hao segera menyadari jika ada begitu banyak orang yang memperhatikan mereka.

“Itu…” Seorang pria berjalan mendekati keduanya dan berkata, “Dage, apa aku boleh melihatnya sebentar?” RxvZ4T

Fu Liqun menunjukkan salah satu pasang sepatu, “Lihatlah ba.”

Pria itu hendak mengambil satu pasang sepatu itu, namun Fu Liqun sedikit memundurkannya, “Aku akan memeganginya untukmu, lihatlah ah. Kau hanya boleh melihatnya, jangan dipegang.”

Yu Hao berpikir, kau tidak harus bersikap begitu ba, bahkan kalau dia kabur membawa satu pasang sepatu itu, itu tidak akan berguna ah!

“Apa boleh kufoto?” Pria itu bertanya. d6xSfg

“Foto ba.” Fu Liqun memegangi sepatu itu untuk difoto, “Ingatlah untuk mengedit kulitku menjadi mulus.”

Setelah pria itu selesai mengambil foto, dia bertanya, “Dimana kau membelinya?”

Read more BL at langitbieru (dot) com

“Seorang teman membelinya di luar negeri.” Fu Liqun berkata, “Hanya ada sepuluh pasang di Amerika Utara.”

Pria itu mengangguk dan pergi, terlihat iri dan kecewa. Fu Liqun menjelaskannya kepada Yu Hao, “Toko itu hanya mau menjual kepada kenalan, mereka tidak menjual begitu saja ke semua orang.” tYnhKE

“Oh….” Yu Hao mulai sadar mengapa sepatu-sepatu dan bos toko itu terlihat menakjubkan

“Ayo pergi.” Fu Liqun terlihat sedikit kecewa, “Sampai jumpa minggu depan. Jangan sampai ketahuan, sembunyikan sepatunya baik-baik.”

Yu Hao mengucapkan selamat tinggal kepada Fu Liqun di depan stasiun bawah tanah. Fu Liqun memasuki stasiun dan segera berangkat dengan kereta cepat untuk pulang ke rumah.

Yu Hao tetap menyimpan sepasang sepatu yang dibelinya di dalam tempatnya, berdiri lalu kembali pergi ke toko sebelumnya. Jam menunjukkan pukul 4 sore dan bos sudah bersiap untuk menutup toko. Dia menatap Yu Hao yang berjalan mendekat sembari kemudian berkata, “Aku bertanya karena penasaran, berapa harga pasangan yang lainnya?” sOPNbR

Bos, “Aku bertanya karena penasaran, berapa banyak pacar yang kau punya? Apa kau bisa langsung saja membeli semua sepatu ini?”

Yu Hao, “Aku tidak punya satu pun! Berhenti bertanya!”

“Pasangan yang ini lebih murah, 4,700.” Ucap bos, “Akan kujual 4,500 padamu ba.”

“Terima kasih!” Ucap Yu Hao segera, “Apa karena aku beli dua pasang?” gFuMG

“Bukan.” Bos itu menerima uangnya dan berkata, “Karena sorot matamu terlihat seperti istriku, istriku perempuan. Pulanglah ba, jangan sampai dirampok.”

Yu Hao, “……”

Yu Hao kembali ke asrama dan menyembunyikan sepatu yang dibelinya di bawah lemari. Dia berencana untuk membeli kertas kado untuk membungkusnya. Dia tidak bisa langsung memberinya kepada Zhou Sheng dengan kantong plastik hitam ini. Dia masih harus menyembunyikannya saat Zhou Sheng pulang.

“Kemana kau pergi?” Yu Hao mengambil inisiatif untuk bertanya pertama kali. JZ1AUj

Zhou Sheng, “Apa ini urusanmu? Bagaimana denganmu? Kau pergi kemana?”

Yu Hao, “Aku selalu di asrama.”

Zhou Sheng, “Punggungmu berkeringat selama di asrama? Kau pikir siapa yang coba kau bohongi?”

Yu Hao hanya bisa berkata, “Aku mengantar Gege ke stasiun bawah tanah.” qRxi4F

“Kalian sedekat itu?” Ucap Zhou Sheng berkata sebelum berbaring di ranjangnya, bertanya, “Kemana kau mau pergi selama liburan musim panas?”

Yu Hao, “Bukankah kamu ada kompetisi?”

Story translated by Langit Bieru.

Zhou Sheng berkata, “Sekitar minggu depan.”

“Bagaimana kalau Australia?” iUqOVw

“Ini musim dingin, apa kau mau jadi es loli disana?” Ucap Zhou Sheng, “Sekitar awal November mulainyandan belum tentu kita akan pergi, hanya tiga juara teratas yang bisa pergi. Cepat, aku akan memesan hotel untuk berjaga-jaga.” Saat dia berkata, dia menggulir layar ponselnya beberapa kali.

“Biar aku coba pikirkan lagi.” Yu Hao sebenarnya ingin bekerja. Dia sudah menghabiskan semua uangnya hari ini.

“Apa kau beli hadiah untuk Kaikai?” Tanya Zhou Sheng malas.

“Beli hadiah?” Yu Hao menjadi luar biasa gugup, “Hadiah apa? Kenapa aku harus beli hadiah untuknya?” EAatmL

Zhou Sheng, “Dia mengenalkanmu pada pekerjaan paruh waktu, tidakkah kau ingin berterima kasih padanya?”

Yu Hao, “Aku sudah mengirim paket merah untuknya, meskipun aku yakin dia tidak membutuhkannya, tapi dia sudah menerimanya.”

Zhou Sheng, “Kau hanya memberinya paket merah? Siswa Yu Hao, apa kau serius? Kenapa kau tidak lebih memikirkannya? Berapa yang kau beri padanya?”

“Aku memberinya 888.” Ucap Yu Hao. jy2Jua

Zhou Sheng tampak puas dan tidak bertanya lebih jauh lagi. Asrama itu berubah sepi. Yu Hao mulai membayangkan ekspresi Zhou Sheng ketika dia menerima hadiah ulang tahun darinya. Apa dia akan merasa tersentuh? Apa dia akan memarahinya karena sudah membelikannya hadiah yang mahal?

Setelah keheningan yang singkat itu, Zhou Sheng berkata, “Pertandinganku minggu depan, apa kau mau datang dan menonton?”

Yu Hao, “Apa kamu harus bertanya lagi?”

Itbe Vtfcu, “Vfieget xfijr xlaj jxjc vjajcu, Bjlxjl vjc Lejcu Klcu peuj.” SVX57J

Yu Hao, “Jangan terlalu tertekan, lakukan saja seperti yang biasa kamu lakukan.”

Zhou Sheng, “Maksudku adalah, ketika aku mendapat hadiahku, ingatlah untuk sedikit maju ke depan dan buat semua orang minggir dan menjauh, mengerti?”

Yu Hao tertawa dan berkata, “Oke!”

Sepanjang minggu itu, Yu Hao lebih gugup dibanding Zhou Sheng yang masih tampak seperti biasa. Dia makan dan tidur seperti biasa dan bahkan masak rebusan sup ekor lembu di asrama mereka. Kota Ying di bulan Juli sepanas perapian dan kamar balkon mereka yang menghadap arah barat masih terpancar sinar matahari. Zhou Sheng mendongakkan kepalanya untuk menatap ke arah balkon dan berkata, “Kita harus beli AC, atau kita akan mati karena kepanasan.” VmMUA

Tapi Yu Hao sama sekali tidak keberatan. Di masa lalu, rumahnya bahkan lebih sempit dari kamar asrama mereka ini, dia sudah terbiasa. Zhou Sheng berkata, “Ayo datang ke aula latihan ba.”

Yu Hao mendapat pekerjaan paruh waktu secara online untuk menerjemahkan dua manuskrip majalah. Setelah editornya melihat hasil sampel pekerjaannya, dia sangat puas dengan pekerjaan Yu Hao. Jadi Yu Hao pergi ke aula latihan dengan membawa laptop yang ditinggalkan Fu Liqun di asrama mereka, dimana suhu di tempat itu sangat nyaman dipakai untuk menerjemahkan. Dia dan Zhou Sheng adalah satu-satunya orang yang berada di aula latihan besar itu. Setelah Zhou Sheng berolahraga selama beberapa saat, dia akan menghampiri Yu Hao untuk beristirahat dan keduanya akan meminum air sambil menonton sesuatu.

Read more BL at langitbieru (dot) com

Malam sebelum kompetisi, Zhou Sheng yang tengah mandi bertanya kepada Yu Hao, “Ingin berjemur di bawah sinar bulan?”

Malam itu dingin. Yu Hao mengirim hasil terjemahannya dan mendapat 800 dari pekerjaannya. Pekerjaan yang mengandalkan otak lebih menghasilkan lebih banyak uang jika dibanding pekerjaan yang mengandalkan otot. Di masa lalu, setelah dia sepanjang hari berdiri di depan kafe dia hanya akan mendapat 120. Dia mulai berpikir jika apa yang dikatakan Chen Yekai benar: uang sulit untuk didapat, tapi tidak sesulit itu. 1dY IU

Zhou Sheng dan Yu Hao berbaring di atas padang rumput. Cahaya bulan menyinari tubuh mereka. Selama liburan musim panas, kampus mereka sangat sepi.

“Yu Hao.” Ucap Zhou Sheng serius.

“Apa?” Yu Hao menatap ke samping wajah Zhou Sheng.

Zhou Sheng berkata, “Aku merasa sedikit gugup.” ISL0DA

Yu Hao, “Karena kompetisi besok?”

Zhou Sheng tidak menjawab. Yu Hao beranjak duduk, “Saat aku bernyanyi di panggung perayaan kampus, aku juga merasa sangat gugup. Tapi pada saat itu aku membayangkan jika hanya ada satu orang yang ada di bawah panggung — dan orang itu adalah Jenderal. Setelah itu aku jadi tidak terlalu gugup. Kalau kamu masih merasa gugup saat kompetisi besok, kamu bisa membayangkan jika hanya ada aku satu-satunya orang yang menonton pertandinganmu, sama seperti saat aku melihatmu latihan…”

Tapi Zhou Sheng mulai tertawa untuk alasan yang tidak diketahui dan menjawab, “Kenapa kau selalu begitu idiot? Aku tidak membicarakan soal pertandingannya.”

Yu Hao, “???” qgV9tM

Zhou Sheng, “Aku akan kembali ke asrama dulu. Kau bisa berjemur lebih lama lagi?”

Yu Hao berkata, “Ayo kembali bersama ba.”

Tapi Zhou Sheng tidak menunggunya. Dia berdiri dan berjalan menyusuri lapangan itu, menatap ke arah bulan. Yu Hao menepuk rumput dari tubuhnya dan berdiri. Zhou Sheng memasukan kedua tangannya ke dalam saku pakaian olahraganya dan berteriak kepada Yu Hao yang berjarak setengah lapangan, “Yu Hao! Lihat bulannya!”

Yu Hao mendongak. Zhou Sheng berteriak lagi, “Bulannya sangat cantik malam ini!” RfIBPh

Yu Hao berbalik menatap Zhou Sheng dan tertawa. Dia mendongak, kembali menatap Zhou Sheng, sebelum kembali mengalihkan pandangannya ke arah bulan — di balik tatapannya ada sedikit keterkejutan di dalamnya.

Yu Hao menjawab, “Ya!”

Profil samping tubuhnya disinari oleh cahaya bulan ketika arah pandangannya tertuju ke langit. Embusan angin lembut berbisik di telinganya dan dengan lembut menggoyangkan rambut pendeknya, membentuk siluet lembut dan tampan.

  ——Volume 2·Chichén Itzá·Berakhir—— wDQ dz


Jeff : Zhou Sheng confess????!!!!!!!

Langit Bieru.

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!

4 comments

  1. Yu Hao mendongak. Zhou Sheng berteriak lagi, “Bulannya sangat cantik malam ini!”

    Heh, dia CONFESS?! Untung dah sering baca novel Roman, jadi ngerti artinya 😭😭😭😭😭😭😭😭😭