English

Merebut MimpiCh73 - Ulang Tahun

0 Comments

Penerjemah : Zhanshines

Editor : AdaRa DoWa w


“Tidak mahal kalau kamu suka.”


“Selamat ulang tahun!”

Read more BL at langitbieru (dot) com

“Selamat ulang tahun!”

Zhou Sheng menarik napas dalam-dalam diikuti dengan bunyi auuuu—seperti serigala, lalu berseru, “Kenapa kalian membeli kue sebesar itu? Kalian pikir siapa yang akan menghabiskannya?!” Yu Hao juga tersentak kaget saat melihatnya, setelah menyanyikan lagu ulang tahun. Yu Hao memang menyuruh Fu Liqun untuk membeli kue dan teman sekamarnya itu benar-benar pergi membelinya, hanya saja berat kue itu mungkin sekitar lima pon! yLmDqu

“Masih ada pertunjukan lain lagi. Ayo, cepat!” Fu Liqun segera menyerahkan kue itu kepada Yu Hao, kemudian bergegas memutar musik di ponselnya.

“Kemari!” Yu Hao memegang kue itu dan mulai memutar-mutar badannya nyaris tak terkendali. Gerakannya dan Fu Liqun tampak kompak saat mereka mulai bernyanyi.

Zhou Sheng tertawa terbahak-bahak. Yu Hao menyanyikan lagu《Despacito》yang memiliki ritme kuat dan juga begitu ceria. Yu Hao dan Fu Liqun bernyanyi sambil menari, gerakan mereka terlihat sangat menawan. Zhou Sheng tertawa terbahak-bahak ketika dia menyaksikan mereka menari dengan sungguh-sungguh. Selanjutnya, Fu Liqun pun berbalik, mengayunkan pinggulnya dua kali, dan berteriak ‘Yeah‘ untuk mengakhiri pertunjukan mereka.

Yu Hao kesulitan mengatur napas. “Tiup … tiup lilinnya. Lilinnya sudah mulai meleleh.” HOJRl7

Fu Liqun merasa kepanasan sampai-sampai lidahnya mulai menjulur ke luar. “Kamar ini terlalu panas. Tuan Muda, cepat tiup! kita harus menyalakan kipas angin listrik atau aku akan mati karena kepanasan!”

Yu Hao membawa kue itu ke depan Zhou Sheng. Zhou Sheng tersenyum sambil memejamkan mata dan membuat permohonan, permohonan yang sangat singkat. Tak lama setelahnya, dia pun meniup lilinnya. Kedua orang lainnya yang berada di sana bertepuk tangan. Yu Hao pun bergegas menyalakan kipas angin di asrama mereka sebelum menghela napas lega.

Zhou Sheng tidak mengatakan apa-apa dan hanya tersenyum saat dia memotong kue dengan ekspresi serius, tetapi senyum itu juga tampak sedikit melankolis.

Kala ruangan menjadi sunyi, sekonyong-konyong suasananya berubah menjadi sedikit canggung. Tidak ada yang berbicara selama hampir sepuluh detik. Yu Hao mencoba memikirkan apa yang harus dikatakan, sementara Zhou Sheng sepertinya masih sedang merasa tersentuh. CjZXeB

“Mau potongan kue kecil atau besar?” tanya Zhou Sheng kepada Yu Hao.

Yu Hao, “Yang kecil saja, aku tidak bisa makan sesuatu yang terlalu manis.”

“Gege, bagaimana denganmu?” Zhou Sheng memberikan sepotong kue kepada Yu Hao sebelum memotong kue dengan ukuran lebih besar untuk Fu Liqun.

Fu Liqun berkata, “Besar atau kecil tidak masalah. Karena setelah aku mendapatkannya–“ Aude0C

“Kalau begitu aku akan memberikan potongan yang besar untukmu–“

“Aku … akan … menyuapimu!”

Fu Liqun mengambil sepotong besar kue yang diberikan Zhou Sheng kepadanya, setelah itu melemparkannya dengan cepat ke arah Zhou Sheng. Kue itu terbang dan menghantam wajah Zhou Sheng dengan suara pa yang terdengar keras.

Yu Hao, “Hahahahahahaha!” dMtpNV

Fu Liqun, “Hahahahahahaha!”

Zhou Sheng masih duduk ketika wajahnya sudah tampak hancur oleh kue yang dilemparkan Fu Liqun. Yu Hao tidak tahu kalau Fu Liqun akan tiba-tiba saja melakukan itu dan hanya melihat ekspresi bingung Zhou Sheng—setelah mendapat serangan kue di wajahnya, dia langsung tertawa terbahak-bahak. Dia memegang kuenya sendiri dan hampir jatuh ke tanah karena tertawa terlalu keras. Tiga detik kemudian, Zhou Sheng menyeka wajahnya, mengambil sepotong kue dan meraung dengan wajah memerah. “Kau mau mati?!”

Read more BL at langitbieru (dot) com

Perang kue pun dimulai. Yu Hao tertawa sampai dia kelelahan dan jatuh ke kursi lainnya. Dia tertawa terbahak-bahak saat Zhou Sheng melempar kepalanya dengan kue. Dia berteriak, “Apa hubungannya aku dengan masalah kalian!?”

“Serang dia bersama-sama!” seru Fu Liqun, lalu mereka berdua mulai menyerang Zhou Sheng dengan kue. Setelah peperangan pecah, tampaknya kegiatan itu nyaris tidak mungkin untuk dihentikan begitu saja. Fu Liqun melemparkan beberapa kue ke arah mereka, tetapi Zhou Sheng mengambil laptop Fu Liqun untuk digunakan menangkis kue tersebut hingga sepotong besar kue itu terbang ke kipas di langit-langit kamar. 9vHrYn

Yu Hao tiba-tiba menyadari adanya masalah yang sangat serius; Fu Liqun akan pulang besok dan besok pula adalah hari ulang tahun Zhou Sheng, jadi tidak ada alasan bagi mereka untuk membersihkan dan melakukan pekerjaan rumah. Itu berarti, semua kue di asrama akan diserahkan pada Yu Hao untuk dibersihkan seorang diri!

“Berhenti, jangan saling melempar kue lagi!” perintah Yu Hao. “Berhenti! Berhenti! Hentikan! Tolong dengarkan aku!”

Perang antara Zhou Sheng dan Fu Liqun mencapai puncaknya. Mereka berdua telah memenuhi genggaman mereka dengan kue. Fu Liqun bahkan meraih Yu Hao untuk digunakan sebagai perisai melawan Zhou Sheng yang membuat Zhou Sheng marah. Zhou Sheng menyeret Yu Hao untuk berdiri di belakangnya, alih-alih berlindung justru melindungi. Zhou Sheng pun berusaha mencari kesempatan yang tepat. Dia berjalan mendekat sehingga membuat Fu Liqun mundur ke bagian lantai yang sangat licin oleh kue, menyebabkan Fu Liqun terpeleset dan jatuh. Zhou Sheng dan Yu Hao memojokkan Fu Liqun ke jalan buntu di asrama. Fu Liqun berteriak keras karena dia tahu bahwa kekalahanmya sudah dekat. Dia segera membalikkan tubuhnya ke samping menghadap lemari pakaian, tetapi Zhou Sheng sudah mengambil kue lagi dan dengan paksa memasukkannya ke lubang hidung Fu Liqun.

“Jangan berlebihan. Sudah! Sudah!” Yu Hao melanjutkan, “Jangan lempar lagi! Lihat, kuenya ternyata sudah habis!” 19ERvX

Saat《Despacito》dimainkan, asrama berada dalam keadaan kacau-balau: lantai, meja, lemari pakaian, jendela, dan balkon semuanya ditutupi dengan kue dan krim.

Yu Hao, “….”

Fu Liqun memaksa bersin untuk mengeluarkan kue dari lubang hidungnya. Zhou Sheng bersimbah keringat dan ingin mengatur kipas angin di langit-langit ke kecepatan maksimumnya. Namun, tiba-tiba saja Fu Liqun dan Yu Hao mengerang secara bersamaan, “Berhenti!!!”

Tapi sudah terlambat. Kue di kipas angin langit-langit kamar pun terlempar ke mana-mana. Zhou Sheng tertawa terbahak-bahak karena dia telah melupakan kue yang dia tangkis sebelumnya. A dbiv

Setelah ketiganya membasuh wajah, mereka semua pun duduk, terengah-engah.

“Ini benar-benar ulang tahun yang paling tak terlupakan yang pernah kualami.” Zhou Sheng berkata dengan lemah, “Aku bahkan tidak sempat makan kueku!”

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

“Masih ada potongan kecil di sini.” Yu Hao mengambil potongan kecil kue yang dia tempatkan di piring di atas meja.

Fu Liqun berkata, “Biar kucoba, ini pertama kalinya aku memesan kue dari toko ini. Cokelat mousse hitam dan putih.” bBrLCK

Yu Hao, “Enak sekali, bahkan ada es krim di dalamnya.”

Maka, akhirnya mereka bertiga pun masing-masing mengambil garpu plastik dan membagi potongan kecil kue Yu Hao untuk dimakan bersama-sama. Yu Hao masih lapar dan mempertimbangkan untuk mencari makan di asrama. Zhou Sheng berkata, “Jangan mencari sisa kue lagi, kita bisa memesan satu kue besok untuk dimakan bersama-sama. Ayo mandi ba, siapa yang mau duluan?”

“Masih ada lagi.” Yu Hao tertawa.

Fu Liqun juga menunggu saat ini. Dia mengeluarkan ponselnya dan bersiap untuk merekam reaksi Zhou Sheng. mB6IeJ

Yu Hao membuka lemarinya dan jiwa Zhou Sheng seolah-olah berhamburan. “Ada kue lagi? Tidak ada lagi ba!”

Tada~! Selamat ulang tahun!” Yu Hao menyerahkan sepatu yang dibungkus ke dalam kotak kepada Zhou Sheng. Zhou Sheng merasa sedikit khawatir saat dia berkata, “Oh, ini hadiah ulang tahun, kau membuatku takut. Bukannya aku sudah bilang kalau kau tidak perlu membelikan aku apa-apa?”

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Zhou Sheng tersenyum saat dia merobek kotak sepatu itu. Dia menatap Yu Hao yang berkata, “Aku tahu kamu ingin membeli sepatu.” Kemudian, Zhou Sheng menoleh ke bawah, membuka tutupnya dan tiba-tiba saja bergeming.

Zhou Sheng benar-benar tercengang saat dia menyentuh sepatu model AJ edisi terbatas di dalam kotak itu. Dia menatap lama sepatu itu, lalu menatap Yu Hao. Yu Hao hanya tersenyum sambil menatapnya. s0zSg6

“Yu Hao?” Zhou Sheng berkata, “Dari mana kau … mendapatkan ini?”

“Itu jatuh dari langit,” canda Yu Hao sambil tertawa.

“Mengapa kau membeli sepatu mahal seperti ini?” Zhou Sheng tampak lebih bingung daripada saat wajahnya dilempari dengan kue. Dia mengeluarkan salah satu sepatunya, lalu mengeluarkan pasangannya, sebelum mendongak untuk melihat Yu Hao dengan linglung.

“Untukmu tentu saja.” Yu Hao berkata, “Selamat ulang tahun, aku pikir kau akan menyukainya. Gege menemaniku keluar untuk membelinya.” Gcdqma

Mata Yu Hao bertemu dengan mata Zhou Sheng, tetapi hanya sesaat sebelum Zhou Sheng menunduk lagi. Dia tidak mengatakan apa pun. Fu Liqun akhirnya menangkap momen klise itu. Yu Hao juga menyadarinya—pada saat yang singkat itu, Zhou Sheng sepertinya hampir menangis!

“Berhenti merekamku!”

Di detik berikutnya, Zhou Sheng menyadari kalau Fu Liqun sedang merekamnya dan dia pun segera bangkit berdiri sembari berkata lagi, “Hapus video itu.”

Sepatu itu hampir jatuh ke tanah sebelum Zhou Sheng buru-buru menangkapnya. Fu Liqun masih merekam dan berkata dengan nada sentimental, “Huhuhu, aku sangat tersentuh, aku sangat tersentuh, aku sepertinya akan mati ….” gmk7Rd

Zhou Sheng melirik Yu Hao dan sekarang giliran Yu Hao yang merasa sedikit malu. “Kamu tidak akan mencobanya?”

Zhou Sheng membalik sepatu barunya berulang kali di tangannya untuk menganguminya. “Aku akan mencobanya setelah kita membersihkan lantai besok. Ada kue di mana-mana.”

“Ini terlalu mengharukan,” kata Fu Liqun, “Ini membuat air mataku menetes.”

“Oh! Tiba-tiba aku teringat sesuatu.” Yu Hao berkata dengan tulus, “Gege, sepatu ini untukmu.” Yu Hao mengeluarkan pula kotak sepatu lain yang sudah dibungkus dari lemari. 16EFHh

“Bagus sekali!” Zhou Sheng segera mengeluarkan ponselnya dan merekam Fu Liqun.

Sekarang giliran Fu Liqun yang bengong. Yu Hao meletakkan kotak sepatu ke tangannya, “Ambillah ah.”

Fu Liqun, “Di mana kau membeli sepatu yang ini?!”

Yu Hao berkata, “Dapat gratis saat aku membeli sepatu Zhou Sheng.” 0IA7kM

Zhou Sheng langsung tertawa sambil berkata, “Ya Tuhan ….”

“Ambillah ah.” Yu Hao mendesak.

Langit Bieru.

Fu Liqun menerimanya dengan ekspresi bingung. Dia duduk, membuka kotak sepatu itu dan di dalamnya sudah ada sepasang sepatu yang sudah lama Fu Liqun idam-idamkan tetapi belum sanggup dia beli.

“B-bolehkah aku menerimanya?” Fu Liqun menghadap kepada Zhou Sheng saat dia bertanya, “Tuan Muda?” CD1QdI

“Ambillah ba,” jawab Zhou Sheng.

“Setelah aku menerimanya, apakah kita akan tetap berteman?” Fu Liqun bertanya, khawatir.

Yu Hao, “…”

“Kita akan menjadi teman seumur hidup.” Zhou Sheng tertawa, “Jangan khawatir, itu hadiah dariku dan Yu Hao.” M4nI5f

Hati Fu Liqun seketika terasa tenang dan dia mengangguk. “Selain kakak iparmu, ini adalah pertama kalinya seseorang memberiku sesuatu yang sangat mahal.”

“Lalu bagaimana denganku?” Ketika Yu Hao mendengar kalimat ‘teman seumur hidup‘, dirinya yang agak mabuk tiba-tiba merasa tertarik dan dia tersenyum pada Zhou Sheng, “Kamu anggap aku sebagai apa?”

Kamar asrama mereka tiba-tiba menjadi sunyi senyap. Fu Liqun dengan cepat meraih ponselnya dan mulai merekam video. Namun, Zhou Sheng tersenyum sambil menatap Yu Hao, alisnya sedikit terangkat. “Mengapa kau tidak menjawabnya sendiri, kau anggap dirimu sebagai apa untukku?”

Yu Hao tidak menyangka Zhou Sheng akan memberi tanggapan seperti itu. Zhou Sheng dengan marah berkata kepada Fu Liqun lagi, “Berhenti merekam! Apa kau tidak merasa cukup?! Jika kau terus merekam, aku akan membuang sepatumu!” gqU37A

Fu Liqun segera memeluk kotak sepatunya dan melesat ke tempat tidurnya. Yu Hao segera bangkit dari kursi. “Aku akan pergi mandi.”

“Pergilah ba.” Zhou Sheng masih sedikit mabuk. Dia berbalik dari kursinya dan melihat sepatu AJ yang dibeli Yu Hao untuknya. Dia menyalakan lampu meja, meletakkan sepatu di atas meja dan mengambil foto dengan ponselnya. “Jangan beli barang mahal seperti ini lagi di masa depan.”

“Tidak mahal kalau kau menyukainya,” jawab Yu Hao.

Saat mereka pergi tidur, Zhou Sheng mengirim pesan WeChat kepada Yu Hao: gwXpu6

Zhou Sheng: 【Bagaimana kau tahu kalau itu adalah sepatu yang paling kuinginkan? Aku bahkan tidak memberi tahu Fu Liqun, jadi dia tidak mungkin tahu. Apa kau melihat mereka dalam mimpiku? Tapi bahkan aku tidak pernah melihatnya dalam mimpiku.】

Yu Hao: 【Ah? Aku tidak tahu, aku cuma berpikir kamu mungkin akan menyukainya jadi aku memilih pasangan itu. Ah, syukurlah!】

Yu Hao menatap Zhou Sheng. Zhou Sheng mengulurkan tangan dan menyentuh kening Yu Hao. “Tidur ba, selamat malam.”

Yu Hao pikir dia akan terserang insomnia malam itu, tetapi tanpa diduga-duga dia ternyata justru segera tertidur karena kegugupan yang dia rasakan sepanjang hari, alkohol yang dia minum malam itu dan energi yang dia habiskan setelah kompetisi balapan Zhou Sheng. tydbw3

Keesokan paginya, Zhou Sheng masih tertidur ketika Yu Hao dibangunkan oleh cuaca panas. Liburan musim panas secara resmi telah dimulai untuk Yu Hao hari ini.

Pandangan Yu Hao terasa berputar ketika dia bangun dan dia juga merasa sedikit sakit di kepala. Setelah turun dari tempat tidur menggunakan tangga, Yu Hao pun mengulurkan tangan untuk mengecek pernapasan Zhou Sheng. Yu Hao takut setelah Zhou Sheng berolahraga begitu banyak dan minum bir, sesuatu mungkin dapat terjadi padanya di pagi hari. Napas Zhou Sheng normal, jadi Yu Hao membuka pintu asrama untuk membiarkan terjadinya pertukaran udara.

Read more BL at langitbieru (dot) com

Fu Liqun bangun pagi-pagi karena takut ditangkap dan diikat untuk membantu membersihkan. Dia memanfaatkan waktu ketika Yu Hao dan Zhou Sheng sedang tidur untuk mengenakan sepatu barunya dan menyelinap pergi. Kamar asrama yang pengap menjadi sedikit sejuk oleh angin yang masuk dari koridor. Yu Hao melihat ke dinding kamar mereka yang ditutupi dengan bercak-bercak kue dan menatap dengan bodoh untuk beberapa saat. Dia mulai menghitung jumlah waktu yang dibutuhkan untuk membersihkan seluruh tempat—mungkin setidaknya akan menghabiskan waktu 7 jam—dan tugas yang paling sulit adalah mengelap jendela.

Yu Hao melihat sepatu baru yang ditempatkan Zhou Sheng di atas meja untuk sementara waktu. Ketika dia membelinya, dia tidak terlalu memikirkannya, tetapi sekarang dia dengan sungguh-sungguh melihatnya lagi, dia berpikir bahwa sepatu itu memang tampak mahal dan indah. Dia mulai mengerti kenapa Zhou Sheng begitu menyukai sepatu itu sekarang. KRwBdp

Harus mulai membersihkan dari mana? Yu Hao mengambil air, memeras kain dan melihat ke jendela balkon, merasa jantungnya seolah-olah hancur berantakan. Dia berpikir, tampaknya aku akan memulainya dari tempat yang paling sulit. Jadi, dia mendorong jendela dan melihat ke dalam kamar asrama dari balkon.

Aku akan membersihkan bagian luarnya dulu.

Kemarin, Fu Liqun dan Zhou Sheng bertempur dari dalam kamar asrama hingga keluar dari balkon, jadi ada banyak noda di luar juga.

Ada gumpalan besar kue yang menempel di jendela—yang tampaknya masih layak untuk dimakan. Yu Hao memeriksanya sebentar dan berpikir kalau tampaknya tidak akan menjadi masalah jika dia memakan sisa kue yang menempel itu sedikit. Dia tidak tahu apakah rasanya akan berubah atau tidak, tetapi tidak ada yang akan tahu. Mz93pd

Jadi, dia membungkuk lebih dekat dan mencoba menjilat sisa kue dan woah, ternyata rasanya sepertinya tidak berubah—hanya saja sekarang sudah mengering.

Saat Yu Hao menjilat sepotong kue itu, dia menoleh ke dalam asrama—seseorang telah masuk ke asrama mereka dan mata mereka bertemu. Yu Hao pernah melihat orang itu sebelumnya dan dia tahu pasti bahwa orang itu adalah ayah Zhou Sheng, Zhou Laichun! Zhou Laichun tiba-tiba bertemu pandang dengan Yu Hao saat menjilat kaca jendela balkon dan ekspresi aneh seketika itu juga muncul di wajahnya.

Yu Hao, “….”

Zhou Laichun,  “….” dpYG8a

Yu Hao sungguh-sungguh ingin berpura-pura tidak melihatnya, tapi itu tidak mungkin.

“Halo, Paman ….”

Zhou Laichun mengangguk. Yu Hao belum sepenuhnya bangkit. Dia segera memindahkan kursi untuknya dan berkata, “Silakan duduk!”

Zhou Laichun berjalan mengelilingi asrama dan hampir terpeleset ketika dia menginjak sisa kue di lantai. Yu Hao buru-buru menyuruhnya duduk, lalu mengguncang Zhou Sheng yang masih tidur. Lid7OU

Yu Hao, “Ayahmu ada di sini!”

Zhou Sheng sudah lama terbangun. Dia berbalik dan menghadap ke dinding.

“Apa yang sedang kau lakukan?” Zhou Sheng berkata dengan kesal, “Datang kemari tanpa memberitahuku. Apa tidak ada hal lain yang lebih baik untuk kau lakukan?”

Yu Hao turun untuk mencuci kain lap. Zhou Laichun berkata, “Apa kalian membuat pesta di kamar asrama kemarin malam? Sepertinya kalian cukup bersenang-senang. Yo, siapa yang memberikan sepatu ini padamu? Sepatu ini tidak murah ba … Kau punya pacar?” I0lN6

“Jangan sentuh barang-barangku!” Zhou Sheng menggeram dan duduk dengan kesal.

Yu Hao dengan cepat menatap Zhou Sheng dengan pandangan penuh arti. Zhou Sheng berkata, “Ambilkan aku pakaian bersih.”

Langit Bieru.

Yu Hao mengambil beberapa pakaian dan melemparkannya ke arah Zhou Sheng. Zhou Sheng melepas pakaiannya dan pergi mandi. “Jangan mengepel lantai lagi. Tunggu aku, kita akan membersihkannya bersama-sama.”

“Yu Hao,” panggil Zhou Laichun. “Ayo pergi, aku akan mentraktirmu makan siang. Mari kita rayakan ulang tahun Zhou Sheng hari ini dan kita akan mengucapkan selamat ulang tahun ke 21 untuknya dari jauh.” dr8zfO

Yu Hao memebuat tiruan suara pfft dan tertawa keras. Zhou Laichun melanjutkan, “Di mana teman sekamarmu yang satunya, yang sangat menonjol itu?”

Yu Hao berkata, “Fu Liqun. Dia pulang.”

Zhou Laichun mengapit rokok di mulutnya dan mengeluarkan Vertu. Dia menelepon sopirnya dan menyuruhnya mencari cleaning service untuk membantu membersihkan kamar asrama. Saat Zhou Laichun menutup sambungan telepon, Zhou Sheng keluar dari kamar mandi, kepalanya basah kuyup dan dia mengorek telinganya dengan kapas.

Zhou Laichun berkata, “Ayo pergi?” 5W3nML

“Apa kita akan pergi juga?” Zhou Sheng menunjuk Yu Hao sembari bertanya.

Yu Hao tampak marah, untuk apa kau bertanya padaku lagi?! Ayahmu ada di sini untuk merayakan ulang tahunmu!!

Yu Hao, “Tentu saja ah, ayo pergi.”

Zhou Sheng berkata, “Bos tidak mengundangku dan hanya mengundangmu. Bawakan makanan untukku nanti bei?” O7byY0

Zhou Laichun berkata, “Yu Hao, apa kau ingin mengajak teman lain untuk ikut?”

Yu Hao berpikir, kalian berdua benar-benar sepasang ayah-anak kandung, kalian berdua bahkan memiliki gaya bicara yang sama.

“Kalau begitu Zhou Sheng, ayo pergi bersama ba“.

Jadi, Zhou Laichun mengantar Zhou Sheng dan Yu Hao ke clubhouse di kota Ying. Selama satu setengah tahun terakhir, Yun Lai Chun telah membuka tiga clubhouse F&B kelas atas di bawah franchise-nya dan ini adalah salah satunya. Cabang ini dinamakan ‘Fajar Musim Semi di Gunung Kosong’ dan terletak di antara gunung Yunding di depannya dan lembah di belakangnya. Gd d9K

Lautan bambu di lembah mati belum dikembangkan. Hanya ada dua jalan setapak dari papan yang jarang digunakan orang. Ada juga air terjun bertingkat dan lingkungannya sangat tenang juga terpencil. Tiga sisi kamar kelas satu menghadap ke lembah, yang semuanya memiliki jendela Prancis yang berfungsi sebagai sekat. Ruangan itu dipasang di tengah-tengah gunung. Di ketinggian ini, kau bisa menikmati panorama laut bambu hijau zamrud dan air terjun putih keperakan.

Di dalam ruangan, Zhou Sheng iseng membolak-balik majalah. Dua gadis Belarusia kembar berambut pirang dan bermata biru yang mengenakan cheongsam sedang membuatkan teh untuk mereka. Yu Hao memandang air terjun melalui jendela kaca dan sekali lagi dikejutkan oleh kemewahan yang dinikmati oleh orang kaya.

“Kalian mau makan apa?” Zhou Laichun bertanya, “Mie umur panjang adalah suatu keharusan, makanlah semangkuk kecil untuk acara ini ba.”

“Terserah,” kata Zhou Sheng. DeamVu

“Yu Hao, apa yang mau kau makan?” Zhou Laichun tahu bahwa dia tidak akan bisa mendapatkan tanggapan yang berarti dari putranya, jadi dia berbalik ke arah Yu Hao.

Yu Hao bertanya, “Apa boleh memesan ayam kecap?”

Please support our translators at langitbieru (dot) com

“Apa kau tidak takut itu terlalu berminyak?” Zhou Laichun bertanya, “Satu tradisi saja sudah cukup, mari kita pesan beberapa yellow breasted bunting kalau begitu.”

Yu Hao berpikir, jangan ba, kedengarannya sangat kejam, tapi dia tidak berani mengatakannya. b5X4c1

“Tidak boleh satwa liar atau sirip hiu.” Zhou Sheng berkata dengan tidak sabar, “Beri banyak masakan rumahan saja.”

Zhou Laichun, “Sichuan?”

Zhou Sheng, “Kami sudah makan itu kemarin.”

“Kalau begitu aku akan memasak sesuai keinginanku.” Zhou Laichun melepas jasnya dan menggantungnya di satu sisi. Dia menyingsingkan lengan bajunya dan benar-benar berencana untuk memasak sendiri, “Makanlah camilan dulu untuk membangkitkan selera makanmu, kalian berdua belum makan apa-apa sejak kalian bangun tidur.” Ou1cQl

Yu Hao memiliki firasat kalau setelah dia makan makanan ini, dia akan mencapai semacam pencapaian seumur hidup.

“Setelah makan makanannya, kau tidak akan mau makan makananku lagi.” Zhou Sheng membuang majalahnya dan berbaring di sofa. “Menyebalkan.”

Yu Hao dengan cepat berkata, “Masakanmu berbeda!”

Zhou Sheng, “Kau bahkan belum mencoba masakannya, bagaimana bisa kau sudah tahu bedanya?” 0SHdkI

Yu Hao tertawa, “Kamu menaruh hatimu ke dalam masakanmu.”

Zhou Sheng mengikik setelahnya. Dia melihat ke luar jendela Prancis. Yu Hao duduk bersila di depan jendela. Dia dihadapkan pada alam hijau indah pegunungan serta hutan yang memenuhi pandangannya. Dia menarik napas dalam-dalam, merasa seolah sedang memasuki era Zen bersama dengan Ibu Pertiwi di depannya.

“Kamu sebenarnya bisa membuka restoran di taman,” kata Yu Hao.

“Kalau kau punya uang, kau dapat membukanya di mana saja.” Zhou Sheng menjawab, “Tebak berapa biaya makan di sini?” csPWoV

Yu Hao berkata, “Setidaknya beberapa ribu ba.

Zhou Sheng menjawab, “Ribuan? Tidak cukup untuk menu pembuka yaitu sup. Semua makanan di sini dimulai dari 100.000.”

Yu Hao, ” ….”

Seorang wanita cantik Belarusia berlutut dan menuangkan teh Gongfu untuk Yu Hao. Yu Hao dengan cepat berkata, “Aku akan melakukannya sendiri, terima kasih.” Dia menyesap tehnya. Tehnya seharusnya premium, tapi dia tidak tahu setelah dia mencicipinya. DOxt6U

“Berhenti.” Zhou Sheng berkata setelah dia menghadapi nampan penuh cerutu dan cokelat yang telah wanita cantik itu bawa.

“Kalian berdua pergilah istirahat ba, abaikan apa pun yang ayahku katakan. Dia benar-benar sakit.”

Read more BL at langitbieru (dot) com

Kedua wanita cantik Belarusia itu tertawa, setelah itu mereka keluar dari kamar dan menutup pintu.

Yu Hao hanya tertawa saat dia berbaring di karpet di depan jendela Prancis. Zhou Sheng tampak seperti tidak tahan melihat semua hal ini lebih jauh. “Menjengkelkan, kau mau turun untuk mengambil beberapa foto?” gTjtRN

“Aku tidak bisa bergerak ….” Yu Hao ingin tertawa, tapi dia tidak memiliki energi. Dia membalikkan badan dan berbaring. “Aku kelaparan, ayo pergi setelah kita makan saja ba.”

Yu Hao terlalu bersemangat tadi malam. Dia tidak makan banyak saat makan malam dan juga tidak makan banyak kue. Untungnya, hanya butuh 40 menit bagi Zhou Laichun untuk selesai memasak.

Setiap orang makan semangkuk sup sebelum makan makanan utama. Sup tersebut adalah sup bening dengan kubis kecil yang direndam di dalamnya, mereka bertumpuk satu sama lain, lapis demi lapis seperti kelopak bunga, dan tampak sangat indah. Yu Hao seperti akan menjadi gila karena kelaparan, tapi cuma semangkuk sup ini yang disajikan. Dia ingin menghabiskan seluruh mangkuk sekaligus, tapi dia terlalu malu untuk melakukannya juga.

Zhou Sheng, “Bukannya aku sudah bilang untuk menyajikan lebih banyak masakan rumahan? Ini yang kau sebut masakan rumahan? Untuk siapa kau pamer?” emO8TD

Yu Hao berpikir, bukannya ini semangkuk kubis buatan rumah?

Zhou Sheng, “Untuk siapa kau menunjukkan trik mewah ini?”

“Supnya direbus kemarin.” Zhou Laichun berkata, “Aku kebetulan melihatnya di dapur, jadi aku memakainya. Sisanya adalah masakan rumahan.”

Zhou Sheng berkata kepada Yu Hao, “Makan saja apa yang ada ba. Kalau kau masih belum kenyang, aku akan membawamu ke tempat makan daging nanti.” L3S1vV

Pikiran Yu Hao berhasil dibaca oleh Zhou Sheng. Dia dengan cepat berkata, “Pasti menurutmu masakan ini enak.” Kala Zhou Sheng mencicipi sup, dia langsung merasa seperti terserang sambaran petir tiba-tiba. Sebelum dia dapat mengomentari sup, hidangan lainnya telah disajikan satu per satu. Semua hidangan dibagi dengan benar terlebih dahulu sebelum ditempatkan di piring mereka dan satu-satunya langkah yang tidak mereka ambil adalah menyuapi mulut mereka sendiri. Setengah hidangan merpati bumbu kecap sengaja ditinggalkan untuk Yu Hao, lalu kaviar mangga dan kulit bebek di atas kerupuk disajikan. Ini adalah pertama kalinya Yu Hao tahu bahwa hidangan itu bisa dimakan dengan cara seperti itu.

Saat hidangan lain tiba, Yu Hao bertanya, “Apa ini?”

Zhou Sheng, “Kepiting Daun Pinus Kukus.”

Setelah itu, mereka tidak dapat menyebutkan sebagian besar hidangan yang disajikan. Zhou Sheng juga terlalu malas untuk bertanya, jadi dia berkata kepada Yu Hao, “Sebenarnya aku tidak tahu apa saja hidangan acak ini.” j0nDpQ

“Truffle hati angsa.” Zhou Laichun meliriknya dan menjawab.

Zhou Sheng hanya makan apa pun yang disajikan dan dia memberi isyarat kepada Yu Hao untuk tidak menahan diri. Zhou Laichun hanya makan sedikit. Dia menyalakan sebatang rokok dan menundukkan kepalanya untuk mengobrol tentang WeChat dan Yu Hao berhenti bertanya. Hidangan Zhou Laichun benar-benar enak, tapi rasanya kurang enak. Lingkungannya bagus, bahan-bahannya berkualitas tinggi … Yu Hao tahu apa yang hilang.

Sebagai perbandingan, dia lebih menyukai suasana di asrama mereka, saat dia melihat Zhou Sheng memakai celemek, membuka penanak nasi dan menyendok bubur udang yang dia masak untuk dicicipi. “Yu Hao, tambahkan aku di WeChat, supaya lebih mudah untuk menghubungi satu sama lain,” kata Zhou Laichun.

Yu Hao melirik Zhou Sheng. Zhou Sheng tidak mengatakan apa-apa, jadi Yu Hao menyerahkan ponselnya kepada Zhou Laichun untuk memindai kodenya. V9zR6k

Zhou Laichun berkata, “Apa yang mau kau lakukan setelah lulus?”

Yu Hao berkata, “Aku baru saja menyelesaikan tahun pertama kuliahku, ini masih terlalu awal untuk membahasnya.”

Please visit langitbieru (dot) com

“Ini tidak terlalu dini.” Zhou Laichun berkata, “Kau tidak perlu berusaha keras untuk belajar di perguruan tinggi. Kalau kau tertarik, apa kau mau bekerja di perusahaan Paman setelah lulus?”

v6Ttok

Translator's Note

perempuan

Translator's Note

Maksudnya tradisi seperti dalam mie umur panjang

Translator's Note

Burung kuning. Kayaknya masakan dari burung ini banyak dikecam orang. Contohnya seperti hati angsa.

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!