English

Merebut MimpiCh75 - Keputusan

0 Comments

Penerjemah : Zhanshines

Editor : AdaRa ZRUXPV


“Jenderal ini sudah memutuskan untuk menghadapi dirinya sendiri dengan jujur ​​dan mencoba berani mengatasi ketakutannya sendiri.”


Yu Hao kesulitan bernapas ketika mengikuti Zhou Sheng yang bersepeda sejauh 30 kilometer. Zhou Sheng sesekali berhenti mengayuh sepedanya untuk menunggu Yu Hao. Pada akhirnya, Yu Hao tiba di kampus mereka sebagai juara kedua.

Please visit langitbieru (dot) com

Yu Hao, “Aku … aku tidak bisa melakukannya lagi.”

Zhou Sheng berkata, “Oke. Jadi, kartu itu sekarang adalah milikmu.” C04g78

“Apa? Tapi aku ‘kan bukan pemenangnya?” Yu Hao berseru.

Menang yang aku maksud adalah jika aku menang, maka kartu itu milikmu!” Zhou Sheng melanjutkan, “Sebenarnya, aku lupa mengatakan kata ‘jika aku‘.”

Yu Hao,”  …. “

“Kalau begitu aku akan menyimpan kartu itu untukmu ba.” Yu Hao mengingat kembali sepak terjang mereka saat bersepeda tadi, di mana Zhou Sheng sesekali berhenti untuk menunggunya menyusul, lalu melanjutkan perjalanannya lagi saat jarak mereka telah mendekat. Yu Hao hanya bisa merasakan bahwa keadaan ini secara samar-samar tampak seperti bagaimana sebenarnya hubungan yang terjalin di antara mereka. uQt3h

“Apa kau tidak mau melihat berapa banyak uang yang kau miliki di kartu itu?” Zhou Sheng tersenyum.

“Aku tidak mau tahu.” Yu Hao berkata, “Aku bertekad untuk tidak akan pernah mengintipnya! Menahan diri sampai mati!”

Setibanya di asrama, mereka menemukan bahwa ruangan itu sudah dibersihkan secara menyeluruh, bahkan ubin yang sudah menghitam pun dipel sampai berkilau. Pintu lemari kayu serta meja kayu juga sudah dipernis dan sekarang terlihat seperti perabotan baru. Satu set bantal dan seprai yang lama, sudah diganti dengan yang baru di tempat tidur mereka masing-masing. Rak buku dan lemari pakaian ditata dengan rapi.

Tidak hanya itu, kamar mandi mereka bahkan dipasangi tirai baru dan bola lampu pun sudah diganti dengan ukuran 60 watt. AC yang dipasang berdiri juga sudah tersedia di sana. Di salah satu sudut balkon diletakkan kulkas kecil berisi es batu, minuman dan bir. Ada pun kursi bersantai juga di beli dan ditaruh di balkon. Di sisi lain balkon ada rak bunga yang sudah diisi dengan beberapa tanaman. oRz8EO

Sekarang ada minuman dingin dan AC. Mereka tentu senang!

Sedangkan AC yang dipasang memang bukan tipe AC yang dipasang di dinding, karena asrama memang melarang itu dan meskipun efek pendinginannya tidak sekuat AC yang kebayakan, benda itu setidaknya telah mengurangi masalah kamar mereka yang pengap.

Yu Hao memijat keningnya dengan satu tangan. Dia merasa seperti telah memasuki rumah orang lain.

“Ayahmu meminta seseorang untuk merenovasi tempat ini.” Yu Hao melanjutkan, “Pasti tidak mudah melakukan semua ini hanya dalam waktu singkat di siang hari.” BktVfu

“Astaga, apa dia tidak kepikiran untuk membeli mesin cuci juga sekalian?” Zhou Sheng belum selesai berbicara ketika suara gedebuk terdengar—Zhou Sheng secara tidak sengaja menubruk jendela kaca balkon yang super bersih tanpa noda. Dia berkata dengan wajah memerah, “Kenapa mereka membuat jendela ini terlalu bersih?! Ini percobaan pembunuhan!”

Yu Hao, ” ….”

Saat malam datang, Yu Hao dan Zhou Sheng berbaring di tempat tidur, menghabiskan hari pertama liburan musim panas mereka dengan bermalas-malasan. Zhou Sheng mengajak Yu Hao untuk bermain gim sebentar. Setelah itu Yu Hao merekam dua lagu, tetapi dia tidak puas dengan kedua hasilnya, jadi dia memilih untuk menghapusnya. Tiba-tiba saja dia teringat kalau uang dari hasil menerjemahkannya akan segera habis, jadi dia harus mencari pekerjaan paruh waktu lain secepatnya. Untungnya, dia akan mendapatkan beasiswa untuk semester depan, sehingga keadaan finansialnya akan lebih stabil dalam beberapa bulan ke depan.

Susah sekali menemukan terjemahan dan karya tulis yang bagus, terlalu banyak hasil karya yang curang. Yu Hao menghabiskan banyak waktu untuk melihat-lihat forum terjemahan dan banyak orang di dalamnya mengutuk tentang kemalangan mereka akibat skrip mereka yang dicontek, yang juga membuat Yu Hao merasa sedikit takut. 6zfgHl

Mudah untuk beralih dari gaya hidup hemat ke gaya hidup boros, tetapi sulit untuk melakukan yang sebaliknya. Setelah merasakan pekerjaan sebagai penerjemah, Yu Hao jadi merasa tidak mau lagi melakukan pekerjaan manual. Ternyata memang benar, melakukan pekerjaan karena memiliki keterampilan khusus itu adalah yang paling produktif, jadi sangat penting untuk memiliki keterampilan khusus.

Tentu saja, baik dia maupun Chen Yekai telah melewati hari-hari mereka dengan mengandalkan keahlian khusus mereka, tetapi ketika dihadapkan dengan seorang kapitalis seperti Zhou Laichun, mereka tentu akan berubah menjadi ampas tak berguna hanya dalam hitungan detik.

Read more BL at langitbieru (dot) com

Pada sekitar jam 9 malam, ibu Zhou Sheng menelepon ke telepon asrama. Yu Hao mengangkatnya. Ketika mendengar bahwa Zhou Sheng berada di asrama, Mama Zhou mengajukan banyak pertanyaan dan juga mengucapkan selamat ulang tahun kepada putranya. Zhou Sheng hanya memberikan jawaban ala kadarnya yaitu ‘aku mengerti.’

“Kapan kau akan pulang?” Mama Zhou berkata, “Yu Hao, datanglah ke mari bersamanya juga!” tT1Yi

Yu Hao hanya bisa berkata seperti yang diajarkan Zhou Sheng kepadanya, “Ada kompetisi yang harus diikuti.”

Ahh itu bagus, itu bagus! Di mana kompetisinya berlangsung? Kami akan pergi menonton!”

“Jangan mengganggu.” Zhou Sheng tidak ingin bicara lagi. Yu Hao hanya bisa menjawab “Tidak” dan “Ok”  dengan nada lembut saat dia menjawab Mama Zhou. Mama Zhou mulai mengenang hari saat dia melahirkan Zhou Sheng, hingga panggilan itu berlangsung selama lebih dari satu jam sebelum wanita itu akhirnya menutup sambungan telepon.

“Sudah mau tidur?” Zhou Sheng bertanya, “Pernah tidak kau berpikir mau pergi ke mana untuk berlibur?” 8S9go1

Yu Hao, “Belum.”

“Kalau begitu, terus pikirkan ba.” Zhou Sheng mengambil garpu cucian yang disandarkan di sebelah tempat tidur untuk digunakan menekan tombol lampu di kamar asrama mereka. “Tidurlah,” katanya. Kamar asrama menjadi gelap. Ini adalah pertama kalinya Yu Hao tinggal dengan nyaman di asrama dan ini semua berkat uang Zhou Laichun.

Chen Yekai: 【Sudah pulang? Apa AC-nya oke?】

Yu Hao: 【 ….】 qp3uok

Chen Yekai: 【Ada apa?】

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Yu Hao: 【Kamu yang membelinya?】

Chen Yekai: 【Dipesan secara daring minggu lalu. Aku minta mereka untuk mengirimkannya ke asramamu hari ini sebagai hadiah ulang tahun Zhou Sheng. Aku melihat empat orang bibi sedang membersihkan kamar dan sopir keluarga Zhou Sheng bilang kalau mereka akan membeli kulkas.】

“Kaikai yang membeli AC,” kata Yu Hao kepada Zhou Sheng. AukI20

“Oke, paham.” Zhou Sheng sibuk memperhatikan WeChat-nya dengan raut bingung di wajahnya. Cahaya dari layar ponselnya menerangi wajah Yu Hao dan Zhou Sheng. Dalam kegelapan, Zhou Sheng tiba-tiba menghela napas dan membuang ponselnya ke samping.

“Apa kamu menambahkan Jingya di daftar pertemanan WeChat?” Yu Hao berbalik ke samping dan mendongak sedikit untuk bertanya padanya.

Zhou Sheng tidak menjawab, tetapi hanya berbaring diam, sementara Yu Hao terus menelusuri ponselnya. Setelah hening yang lama, Zhou Sheng pun berkata, “Tidak kutambahkan, tidak mau repot-repot. Menyebalkan, aku mau berjemur di bawah sinar bulan!”

Di tengah malam, kekhawatiran dan kesedihan akan selalu meningkat. Ada pepatah yang mengatakan ‘seseorang yang tidak peduli kepada masalah secara luas, akan segera menemukan penderitaan di dekatnya‘. Sebelum ujian akhir tiba, Yu Hao sering mendengar Fu Liqun berbaring di tempat tidurnya dan menghela napas ketika dia khawatir tentang apa yang harus dia lakukan andaikan dia gagal, karena tampaknya dia akan dimarahi sampai mati ketika dia sampai di rumah. E7mrMI

Asrama pria selalu terlihat seperti ini. Setiap orang akan bersantai sesuka hati mereka di siang hari, kemudian kegelapan yang selalu mengejar mereka tanpa henti akan muncul dengan sendirinya sebelum mereka pergi tidur. Ketika guru mengoceh tanpa henti selama kelas kesehatan mental, mereka secara khusus akan menyebutkan bahwa hal itu disebabkan oleh rasa bersalah yang dirasakan orang yang membuang-buang waktu untuk kegiatan yang tidak berharga—ketika seseorang merasa bahwa mereka tidak melakukan banyak hal dalam sehari dan tidak memiliki tujuan dalam hidup, kemudian mereka akan gelisah, kesal dan menyesal sebelum tidur di malam hari. Mereka akan selalu merasa tidak berguna dan begadang hanya akan semakin memperkuat emosi negatif itu.

Namun, Yu Hao jarang menderita siksaan ini. Dia sudah melakukan yang terbaik hanya untuk bertahan hidup, jadi dia tidak bisa membayangkan masalah di tingkat yang lebih tinggi dari Hierarki Kebutuhan Maslow.

Read more BL at langitbieru (dot) com

“Bulan tidak terlihat malam ini,” kata Yu Hao.

“Yu Hao,” panggil Zhou Sheng. F3w9fo

Un?”

Setelah hampir tiga menit hening, Zhou Sheng akhirnya berkata dalam kegelapan, “Menurutmu, akan seperti apa kita dalam waktu sepuluh tahun ke depan?”

Yu Hao tidak menjawab, tetapi pertanyaan Zhou Sheng telah memicu otaknya. Tatapannya bergeser dari layar ponsel ke kehampaan dan kegelapan di sekitarnya. Ada ekspresi bingung di wajahnya.

“Apakah kita akan berpisah?” Zhou Sheng bertanya. UaY6BA

“Mungkin,” jawab Yu Hao. Dia tiba-tiba merasa tercekik oleh kesedihan yang tak terduga. Dia tidak berani memikirkannya. Dia cuma akan kuliah selama empat tahun, setelah empat tahun, dia akan berpisah dari Zhou Sheng dan Fu Liqun—tidak peduli dalam hal persahabatan atau cinta.

Zhou Sheng berkata, “Biar kubayangkan sebentar.”

Yu Hao berkata, “Haruskah kamu menjadi kejam begini?”

Setelah empat tahun kuliah, banyak teman dan kekasih akan berpisah—beberapa dari mereka akan tinggal di kota, beberapa akan pergi ke utara Guangzhou dan Shenzhen, beberapa akan pergi ke luar negeri dan beberapa akan pergi ke sekolah pascasarjana. Mungkin mereka akan tetap saling menghubungi, tetapi tidak akan ada situasi di mana mereka bisa tinggal di bawah satu atap lagi. pwaCyH

Bahkan pesta terbaik harus segera diakhiri, setiap orang akan menetap dan memulai karir mereka masing-masing, mereka tidak akan sering menghubungi satu sama lain lagi, dibedakan oleh tempat mereka dalam hierarki sosial dan keadaan, mereka akan berbeda seperti siang dan malam. Ketika mahasiswa berkumpul, mereka akan bersulang berkali-kali saat minum bersama, tetapi pada akhirnya mereka akan tetap menjadi orang asing. Satu-satunya hal yang akan dibahas berulang kali adalah kenangan samar masa lalu mereka.

Kadang-kadang, hidup benar-benar seperti mimpi, pikir Yu Hao, Sebagian besar perlahan akan hilang dari ingatan, termasuk malam musim panas yang sejuk ini.

“Oh, begitu.” Zhou Sheng berkata, “Aku ingin membahasnya bersamamu dengan serius. Apa kira-kira yang kau lihat dalam sepuluh tahun ke depan?”

Yu Hao masih menelusuri ponselnya, tetapi menjelang akhir, pikirannya tidak terpaku pada ponselnya lagi dan juga tidak pada kata-kata Zhou Sheng. vPpojT

“Tidak banyak.” Suasana hati Yu Hao agak buruk hari ini, terutama setelah dia membuat keputusan itu. Sudah hampir jam 12 lewat dan ulang tahun Zhou Sheng akan segera berakhir.

Zhou Sheng mengintip ponsel Yu Hao. Yu Hao berkata kepada Zhou Sheng, “Aku mengirim sesuatu ke situs QnA (tanya jawab).”

Zhou Sheng, “QnA? Apa yang kau tanyakan di sana?”

Yu Hao, “Pria gay mencari teman.” u6BL8Z

Zhou Sheng, ” ….”

Yu Hao menunjukkannya kepada Zhou Sheng, ada beberapa pesan pribadi di ponselnya sekarang. Zhou Sheng segera duduk dan bertanya, “Kau mengunggah foto-fotomu? Hapus sekarang juga!”

Langit Bieru.

Yu Hao berkata, “Tidak, aku cuma mengirim pesan kepada beberapa orang yang memasang gambar di profil mereka. Mereka semua membalas pesanku.”

Zhou Sheng membuka pesan pribadi satu per satu yang semuanya diisi dengan ucapan sapaan. Yu Hao berkata, “Tidak banyak yang bisa dilihat, kembalikan ponselku ba.” BfhHyn

Yu Hao mengamati ekspresi Zhou Sheng. Zhou Sheng membalik ponsel itu sebelum menaruhnya di sampingnya, ekspresinya tersembunyi di dalam kegelapan, “Kenapa kau tiba-tiba mencari pacar lagi?”

Yu Hao menjawab, “Aku sudah merencanakannya sebelumnya.”

Zhou Sheng sedang duduk sementara Yu Hao berbaring. Di dalam kegelapan itu, tak satu pun dari mereka berbicara. Yu Hao akhirnya berkata, “Zhou Sheng?”

“Baiklah kalau begitu.” Zhou Sheng membalas, “Lakukan sesukamu.” GHiQ6t

Yu Hao mengingat percakapannya dengan Zhou Sheng hari itu di Chichén Itzá.

“Kamu yang menyarankannya saat di gunung Tianqing dalam mimpi.”

“Aku ingat.” Suara Zhou Sheng sangat dingin dan tanpa beban, “Kau tidak perlu mengingatkanku. Itu sebabnya aku bilang ‘lakukan sesukamu’.

“Kalau begitu, kembalikan ponselku,” kata Yu Hao. 6tMrTJ

Zhou Sheng menyerahkan ponsel itu, kembali berbaring dan mereka berdua berhenti berbicara sejenak. Yu Hao tahu bahwa Zhou Sheng pasti cemburu, tetapi masalah ini harus diselesaikan pada akhirnya. Di masa lalu, Yu Hao tidak pernah mau mengambil langkah ini. Pertama, dia terlalu menyukai Zhou Sheng dan tidak bisa membohongi dirinya sendiri. Kedua, dia tidak bisa merelakan Zhou Sheng, sehingga itu tidak adil bagi pasangan yang akan Zhou Sheng cari.

Namun, hari ini, setelah dia mendengar kata-kata Zhou Laichun, Yu Hao menyadari bahwa dia tidak bisa terus seperti ini lagi. Menyiksa dirinya sendiri akan baik-baik saja, tetapi dia akan menyakiti Zhou Sheng. Tidak peduli bagaimana tanggapan Zhou Sheng setelahnya, tetap saja itu tidak akan membuahkan hasil apa-apa.

“Aku mau tidur,” kata Zhou Sheng.

“Selamat malam, Jenderal,” balas Yu Hao. BCj4ig

Yu Hao meletakkan ponselnya di samping bantal dan menghela napas dengan sangat lembut. Pada saat ini, dia mengalami kesedihan yang luar biasa, seolah-olah hatinya dihancurkan oleh gunung. Jika Roda Gagak Emas tidak disegel, dia curiga bahwa mimpinya pasti akan diselubungi oleh mendung sekarang—dengan badai petir dan hujan lebat yang melimpah berserakan.

Perasaan ini bahkan lebih buruk daripada dipukul oleh Liu Pengxuan ketika dia mengutarakan perasaannya. Wajahnya pernah dipukul oleh tinju Liu Pengxuan, tetapi kali ini, Yu Hao telah mengambil belati itu sendiri dan setelah mempertimbangkannya berkali-kali, memutuskan untuk memutar arahnya dan menusuknya ke dalam jiwanya sendiri.

Terompet berbunyi serempak dan kompetisi akbar pun dimulai. GkphXB

Di bawah langit yang gelap, Colosseum Romawi kuno dikelilingi oleh kerumunan penonton yang bersorak-sorai. Bangunan bundar yang besar dan tinggi itu terletak di tengah-tengah pulau terpencil di dalam lautan yang tak berujung.

Awan gelap membayangi di atas kepala. Naga hitam itu membawa Zhou Sheng saat dia terbang. Naga itu mengepakkan sayapnya, menggantung tepat di atas Colosseum dan perlahan mulai turun. Zhou Sheng memanggul jingubang, kakinya dibalut sepasang sepatu AJ yang seperti sepatu bot tempur berlapis emas serta besi scale mail dan salah satu kakinya itu sekarang sedang menjulur ke atas kepala naga.

Please visit langitbieru (dot) com

“Aku datang ke sini sebagai penantang!” seru Zhou Sheng.

Zhou Sheng mengayunkan jingubangnya, menoleh ke samping dan mengarahkan senjatanya ke arah penonton. YiC4Qd

Gemuruh kereta keluar melalui terowongan di Colosseum, membentuk cincin. Setiap kereta membawa monster besar dan ganas.

Di bahu Zhou Sheng berdiri boneka rubah kecil. Dia menoleh ke samping, mengangkat tangannya dan menyentuh punggung berbulu rubah kecil itu.

“Yang mana yang harus aku lawan duluan? Katakan.” Zhou Sheng berkata.

Tentu saja, boneka itu tidak akan menjawabnya. Zhou Sheng melihat tiga belas kereta yang diatur secara melingkar. Di tengah mereka adalah Raja Iblis , yang berperawakan tinggi, kokoh serta memiliki tanduk domba jantan. qpr179

Zhou Sheng menenangkan diri dan melihat kereta lainnya.

“Kalau begitu kau ba.” Zhou Sheng menunjuk dengan acuh tak acuh ke salah satu dari mereka.

“Sial—” Suara keras meraung dan kerumunan sekali lagi mulai bersorak seperti orang gila.

Iblis, “Kau akhirnya bersedia membuat kesepakatan denganku? Apa yang kau inginkan?” m2Wyrl

Zhou Sheng berkata dengan suara tenang, “Kau tahu benar apa yang aku inginkan lebih baik daripada diriku sendiri.”

Iblis itu berpaling kepada hadirin dan berkata dengan lantang, “Bagus sekali! Penguasa alam mimpi, Jenderal ini telah memutuskan untuk menghadapi dirinya sendiri secara jujur ​​dan mengatasi ketakutannya! Mari kita tunggu dan lihat apakah dia akan berhasil!”

Naga hitam itu mendarat di tengah sorak-sorai nyaring yang bahkan membuat langit bergetar. Tirai ditutup pada pertempuran besar itu.

Ketika Yu Hao bangun keesokan harinya, Zhou Sheng sudah pergi dan dia tidak tahu ke mana pria itu pergi. guY zq

Yu Hao mengingat percakapan mereka tadi malam dan semuanya tampak seperti mimpi. Dia mengirim pesan kepada Zhou Sheng. Namun, pesannya tidak mendapatkan balasan.

Chen Yekai menelepon Yu Hao dan mengajaknya menonton film hari ini. Yu Hao berkata, “Zhou Sheng pergi pagi-pagi sekali dan aku bahkan tidak tahu ke mana dia pergi.”

“Aku tadinya mengajak dia menonton film bersama juga.” Chen Yekai berkata, “Dia bilang kalau dia tidak bisa ikut dan menyuruhku untuk pergi bersamamu saja.”

Yu Hao memikirkannya sebentar dan akhirnya berkata, “Baiklah, kalau begitu aku akan mentraktirmu.” A7qOd0

“Oke. Traktir aku ba.” Chen Yekai berkata, “Aku sudah membeli tiketnya, aku akan mengajak Huang Ting juga.”

Yu Hao melihat pesan yang dikirim Zhou Sheng kepadanya setelah dia menutup ponselnya.

Read more BL at langitbieru (dot) com

Zhou Sheng: 【Ada yang harus kulakukan hari ini, jadi makan siang sendiri saja, oke? Aku akan membawakan makan malam untukmu.】

Setelah Yu Hao membalasnya, dia dan Chen Yekai pergi makan bersama Huang Ting. Mereka berdua menunggu lama sebelum Huang Ting berkata, “Aku akhirnya berhasil menyelinap keluar, ayo makan barbeku ba.” 7hF6oS

Sementara itu, Huang Ting memperhatikan bahwa Yu Hao sedang melihat pesan pribadinya dan bertanya, “Apa yang kau lakukan?”

“Mencari teman.” Yu Hao tidak bermaksud untuk menyembunyikannya dari Huang Ting, yang bagaimanapun juga mengetahui orientasi seksualnya. Dia ingat bahwa Huang Ting sepertinya tidak pernah membahas tentang memiliki pacar atau tidak, jadi dia berkata, “Apa kau sedang menjalin hubungan? Tidak ada maksud apa-apa, aku cuma mau menunjukkan kepedulian sebagai teman. Kalau kau pikir aku terlalu ingin tahu, kau abaikan saja pertanyaanku itu.”

Chen Yekai tertawa, “Kamu ingat Junjun?”

Ahhhh—” Yu Hao segera teringat reporter wanita itu. 6nBtD2

Huang Ting buru-buru mengklarifikasi. “Itu masih abu-abu! Jangan mengatakan hal yang tidak masuk akal. Ah, Yu Hao, kau sedang mencari teman online?”

Un.” Yu Hao menjawab Huang Ting.

“Pastikan untuk tetap aman.” Huang Ting melanjutkan, “Terutama tentang kebersihan fisik.”

“Aku mencari teman,” jelas Yu Hao, “Bukan mencari cinta satu malam!” U36 9G

Chen Yekai berkata, “Kamu ditolak setelah membuat pengakuan?”

Yu Hao melirik Chen Yekai. Huang Ting berkata, “Membuat pengakuan? Kau membuat pengakuan kepada siapa?”

Chen Yekai berkata, “Kamu tidak perlu khawatir tentang itu, Petugas Huang.”

“Risiko pekerjaan,” jawab Huang Ting. Cjb1NR

“Kalian berdua terdengar seperti sedang melakukan pertunjukan komedi,” kata Yu Hao.

Chen Yekai, “…”

Huang Ting, “…”

Chen Yekai akhirnya pergi untuk mengambil tiket sebelum film dimulai. Yu Hao dan Huang Ting duduk di area peristirahatan di luar tempat tersebut. Huang Ting mengenakan pakaian kasual hari ini. Dia menggenggam sedotan di antara jari-jarinya saat dia duduk tegak dan bertanya pada Yu Hao, “Yu Hao, tolong ceritakan padaku alasan sebenarnya kau mencari teman secara daring.” U0a7HY

Yu Hao, “Apa kamu akan mencatat pernyataanku?”

Huang Ting berkata, “Apa kau biasanya memiliki perasaan atau kontradiksi dengan Chen Laoshi-mu?”

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Yu Hao, “…”

Huang Ting memandangi Yu Hao dengan penuh perhatian dengan matanya yang seperti elang. “Kenapa sekarang kau lebih suka mencari pasangan secara online—maksudku seorang teman online daripada mempertimbangkan Chen Laoshi?” LBrhQ8

Yu Hao, “Petugas Huang, pertanyaan itu tidak baik untukmu. Hati-hati, aku mungkin akan memberitahu Junjun Jie tentang perasaanmu.”

“Kau tidak punya nomer kontaknya untuk bisa menghubunginya.” Huang Ting sepertinya telah memikirkannya dengan baik. Dia memiliki tatapan yang sulit terbaca saat dia berkata, “Sekarang, tolong jangan menghindari pertanyaan yang aku ajukan dan jawab aku dengan jujur.”

Yu Hao, “…”

“Ayo masuk sekarang,” ajak Chen Yekai saat urusannya selesai. Yu Hao berpikir, aku tidak akan pergi keluar bersama kalian berdua lagi. Ve7NxY

Pada akhirnya, Huang Ting dan Chen Yekai duduk di kedua sisi Yu Hao selama film berlangsung. Yu Hao merasa seperti seorang tahanan yang dikawal sepanjang waktu.

Chen Yekai bahkan berbicara dengan lembut kepada Yu Hao dari waktu ke waktu. Setelah beberapa saat, kepala Huang Ting seperti sengaja dimiringkan untuk dapat bersandar di bahu Yu Hao saat dia tertidur. Yu Hao benar-benar tidak bisa berkata-kata. Chen Yekai membuat isyarat dengan jari telunjuk di depan bibirnya. “Psst, jangan berisik. Dia sangat lelah akhir-akhir ini, biarkan dia tidur sebentar.” Kemudian, dia menunjuk ke kacamata 3D yang dipegang Huang Ting, yang berarti dia meminta Yu Hao untuk menyembunyikan benda itu tanpa harus membuat Huang Ting terbangun dari tidurnya.

Huang Ting bangun setelah film selesai. Yu Hao sangat ingin tahu seperti apa dunia mimpi pria yang baru bangun itu. Dengan seberapa cakapnya dia, mimpinya sudah pasti tidak mungkin diselimuti oleh kabut.

“Itu adalah film yang cukup bagus,” kata Huang Ting. SvaYXG

“Apa kamu benar-benar menontonnya?” Yu Hao bertanya.

Huang Ting, “Tentu saja.”

Chen Yekai, “Kalau begitu, di mana kacamata 3D-mu? Pergi dan minta maaf secara pribadi dan bayar biaya kompensasi.”

Huang Ting berkata, “Tentu saja itu diambil oleh kalian berdua. Jenis lelucon ini terlalu ketinggalan jaman. Chen Laoshi, sebagai seorang guru, kau tidak boleh memberikan contoh yang buruk. Cepat berikan kepada staf, aku harus pergi sekarang, aku punya misi malam ini. Sampai jumpa lagi.” DBKFcS

Yu Hao sama sekali tidak bisa mengganggu Huang Ting. Di malam itu, Chen Yekai berkata, “Apa kamu mau makan malam di rumahku?”

“Aku harus kembali ke asrama.” Yu Hao berkata, “Zhou Sheng membawakan makan malam untukku.”

“Kalau begitu aku akan mengundangmu lain kali lagi saat kau senggang.” Chen Yekai mengantar Yu Hao ke gedung asramanya sebelum dia berbalik dan pergi. Yu Hao baru saja mendongak ketika dia melihat Zhou Sheng tengah melihat keluar dari koridor di lantai atas. Keduanya saling bertukar pandang, sampai akhirnya Zhou Sheng memilih untuk masuk ke kamar mereka.

“Makanlah ba.” Zhou Sheng membuka kotak makan itu dan membagi dua sumpitnya. Dia membersihkan duri bambu dari sumpit sebelum menyerahkannya kepada Yu Hao. “Apa yang kau tonton hari ini?” sg16oK

Yu Hao pun menceritakannya. Mereka berdua mengobrol sebentar, lalu Zhou Sheng memakai earphone-nya dan menonton acara di laptop Fu Liqun sambil makan. Yu Hao tetap diam dan menatap ponselnya. Suasana di asrama seakan kembali seperti dulu, lebih tepatnya dua bulan lalu.

“Kamu pergi ke mana hari ini?” Yu Hao tiba-tiba teringat lagi terakhir kali dia melihat Zhou Sheng di mal.

Read more BL at langitbieru (dot) com

Zhou Sheng melepas earphone-nya dan bertanya dengan bingung, “Apa?”

“Tidak ada.” Yu Hao melambaikan tangannya. Zhou Sheng memasang kembali earphone-nya dan melanjutkan makan. 9BZLJh

Yu Hao ingin menghapus semua pesan pribadi di ponselnya, tetapi salah satu teman online-nya mengirimi dia pesan. Pria itu berbicara dengan sangat sopan dan mengatakan bahwa dia ingin mengenal Yu Hao. Yu Hao merasa ragu-ragu sebentar sebelum memberikan nomor WeChat aslinya untuk menambahkan pria tadi di daftar pertemanan.

Huang Ting mengirimi Yu Hao pesan:【Perhatikan keselamatanmu saat bertemu dengan teman online. Jika kau membutuhkan petugas polisi sebagai pengawal, aku merekomendasikanmu untuk membuat janji tiga hari sebelumnya.】

Yu Hao: 【Aku akan mengingatnya, terima kasih atas pengingatnya.】

Huang Ting berbagi beberapa artikel berita dengan Yu Hao tentang penipuan oleh teman online, mendapatkan SM-ed, dirampok, dan perkelahian besar yang terjadi karena barang tidak sesuai dengan yang dijanjikan. B97XjZ

Yu Hao akhirnya tidak tahan lagi: 【Berhenti mengirimiku itu!】

Pada akhirnya, Huang Ting berbagi lagu dengannya: 《You Won’t even Give Me a Hundred Yuan

Yu Hao: 【Aku akan memblokir nomermu.】

Huang Ting: 【Aku tidak menyarankan hal itu, lebih mudah menemukan seseorang yang kau kenal ketika kau menelepon polisi dan mereka juga akan merespons lebih cepat.】 hU P6x

Zhou Sheng menghampiri Yu Hao untuk mengambil kotak bekas makan malam Yu Hao dan akan pergi membuangnya ke tempat sampah. Dia melirik Yu Hao yang saat ini sedang menggunakan aplikasi WeChat.

“Bagaimana percakapan online kalian? Kapan kalian akan bertemu?”

“Baru saja menambahkannya sebagai teman di WeChat.” Yu Hao benar-benar murung sekarang dan bahkan ingin berpura-pura mati saja.

Zhou Sheng kembali setelah membuang sampah. Yu Hao bertanya, “Bagaimana dengan Jingya? Apa kamu sudah mengajaknya makan?” 7dTLrM

Zhou Sheng berkata, “Baru juga menambahkannya di WeChat.” Dia memakai earphone saat berbicara dan mulai mengabaikan Yu Hao. Teman online Yu Hao mengirim beberapa pesan dan mengobrol dengan Yu Hao sebentar. Yu Hao tanpa sadar sudah mengobrol dengan pria itu hingga larut malam. Zhou Sheng berkata, “Selamat malam,” dan kemudian segera mematikan lampu. Mereka berdua tidak saling berbicara lebih dari sepuluh kalimat satu sama lain sepanjang hari.

Colosseum Romawi Romawi Kuno.

Raungan naga hitam bergema di seluruh koloseum, diikuti oleh sorakan bergemuruh dan tepuk tangan dari kerumunan. Zhou Sheng membawa perisainya saat dia berdiri di atas kepala naga hitam itu. Naga hitam itu naik ke langit. Di depan mereka, musuh mereka memiliki tanduk kambing dan dada berbulunya terbuka. Matanya menyipit sampai bagian atas dahinya, pupilnya yang panjang dan sempit bersinar dengan kilatan merah tua yang menyeramkan.

rTx98q

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!