English

Aku Mengandalkan Kemiskinan untuk Menyelesaikan Permainan SurvivalCh23 - Penyebab Kematian

1 Comment
We're recruiting an editor for this novel.
Join us!

Dengan langkah ragu-ragu, kecil, dan cepat, Gu Shengan mengikuti Xiao Lan pergi keluar ruangan.

Di luar pintu, kucing hitam yang memakai sapu tangan itu sudah menunggu di lorong. Melihat Xiao Lan keluar, dia melangkah tepat di depannya untuk memimpin jalan, langkahnya yang anggun tidak menimbulkan suara sama sekali di lantai. cW4Xhx

Luo berhenti di sebuah pojokan.

Xiao Lan bersembunyi di dekat dinding dan mengintip diam-diam.

Read more BL at langitbieru (dot) com

Dia melihat Yang Degao mondar-mandir dengan ekspresi cemas, seluruh punggungnya menekuk sembari dia dengan gugup meremas kedua tangannya. Saat berjalan, dia bergumam, “Tidak mungkin, tidak mungkin. Kamu tidak datang mencariku selama sepuluh tahun, jadi kenapa kau datang mencariku sekarang…”

Semakin lama dia berjalan, semakin ia cemas; Nafasnya menjadi lebih tegang serta keringat membasahi kepalanya yang botak, dan dia bahkan mulai menghantam dinding dengan kepalan tangannya. gobB30

Tiba-tiba, Yang Degao dipukul dari belakang, sehingga dia terhuyung-huyung.

Sebelum bisa berdiri dengan stabil, sepasang lengan menjebaknya sehingga ia tidak dapat mengambil satu langkah pun, dan dia segera diikat dengan erat dari atas ke bawah dengan tali yang tebal dan kokoh.

Seluruh proses ini dilakukan sekaligus, dan hingga saat ini, Yang Degao masih belum yakin apa yang sedang terjadi. Bagaimana dia bisa duduk di lantai? Dari awal sampai akhir, dia belum bisa melihat dengan jelas siapa penyerangnya itu.

Dalam tiga detik, Xiao Lan dengan mulus membuka pintu kamar dan langsung menarik Yang Degao masuk dengan satu tangan. 3dTBhj

Dia menoleh dan melambai ke Gu Shengan, yang masih berdiri dan tercengang di luar. “Masuk ah, apa yang kamu lakukan di luar?”

Baru saat itulah Gu Shengan kembali menjadi dirinya sendiri, seolah habis terbangun dari mimpi terkait rangkaian gerakan Xiao Lan, dan muncul semacam penghormatan dalam tatapannya. “Xiao… Xiao ge, apakah kamu pernah berlatih sebelumnya?”

Xiao Lan mengangguk. “Kamu juga bisa melakukannya jika kamu mencoba beberapa kali lagi.”

Ketika dia bekerja di bar, Xiao Lan akan selalu bertemu dengan pelanggan yang mabuk dan membuat masalah. Sama sekali tidak ada gunanya berunding dengan seorang pemabuk dan sepertinya dia tidak bisa menghajar pelanggan, jadi cara paling aman adalah menahan mereka dan mengirim mereka keluar. o6PrD5

Jadi, ini benar-benar hanya urusan untuk terusmenerus berlatih sampai sempurna.

Gu Shengan gemetar, cara ia berdiri bahkan menjadi sedikit lebih hormat. “Xiao ge, apakah kita akan menyiksanya?”

Xiao Lan memberinya tatapan ‘apakah kamu orang bodoh’. “Ini adalah masyarakat yang berdasarkan hukum, oke?”

Gu Shengan: “…”  hxJuoW

Apa yang kamu lakukan sekarang bukanlah hal yang berdasarkan hukum. Dan juga, hukum apa yang ada di Dunia Advent? 

Xiao Lan berjongkok untuk menyambut Yang Degao, yang terbaring di lantai, dengan senyuman di wajahnya. “Halo, Guru Yang.”

Yang Degao melihat dengan baik orang di depannya. Pria itu jelas memiliki penampilan yang terpelajar dan elegan, namun dia cepat dan kejam saat bergerak. Suara Yang Degao bergetar. “Kamu⏤siapa kamu? Jika kamu terus melanjutkan ini, saya⏤saya akan menelepon polisi.”

Pemuda di hadapannya hanya memandangnya dengan tatapan menghina. “Apakah kamu percaya bahwa kamu bahkan tidak akan bisa menelpon setengah dari seorang polisi?” wAKE1O

Kemungkinan besar juga tidak ada polisi sama sekali di dunia game; jika bukan karena panggilan telepon mereka tidak dapat terhubung, maka mungkin karena para polisi ditunda kedatangannya oleh beberapa alasan atau hal lainnya.

Ketika Yang Degao melihat senyuman Xiao Lan, hatinya membeku. Hidupnya sudah selesai, selesai; orang ini pasti memiliki semacam pendukung jika tangannya benar-benar terulur sampai ke pihak polisi.

Story translated by Langit Bieru.

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Xiao Lan menepuk wajah Yang Degao dengan ujung tali. “Guru Yang, kami punya beberapa pertanyaan untukmu, dan kami harap kamu akan bekerja sama.”

Bfibqjx wjaj Tjcu Gfujb yfgxfvea. “Bjwe yfgxjaj…” sWVhwC

Wljb Ojc ijcurecu xf lcal qfgajcsjjc. “Djujlwjcj xjwe wfwyecet Xe Zb?”

Zfcvfcujg lcl, kjgcj kjpjt Tjcu Gfujb yfgeyjt vgjralr. Zjajcsj afgyexj ifyjg, vjc wexjcsj qfcet jxjc xfalvjxqfgmjsjjc. “Djujlwjcj xjwe ylrj ajte⏤”

Dfulae vlj wfcujajxjc tji lae, Tjcu Gfujb wfgjrj lj afijt wfijxexjc xfrjijtjc, vjc vfcujc mfqja wfcmbyj ecaex wfwqfgyjlxl xjilwjacsj. “Klvjx, alvjx, alvjx, jxe alvjx wfijxexjccsj, lcl qjral rfyejt xfrjijtqjtjwjc.”

Wajah Xiao Lan berubah gelap. “Guru Yang, melakukan hal ini tidak ada artinya. Kamu terlihat seperti orang yang terpelajar, tetapi sayangnya, kami kebetulan mengetahui tentang hobi pribadimu yang kamu sembunyikan. Menurutmu apa yang akan terjadi jika kami mempublikasikannya?” UDPjZ6

Xiao Lan bahkan memberi petunjuk tentang apa itu hobi pribadinya, “Tentang siswi-siswi muda.”

Wajah Yang Degao memucat. “Kamu!”

Xiao Lan menatapnya dari atas. “Atau mungkin kami akan menelanjangimu hingga pakaian dalam dan melemparmu ke jalan utama agar bisa disiarkan secara langsung, lalu mengirimkan video itu ke siswa-siswimu?”

Xiao Lan kemudian merendahkan suaranya dengan nada yang menggoda. “Jangan khawatir, kami tidak tertarik untuk mengirimmu ke kantor polisi. Kami hanya tertarik dengan kasus ini.  Ini semacam hobi pribadi kecil; kamu pasti bisa mengerti, kan?” xDVkal

Saat dia berbicara, dia juga melirik ke Gu Shengan, yang langsung sadar akan petunjuknya dan bekerja sama dengan memberikan senyuman keji.

Mereka berdua sekarang tampak seperti penggemar yang menyukai hal-hal baru dan memburu kasus-kasus mengerikan.

Yang Degao ragu-ragu. “B…benarkah?”

Xiao Lan tersenyum padanya, dan senyumannya itu tampak sedikit menyeramkan di bawah sinar bulan. “Tentu saja. Aku juga tidak suka polisi; mereka selalu merusak seni yang aku sukai.” m3PWtl

Yang Degao terpengaruh. Dia takut jika dia tidak berbicara, kedua orang mesum ini akan membuatnya menghilang dari sini.

“Bukankah mereka mengatakan bahwa siswi bernama Gu Mo adalah orang yang bebas? Kebetulan aku…aku punya sebuah tumpukan kertas, dan fotonya ada di dalamnya.” Suara Yang Degao sedikit bergetar. “Jadi aku pergi mencarinya; Bukankah tidak apa-apa kalau aku memberikan uang padanya? Tetapi aku tidak berpikir dia akan enggan, dan bahkan ingin melarikan diri. Bagaimana aku bisa membiarkan orang tahu tentang ini? Aku…Aku pun menjadi emosional, dan⏤dan…mencekiknya sampai mati.”

Di depan tatapan jijik dari kedua pria itu, Yang Degao merasa seolah-olah ada pisau yang ditodong ke tenggorokannya. “Aku … aku tidak berpikir lehernya akan begitu rapuh…Aku hanya menggunakan sedikit kekuatanku dan itu…itu…lehernya patah…”

Sepuluh tahun yang lalu, Yang Degao berusia lima puluhan. Dia jagur, dan tidak menahan kekuatannya ketika melawan gadis SMA yang sangat lemah. HsbwiG

Suara Xiao Lan menjadi dingin. “Di mana tubuhnya?”

Yang Degao: “Aku juga tidak tahu. Saat itu, taman belakang hotel sedang dirombak, jadi aku potong-potong jenazahnya… lalu aku diam-diam memasukkannya ke dalam pengaduk semen. Setelah itu aku tidak tahu lagi…”

Langit Bieru.

Gu Shengan tidak bisa menahan diri untuk tidak meludah, dan tatapan Xiao Lan kepadanya mengingatkannya untuk tetap memainkan perannya.

Xiao Lan: “Sebuah pertanyaan lagi. Apa alat spiritual yang disebutkan Zhang Jie?” jJm5La

Yang Degao bergumul dengan dirinya sendiri untuk sementara waktu, tetapi ia merasa bahwa dia mungkin akan mati sekarang jika dia tidak mengatakan apa-apa, jadi dia dengan jujur ​​berkata, “Aku tidak tahu jelas tentang hal ini; aku hanya tahu bahwa seorang guru hebat memberikan alat itu padanya. Dia sangat menjaganya, dan hanya mengizinkan aku untuk menyentuhnya sejenak dengan mata tertutup. Rasanya seperti emas.”

Xiao Lan mengingat kembali seperti apa antagonis film itu, dan meniru ekspresinya. “Terima kasih Guru Yang atas kerjasamanya hari ini. Aku sangat puas.”

Dia kemudian bangkit berdiri dan berjalan ke jendela. Dari sudut Yang Degao, dia hanya bisa melihat bayangan siluet Xiao Lan, dan mendengar nadanya yang penuh makna. “Masalah hari ini adalah rahasia di antara kita. Aku akan menyimpannya. Dengan. Sangat. Baik. Aku berharap Guru Yang akan menjaga rahasia ini juga.”

“Guru Yang tidak ingin para siswa tahu, kan?” SKd3F4

Seluruh tubuh Yang Degao gemetar. Orang ini mengancamnya!

Setan itu bahkan bertanya, “Apakah Guru Yang tidak puas?”

Seolah-olah Yang Degao baru terbangun dari mimpi. “Tidak! Tidak! Aku tidak akan mengatakan apa-apa sama sekali; Aku hanya keluar untuk mencari udara segar malam ini.”

6IbLU0

Zhao Fan bersembunyi di kamarnya sepanjang hari. Dia memutuskan untuk tidak keluar lagi. Mencari petunjuk itu sangat berbahaya; dia akan menunggu saja sampai kedua orang itu menyelesaikan tugasnya.

Dia berbaring di tempat tidur dengan linglung, seolah sedang berendam di air hangat. Rasanya sangat nyaman, dan seluruh tubuhnya rileks.

Tunggu sebentar? Air?

Zhao Fan tiba-tiba membuka matanya dan menemukan bahwa dia benar-benar tenggelam di dalam sebuah kolam. Kolam itu sangat besar, dan di sekitarnya banyak orang lain yang wajahnya tidak jelas. Kabut kolam air panas itu tebal, dan menutupi segala sesuatu di sekitarnya dengan kabut uap. KPdaR5

Teman-teman di sampingnya tersenyum ketika melihat dia membuka matanya, dan berkata, “Zhao Fan, kamu bahkan bisa tidur di pemandian air panas, ah.”

“Benar, ah. Apakah kamu terlalu lelah karena pekerjaan akhir-akhir ini?”

Zhao Fan sedikit tercengang. Oh, iya, dia datang untuk berendam di pemandian air panas kali ini dengan teman-temannya, tapi karena alasan apa…

Siapa nama teman ini? dleTcV

Aiya, pacarmu ada di sini. Kamu masih belum pergi?” Temannya menunjuk ke belakang.

Zhao Fan menoleh. Seorang wanita kurus dengan kulit pucat dan rambut panjang berwarna hitam pekat berjalan ke arahnya; dia tidak bisa melihat wajahnya di kabut. Tawa parau teman-temannya menyapu dirinya sambil mereka mengatakan betapa irinya mereka pada hubungan baik Zhao Fan dan menghembuskan nafas atas keberuntungannya.

Read more BL at langitbieru (dot) com

Pacarnya tampak agak tidak berdaya pada ejekan teman-temannya dan tidak punya pilihan lain selain bekerja sama dengan teman-temannya sembari dia merentangkan lengannya untuk berpelukan.

Zhao Fan pergi untuk memeluk pacarnya. OpFoad

Dia mengulurkan tangan dan dengan lembut membelai rambut panjang pacarnya. Rambutnya sehalus satin sutra, dan bagaikan arus yang nyaman ketika dia menyisir rambutnya dengan jarinya. Namun, dia membeku saat mencapai lehernya.

Leher rampingnya lembut dan lembek, dan jari-jarinya tenggelam dalam satu sentuhan⏤tidak ada tulang di dalamnya!!

Ah⏤” Zhao Fan tidak bisa menahan diri untuk tidak mendorong gadis ini.

Dia ingin memanggil teman-temannya untuk meminta bantuan, tetapi ketika dia menoleh, dia menyadari bahwa sekelilingnya kosong.  Dimana teman-temannya? Hanya ada ponselnya, tergeletak sendirian di tepi kolam renang. Uc6kDw

Tiba-tiba, layar ponselnya menyala, menandakan ada panggilan telepon.

Zhao Fan menatap layar ponsel, tidak berani untuk bereaksi sama sekali, tetapi panggilan itu terhubung dengan sendirinya.

“Permisi, apakah kamu, Zhao Fan?” Suara wanita yang mekanis dan monoton terdengar. Bukan dari ponselnya, tapi dari arah belakangnya.

Zhao Fan mendadak berbalik, dan bertatap muka dengan wajah abu-abu pucat yang sedingin es. OCZhUI

Itu adalah ingatan terakhirnya.

Xiao Lan dan Gu Shengan kembali ke lantai tiga.

Xiao Lan awalnya berpikir tentang bagaimana mereka akan menjelaskan tentang mayat Tong Qing kepada pemilik hotel, tetapi mereka menemukan bahwa mayat itu telah hilang. Siapa yang tahu apakah itu bos permainan yang melakukannya, atau apakah itu memang diatur oleh permainannya. Rfp0nl

Dia baru saja akan memasuki kamarnya, ketika pintu Liu Yiyi di sebelahnya terbuka.

Liu Yiyi berdiri diam di belakang pintu. Lampu di kamarnya tidak menyala, dan ruangan itu sangat gelap. Seluruh tubuh Liu Yiyi berada dalam bayangan, ekspresi wajahnya tidak terlihat jelas.

“Apa yang sedang kalian lakukan?” Suara Liu Yiyi terdengar, suaranya masih sama seperti saat mereka pertama kali bertemu, tapi sekarang suaranya tenteram dan apatis, seperti genangan air yang tenang.

Gu Shengan langsung ketakutan sampai-sampai otaknya tergagap. “K-k-k…kami…” v4jiaY

Saat ini, pikiran seperti “aiya, mampus aku, apa yang harus kulakukan di depan seseorang yang kemungkinan besar adalah seorang hantu wanita” dan “jangan datang ah” berlari di kepalanya. Betul-betul, dia tidak bisa memikirkan tanggapan.

Xiao Lan memiliki ide cemerlang. “Kita akan berendam di kolam air panas.”

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Liu Yiyi: “Kalian?”

Xiao Lan mengangguk tanpa ekspresinya berubah. “Ini adalah cara para pria mendalamkan persahabatan mereka.” 1UK0qO

Gu Shengan juga ikut berbicara, “Benar, benar, benar, kita telah memikul beban bersama, jadi kita adalah saudara yang baik sekarang.”

Liu Yiyi: “…”

Mengapa itu terdengar sangat homo?

Liu Yiyi berjalan keluar dari bayang-bayang dan tidak lagi menatap mereka sembari dia pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal.  Hembusan angin dingin keluar dari kamarnya saat dia pergi, bertiup melewati dua orang di pintu dan menyebabkan mereka menggigil. Qj6z23

Melihat punggung Liu Yiyi yang semakin lama semakin kecil di kejauhan, mereka akhirnya menghela nafas lega.


Author ingin mengatakan sesuatu :

Xiao Lan: Persahabatan laki-laki kita seperti ini la.

Gu Shengan : Betul! XNsfkK

Luo memperlihatkan cakarnya.

Gu Shengan: Tidak, tidak, kita tidak cocok untuk berteman QAQ

Translator's Note

susah jelasinnya tapi pokoknya dia setengah dari seorang polisi aja gabisa ditelpon, apalagi satu

Translator's Note

suka pergaulan bebas

Translator's Note

membawa pistol bersama (sebagai tentara) tapi arti umumnya ya mereka saling curhat dan memikul beban bersama

Translator's Note

gay

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!

1 comment