English

Sistem Kematian HeroikCh2 - Aku hanya butuh 72 jam untuk jatuh hati padamu (2)

0 Comments

Peringatan: Triger dan penyiksaan


Di dalam ruangan yang cerah dan luas ini, seorang pria 30 tahun yang berdiri dengan membelakangi jendela, terdiam. ySpCGT

Tingginya sekitar 192 cm, dia berdiri tegap, dengan matanya berwarna biru es yang menyembunyikan ketajaman seperti tombak. Rambut coklat panjangnya mencapai pinggang, dan dia memakai baju setelan yang pas dengan fisiknya. Cahaya matahari menyinari tubuhnya dari jendela seolah melapisinya dengan lapisan emas.

Gabriel melihat laki-laki ini dengan terpukau serta kekaguman di matanya sembari mendesak pria tersebut, “Yang Mulia Ravel, tolong evakuasi secepatnya. Kalau tidak, semuanya akan terlambat.”

Story translated by Langit Bieru.

Ravel membuka mata dan menatapnya. “Kenapa Cage tiba-tiba datang ke Planet Dragon Fang ?”

Mata Gabriel terlihat ragu, dia menggumam sebelum menjawab, “Saya tidak terlalu yakin mengenai masalah ini. Tetapi, saya selalu mendengar Cage mengeluh tentang teknologi Planet Taima yang terlalu terbelakang dan lingkungannya yang buruk, dan dia selalu ingin kembali ke Planet ini.” xTdeW

“Karena itulah dia kembali?” Ravel menatap Gabriel tanpa perubahan ekspresi.

Gabriel merasa sedikit terintimidasi karena tatapannya, secara tidak sadar iapun menundukan kepalanya.

Ravel bertanya lagi, “Seperti apa anak itu?”

Ekspresi Gabriel semakin ragu, seperti berpikir apakah dia harus jujur atau tidak. kw WHq

Ravel melihat ekspresinya, berkata, “Meskipun kau hanya anak adopsi Jenderal Utrecht, identitasmu tidak berbeda dengan Cage, kau tidak perlu khawatir.”

Gabriel menggertakkan giginya dan berkata, “Sifat Cage agak sedikit buruk. Dia juga biasanya menganggur. Dia tipe orang yang menekan yang lemah tetapi takut melawan yang kuat sehingga reputasinya di Taima tidak terlalu baik.”

Ravel melihat ke bawah dan tenggelam dalam pikirannya, tidak bertanya lagi.

Gabriel menatapnya sebentar sebelum sekali lagi memperingatkannya, “Yang Mulia Ravel, saya harap anda bisa menyelesaikan persiapan anda untuk evakuasi hari ini. Cage… Cage sepertinya tidak akan bertahan lebih dari sehari.” 1cHUFs

Ravel mengisyaratkannya keluar dengan tangannya dan berkata, “Saya masih ada yang harus dipikirkan. Kau keluarlah dulu.”

Gabriel masih ingin mengatakan sesuatu tapi tidak bisa mengeluarkan sepatah kata ketika ditatap oleh mata dingin itu. Dia tidak punya pilihan lain selain keluar dari ruangan.

Pada saat ini, Wakil Jenderal Ravel, Kahn, masuk dan menyerahkan sejumlah informasi kepadanya. Dengan ekspresinya yang serius dia bertanya, “Jenderal, apa yang harus kita lakukan selanjutnya? Apakah kita harus mengirim orang ke Cage untuk…”

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Bjtc wfculrsjgjaxjc “yecet”. t78iBf

“Zlilafg afgiltja ibcuujg vjgl iejg ajql rfyfcjgcsj qfcujkjrjccsj xfaja. Klvjx jxjc jvj xfrfwqjajc yjul xlaj ecaex wfijxexjccsj.” Ejnfi wfcpjkjy rfwyjgl wfcfieregl lcobgwjrl sjcu vlafglwjcsj.

“Ojie, jqj sjcu tjger xlaj ijxexjc?” Cijrjc xfcjqj gfhlw Jgelrf yfgtjrli wfwlwqlc yfulae ijwj jvjijt xjgfcj wfgfxj vjqja wfcubcagbi afxcbibul lcafifxaeji sjcu qjilcu weajxtlg vjc xbgqr afcajgj gbyba sjcu yfrjg. Ujgj qfwyfgbcajx wfwyeaetxjc kjxae ifylt vjgl rfqeiet ajtec ecaex wfcsereq xf vjijw rfgnfg afxcbibul. Vfxjgjcu, wfgfxj tjcsj wfwfgiexjc vej tjgl ijul ecaex wfcvjqjaxjc xbcagbi abaji vjgl afxcbibul lcafifxaeji vjc xbgqr afcajgj gbyba. Dfgyfvj vej pjw rjpj jxjc wfgeyjt rlaejrl.

Kesuksesan yang sudah terlihat di depan mata dibuat kacau oleh Cage. Ditambah lagi dia adalah anak Utrecht. Kalau jenderal yang sudah terkubur tau rencananya dihancurkan oleh tangan anaknya sendiri, dia akan sangat sakit hati.

“Perlukah kami bersiap untuk mundur dari sini?” ZuQs d

“Tidak.” Ravel berkata tegas. “Bila kita melakukan gerakan sedikit saja, mereka akan langsung curiga. Daripada menyerahkan diri karena panik, lebih baik kita tetap tenang sambil melihat situasi. Kita hanya mempunyai kemungkinan bertahan dan memutarbalikkan situasi dengan persiapan yang matang.”

Walaupun di dalam hatinya, ia hampir yakin perubahan situasi ini akan membuat rencana mereka gagal, wajahnya tetap tidak menunjukkan kecemasan sedikitpun.

Read more BL at langitbieru (dot) com

Ketenangan inilah juga yang menenangkan pikiran Kahn,

Ia menghela napas, “Kita hanya bisa berharap tuan muda bisa bertahan selama dua hari lagi.” e3odY

Ravel berkata dengan suara samar, “Kau tahu jelas bagaimana militer bertindak. Walaupun itu saya sekalipun, saya khawatir akhirnyapun saya akan memilih mengakhiri diri saya sendiri.”

Kahn menunjukkan wajah yang tidak berdaya.

Ravel menambahkan, “Pantau Gabriel baik-baik, suruh dia menunggu di mansion dan jangan keluar. Sekarang dia dan Cage sudah terlibat dengan kita, tidak peduli apapun status mereka, mereka tidak bisa keluar dengan mudah.”

Para pemberontak masih membutuhkan 60 jam lagi untuk mendapatkan kontrol server, saat ini di ruang penjara bawah tanah militer, beberapa layar virtual bergerak pelan di depan mata Shang Ke. Semua informasi dan profil orang-orang ditunjukan di layar tersebut. MPo5 f

“Cage, lihat baik-baik. Adakah orang yang kau kenal?” Carlton, interogator yang bertugas atas dirinya, berkata, “Selama kau menunjukkan satu orang saja, kami akan memenuhi satu keiinginanmu. Misalnya… makan enak atau minum teh hangat.”

Sejak Shang Ke ditangkap sampai sekarang, sudah lebih sepuluh jam berlalu. Tidak setetes airpun diberikan kepadanya. Baik fisik dan mentalnya sudah sangat lelah. Namun, Shang Ke tetap berpegang teguh akan kepercayaan, semakin cepat dia mati, semakin cepat dia mendapat kebebasan. Oleh karena itu, apapun yang ditawarkan mereka padanya tidak menggoyahkannya.

Tapi, dia benar-benar lapar…

Charlton juga tidak terburu-buru. Dia menunjukkan profil-profil itu, tidak hanya agar Cage mengidentifikasi mereka, tetapi juga untuk membaca gelombang otak dan denyut jantungnya. Secara umum, ketika seseorang melihat orang yang mereka kenal, otak akan memberikan fluktuasi. Bila fluktuasi itu muncul, instrumen itu akan menangkapnya. Ditambah lagi dengan sensitizer, persepsi seseorang akan meningkat berkali-kali lipat dari normal, sehingga fluktuasi ini akan lebih jelas lagi. 3fgdG

Namun, sudah lebih dari sepuluh menit berlalu dan profil tersebut sudah diputar berkali-kali, ekspresi dan mood Shang ke sama sekali tidak menunjukan abnormalitas, seperti ia sama sekali tidak mengenal orang-orang itu.

Shang Ke sebenarnya memang tidak mengenali satupun diantara mereka.

Si sistem ini benar-benar luar biasa licik. Walaupun ia tahu informasi dasar dunia ini, informasi mengenai karakter semuanya dicoret. Dia bahkan tidak mengenal nama maupun wajah katakter utama.

Meskipun begitu, Shang Ke tetap tahu bagaimana membuat situasinya menyenangkan walaupun dalam kesulitan. Ketika melihat wajah orang-orang itu, dia akan menilai seberapa tinggi orang itu berdasarkan daya tariknya, txXKky

Charlton melihatnya menatap seseorang lebih lama dan bertanya, “Kamu pernah melihatnya?”

Shang ke menjawab, “Tampangnya boleh juga.”

Charlton: “…”

Setelah itu, Shang Ke melakukan beberapa kali hal yang sama. Diantaranya adalah profil Charlton, Shang Ke melihatnya lebih lama beberapa detik. Hal ini membuat Charlton semakin tegang. Di dalam hatinya ia berpikir, anak ini tidak mencoba menariknya ke situasi yang sama dengannya agar menderita bersama kan? X9tbpu

Beberapa orang yang juga bertanggung jawab atas interogasi disamping Charlton menatap Charlton penuh arti dan bertanya, “Cage, apakah ada masalah dengan orang ini?”

“Ada masalah.” Shang Ke menjawab dengan serius.

Story translated by Langit Bieru.

Sialan, dia benar-benar berencana menariknya untuk menderita bersama? Charlton menatap Shang Ke dengan tajam di dalam ruang penjara. Selama dia berani mengatakan sesuatu yang memfitnahnya, Charlton akan membuatnya merasakan bagaimana rasanya ditusuk dengan jarum beraliran listrik.

Shang ke melanjutkan perkataannya, “Orang ini yang paling eksotis di antara semua orang yang pernah kulihat.” 8FMZ0n

Pft, Semua interrogator tidak bisa menahan tawa. Tentu saja, semua kecuali Charlton. Dia berkata dengan dingin, “Cage, kau berani bercanda dalam situasi ini?”

Tidak ada yang bisa ia lakukan selain menunggu waktu. Shang Ke menggunakan cara ini untuk melewati hari. Lagipula kalau mereka tidak senang, mereka bisa membunuhnya .

Para interogator sedikit mengagumi anak ini. Dia masih bisa terlihat tenang walau dalam situasi seperti ini. Dia terlihat sudah siap untuk mati. Berdasarkan pengalaman mereka menginterogasi, mereka bisa tahu dengan mudah, apakah mereka ini tenang atau pura-pura tenang. Ketika mereka menangkap anak ini, semua orang berpikir ia hanyalah orang tolol. Sekarang, sepertinya mereka merasa mata mereka saat itu rabun.

Walaupun begitu, pertunjukan utama baru akan dimulai. WVv6Gx

Charltoon memutuskan mengakhiri penyiksaan psikologis yang memutuhkan waktu lama dan langsung menggunakan siksaan yang lebih kejam. Dia ingin melihat seberapa keras tekad laki-laki ini.

Seberapa keras tekad Shang ke, ia sendiri juga tidak tahu. Tetapi ketika setruman listrik ini mengalir disekujur tubuhnya, ia hanya berpikir untuk cepat-cepat mati.

Dia tetap sadar walaupun dalam sakit yang luar biasa karena sensitivitasnya yang meningkat. Interogator itu menurunkan arus listriknya, tetapi kepadanya yang belum pernah merasakan nyeri seperti itu, ini merupakan penyiksaan yang berat.

[Paket ekspresi sempurna otomatis dibuka, penggabungan terkonfirmasi]. Saat itu suara sistem terdengar di dalam otak Shang Ke. Bd8rj5

Saat ini dia terikat di kursi, tubuhnya sedikit gemetar. Seharusnya dia terlihat sangat menyedihkan, namun ketika mereka melihat matanya yang sedikit terbuka dengan bulu matanya yang bergetar saat ia menggigit bibirnya, rambut pirang platinum yang terlambai karena aliran listrik, cahaya biru terang membuat kulitnya bercahaya, semua ini membuat penampilan begitu mempesona seperti bukan dari dunia ini dan menimbulkan daya tarik yang tidak dapat diungkapkan.

Sialan! Shang Ke tidak bisa menahan umpatannnya. Tidak bisakah dia diberikan sesuatu yang lebih praktis? Walaupun ekspresinya berubah luar biasa, dia tidak peduli!

Ketika para interrogator melihat situasi ini, semuanya hanya mempunyai satu pikiran secara bersamaan: Anak ini terlihat begitu menawan! Aliran listrik ini membuatnya menunjukan semua pesonanya yang tersembunyi…

Beberapa detik kemudian, aliran listrik dimatikan. Shang Ke berhenti bergetar namun tubuhnya seperti tidak punya tenaga. Warna wajahnya putih seperti salju, dan tampak bekas terbakar di kulitnya. Pembuluh darahnya berkerut seperti jaring yang tampak seperti ditatokan. Herannya, wajahnya tetap bersih tanpa luka. kexVGU

“Cage, apa yang kau rasakan?” Charlton tersenyum dingin.

Rasanya? Yah, seperti-mau-mati-saja. Shang Ke melihat ke dinding. Pandangannya ini tampak begitu menggoda, membuat orang yang berada di balik dinding terkejut dan detak jantung meningkat

Penggoda! Kalau dia bukan anak Ultrecht, mereka pasti akan membawanya pulang dan ‘menikmati’nya.

Bagaimana Shang Ke bias tau pikiran kotor orang-orang ini, apalagi kalau ternyata dia membangkitkan nafsu sadis mereka. BrsT4d

Masih belum membiarkan Shang Ke bernapas, tangan mesin itu terulur lagi dari belakang kursi dan dengan kasar merobek baju Shang Ke, membuat bagian dadanya terlihat.

Apa yang mereka rencanakan kali ini? Ekspresi Shang Ke yang marah dan awas ini membuat senang para interrogator.

Langit Bieru.

Charlton berkata, “Saya merekomendasikan agar semua perwira menonton proses interogasi dan kita bisa mengawasi ekspresi mereka selama kita menjalankan interogasi ini.”

Proposalnya disetujui mayoritas orang, dan hanya membutuhkan beberapa detik sebelum proposal ini disetujui. lKhHs5

Tidak lama kemudian, ratusan perwira berhasil terhubung ke terminal video untuk menonton proses interogasi.

Ravel tidak menyangka akan melihat putra Jenderal Utrecht dalam situasi ini. Anak itu terlihat berumur awal dua puluhan, dia tampak rentan dan menawan. Tubuhnya terlihat lemah dan kelelahan jelas terlihat di wajahnya, namun matanya tetap tidak kehilangan terangnya.

Ketika Ravel membandingkan penilaian Gabriel tentangnya dengan saat ia melihat sendiri anak itu, Ravel merasa perkataan Gabriel tidak bisa diandalkan.

Dia duduk tegak di kursinya, tangannya terlipat sembari dia melihat anak itu di layar kacanya dengan diam, matanya tidak menunjukan apa-apa. mNCu4h

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!