English

Tiandi BaijuCh35 - Terima kasih banyak sudah menjaganya selama ini

0 Comments

MASA LALU


  jR8nCP

Beberapa hari setelah itu, Du Jing dan Huang Ting belum juga menghubungi satu sama lain.

Saat itu bulan Oktober, dan suhu di Kota Wan sudah mulai mendingin. Zhou Luoyang tidak menyarankan agar mereka pergi keluar, jadi Du Jing menghabiskan sepanjang hari di dalam ruangan, sama seperti saat ketika mereka masih tinggal di asrama. Sejak menambahkan kontak “kapten”, dia telah bertukar pesan singkat dengannya. Zhou Luoyang melihat ponsel Du Jing. “Kamu yakin itu dia?”

Langit Bieru.

Du Jing bergumam sedikit tidak biasa saat dia melihat-lihat info mengenai “kapten”. Jaringan informasi Changyi secara tentatif telah mengumpulkan beberapa data pribadinya.

Nama si “kapten” adalah Lu Zhongyu, lajang, dari Shandong. Dia punya kucing dan dulu pernah bekerja di perusahaan yang menjual peralatan olahraga tetapi berhenti pada Maret tahun ini. r7ocHh

“Apa yang kalian bicarakan?” Zhou Luoyang bertanya.

“Kamu,” jawab Du Jing. “Dia bertanya apa yang kitalakukan. Dia juga mengundang kita untuk pergi mendaki atau jalan-jalan bersama.”

Zhou Luoyang melihat Momen WeChat Lu Zhongyu. “Apa dia sudah berhubungan dengan si pendeta kecil?”

“Tidak yakin,” jawab Du Jing. “Zhuang Li mengawasinya.” 3TJU5D

Bagi sekelompok penyelidik swasta ini, mengawasi seseorang adalah hal yang mudah. “Dia terus bertanya apakah dia bisa menambahkan kontakmu. Apa kamu ingin menambahkan dia?”

“Tidak, aku tidak ingin merusak segalanya secara tidak sengaja,” kata Zhou Luoyang.

“Dia jatuh cinta padamu pada pandangan pertama. Ini mungkin kesempatan untuk membuat kemajuan.”

“Itu tidak lucu.” WTBD0l

“Cinta pada pandangan pertama adalah satu-satunya bentuk cinta, seperti tertular kolera,” jawab Du Jing.

Zhou Luoyang tahu, tentu saja, bahwa ucapan Du Jing merujuk pada Cinta di Zaman Kolera. Buku itu selalu ada di kamar asrama mereka. Itu juga adalah buku favorit Zhou Luoyang.

Zhou Luoyang tidak melanjutkan pembicaraan mereka mengenai masalah ini. Dia menggigit ujung penanya, mencuri beberapa pandangan ke arah Du Jing, yang sedang mengumpulkan informasi untuk persiapan ke Kota Ho Chi Minh.

Ponselnya menyala dengan beberapa pesan WeChat baru. Zhou Luoyang merenungkannya. “Aku akan menambahkan dia.” fQVRm5

Du Jing mengirimkan ID WeChat Lu Zhongyu ke Zhou Luoyang. “Kamu tidak bisa menjauhkan dirimu dari hal ini juga.”

“Aku hanya ingin kamu fokus pada pekerjaanmu,” Zhou Luoyang mendengus.

Lu Zhongyu segera menambahkannya kembali. Zhou Luoyang mengiriminya salam, dan pertanyaan pertamanya adalah, Apa kamu dan Groot pacaran?

Zhou Luoyang menjawab tidak, jadi Lu Zhongyu mengundangnya keluar untuk makan malam. Zhou Luoyang bertanya, Hanya kita berdua? mOpLQU

Lu Zhongyu tidak menjawab. Lima menit kemudian, dia akhirnya membalas, Apa Groot mau ikut?

“Orang ini belum mengarahkan pandangannya padaku, bukan?” Zhou Luoyang bertanya-tanya dengan keras.

Please visit langitbieru (dot) com

Du Jing tidak menjawab.

“Kamu cemburu?” Zhou Luoyang menggodanya. DQjg9U

Di depan jendela besar setinggi langit-langit, Du Jing sedang melakukan sit-up menggunakan peralatan olahraga milik pemilik rumah. Zhou Luoyang tidak memindahkannya ketika dia menyewa apartemen karena Leyao bisa menggunakannya untuk terapi fisik sederhana. Tapi dia secara khusus mengingatkan Du Jing untuk tidak berolahraga saat Leyao ada di rumah.

“Tidak, itu hanya memicu semacam mekanisme pertahanan diri,” kata Du Jing.

“Mekanisme pertahanan apa?”

Du Jing melakukan dua set sit-up. “Ketika aku masih berada di masa pelatihanku di FBI, kami diajari metode meredakan ketegangan emosional ini di kelas psikologi kami. Para agen seharusnya memilih ‘cahaya’ dan membangun pertahanan mental di sekitarnya. Bisa jadi seseorang, atau bisa saja objek. Bisa anggota keluarga, anak, teman, hewan peliharaan, atau bahkan pohon atau bau. Agen menggunakan mekanisme pertahanan ini untuk memblokir apa pun yang dapat menyebabkan trauma psikologis.” 5KqHOj

Zhou Luoyang tidak mengerti apa yang dia bicarakan. Dia menatap ponselnya dan membalas pesan dari Lu Zhongyu.

“Oh, dan?” katanya dengan santai.

“Misalnya, jika kamu memilih ibumu, tidak ada sesuatu yang bisa mengganggumu sama sekali saat kamu sedang mengerjakan suatu tugas. Karena semua yang kamu lakukan adalah untuk pulang hidup-hidup dan bertemu dengan ibumu lagi. Dengan kata lain, ibumu adalah satu-satunya alasanmu untuk hidup,” Du Jing menjelaskan.

Awalnya, perhatian Zhou Luoyang telah terbagi dan dia tidak memperhatikan sepenuhnya, tetapi kata-kata Du Jing menarik perhatiannya. CNeAMg

“Jadi jika itu kekasih,” katanya, “maka semua yang kamu lakukan adalah untuk kekasihmu?”

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

“Tidak semuanya. Tetapi ketika kamu dihadapkan pada tugas untuk membunuh atau semacam membuat keputusan etis, keberadaan cahaya itu secara signifikan mengurangi rasa sakitmu. Jika kamu hanya berpikir kepada diri sendiri bahwa semua yang kamu lakukan adalah untuk melindungi anakmu, maka akan lebih mudah untuk menyerahkan tugas itu.”

“Ah.” Zhou Luoyang mengerti sekarang. “Ini seperti dukungan spiritual.”

“Benar.” Du Jing duduk, tanpa sadar mengangkat dumbel. “Dukungan spiritual.” JvZD7t

Setelah berbasa-basi sebentar, Lu Zhongyu berkata, Groot membawamu ke escape room karena dia ingin mulai menjalin hubungan denganmu. Apa dia memberitahumu soal itu?

Zhou Luoyang tidak berkenan menjawab.

Lu Zhongyu bertanya, Apa kamu menyukai Groot?

“Apa dukunganmu?” Zhou Luoyang bertanya. RkLPSe

Du Jing tidak menjawab pertanyaan itu. Dia mengalihkan halter ke tangan kanannya. “Apa yang dikatakan kapten tentara bayaran?”

“Dia bertanya apa aku menyukaimu,” kata Zhou Luoyang tanpa daya. “Apa yang harus aku katakan?”

Please support our translators at langitbieru (dot) com

“Katakan yang sebenarnya.”

“Kalau begitu aku akan mengatakan yang sebenarnya,” Zhou Luoyang setuju dengan riang. 43nZVv

Sekali lagi, Du Jing tidak menanggapi. Dia berdiri dan memulai empat set angkat beban dengan dua tangan. Zhou Luoyang menghabiskan waktu sejenak untuk memikirkan apa yang ingin dia katakan, dan kemudian membalas pesan Lu Zhongyu.

Lima menit kemudian, Lu Zhongyu mengiriminya serangkaian pesan. Zhou Luoyang tidak ingin berbicara dengannya lagi.

Jawaban Zhou Luoyang adalah: Ya, aku menyukainya.

Jawaban Lu Zhongyu adalah: Tapi bagiku sepertinya kamu tidak begitu menyukainya. Sebelumnya di escape room, kamu cukup angkuh padanya. Sepertinya itu bukan hanya akting. tpPRWT

Di bawahnya, Lu Zhongyu telah menuliskan analisis penghinaan Zhou Luoyang terhadap Du Jing hari itu di escape room, didukung dengan bukti yang diambil Lu Zhongyu dari pengamatannya.

Zhou Luoyang memberikan jawaban yang berbobot. Hanya karena kami tidak bersama bukan berarti aku tidak menyukainya. Sejujurnya: Aku menyukainya. Dia tidak menyukaiku.

Kenapa aku merasa sebaliknya? Lu Zhongyu bertanya.

Percayalah pada apa yang kamu yakini. VvPSBa

Zhou Luoyang tidak peduli dengan apa yang dipikirkan seorang pembunuh. Jika Lu Zhongyu dipastikan bersalah, itu berarti dia secara tidak langsung telah membunuh lebih dari satu orang. Zhou Luoyang tidak bisa tetap tenang tentang kematian seperti Du Jing. Tidak ada yang dia anggap remeh selain menggunakan manipulasi emosional untuk menipu orang dan melakukan kejahatan.

Tetapi sisi rasionalnya terus menasihati bahwa Lu Zhongyu belum dihukum. Bagaimana jika dia sebenarnya tidak bersalah? Kesan pertama mungkin sama tidak adilnya baginya.

Jadi Zhou Luoyang menelan rasa jijiknya dan menjawab, Apa kamu menyukai si pendeta kecil?

Aku tidak merasakan apa-apa untuknya. Dia bukan tipeku, tapi aku merasa perlu menjaganya. Profesor merasakan hal yang sama tentang anak yang dibawanya, bukankah kamu menyadarinya? Profesor juga merasakan sesuatu untukmu. Apa kalian makan bersama setelah itu? Tulis Lu Zhongyu. dKUf0D

Kamu terlalu memikirkannya. Kami baru saja mengenal satu sama lain sebagai teman.

Apa aku boleh bertanya? Tanpa menunggu jawaban, Lu Zhongyu melanjutkan. Kenapa kamu akhirnya membunuhku hari itu? Aku tidak tahu apa aku salah paham.

“Bagaimana kamu menjawabnya?” Du Jing akhirnya bertanya.

“Bukankah kamu bilang aku harus mengatakan yang sebenarnya? Aku bilang aku tidak menyukaimu. Karena aku tidak.” TaN4um

“Yah, itu adalah kebenaran. Aku juga tidak menyukaimu.”

“Kalau begitu kita imbang,” kata Zhou Luoyang dengan tenang. Dia bangun untuk mengganti pakaiannya. “Aku juga ingin berolahraga.”

Please visit langitbieru (dot) com

“Jangan membangun terlalu banyak otot. Kamu punya sosok yang sempurna sekarang, sedikit androgini. Terkadang hal itu menyebabkan aku salah paham.”

“Kamu sangat sadar jika itu adalah kesalahpahaman yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon.” S8ujpZ

Dia juga pernah seperti ini di masa lalu. Kegilaan Du Jing menyebabkan dia berada dalam kondisi hasrat seksual yang meningkat dalam jangka panjang. Setelah dia pergi terlalu lama tanpa bisa menemukan kelegaan, itu akan berubah menjadi keinginan hewan jantan untuk menyerang. Tapi Zhou Luoyang selalu bisa menenangkannya pada waktu yang tepat. Sejujurnya, dia merasa lebih mudah menghadapi episode mania Du Jing daripada episode depresifnya.

Zhou Luoyang menyelinap ke kamar tidur dan mengganti piyama yang dikenakannya dengan pakaian olahraga. Du Jing berjalan ke meja makan untuk mengambil handuk, melewati ponsel Zhou Luoyang di tengah jalan, tetapi dia tidak berhenti sejenak untuk membaca percakapannya dengan Lu Zhongyu.

Zhou Luoyang naik ke treadmill dan memandang Du Jing.

“Du Jing?” Zhou Luoyang berhenti, bertanya-tanya apakah dia mengatakan hal yang salah. AwnYIM

“Aku baik-baik saja.” Du Jing menghentikan apa yang dia lakukan dan terdiam sejenak, bahunya naik dan turun saat dia bernapas. Zhou Luoyang ingin berolahraga dengannya dan mengambil kesempatan itu untuk mengobrol dengannya, tetapi Du Jing berkata, “Aku mungkin akan mengalami episode lain. Biarkan aku sendiri sebentar. ”

Sangat menyakitkan baginya setiap kali dia mengalami episode campuran. Zhou Luoyang tidak menghalangi jalannya, dan Du Jing meninggalkan ruangan.

Depresi, mania, depresi, mania. Dalam waktu singkat sejak reuni mereka, episode campuran Du Jing telah berulang empat kali. Gangguannya sekarang lebih parah dari sebelumnya.

Terkadang, pikiran yang tidak menyenangkan muncul di benak Zhou Luoyang. Mungkin Du Jing juga bisa merasakannya. Lebih serius lagi, waktunya terbatas. Mungkin, seperti seseorang yang menderita penyakit mematikan, dia bisa merasakan bahwa waktunya hampir habis, dan justru karena itu, dia kembali ke Zhou Luoyang. v6twJu

Tidak, tidak, itu tidak mungkin. Dia pasti akan menjadi lebih baik.

Sekali lagi, Zhou Luoyang memaksakan pikiran itu, yang datang kepadanya lebih dari yang bisa dia hitung. Dia memasukkan earbud-nya dan mulai memainkan Stan — favorit Du Jing — berulang-ulang. Dia memikirkan musim panas tahun kedua setelah mereka bertemu.

Setelah kembali dari perjalanan musim semi mereka, kondisi Du Jing sangat stabil. Ketika Zhou Luoyang memikirkannya kembali sekarang, dia merasa ada sesuatu yang telah terjadi di antara mereka di musim panas setelah tahun pertama. Tapi ingatannya kabur, tidak jelas — dia tidak bisa mengingatnya.

Sebelum liburan musim panas, Du Jing kembali ke Madrid untuk mengunjungi ibunya di rumah ayah tirinya. Atas undangan Du Jing, Zhou Luoyang ikut serta. 9goYve

Rumah Du Jing cukup besar. Dia memiliki rumah bergaya bangsawan kecil di Madrid, serta di Barcelona. Ayah tirinya memiliki kilang anggur. Du Jing memiliki dua adik laki-laki dari etnis campuran, kembar. Pada generasi di atas ayah tirinya, ada kakek tiri dan nenek tiri, serta nenek buyut tiri di atas mereka.

Du Jing memperkenalkan Zhou Luoyang ke keluarga besarnya dengan sangat sederhana. “Dia temanku. Kami berencana naik kapal ke Korsika dan Sisilia untuk beberapa hari.”

“Teman dari Cina, selamat datang!” ayah tirinya meledak.

Ayah tiri Du Jing berbeda dari yang dia gambarkan. Dia adalah pembicara yang sangat menghibur — meskipun Zhou Luoyang tidak bisa memahami apa yang dia katakan hampir sepanjang waktu dan harus bergantung pada Du Jing untuk menerjemahkan. Ibunya tidak banyak bicara, dan dia menghabiskan sebagian besar waktunya di lantai atas di kamarnya bersama si kembar. 1 g3lZ

“Apa kamu pecinta sesama jenis?”

Suatu hari, saat makan, ayah tiri Du Jing menanyakan pertanyaan ini kepada Zhou Luoyang dalam bahasa Inggris.

Please visit langitbieru (dot) com

Zhou Luoyang tanpa sadar melirik Du Jing.

Dalam bahasa China, Du Jing bertanya, “Apa yang kamu ingin aku katakan padanya?” gvL4Aw

“Katakan yang sebenarnya,” Zhou Luoyang menepis.

Du Jing memberikan jawaban yang sangat panjang dalam bahasa Spanyol.

Zhou Luoyang menatapnya dengan curiga. “Apa yang kamu katakan?”

“Kamu menyuruhku untuk mengatakan yang sebenarnya, jadi aku melakukannya.” jylHKR

“Tapi kamu banyak bicara. Bagiku itu tidak terdengar seperti ‘tidak’. Setidaknya aku bisa menebak arti dari frasa bahasa Spanyol sederhana.”

“Dia mengatakan jika kamu adalah teman, tetapi kamu bahkan lebih dekat daripada kekasih,” kata ibu Du Jing dalam bahasa China.

Zhou Luoyang menyeringai, dan ibu Du Jing melanjutkan, “Ini adalah pertama kalinya Du Jing membawa pulang seorang teman selama bertahun-tahun ini. Itulah mengapa Simón mengira kamu adalah pasangannya. Mohon maafkan kurangnya sopan santun kami.”

“Jangan khawatir,” jawab Zhou Luoyang dengan cepat sambil tersenyum. c806pk

“Apa dia pernah berkencan dengan seseorang di sekolah?” dia bertanya.

“Tidak,” katanya.

Du Jing tidak berkontribusi dalam percakapan dari awal sampai akhir.

“Terima kasih banyak sudah menjaganya selama ini. Dia terlihat jauh lebih baik dari sebelumnya,” lanjutnya. 4TidVS

Zhou Luoyang mengangguk dan menyikut Du Jing dengan sikunya. Tetapi Du Jing tidak benar-benar ingin keluarganya membicarakan kelainannya, dan berkata, “Aku sudah lebih baik. Aku sudah lama tidak sakit. Ayo kita makan.”

Selama makan, seluruh keluarga memperlakukan keberadaan Du Jing sebagai sesuatu yang tidak penting. Ayah tirinya dengan hormat memberinya salam dan memperlakukannya seperti udara setelah itu. Perhatian Du Jing tetap tertuju pada Zhou Luoyang untuk sebagian besar waktu, terkadang menjawab pertanyaan yang diajukan kakek neneknya kepadanya  Suasana makan itu cukup menyenangkan, tetapi Zhou Luoyang merasa sangat tidak nyaman.

Selain fakta bahwa dia tidak terbiasa makan potongan daging dingin dan roti kaku dengan saus tomat yang dioleskan di atasnya, dia juga terus merasakan emosi tertentu yang mengalir selama makan, membuatnya sangat tidak nyaman.

Ketika tiba waktunya untuk pencuci mulut, Zhou Luoyang akhirnya tahu mengapa — perasaan itu datang dari Du Jing. PZkvfo

Sejak Du Jing duduk di meja, dia mulai mengamati bahasa tubuh keluarganya, seolah-olah karena kebiasaan.

Ini termasuk ayah tirinya, kakek nenek, dan bahkan kepala pelayan. Kesopanannya tampak agak berhati-hati. Ketika kakek dan neneknya melihat ke arahnya, Du Jing sepertinya ingin mengatakan sesuatu, tetapi kakek dan neneknya hanya tersenyum dengan sopan dan berbalik, melanjutkan percakapan mereka sendiri dalam bahasa Spanyol.

Please visit langitbieru (dot) com

Zhou Luoyang belum pernah melihat Du Jing seperti ini sebelumnya. Saat dia melihatnya, Du Jing yang lebih muda sepertinya tumpang tindih dengan adegan ini. Pada usia enam tahun, ibunya menikah lagi, dan sejak saat itu, dia harus bekerja keras untuk belajar bagaimana bertahan hidup dalam rumah tangga ini.

Semua orang memperlakukannya sebagai tambahan gratis untuk pernikahan putra sulung mereka. Setelah membesarkannya hingga dewasa, mereka membiarkannya pergi dan mengurus dirinya sendiri; mereka tidak lagi harus memikirkannya. R9ouGx

Musim panas itu, gelombang panas melanda Eropa, begitu terik hingga bisa membakar tanaman petani hingga kering. Mobil yang dikendarai Du Jing berhenti beberapa kali karena radiatornya terus-menerus panas. Kedua pria China itu mulai memperbaiki mobil di pinggir jalan, tampak kesal. Wajah Du Jing berlumuran minyak dan kotoran dan terlihat pasrah, tapi Zhou Luoyang tertawa terbahak-bahak saat menatapnya.

“Apa kamu menyesal sudah merusak Ferrari milikmu sekarang?” Zhou Luoyang terkekeh. “Kamu sudah menghabiskan banyak uang mereka untuk mobil ini. Sepertinya…”

“Aku membeli Ferrari ini dengan uang yang ditinggalkan ayah biologisku untuk pernikahanku,” jawab Du Jing. “Dia meninggalkan aku sejumlah besar uang. Aku masih memiliki banyak sisa setelah membeli mobil itu, dan aku akan meluangkan waktu untuk menghabiskannya di masa depan.”

Baiklah, apapun yang mengapungkan perahumu, pikir Zhou Luoyang. “Tidakkah ibumu akan mengatakan sesuatu tentang kamu menghabiskan semua uangmu itu?” N6KB14

Du Jing menurunkan kap mobil itu. “Tidak. Tidak ada yang suka membicarakan ayah biologisku. Dia gila; aku mewarisi kelainanku darinya. Terlalu panas… Ayo kita menunggu di bawah pohon sampai seseorang datang memperbaikinya.”

Keduanya duduk di bawah pohon di pinggir jalan. Du Jing membuka tutup botol air panas mendidih dan menyerahkannya kepada Zhou Luoyang.

“Ini terlalu panas.” Baju Zhou Luoyang dibasahi, kemudian dikeringkan, lalu direndam lagi.

“Itulah mengapa aku tidak suka musim panas di sini,” kata Du Jing. MLZQ6w

Zhou Luoyang teringat kembali pada hari mereka pertama kali membersihkan asrama bersama, hari ketika Du Jing berbicara tentang pernikahan kedua ibunya. Dibandingkan dengan musim panas di Madrid, musim panas di Jiangsu dan Zhejiang lebih lumayan. Tidak peduli seberapa panasnya, setidaknya ada rindang pepohonan dan angin sepoi-sepoi.

“Hari ini akan hujan,” kata Zhou Luoyang. “Mungkin suhunya akan menjadi sedikit dingin setelah hujan.”

“Menurut penduduk setempat, kamu tidak bisa mengatakan akan hujan sesuka hatimu,” Du Jing memperingatkan.

Zhou Luoyang bingung. TzbDQ4

Begitu Du Jing berbicara, angin semakin kencang, membawa awan gelap di atas kepala. Du Jing mendongak. “Lihat apa yang kamu lakukan. Ini akan hujan.”

“Apa ini sebuah tabu???”

Saat keheningan membentang di antara mereka, hujan mulai turun. Awalnya, itu hanya gerimis, jadi mereka berdua berdiri dan berdesak-desakan sebanyak mungkin di bawah penutup pohon. Tapi segera hujan turun semakin deras, dan pohon tidak bisa lagi melindungi mereka. Air yang ada di mana-mana membasahi mereka dari ujung kepala sampai ujung kaki. Saat hujan turun, Du Jing memberi tahu Zhou Luoyang, “Kita harus keluar dari hujan ini bagaimanapun caranya!”

“Ayo pergi!” Zhou Luoyang berteriak. j9rthI

Jadi, mereka meninggalkan mobil di genangan lumpur dan pergi melalui lapangan terbuka menuju pertanian di kejauhan.

Du Jing melepas bajunya dan berkata pada Zhou Luoyang, “Kau bisa melepas bajumu! Lewat sini! Jangan lari di bawah pohon! Hati-hati dengan petir!”

Read more BL at langitbieru (dot) com

Zhou Luoyang basah kuyup dari kemejanya, celana pendek hitam, hingga sepatu ketsnya — jadi dia melepaskan bajunya. Dia berencana mencari perlindungan di bawah pohon yang lebih besar, tetapi setelah diingatkan oleh Du Jing, dia malah berlari ke arahnya.

Kilatan petir membelah langit. Du Jing berhenti sebentar. Ketika Zhou Luoyang mengejarnya, dia meraih tangannya, dan bersama-sama, mereka berlari melintasi ladang. WvcYsJ

Itu bukan pertama kalinya mereka berpegangan tangan, tetapi dari semua waktu mereka berpegangan tangan, kenangan saat itulah yang tertanam paling dalam dalam ingatan Zhou Luoyang.

Tangan Du Jing basah kuyup, tapi dia mencengkeram Zhou Luoyang dengan erat. Kilatan petir yang membutakan menyinari bahu dan punggung Du Jing yang pucat serta garis luar yang indah dari otot-ototnya.

Dalam deruan angin dan hujan lebat, di bawah kilatan kilat dan guntur yang pecah, mereka memamerkan dada mereka di atas ladang gandum, seperti dua binatang telanjang. Di ruang antara langit dan bumi, mereka menemukan jalan satu sama lain, dan bersama-sama, mereka melarikan diri.

Akhirnya, mereka mencapai ujung ladang gandum yang penuh, di mana mereka menemukan lumbung yang tidak terkunci. NxdL6j

Zhou Luoyang bersin. “Aku ingat pernah membaca adegan ini di sebuah buku. Sekarang adegan itu akhirnya terjadi padaku.”

“John Christopher.” Du Jing memeras air dari kemejanya.

Zhou Luoyang bersin lagi. Penurunan suhu yang cepat membuatnya menggigil tak terkendali.

Du Jing mengibaskan kemejanya dan melebarkannya di tanah. “Duduk di sini. Ini lebih hangat.” Ce0L4b

Saat dia berbicara, dia merentangkan kakinya yang panjang dan menepuk titik di antara mereka, seperti seorang anak kecil.

Zhou Luoyang kedinginan. Di matanya, dada telanjang Du Jing setara dengan pemanas. Setelah diberi izin, dia segera meringkuk.

Tempat tidur mereka selalu terhubung di kamar asrama mereka, dan Zhou Luoyang tidak pernah keberatan tidur dengan Du Jing. Saat cuaca semakin dingin, mereka terkadang melapisi selimut dan menggali di bawahnya, dan Du Jing akan memeluk Zhou Luoyang dari belakang.

Sekarang, duduk di depan Du Jing, dia menekan kembali ke dada telanjangnya dan menyandarkan kepalanya di bahunya. Dia bisa merasakan jantung Du Jing berdebar kencang di belakangnya. aSdPF

Du Jing membebaskan tangannya untuk membereskan dompetnya yang basah kuyup. Zhou Luoyang melihatnya dan berkata dengan heran, “Aku belum pernah melihat foto ini milikmu sebelumnya.”

“Aku menemukannya di sebuah buku kemarin lusa.” Setelah kembali ke rumah, Du Jing telah mengatur ulang rak bukunya. Di halaman salinan Don Quixote, dia menemukan foto tua yang menguning dari seorang pria yang memakai topi nelayan dan seorang anak berpakaian bajak laut dan memegang rapier. Zhou Luoyang tahu itu adalah Du Jing tanpa harus bertanya.

Du Jing menyerahkan foto itu padanya. Dia mengambilnya dan mempelajarinya.

“Ayahmu?” W2rysm

Du Jing tidak mengatakan apapun.

Zhou Luoyang kagum — Du Jing dan ayahnya bisa dibilang identik. Kamu tidak bisa mengetahuinya ketika Du Jing masih kecil, tetapi Du Jing yang sudah dewasa, tanpa bekas luka, adalah tiruan ayahnya.

Story translated by Langit Bieru.

Dia pikir Du Jing mungkin tidak ingin membicarakan tentang mendiang ayahnya, jadi dia mengganti topik pembicaraan.

“Aku melihat sebuah gereja dalam perjalanan ke sini. Apa itu gereja Katolik?” AVkrD7

“Ya,” kata Du Jing. “Banyak orang di sini beragama Katolik. Katolik menentang homoseksualitas, jadi aku tidak tahu apa maksud ayah tiriku ketika dia tiba-tiba menanyakan hal itu kepadamu tempo hari.”

“Jangan memaksakan diri. Dia mungkin tidak bermaksud apa-apa dengan itu. Dia sepertinya hanya bertanya karena kita sangat dekat. Ayolah memang kita hidup di zaman apa? Pernikahan sesama jenis sudah legal di Spanyol.” Zhou Luoyang mengembalikan foto itu ke Du Jing.


Diterjemahkan oleh Jeff dari terjemahan bahasa Inggris milik beansprout.

Fanart 1, 2, 3. lXp2Zm

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!