English

Apa Yang DiinginkannyaChapter 4

0 Comments

Ketika Fu Yu bangun di pagi hari, dia belum sepenuhnya sadar di mana dia berada sampai dia melihat setelan yang ingin dia kenakan di gantungan. Dia menyadari bahwa dia bukanlah siswa sekolah menengah yang polos seperti dalam mimpinya, dan Xiao Yi bukan lagi anak laki-laki yang tampak pemarah tetapi kekanak-kanakan. Dia menjadi raja iblis yang sangat mengerikan dan terus mengganggu hidupnya.

Seminggu setelah pertemuan terakhir, grup Xiao akhirnya mengirim seseorang untuk memberi tahu mereka bahwa rencananya sudah selesai, dan pihak hotel akan menunjuk Dongjian untuk merancangnya. Mendengar hal ini, seluruh perusahaan tentu saja bersorak. dvALJj

Tak hanya itu, grup Xiao juga mengundang Fu Yu dan beberapa penanggung jawab untuk mengadakan jamuan makan malam di malam harinya. Awalnya, dia mengira bahwa itu akan menjadi ruang perjamuan hotel yang besar. Tanpa diduga, lokasinya berada di toko makanan Jepang biasa. Itu juga tidak bisa dikatakan biasa. Bagaimanapun, harganya masih luar biasa, tetapi suasananya jelas santai.

Orang-orang Xiao sudah tiba lebih dulu. Xiao Yi menunggu mereka di pintu ruangan. Dia melepas jas serta dasinya dan menggantungnya di gantungan di bagian dalam. Dia membuka kancing atas kemejanya dan menarik lengan bajunya untuk menunjukkan lengannya yang kuat. Kakinya yang panjang terbungkus oleh celana panjangnya yang rapi. Gaya rambutnya terlihat berantakan dan kasual. Dengan senyum acuh tak acuh yang ikonik, dia terlihat ramah dan menawan. Sehingga membuat pelanggan wanita lain yang ada di toko tidak bisa menahan diri untuk sering melihatnya.

Langit Bieru.

Fu Yu merupakan orang yang serius saat menemui pelanggan, dan dia tidak terlihat santai setelah mengambil tempat duduk. Sementara bawahan lainnya terlihat sangat gugup saat makan malam dengan pelanggan. Namun, melihat penampilan kasual bos dari pihak lain, membuatnya perlahan-lahan terpengaruh oleh suasana dan santai. Setelah minum sedikit anggur, dia benar-benar kehilangan formalitas aslinya dan mengobrol dengan keras seperti seorang kenalan lama.

Melihat mereka mengobrol dengan baik, Fu Yu duduk disamping dan makan dengan tenang. 9NJtbe

Dia sedikit terobsesi dengan kebersihan dan tidak suka berbagi makanan dengan orang lain. Di masa lalu, dia hampir tidak makan apapun. Kali ini makanan yang ada di restoran ini disajikan untuk satu orang. Jadi membuatnya memiliki nafsu makan yang banyak.

Sayangnya, dia tidak menikmatinya dalam waktu lama, saat seseorang duduk di sebelahnya. Kamu tidak perlu melihatnya untuk mengetahui bahwa itu adalah Xiao Yi, yang sudah lama berada di meja yang sama dengannya, dan bisa dibedakan dari sudut matanya.

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

“Kenapa Tuan Fu bersembunyi di pojok sendirian?”

Me Te wfcujyjlxjccsj vjc alvjx qfveil. Glj xfwevljc yfgxjaj qjvj vlglcsj rfcvlgl, “Blaj revjt yfgajtec-ajtec alvjx wjxjc wjijw yfgrjwj. Cxe lculc ajte jqjxjt Kejc Me wjrlt lcuja rjja qfgajwj xjil xlaj wjxjc wjijw yfgrjwj?” uOFWEq

Me Te, sjcu wfwlilxl lcujajc sjcu yjlx afcae rjpj lcuja yjtkj rftjgl rfafijt Wljb Tl wfcujajxjc “afgrfgjt xje”, wfgfxj qfgul xf xjcalc ecaex wjxjc yfgrjwj. Vjja lae, jvj yfulae yjcsjx bgjcu vl xjcalc. Dfyfgjqj vjgl wfgfxj alvjx ylrj wfcfwexjc afwqja vevex vfcujc qlglcu wfgfxj. Rjwec, alvjx jvj sjcu yfgjcl yfgujyecu vl wfpj ecaex fwqja bgjcu. Vjja lae, vlj wfgjrj yjtkj bgjcu ijlc afgijie wfcpfifxxjc Wljb Tl. Kjql rfxjgjcu vlj yfgqlxlg yjtkj vlglcsj afgijie cjlo.

Xiao Yi melihat Fu Yu yang masih terlihat dingin dengan wajah tampan dan tidak mengatakan apapun. Dia berhenti sejenak dan tiba-tiba mengulurkan tangan untuk mengambil ponselnya yang ada di atas meja.

Fu Yu ingin menghentikannya  tapi sudah terlambat. Karena bawahannya berada tidak jauh, tindakan yang terlalu besar akan menarik perhatian. Jadi dia hanya bisa berkata dengan cara yang serius: “Kembalikan.”

“Tidak.” Xiao Yi membuat masalah yang tidak masuk akal seperti seorang anak kecil. “Kita berada dalam hubungan yang kooperatif. Ini saatnya menyimpan nomorku. ” XszV2k

“Tidak perlu. Berikan padaku.” Fu Yu mengerutkan kening.

Xiao Yi benar-benar mengabaikannya. Dia melihat kotak kata sandi ponsel dan dengan santai memasukkan ulang tahun Fu Yu untuk membuka kunci.

“Kata sandi ini masih sangat tidak kreatif.” Xiao Yi mencibir, lalu membuka kotak telepon dan memasukkan nomornya sendiri: “Ini nomor ponselku, simpan…..”

Tindakannya memasukan nomor terhenti bersamaan dengan suaranya saat nomornya muncul di layar : Nama kontak : Xiao Yi. NpSvT8

“Kamu… masih memiliki nomorku?” Dia tampak terkejut.

“Aku sudah mengatakannya, itu tidak perlu.”

Selagi perhatiannya teralihkan, Fu Yu mengambil kembali ponselnya. Tapi Xiao Yi tiba-tiba tersenyum.

Meskipun dia menutup mulutnya ke satu sisi seolah ingin menyembunyikannya, dia masih melihat senyuman yang ada di mata Xiao Yi. Itu bukan senyuman menggoda seperti yang biasanya, tapi lebih seperti kebahagiaan murni, seperti senyuman ketika mereka berteman. 5Y9jnR

Tapi Fu Yu tidak akan tertipu lagi. Dia berpura-pura tidak melihatnya, meletakkan ponselnya, dan duduk menjauh dari pihak lain.

Xiao Yi tidak mengganggunya lagi, dan mengobrol dengan orang lain.

Read more BL at langitbieru (dot) com

Fu Yu merasa agak kenyang setelah makan saat beberapa hidangan disajikan lagi. Dia mendorong hidangan itu ke tengah dan bertanya apakah ada yang menginginkannya. Pada saat ini, seorang bawahan yang sudah mabuk berat tiba-tiba berkata, “Tuan Fu, apakah kamu memesan makananmu sendiri secara diam-diam dan makan sendiri? Kenapa kami tidak memiliki makananmu!”

Fu Yu menatap pada sekitar meja dan menemukan bahwa seharusnya ada satu hidangan per orang, tetapi ada banyak hidangan baru di depannya. Dia hanya duduk di sudut dan tidak menyadarinya. hZ3EdY

Dia memandang Xiao Yi, yang sedang mengobrol dengan orang lain. Sepertinya dia tahu apa yang sedang terjadi dan tidak ingin tahu. Untungnya, semua orang menikmati minuman yang enak sehingga topiknya segera teralihkan dan tidak ada yang memeriksanya.

Setelah makan, semua orang pulang secara terpisah. Fu Yu memiliki sopir untuk menjemputnya setiap hari. Dia tidak terbiasa mengemudi. Jadi jika dia pulang terlambat, dia akan membiarkan sopirnya kembali terlebih dulu dan naik taksi sendiri.

Ketika dia keluar dari hotel dan hendak memanggil taksi, sebuah mobil sport abu-abu perak berhenti di depannya. Jendela antipeluru yang tebal diturunkan dan menampilkan Xiao Yi yang tersenyum padanya : “Tuan Fu, haruskah aku mengantarmu pulang?”

Fu Yu tidak ingin terlibat dengannya lagi. Dia membungkuk ke bingkai jendela dan berkata dengan suara rendah : “Xiao Yi, aku tidak tahu apa yang kamu inginkan, tapi aku tidak ingin ada hubungannya denganmu lagi. Alasan kenapa aku setuju untuk bekerja sama kali ini adalah sepenuhnya untuk kepentingan perusahaan. Harap menjauh dariku dalam waktu pribadi. ” A9CaQI

Meski Fu Yu selalu berwajah dingin, dia tidak terlihat galak karena penampilannya yang cantik. Namun, saat ini, matanya seperti bintang dingin dengan cahaya tajam yang langka seolah ada pedang di sekitarnya, dan tidak diizinkan untuk menyerang.

Setelah itu, dia tidak peduli apa yang dilakukan pihak lain. Dia berbalik dan pergi untuk menghentikan taksi.

Melalui kaca spion, Fu Yu melihat bahwa mobil sport yang diparkir di pinggir jalan belum juga dihidupkan. Pengemudi itu seperti sudah terkubur di setir, dan dia tidak tahu apa yang dia pikirkan.

Dia hanya ingin berada sejauh mungkin dari orang itu. 4czmIV

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!