English

Harta Karun Prajurit MudaCh11 - Yun Che Datang

0 Comments

Penerjemah : Momo


“Kenapa kamu masih di lantai? Apakah kamu ingin aku membantumu bangun?” Zhou Wangshi akhirnya tidak bisa terus menahan ketenangan dalam dirinya. Melihat menantunya–Yun Yao dan putranya, membuat wanita tua itu semakin marah. Yang lainnya juga memiliki penampilan yang menyedihkan. Ternyata perjalanan mereka tidak mudah sama sekali. tyu9dC

“Bu…” Chenchen, yang dilindungi oleh Yun Yao, mengulurkan tangan gemuknya untuk menghapus air mata ibunya. Melihat putranya yang berperilaku baik, Yun Yao mengerutkan bibirnya, menahan rasa sakit, berdiri sambil memeluknya. “Bu, kenapa kamu di sini?” Mereka tinggal di vila keluarga mereka yang memiliki pelayan dan pengawal.

“Jika bukan karena Zhijun memanggil kami untuk membawamu dan anakmu pergi, apa kamu pikir aku akan datang ke sini? Cepatlah memasak untuk kami.”

Langit Bieru.

Pada kenyataanya, bukan putranya yang menelepon. Sejak semalam, panggilan telepon ke militer belum bisa terhubung. Tapi suami Zhou Wangshi menyuruh mereka tinggal di rumah untuk menunggu dia mengirim seseorang yang akan menjemput mereka. Pada saat itu, tidak ada dari mereka yang ingin mencari Yun Yao dan anaknya.

Tapi, sebelum fajar menyingsing, sebagian besar pelayan dan pengawal di vila telah berubah menjadi monster. Mereka memutuskan untuk keluar saat melihat para monster mulai menggigit orang-orang. Mereka awalnya ingin langsung berkendara ke ibu kota, tetapi beberapa pengawal di kota telah meninggal dan mereka tidak punya pilihan selain datang ke sini. LzreUT

“Apakah Zhijun… baik-baik saja?”

Mendengar suaminya masih memikirkan dirinya dan putranya, hati Yun Yao terasa hangat. Ketidakpuasan yang muncul karena dia tidak bisa menghubungi suaminya telah menghilang dengan diam-diam, begitu juga dengan semua keluhannya. Selama suaminya mencintainya, dia tidak takut dianiaya.

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

“Apa yang bisa terjadi pada anakku? Tentu saja dia baik-baik saja. Apa kamu bermaksud mengutuknya? Jalang, aku tahu kamu bukan orang baik. Kamu pasti berpikir bahwa anakku sudah mati, jadi kamu bisa keluar dengan bebas  untuk merayu pria lain, bukan?”

Itbe Qjcurtl alyj-alyj yfgvlgl, wfcecpex xf tlvecu Tec Tjb vjc wfcueaex. Vfwej qfcujkjicsj vljw-vljw wecveg, wfrxlqec vjijw tjal wfgfxj yjtkj ajte yjtkj kjclaj aej lae afgijie yfgifyltjc, afajql xfcsjajjccsj, wfgfxj alvjx vllhlcxjc ecaex wfwyjcae. eOyXNP

“De, jxe alvjx–”

“Cqj wjxrevwe, alvjx? Cxe ajte xjwe tjcsj qecsj clja yegex. Djplcujc lae qjral yexjc memexe.”

“Bu, Chenchen adalah anak Zhijun. Saat aku bersama Zhijun, aku masih seorang gadis. Kamu boleh menghinaku. Tapi tolong jangan menghina putraku, dia juga anak dari Keluarga Zhou-mu.”

Yun Yao bisa mentolerir apapun, tapi dia tidak bisa mentolerir orang lain yang menghina anaknya. Melihat itu, Zhou Wangshi hendak bergegas dan menamparnya lagi, tapi kakak ipar Yun Yao, Lin Xiaohan segera menariknya kembali, “Bu, monster-monster di luar itu akan menyerang kita kalau mereka mendengar keributan ini. Berhenti memarahi, cepatlah suruh dia memasak untuk kita. Hao Hao dan Lan Lan sudah lapar.” 7WosD1

Lin Xiaohan tidak berbicara untuk Yun Yao, tetapi hanya karena pertimbangan cara praktis. Dia adalah putri seorang walikota sebelum dia menikah dan dia tidak tahu cara memasak.

“Demi Xiao Han, aku akan membiarkanmu pergi. Kenapa kamu tidak segera pergi dan memasak?” Dengan matanya yang tajam, Zhou Wangshi berbalik dan memeluk cucu-cucunya, “Cucu Nenek, kamu pasti lapar. Kita akan segera makan.”

Sikap ini seperti langit dan bumi. Anak Lin Xiaohan adalah cucu yang baik dan anak Yun Yao adalah seorang bajingan. Yun Yao yang sudah terbiasa diperlakukan berbeda, diam-diam menelan keluhannya, menggendong putranya ke dapur dan membuat susu untuk Chenchen sebelum mulai memasak lagi. Ketika dia akan memasak, dia menemukan bahwa rumahnya sudah berantakan. Dia dan anaknya tidak memiliki banyak persediaan di rumah dan paling banyak bisa membeli buah-buahan dan makanan ringan.

“Nenek, aku ingin minum susu juga.” Melihat botol yang dipegang Chenchen, putri Lin Xiaohan yang berusia empat tahun menarik Zhou Wangshi saat dia memohon. Anak lain yang berusia sekitar tujuh tahun juga memiliki wajah penuh keserakahan. Zhou Wangshi menepuk kepala cucunya yang patuh, berdiri dan berkata dengan ganas, “Di mana susu bubuknya? Bukankah Lan Lan mengatakan dia juga ingin minum? Cepat ambil dua cangkir.” eFJw61

“Bu, itu milik Chenchen…”

Karena hanya memiliki seorang anak, Yun Yao hanya membeli satu toples dan sekarang dia hanya memiliki setengah toples yang tersisa. Karena ada monster di mana-mana di luar, bagaimana jika susu bubuknya habis, apa yang akan dimakan Chenchen?

“Minumlah air, bajingan!”

“Bu…” Berpikir tentang bagaimana mereka sebelumnya tinggal di dapur, Zhou Wangshi mendorongnya pergi dan memasuki dapur, toples susu bubuk yang ditempatkan di atas lemari diambil. Dan sudah terlambat bagi Yun Yao untuk menghentikannya. Melihat dia membawa makanan putranya dan berjalan ke ruang tamu, Yun Yao tidak bisa menahan tangis. Chenchen memegang botol susunya dengan satu tangan dan tangannya yang lain memeluk Yun Yao. “Bu, aku sudah kenyang sekarang.” Mungkin menurutnya, dia sudah minum sampai kenyang, jadi tidak masalah meskipun susu bubuknya diambil. Ec9s3w

“Hm..” Yun Yao tidak berani memberi tahu putranya apa yang sebenarnya terjadi, jadi dia hanya bisa menganggukkan kepalanya dan menghapus air matanya. Di sisi lain, gadis kecil yatim piatu Zhou Ting, yang dibesarkan oleh Keluarga Zhou, mengerutkan bibirnya, “Pelacur tetaplah pelacur.”

“Jika kamu keberatan, jangan makan makanan yang aku buat.” Zhou Wangshi adalah ibu mertuanya, jadi dia tidak akan bertengkar dengannya. Namun, untuk Zhou Ting berbeda, dia tidak akan kalah darinya. Karena tidak hanya sekali di masa lalu dia melihat cinta yang dimiliki wanita itu untuk suaminya. Semuanya wanita sensitif dan Yun Yao tidak akan membiarkan itu terjadi.

Please visit langitbieru (dot) com

“Bu, lihat dia…”

Zhou Ting marah dan segera meraih lengan Zhou Wangshi untuk bertingkah seperti anak manja. Zhou Wangshi berpura-pura akan mulai mengutuk, tetapi Yun Yao sudah berbalik dan memasuki dapur untuk mempersiapkan makanan yang akan dimasak. Chenchen dengan patuh mengikutinya dari awal sampai akhir dengan botol kecil susu di pelukannya. BxsMUK

“Ayo makan dulu…”

Meskipun itu hanya hidangan kecil biasa, bagi seseorang yang telah lama kelaparan, tidak diragukan lagi itu cukup menarik. Zhou Wangshi dan yang lainnya bahkan tidak melihat ke arah Yun Yao dan anaknya sebelum mereka berjalan menuju meja makan. Pada saat yang sama, ketukan lain di pintu terdengar.

Bang, bang!

“Kak, buka pintunya. Ini aku, Yun Che.” S1NMsY

“Itu Paman!” Chenchen bersorak gembira. Wajah Yun Yao juga dipenuhi dengan kegembiraan dan dia segera ingin membuka pintu, tapi dihentikan oleh Zhao Wangshi.

“Kamu tidak boleh membuka pintu, di luar penuh monster. Apa kamu mencoba membunuh kami semua?” Zhou Wangshi maju ke depan dan menghalanginya.

Yun Yao mengerutkan kening dan dengan erat mengepalkan tinjunya saat dia memaksa dirinya untuk menjelaskan, “Bu, itu adik laki-lakiku. Jika kamu tidak membuka pintu, dia akan mati.”

“Lebih baik dia mati daripada kita semua yang mati.” EPDSVf

“Kamu?!” Kalimat Zhou Wangshi berikutnya langsung menyulut kemarahan Yun Yao. Bahkan dalam mimpinya, dia tidak pernah berpikir bahwa mereka akan membencinya sejauh ini. Dia dengan susah payah membesarkan adik laki-lakinya itu selama sepuluh tahun penuh, bagaimana dia bisa membiarkan mereka menghinanya seperti itu?

 

***

CLq7ro

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!