English

Harta Karun Prajurit MudaCh119 - Pertempuran Elemen Air dan Tanah

0 Comments

Penerjemah : Momo


Lapangan Sekolah Pelatihan di Gedung Kantor Departemen Pertahanan Kota. 5Xshcy

Kantor Departemen Pertahanan Kota dibangun oleh Departemen Militer dan Kepolisian namun berada di bawah kendali pemerintah. Meskipun pemerintah dan tiga kekuatan militer bisa dianggap menjalankannya secara bersama, pemerintahlah yang tetep menjadi penanggung jawabnya.

Lapangan di Sekolah Pelatihan merupakan tempat para prajurit baik dari militer maupun kepolisian dapat belatih bersama. Ada banyak sekali peralatan pelatihan yang berada di sekitar lapangan. Baik di ruang terbuka untuk pelatihan kelompok maupun ruang tertutup untuk pelatihan individu. Tempat ini sekilas tampak seperti pusat kebugaran yang agak kasar, namun itu sudah cukup menjadi pengganti pusat kebugaran di masa setelah kiamat seperti ini.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Setiap hari, tempat ini selalu dipenuhi oleh orang-orang yang ingin berlatih, hari ini bahkan lebih ramai. Ada perwakilan dari tiga kekuatan militer dan pemerintah, para pengguna kekuatan yang menghadiri pertemuan, serta para prajurit dan polisi yang memang sejak dari awal sudah berada di sini. Mereka semua mengelilingi sebuah ruang kosong di mana Mo Wenyang dan Mayor Jenderal Wang sudah berdiri saling berhadapan. Suasananya terasa cukup tegang, tidak ada seorangpun yang berbicara. Mereka seolah menahan nafas menunggu pertandingan dimulai.

“Mayor Jenderal Wang, belum terlambat untuk mengaku kalah.” 6L9BSq

Mo Wenyang yang menempati sisi sebelah kiri, masih bersikap ceroboh. Mayor Jenderal Wang yang berdiri di sisi berlawanan, menatapnya dengan dingin sebelum kemudian melepas kancing jaket seragamnya. “Jika kamu ingin mengaku kalah, aku tidak merasa keberatan.”

“Oh, sepertinya kita tidak bisa membuat kesepakatan.” Dengan suara desahan yang penuh penyesalan, Mo Wenyang ikut melepas jaketnya yang longgar dan melemparnya ke belakang.

Booom!

Tanpa peringatan, gumpalan bola tanah seukuran bola basket terbang tepat di arahnya. Jika Mo Wenyang tidak menghindarinya tepat waktu, diperkirakan dia akan mengalami cedera serius di kepalanya. Berkonsentrasi, dia mulai memadatkan kekuatan di tangan kananya. Sebuah bola oval mulai terkondensasi membentuk perisai air yang memblokir serangan bola tanah tepat waktu. Bola tanah yang keras bertemu dengan perisai air yang fleksibel. Tak perlu waktu lama, keduanya dengan cepat bergabung menjadi satu dan gumpalan lumpur mulai jatuh ke tanah. 3Zmp1K

“Sial! Apakah atribut air benar-benar bisa digunakan seperti itu? Jika tidak melihatnya sendiri, aku tidak akan mempercayainya. Mayor Jenderal Mo cukup kuat. Selama ini aku selalu berpikir kalau yang bisa dia lakukan hanyalah memberi perintah.”

“Apa yang kamu tahu? Bos kami hanya tidak suka bersaing. Tidak seperti Tentara Wei-mu yang selalu ingin menjadi yang terbaik dalam segala hal.”

“Kalau begitu, jelaskan padaku apa yang sedang dilakukan Jenderal Mo-mu sekarang?”

“Apakah atribut air benar-benar  bisa digunakan untuk bertempur? Bagaimana caranya membentuk perisai air? Jika bisa membentuk perisai air, maka akan ada panah air dan yang lainnya, kan? afWyoK

“Aku tidak tahu. Mari kita lihat saja…”

Hanya dengan satu gerakan yang dilakukan Mo Wenyang, orang-orang yang melihatnya mulai berdiskusi. Pada dasarnya walaupun air dapat dipadatkan, dia akan kembali menjadi cairan saat bertemu dengan benda lain. Namun, perisai air yang dibuat oleh Mo Wenyang jelas berbeda. Selain dapat melindungi dari serangan, itu juga mampu menetralkan bola tanah milik Mayor Jenderal Wang. Walalupun ini terlihat seperti kebetulan karena air tidak akan mungkin menetralkan pisau logam atau semacamnya, tapi tetap saja cukup mengejutkan semua orang yang melihatnya.

Sebagai lawan, Mayor Jenderal Wang juga cukup terkejut saat bertarung dengan Mo Wenyang. Dia menyipitkan matanya dan menunjukkan aura bertarung yang kuat.  Saat dia memutar pergelangan tangannya, tanah mulai bergetar. Mo Wenyang merasa seperti ada sesuatu yang akan keluar dari tanah di bawahnya.

Boom!! 4dBRnx

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

“Ini sangat berbahaya, sangat berbahaya! Aku hampir saja terlempar ke udara.”

Zb Qfcsjcu wfijxexjc yfyfgjqj rjiab xf yfijxjcu. Ujvj rjja sjcu rjwj, vl afwqja vlj yfgvlgl rfyfiewcsj rfyejt vlcvlcu ajcjt sjcu mexeq alcuul wecmei. Vfafijt wfcbift, Zb Qfcsjcu wfcfqex vjvjcsj yfgifyltjc vjc afqja rjja rfwej bgjcu jxjc afgajkj, qlijg jlg alyj-alyj wecmei vjgl vjijw ajcjt. Zb Qfcsjcu wfcujcuxja ajcujccsj xf evjgj vjc qlijg jlg wfwyfcaex rfyejt qerjgjc sjcu yfrjg vjc afyji. Vjja rfwej bgjcu wfculgj vlj jxjc wfcutjcmegxjc vlcvlcu ajcjt, Zb Qfcsjcu perage wfcueyjt qerjgjc jlg sjcu yfrjg lae wfcpjvl mjwyex jlg rfafyji lye pjgl.

Boom! Boom!!

Dibawah kendalinya, cambuk air yang transparan meluncur ke arah dinding tanah dengan kecepatan yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Dalam sekejap dinding tanah yang tinggi itu retak dan runtuh dengan suara yang memekakkan telinga. d30ScV

“Kamu sudah menyerangku dua kali. Sekarang giliranku, bukan?”

Tepat setelah Mo Wenyang mengatakannya, dengan cambuk air di tangannya, dia bergegas ke depan menuju arah Mayor Jenderal Wang. Ketika cambuk air itu hanya tinggal beberapa sentimeter darinya, Wang Guoan segera mengangkat tangannya dan membentuk dinding tanah lainnya dan diikuti oleh batu-batu besar yang jatuh dari langit.

Please visit langitbieru (dot) com

Boom! Boomm!!

Boom! Boomm!! hIsSm3

Namun, cambuk air di tangan Mo Wenyang tampak seperti memiliki kehidupan sendiri, menghantam dinding tanah dan menghancurkan bebatuan dengan sangat cepat.

Semua orang tercengang. Tidak ada yang percaya bahwa serangkaian serangan barusan dilakukan oleh kekuatan air.

Apakah kekuatan air yang mereka lihat ini nyata? Itu bukan kekuatan lain yang berpura-pura menjadi air, kan? Bagaimana bisa atribut air bisa melakukan serangan sekuat itu? Ini hampir sekuat atribut emas yang merupakan elemen terkuat dari lima elemen utama.”

Keraguan dan pertanyaan terus bermunculan di kepala semua orang. Euifge

“Sudah waktunya untuk serius.”

Ketika semua orang terkejut, Yun Che kembali ke Xing Feng dan dengan tenang ikut menonton pertandingan itu. Mo Wenyang telah mempelajari dasar kekuatan air dengan baik. Setelah dia mulai terbiasa, atribut air dapat menghancurkan atribut tanah dengan mudah.

“Kali ini Wenyang telah menemukan harta karun.” Kata Xing Feng dengan tulus ketika dia menoleh ke Yun Che. Berdasarkan pengalamannya, dia tahu bahwa perisai air tadi adalah sebuah percobaan, sedangkan cambuk air dibuat ketika dia menguasai metodenya. Setelah beberapa kali serangan, orang pintar seperti Mo Wenyang seharusnya sudah bisa memahami semuanya.

“Dia benar-benar punya kemampuan. Tapi itu kerugian besar bagiku karena aku harus mengajari orang itu menggunakan kekuatan air.” y9D6tE

Yun Che mengeluh seolah-olah dia benar-benar menderita banyak kerugian. Xing Feng tidak segan segera memegang tangannya dan menenangkannya. “Aku akan memberimu kompensasi ketika kita kembali.”

“Oh, bagaimana? Jangan bilang kamu akan menjadikan dirimu sebagai kompensasi, itu benar-benar tidak menarik.”

“Bagaimana kalau aku memasak untukmu?”

“Kamu bisa memasak?” hd1PT8

Yun Che tiba-tiba tertarik. Dia selalu berpikir para pria ini tidak tahu apa-apa tentang pekerjaan rumah tangga. Tetapi siapa yang menyangka kalau suaminya ini bisa menyembunyikan keterampilan kulinernya dengan cukup baik.

“Siapa pun bisa memasak. Yang menjadi pertanyaannya hanyalah apakah rasanya enak atau tidak.”

Xing Feng menjentikkan jarinya ke dahi Yun Che dengan lembut. Mereka semua adalah tentara pasukan khusus yang diharuskan mempelajari berbagai macam keterampilan. Para pendatang baru harus belajar bagaimana membuat api dan memasak di alam liar atau mereka akan mati kelaparan jika tidak bisa melakukannya.

Selain itu, Xing Feng telah hidup sendiri selama bertahun-tahun dan merupakan orang yang pemilih dalam hal makanan.  Jadi jangan heran jika dia bisa memasak. Hanya saja tidak ada orang lain yang mencicipi hidangan yang dia buat selain dirinya sendiri. TQcdo2

“Sekarang aku menjadi kurang tertarik dengan masakanmu. Jika hanya memasak, aku juga bisa melakukannya.”

Yun Che dengan sengaja memasang ekspresi mengejek di wajahnya. Xing Feng hanya menggelengkan kepalanya. “Lalu, apa lagi yang kamu mau?”

Story translated by Langit Bieru.

“Baiklah, aku akan ikut dengan masakanmu. Jarang sekali bisa menyaksikan Tuang Xing memasak. Masakanmu tidak beracun, bukan?”

“Hehe… Aku berjanji, bahkan jika itu beracun, tidak akan sampai membuatmu terbunuh.” d8SVrk

“Kuharap begitu. Apakah kamu mencoba menjadi ibu rumah tangga sekarang?”

Yun Che mengangguk dan terus melempar pandangan nakal, seperti tidak peduli dengan duel yang semakin memanas di lapangan.

“Jika kamu menyukainya, aku bisa melakukan hal itu untukmu.”

Setelah melirik sekilas duel di hadapannya, Xing Feng menanggapi perkataan Yun Che dengan cara menyenangkan. Tak satu pun dari mereka khawatir tentang pertarungan itu. Yun Che percaya pada kekuatan air dan Xing Feng percaya pada Mo Wenyang. Ft4v7c

Boom! Boom!

“Berhenti bermain Lao Wang! Kamu harus menyerah!”

Setelah menghancurkan dinding tanah berulang kali, Mo Wenyang mulai menguasi teknik serangan kekuatan air. Dia memutuskan untuk segera menyelesaikan pertandingan. Dia mengayunkan lengannya, cambuk air yang lentur berubah menjadi pisau lurus yang langsung terbang menuju ke arah Mayor Jenderal Wang seperti senapan air bertekanan tinggi.

Bammm! dH1Jcm

Mayor Jenderal Wang hampir tidak bisa mengimbangi langkah Mo Wenyang. Dia jatuh ke tanah ketika dia mencoba untuk menghindari cedera lebih lanjut setelah kaki kirinya terluka oleh serangan sebelumnya. Ujung pisau air itu hanya berjarak kurang dari satu sentimeter dari lehernya sebelum berhenti. Jika dia bergerak sedikit saja, itu akan segera menembus lehernya secara langsung. Mata Mayor Jenderal Wang terbelalak, tidak bisa menutupi keterkejutan yang dia rasakan. Dia bahkan tidak pernah membayangkan bahwa suatu hari akan benar-benar kalah dari Mo Wenyang yang bertarung menggunakan kekuatan air.

“Aku menyerah!”

Itu hanya dua kata sederhana. Tapi ketika keluar dari mulut Mayor Jenderal Wang, orang dapat melihat kalau pria itu mengatakannya dengan tinju yang terkepal kuat di samping pahanya. Dibandingkan dengan luka fisik yang dia alami, hatinya jelas terasa lebih sakit saat harus mengakui semua itu. Dia tidak hanya kehilangan kesempatan untuk memimpin misi tapi juga kehilangan kehormatan Tentara Keluarga Wang.

“Jika kamu mengatakannya lebih awal, kita tidak perlu berbuat sejauh ini.” Zt d1U

Setelah menarik kembali kekuatan airnya, Mo Wenyang kembali memperlihatkan sikap cerobohnya. Tapi di dalam hati, sebenarnya dia lebih terkejut dari siapapun. Sebelum duel, Yun Che menyuruhnya untuk memadatkan kekuatan air dengan kekuatan mentalnya. Sejujurnya pisau air bertekanan tinggi yang berhasil dibuatnya itu benar-benar di luar perkiraannya. Mo Wenyang tidak yakin akan semua itu karena bukan hal mudah untuk bisa memadatkan kekuatan airnya dengan kekuatan mental. Selain harus menguasai tekniknya, dia juga harus memiliki kekuatan mental yang lebih besar dari kebanyakan orang.

Di awal pertarungan, Mo Wenyang hanya bisa menghadapi serangan dari Mayor Jenderal Wang. Saat dia ingin membuat cambuk air, kekuatan mentalnya tidak cukup jadi dia hanya bisa membentuk perisai air. Untungnya pada upaya kedua dia bisa berhasil. Dan setelah melakukannya berulang kali, dia mulai terbiasa. Sampai saat ini, Mayor Jenderal Muda ini masih tidak mempercayai apa yang sudah terjadi.

“Karena Mayor Jenderal Wang telah mengakui kekalahannya, sesuai dengan kesepakatan sebelumnya, Mayor Jenderal Mo-lah yang akan memimpin pasukan dalam misi kali ini. Apakah benar, Tuan Jiang?”

Sementara semua orang masih terkejut dengan fakta bahwa kekuatan air dapat mengalahkan kekuatan tanah, suara Yun Che terdengar dan secara tidak langsung mengingatkan semua orang. Tapi sebagian besar orang masih terlihat terguncang dan ingin tahu bagaimana Mo Wenyang mengalahkan Mayor Jenderal Wang dengan kekuatan airnya. 5yK6FJ

“Umm, ini… ini…”

Jiang Wanshan yang disebut namanya mau tidak mau merasa gelisah. Dia memandang Mo Wenyang, lalu ke Wang Guoan, tapi tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun untuk menyetujuinya. Pihak pemerintah tidak akan menyukai pihak manapun yang menjadi semakin kuat. Terlebih wajah dari Tentara Keluarga Wang dan Wei terlihat sangat tidak menyenangkan. Pemerintah selalu mengikuti yang kuat tapi Jiang Wanshan masih ragu dalam mengambil keputusan.

Story translated by Langit Bieru.

“Kenapa? Apakah kamu menyesal? Aku tidak percaya kalau pejabat pemerintah akan menarik kembali kata-katanya!”

Yun Che mengangkat alisnya dan memasang wajah mencemooh. Raut wajah dari perwakilan dua kekuatan militer lainnya dan pemerintah menjadi semakin jelek. Mayor Jenderal Wang bangun dengan bantuan orang-orangnya akhirnya berkata dengan suara dingin. FLvYik

“Aku kalah dan sebagai pria aku akan selalu memegang perkataanku. Aku setuju bahwa Mayor Jenderal Mo akan memimpin pasukan pada misi kali ini.”

Dia memang sakit hati, tapi Mayor Jenderal Wang masih memiliki pendirian.

“Kami tidak setuju pada awalnya. Tapi karena sebagian orang menyetujuinya, kami hanya bisa setuju juga.”

Meskipun Lin Xian tenang sekarang, Tentara Keluarga Wei sudah kehilangan tempatnya. Hal terbaik yang bisa dia lakukan adalah menyerahkan kursi kepemimpinan ke Mo Wenyang. Jiang Wanshan akhirnya membuat pengumuman resmi. Sekarang masalah sudah teratasi, Yun Che merasa tidak ada gunanya lagi untuk tinggal lebih lama, jadi dia berbicara dengan lantang kepada Jiang Wanshan. xnTJcU

“Tuan Jiang, tolong kirimkan salinan informasi tentang atribut kekuatan setiap pasukan, waktu keberangkatan dan metode pertempuran yang akan digunakan pada kami secepatnya. Kali ini, jangan membuat kesalahan lagi dalam mencetak.”

Sebelum pergi, Yun Che tidak lupa  mengoleskan lebih banyak garam ke luka Jiang Wanshan. Kepala Departemen Pertahanan itu hampir menangis karenanya, tapi tidak ada yang benar-benar peduli tentang perasaannya. Perwakilan dari tiga kekuatan militer dan pemerintah pergi satu persatu, diikuti oleh tim para pengguna kekuatan. Lapangan pelatihan yang tadinya ramai berangsur-angsur menjadi sepi. Namun, para tentara dan polisi memilih tinggal mulai berdiskusi dengan panas. Tidak ada yang peduli dengan hasil duel kali ini. Yang mereka pedulikan hanyalah kekuatan tempur elemen air Mo Wenyang.

***

TN : k d6Yq

Hallo, saya kembali. Semoga kali ini bisa kembali update lebih sering. Momo juga ingin mengucapkan, Selamat Hari Raya Idul Fitri. Mohon maaf dan batin….

Sampai ketemu di chapter selanjutnya.

XpuGO1

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!