English

Harta Karun Prajurit MudaCh195 - Mereka Terlambat

0 Comments

Penerjemah China-Indonesia : Momo


Salju turun sepanjang malam. Bumi berwarna putih keperakan dan tanah tertutup salju tebal. Saat ini kepingan salju masih jatuh dari langit seperti helaian bulu angsa. Sekarang bulan Juni, tapi sedingin Desember. Tepatnya, itu sedingin Desember di wilayah Timur Laut. Wilayah Barat Daya adalah wilayah pedalaman dan suhunya tidak pernah turun di bawah 0 °C di masa lalu. Tapi sekarang, suhunya jauh lebih rendah dari itu. 4Hzlhv

“Salju di bulan Juni. Dunia ini mengerikan.”

Jangankan bagi Yun Yao, penduduk asli Barat Daya, ibu dan kakek Lu Haixuan yang berasal dari Timur Laut pun sedikit tidak tahan dengan cuaca yang begitu dingin ini. Kakek Chen membungkus dirinya dengan lapisan jaket tebal, dia sedang mengisap tembakau kering yang diberikan khusus oleh Lu Haixuan untuknya. Zhan Tianlong yang memegang seteko teh panas di sebelahnya menjawab, “Ya. Aku telah hidup selama beberapa dekade dan hanya melihat salju beberapa kali. Tidak menyangka akan melihat salju turun di bulan Juni.”

Read more BL at langitbieru (dot) com

Salju jarang turun di Barat Daya. Jika pun turun, itu hanyalah hujan salju ringan dan sebentar. Banyak orang tua yang belum pernah melihat salju setebal ini.

“Ayah, sedang apa di sana? Cepat tutup pintunya. Angin dingin masuk ke dalam. Tidak masalah untuk orang dewasa, tapi Chenchen bisa masuk angin.” MbT7Jo

Nyonya Lu berjalan mendekat untuk menutup pintu. Mereka memiliki AC di rumah, tetapi suhu turun tajam ketika pintu terbuka.

“Apakah Chenchen sudah bangun?”

Pagi ini kebanyakan orang dewasa masih berbaring di tempat tidur dan enggan bangun. Mereka terkejut saat tahu Chenchen sudah bangun.

“Iya, sudah. Dia sedang bermain dengan Xiao Cheng di ruang tamu.” bDLlwK

Tiga orang dewasa berjalan ke ruang tamu bersama dan menemukan Chenchen duduk di sofa sedang bermain tablet dengan Yun Cheng. Paman dan keponakan sangat fokus hingga tidak menyadari ada orang lain yang datang. Yun Yao yang kebetulan berjalan keluar dari dapur dan berkata kepada putranya, “Chenchen, berhenti mengganggu pamanmu. Cepat pergi cuci tangan dan bersiap untuk sarapan. Xiao Cheng, tanyakan ke pintu sebelah, minta mereka datang untuk sarapan.”

“Baik!”

Chenchen dan Yun Cheng menjawab serempak. Yang kecil turun dari sofa, berlari ke kamar mandi, menarik bangku kecil, dan mencuci tangannya. Sementara yang besar, mengangkat telepon di atas meja teh dan memutar beberapa nomor untuk melakukan panggilan.

Setelah menutup telepon, Yun Cheng berkata kepada saudara perempuannya, “Kakak, Saudara Gu berkata mereka akan segera datang. Tapi saudara dan Saudara Xing masih belum bangun.” Hox0MU

“Baiklah. Kamu bisa pergi dan meminta Yehan turun.”

“Oke.” Ketika Yun Cheng hendak bangun, dia melihat bahwa Leng Yehan sudah turun. Dengan senyum cerah, dia segera menyapa, “Pagi Hanhan!”

“Pagi. Kenapa kamu tidak menungguku sebelum turun ke bawah?”

Leng Yehan berjalan mendekat dan menyikat poni di dahi Yun Cheng sebelum duduk di sebelahnya. Tidur dan memeluk orang yang disukainya setiap malam, membuatnya bersemangat setiap pagi. Dan pagi ini tidak terkecuali. Sebelum dia pergi ke kamar mandi untuk mengurus adik kecilnya sendiri, dia menyuruh Yun Cheng menunggu di tempat tidur. Dia tidak berharap, yang lain sudah menghilang saat dia keluar dari kamar mandi. IQ dan pengetahuan Yun Cheng telah meningkat baru-baru ini, dia memiliki pemikiran yang lebih mandiri dari pada sebelumnya. qva3X0

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

“Aku bermain game.”

Gfcujc rfcsew cjxji, Tec Jtfcu wfgjlt ajyifa vjc wfijwyjlxjccsj xf Ofcu Tftjc. Klvjx rfqfgal sjcu ijlc, alvjx qfveil rfyfgjqj vlculc vl iejg, vlj alvjx wfgjrjxjc jqj-jqj. Glj lculc rfufgj yjcuec vjgl afwqja alveg rfafijt qjul alyj.

“Csb rjgjqjc. Cxe jxjc wfwbabcu xexewe cjcal.”

Ofcu Tftjc wfgjlt ajcujccsj ecaex wfwfglxrj xexecsj. Pae yjge rjae wjijw, ajql xexecsj revjt aewyet ifylt qjcpjcu ijul. kzLXcH

“Uhm… Hanhan makan, aku akan makan buah.”

Dengan anggukan, Yun Cheng mengambil buah merah dan menggigitnya. Ada banyak jenis buah di atas meja teh, semuanya dipetik oleh Hei Yu dan Chenchen di ruang kemarin sore. Mereka juga menyimpan beberapa buah di lemari es, serta ruang Yun Che, Meng Xu, dan Chenchen. Chu Haoling bahkan mengambil beberapa untuk disimpan di ruangnya sendiri.

Langit Bieru.

“Xingchen dan yang lainnya tidak turun?”

Melihat hanya ada Leng Yehan saja, Yun Yao tidak bisa menahan diri untuk bertanya. Mengapa semua orang belum bangun? wrjtAn

“Ketika lapar, mereka akan turun dengan sendirinya.”

Leng Yehan banyak bicara saat bersama Yun Cheng, tapi dia sedikit berbicara pada semua orang, termasuk Yun Yao.

Setelah mendengar itu, para tetua mengambil mangkuk dan sumpit untuk sarapan. Yun Yao memberikan semangkuk bubur untuk putranya dan dua potong baozi untuk dirinya sendiri.


Di sebuah kamar di lantai tiga. Sls2oE

Ye Xingchen sudah lama terjaga, tetapi Jiang Shang menolak untuk bangun. Dia menjepit Ye Xingchen dengan tangan dan salah satu kakinya. Adik kecilnya sudah berdiri, menekan pinggangnya.

“Senior…”

Enggan membuka matanya, Jiang Shang membenamkan kepalanya di leher Ye Xingchen. Dia memasukkan tangannya ke dalam piama seniornya dan mulai membelai perut ratanya. Ketika dia mencoba menggerakkan tangannya ke atas, Ye Xingchen meraih tangannya dan memperingatkan, “Ini sudah pagi. Jika kamu terus mengacau, aku akan marah.”

Mendengar kekasihnya akan marah, tubuh Jiang Shang terdiam. Dia berhenti sejenak sebelum menghisap leher di hadapannya dengan keras. “Tidak menyenangkan.” XgrioH

Tanda ciuman merah muda muncul di leher, tetapi Jiang Shang masih tidak puas. Nadanya penuh dengan keluhan.

“Bukankah aku sudah memberitahumu untuk tidak meninggalkan jejak?”

Menyentuh kulit yang baru saja memerah, Ye Xingchen menatapnya dengan marah. Serigala kecilnya ini selalu suka meninggalkan jejak pada dirinya, seolah-olah menandai wilayahnya.

“Xingchen adalah milikku.” K6GABY

Mengabaikan tatapan marahnya, Jiang Shang berkedip dan berkata dengan nada keras kepala. Ye Xingchen adalah miliknya, jadi dia berhak menandainya. Sikap posesifnya yang kuat ini sangat tidak cocok dengan penampilan Jiang Shang yang terlihat lembut.

“Sudah waktunya untuk bangun.”

Gagal memahami logika aneh Jiang Shang, Ye Xingchen berhenti berdebat dengannya. Dia mencoba mengangkat selimut dan bangun, tetapi Jiang Shang menariknya kembali. Sebelum dia bisa bereaksi, Jiang Shang sudah berguling untuk berada di atasnya dan mencium bibirnya.

“Ehmm…” kJyq3i

Semuanya terjadi begitu cepat dan halus. Sebelum Ye Xingchen bisa bereaksi, Jiang Shang mendorong lidahnya ke dalam mulutnya. Sambil menahan ciuman dengan lidahnya, Ye Xingchen meraih bahu Jiang, mencoba mendorongnya menjauh. Namun, Jiang Shang selalu kuat di tempat tidur, dia meraih lidah Ye Xingchen dengan bibirnya dan mengisapnya lebih dalam, membuat yang terakhir merasa mati rasa.

“Ehmm…”

Please visit langitbieru (dot) com

Mengetahui bahwa dia tidak bisa melawan Jiang Shang, Ye Xingchen secara bertahap menyerah. Merasa tidak ada perlawanan, Jiang Shang membungkuk untuk menggigit bahunya, tangannya yang lain sibuk membuka piama Ye Xingchen dan mulai membelai tubuhnya.

Hal-hal akhirnya menjadi tidak terkendali. Salju tebal di luar tidak dapat mencegah suhu ruangan yang naik dan terus naik. Ketika mereka menyelesaikan gelombang yang penuh gairah, lebih dari satu jam telah berlalu. Berbaring di tempat tidur, Ye Xingchen terlalu lelah untuk menggerakkan jarinya. Jiang Shang yang berhasil mencuri tersenyum puas di sebelahnya. KIDJdP

“Kita sudah melakukannya dua kali tadi malam, dan sekarang melakukannya lagi. Kamu akan membunuhku cepat atau lambat.”

Ye Xingchen berbalik dan sesuatu mengalir keluar dari tubuhnya. “Apakah kamu tidak memakai kondom lagi?” Matanya yang indah melebar dalam sekejap. Akan sangat merepotkan untuk membersihkannya nanti. Lebih tepatnya, itu memalukan. Karena itu, dia telah memberi tahu Jiang Shang sejak lama bahwa memakai kondom adalah suatu keharusan.

Mengedipkan matanya, Jiang Shang mengambil kotak kosong di meja samping tempat tidur, berkata dengan nada sedih, “Tidak ada, Senior tidak bisa salahkan aku.”

“Uhh…” 7z93ek

“Kamu tahu sudah kehabisan dan masih melakukannya? Lalu salahkan siapa?”

Ye Xingchen memutar matanya dengan kebencian, tetapi melihat wajah cantik dan penuh keluhan di depannya itu, dia tidak bisa marah. Setelah beberapa saat, dia melingkarkan lengannya di leher Jiang Shang, “Bawa aku ke kamar mandi dan bersihkan.”

Meskipun Ye Xingchen terkadang marah, dia tidak pernah kehilangan kesabaran pada Jiang Shang. Mungkin itu sebabnya Jiang Shang menjadi manja dan agresif di ranjang.

“Oke!” dbyYNt

Keluhan di wajah Jiang Shang menghilang dalam sekejap, dia menggendong Ye Xingchen dengan mudah. Menatap dadanya yang telanjang, Ye Xingchen buru-buru menambahkan, “Kamu tidak bisa melakukannya lagi.”

Menurut pengalamannya sebelumnya, selama mereka pergi ke kamar mandi bersama, keduanya akan memiliki aktifitas tambahan selain mandi.

“Salahkan Senior, kamu terlalu mempesona!”

Jiang Shang mengerutkan kening dan berkata seolah-olah dia menyalahkan Ye Xingchen karena merayunya. Ye Xingchen hampir melompat marah. Di mana dia merayu Jiang Shang? Kapan dia merayunya? At6njs

“Aku suka Senior. Kamu mempesona, kamu milikku.”

Melihat ekspresi marah di wajahnya, Jiang Shang menundukkan kepalanya dan mencium pipinya sebelum membawanya ke kamar mandi. Tidak ada yang tahu apakah mereka melakukannya lagi di kamar mandi. Bagaimanapun, mereka tidak turun sepanjang pagi.


“Hmm…”

Mereka bukan satu-satunya pasangan yang bersembunyi di balik selimut. VgLc7p

Di sebuah ruangan besar yang dipenuhi dengan aura erotis yang kuat. Yun Che yang duduk di atas tubuh bagian bawah Xing Feng, mengeluarkan erangan rendah dan panjang. Tubuhnya yang menegang jatuh dengan lembut di dada Xing Feng. Meskipun cuacanya dingin, tubuh mereka berdua ditutupi lapisan tipis keringat. Xing Feng yang berbaring di bawah, melingkarkan lengannya di pinggang Yun Che dan menarik selimut untuk menutupinya.

“Hmm…”

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Setelah beristirahat sebentar, Yun Che berguling dan berbaring telentang di samping Xing Feng. Dia mengambil sebatang rokok dari meja samping tempat tidur dan menyalakannya. Xing Feng membuang kondom dan pergi ke kamar mandi untuk mencuci tangannya. Saat kembali, dia melihat kekasihnya menghembuskan asap putih dengan nyaman. Melihat itu, tanpa sadar wajahnya tersenyum. Dia merangkak di tempat tidur, memeluk memeluk Yun Che dengan satu tangan dan mengambil rokok di tangan kekasihnya itu dengan tangan lain, lalu ikut menghisapnya.

“Apakah kamu lapar? Aku akan turun dan membuatkan sesuatu untukmu.” 5R2GNK

Xing Feng tidak kecanduan merokok sebanyak Yun Che. Setelah satu hisapan, dia mengembalikan rokok itu kepada Yun Che. Kemudian, berbaring miring dan dengan lembut membelai pipi orang di hadapannya.

“Tidak lapar. Kamu akan sibuk lagi nanti, Wenyang pasti akan mencarimu lagi.”

Suara yang baru saja mengalami gairah masih sedikit serak, itu terdengar sangat seksi dan provokatif. Xing Feng merasa seolah-olah dia menginginkannya lagi. Sejak mereka mulai berhubungan seks, dia selalu merasa tidak pernah cukup, bahkan dirinya sendiri juga terkejut. Setelah memikirkannya, dia menyadari bahwa dia mencintai Yun Che lebih dari yang dia kira.

“Kemarin, aku memintanya untuk mengirimkan persediaan tahan dingin ke Area F. Seharusnya tidak terlalu buruk. Jika kamu tidak lapar, maka kita akan tetap tidur. Sangat jarang memiliki waktu untuk bersantai.” nUFjCV

Setelah itu, Xing Feng kembali berbaring telentang dan menarik Yun Che ke dalam pelukannya. Dia sudah memutuskan untuk mengesampingkan urusan militer saat ini. Meskipun kemarin, Wei Kan telah setuju untuk menyerahkan lembaga penelitian hari ini, tetapi dia yakin rencana itu akan dibatalkan. Saat ini, baik Wei Kan maupun Wenyang tidak punya waktu untuk mengelola lembaga penelitian.

“Uhm… Ayo tidur sedikit lebih lama.”

Setelah mematikan rokok dan membuangnya ke asbak, Yun Che berbalik dan meluncur ke dalam pelukan Xing Feng. Keduanya memejamkan mata dan segera tertidur. Bagi dua pria, bercinta juga sangat melelahkan.

  71w34C

***

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!