English

Harta Karun Prajurit MudaCh95 - Kakak Che, Jangan Biarkan Dia Pergi!

0 Comments

Penerjemah : Momo


“Apa kalian sudah makan? Kakakku yang membuatnya. Rasanya enak. Cobalah.” DEFAY4

Kecuali dirinya, Yun Che tahu beberapa orang di asrama memiliki hubungan yang sangat baik. Yun Che tahu dia tidak bisa menghibur mereka jadi dia hanya memberikan beberapa kotak makanan lagi kepada mereka.

Xing Feng yang duduk di samping Yun Che telah membuka satu kotak dan mengambil sendok dari ruangnya. Dia mengambil sepotong perut babi panggang untuk dimasukkan ke dalam mulut Yun Che dan kemudian mengambil satu sendok nasi lagi untuknya. Xing Feng sama sekali tidak terlihat seperti sugar daddy, dia lebih seperti seorang pelayan.

Read more BL at langitbieru (dot) com

Meskipun Yun Che sudah sedikit pulih, dia terlalu malas untuk menggunakan tangannya sendiri. Dia membuka mulutnya untuk melahap daging dan nasi, secara alami menikmati pelayanan dari Xing Feng. Sekelompok orang yang sudah menunggu menonton pertunjukan drama yang bagus tidak dapat berkata-kata. Alih-alih sebuah drama, Xing Feng dan Yun Che kembali melemparkan makanan anjing ke wajah mereka. Mengetahui ini, dari awal mereka seharusnya fokus saja makan.

Jiang Yuan dan teman asrama lainnya masih terlihat bingung. Ketika mereka membuka kotak itu, mereka hampir mengeluarkan air liur. Seketika, mereka melupakan kesedihannya dan mengambil sumpit, melahap makanannya seolah mereka sudah kelaparan selama bertahun-tahun. Di hari akhir ini sudah sejak lama ketika mereka bisa meneguk makanan hangat, jadi mereka mengunyah makanan dengan mata yang berkaca-kaca. aQJ5ey

“Brengsek! Kakak Kedua, aku tidak percaya kamu mempunyai makanan hangat. Aku bisa mati karena bahagia. Aku memutuskan untuk tetap bersamamu. Aku sudah lama tidak makan babi dan nasi.”

Jiang Yuan tidak bisa menahan dirinya untuk berseru penuh syukur. Yun Che memberinya senyum tak berdaya. “Jangan berbicara ketika mulutmu penuh.”

Zhou Zeyu sudah cukup membuatnya sakit kepala. Yun Che tidak berani menerima orang seperti itu lagi.

Tak jauh dari mereka, mahasiswa Universitas Huaxia memperhatikan mereka makan tidak bisa menahan diri untuk menelan air liur. Selama hampir satu bulan, mereka hanya mampu memakan roti kering. Pada hari-hari terburuk, mereka bahkan kelaparan. Siapa yang tidak suka sedikit makanan hangat? Untuk sesaat semua orang memandang Jiang Yuan dengan mata iri, cemburu dan kebencian. ktlErI

“Huh! Hanya Xiao Bailian yang menjual pantatnya untuk makan.”

Di tengah kerumunan, seorang wanita berusia 40-50 tahunan yang tampak pucat dengan rambut acak-acakan mendengus jijik. Suaranya tidak terlalu keras tapi cukup keras untuk didengar oleh semua pengguna kekuatan di sana. Yang Huaien, Zhou Zeyu, Lei Dashan dan yang lainnya meletakkan makanan mereka dan melihat ke arah suara itu berasal. Bahkan Jiang Shang mengangkat kepalanya untuk melihatnya.

Jika Yun Che adalah seorang Xiao Bailian yang menjual pantat, maka di dunia ini tidak akan ada lagi yang bisa disebut pria sejati. Mereka dari universitas yang sama, tapi kenapa wanita itu dipenuhi kebencian? Sepertinya sebuah drama baru akan segera terjadi.

“Jangan pedulikan wanita tua itu. Dia masih mengira dirinya adalah presiden universitas. Pada kenyataannya dia sudah diberhentikan sebelum hari kiamat datang. Dia malu untuk muncul setelah terjadi skandal seperti itu. Huh, dia sangat berkulit tebal!” dxCBQ9

Setelah menelan makanan, Jiang Yuan berkata dengan nada mencemooh. Yun Che tidak bisa menahan diri untuk mengingat apa yang dia katakan sebelum kiamat. “Bukankah pada saat itu menurutmu videonya sangat keren?”

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Tec Jtf alvjx wfcjtjc rejgjcsj vjc rfwej bgjcu wfcvfcujgcsj. Zfrxlqec vlj alvjx wfglcml pfclr nlvfb jqj lae, Ljc Zlcuhtf vjc Tjcu Dldlc ijcurecu yfgkjpjt ufijq. Vfwej bgjcu vjgl Fclnfgrlajr Lejzlj vljw-vljw alvjx ylrj wfcjtjc ajkj. Vfwejcsj afgiltja yfgrjae, ajql qjvj xfcsjajjccsj rfwej bgjcu wfwlilxl qlxlgjccsj rfcvlgl. Wlcu Mfcu vjc jcuubaj alw ijlccsj alvjx wfcufgal jqj sjcu vlylmjgjxjc Tec Jtf, afajql wfgfxj rfwej jvjijt bgjcu qlcajg, wfgfxj revjt ylrj wfcfyjx sjcu rfyfcjgcsj.

“Sial! Sudah kubilang videonya tidak buram dan definisinya mengagumkan. Aku tidak mengacu pada kontennya!”

Jiang Yuan yang pemarah langsung melompat untuk mengelak, tapi suaranya terpotong…. 1Nmsx7

“Jiang Yuan!”

Yang Biqin berteriak sambil mengertakkan giginya, dia memandang Jiang Yuan seolah-olah ingin memakannya hidup-hidup. Jiang Yuan, bagaimanapun adalah seorang pria, dia merasa telah bertindak terlalu jauh. Jadi Jiang Yuan membuang muka untuk menghindari kontak mata dengannya, sedangkan Yun Che melirik Yang Biqin dan berkata dengan nada bercanda, “Bukankah itu hanya sebuah video. Seberapa besar masalahnya, kenapa Presiden Yang begitu marah?

“Siapa kau? Dibandingkan denganmu yang menjual pantat, wanita ini lebih bersih.”

Masalahnya sebenarnya bisa diselesaikan. Tapi ketika Yun Che berbicara, dia berhasil memprovokasi Yang Biqin yang langsung bergegas kepadanya dengan penuh amarah. Yun Che yang memang dengan sengaja memprovokasi, meregangkan tubuhnya dengan malas dan dengan perlahan berdiri. cwr 0H

“Cukup, Yang Biqin! Apakah kamu masih berpikir kamu adalah presiden universitas? Beraninya kamu menyebut Yun Che menjual pantatnya sedangkan video seksmu sendiri disiarkan di seluruh kampus!”

Sebelum Yun Che bergerak, Jiang Yuan sudah melesat dan berdiri di depannya. Wajah mudanya yang tampan penuh dengan penghinaan dan ketidakpuasan. Meskipun sikap Yun Che dan Xing Feng cukup ambigu. Semua orang bisa melihat kalau Xing Feng menatap Yun Che dengan mata penuh kasih. Yun Che mungkin terlihat lembut tapi dia tidak pantas dihina seperti itu. Tidak bisakah mereka saling mencintai? Tidak ada yang aneh dengan hubungan antara dua pria sebelum hari kiamat, apalagi setelah kiamat datang.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Yun Che, yang dilindungi di belakangnya, tidak bisa menahan senyum. Bahkan Xing Feng yang berdiri bersamanya, tidak bisa menahan diri untuk melihat Jiang Yuan dengan geli. Sepertinya hal-hal menjadi semakin aneh?

“Kamu… Baiklah, Jiang Yuan. Ingat kata-kataku, ketika kita sampai di Pangkalan Barat Daya, aku akan membunuhmu!” Yang Biqin terengah-engah, dadanya naik turun dengan cepat. Wajahnya tidak sedap dipandang, tapi… qrKGDe

“Aku khawatir kamu tidak akan memiliki kesempatan untuk sampai ke sana.”

Suara dingin datang dari belakang Jiang Yuan. Mata semua orang tertuju pada Yun Che yang sedang memasukkan rokok ke mulutnya kemudian meletakkan tangannya ke dalam saku. Semua orang dari Universitas Huaxia tertawa. Mereka merasa tidak habis pikir kenapa pemilik kekuatan ruang sepertinya bisa seberani itu.

“Hah! Lelucon apa yang kamu bicarakan?” Sambil mendengus Yang Biqin memunculkan kayu berduri dari udara kosong ke tangannya.

“Oh, pengguna kekuatan kayu?” 9nzprs

Menjaga tangan di saku, Yun Che berjalan maju sambil bergumam dengan santai. Zhou Zeyu meletakkan tangannya di bahu Lu Haixuan, tersenyum dan berkata. “Kamu akan lihat. Kakak Che, jangan biarkan dia pergi!” Dia menyemangati Yun Che dengan senyuman. Mendorongnya untuk membuat masalah.

“Sebenarnya aku belum pernah bertarung dengan pemilik kekuatan elemen kayu. Jadi mari kita mencobanya.”

“Hmph, maka kamu akan… Ahh…”

Sebaliknya, Yang Biqin jelas salah membaca kemalasan Yun Che dan berpikir dia lemah. Tapi sebelum dia menyelesaikan ejekannya, semua orang tidak dapat melihat pergerakan Yun Che. Ketika mereka tersadar, Yun Che sudah mencekik leher Yang Biqin dan mendorongnya mundur dengan cepat. 43ZCDe

Bamm!

“Aaaah!”

Tiba-tiba terdengar suara tabrakan keras, Yang Biqin berteriak. Yun Che menarik tangannya dan melempar wanita itu terbang hingga menabrak pintu. Semua itu dilakukan dalam satu gerakan. Yun Che bertepuk tangan dan mencibir. “Hanya begitu sajakah kekuatan pengguna elemen kayu?”

Omong kosong! Kamu berada di level 3, dia hanya level 1. Jarak satu level saja sudah memberikan celah yang sangat jauh. Belum lagi elemen kayu bukanlah atribut yang memiliki kekuatan serangan, akan aneh jika dia bisa melawan. ujA5PY

Setelah melihat pemandangan ini, Zhou Zeyu dan yang lainnya hanya bisa mengeluh dalam hati. Sepertinya Yun Che semakin pandai berpura-pura.

“Ah…”

Yang Biqin meringkuk di tanah sambil mengerang kesakitan. Orang-orang Universitas Hua tercengang ketika mereka menyaksikan bagaimana Yun Che menghancurkannya dengan mudah, termasuk pasangan seksnya Han Mingzhe. Hanya saja penampilan Yun Che terlalu menipu, terlebih saat seseorang menggendongnya ke dalam. Semua orang akan menganggapnya pria lemah. Namun, kenyataan menampar wajah mereka dengan keras. Apakah mungkin orang lemah dapat melempar Yang Biqin dalam sekejap?

“Apakah ada yang mau berlatih denganku lagi? Oh, kalau tidak kalian semua bisa menyerangku secara bersamaan. Aku ingin sedikit meregangkan ototku.” WO3PrG

Yun Che menghilangkan aura kemalasannya. Mata dinginnya menyapu sekilas ke arah orang-orang dari Universitas Huaxia, lalu dia menarik pedang hitam legam dari udara tipis. Dengan pedang di tangan kanannya, Yun Che tidak lagi terlihat lemah.

“T-tidak. I-Itu tidak ada hubungannya dengan kami.”

Langit Bieru.

Orang-orang dari Universitas Huaxia segera mundur sambil melambaikan tangan. Saat ini Yun Che memegang pedangnya, tubuhnya memancarkan aura bahaya dan mematikan. Tak diragukan lagi, dengungan pedang itu akan mengeluarkan darah siapa pun yang punya nyali untuk melangkah maju.

“Kamu… Yun Che, sepupu Presiden Yang adalah…” uDQKsb

Han Mingzhe masih tidak ingin melepas Yang Biqin, karena dia tahu lebih baik dari siapa pun bahwa hanya Yang Biqin yang tidak akan meninggalkannya kecuali itu adalah situasi hidup dan mati. Dan begitu mereka tiba di Pangkalan Barat Daya, dengan koneksi Yang Biqin, dia bisa menjalani kehidupan yang layak. Dia mungkin juga bisa masuk ke akademi dengan keahliannya. Sehingga tidak perlu lagi mengkhawatirkan keselamatannya sepanjang waktu dan bisa dapat menjalani kehidupan yang menyenangkan.

“Mayor dari Pangkalan Barat Daya. Aku tahu itu, lalu apa?”

Bamm!

“Ahh..” d62UxH

Setelah menyelesaikan kalimanya, Yun Che berjalan ke arah pintu dengan pedang di tangan. Dia mengangkat Yang Biqin dengan satu tangan dan melemparkannya ke kaki Han Mingzhe. Melihat itu Han Mingzhe yang menahan perasaan terhina dan marah, berjongkok membantu Yang Biqin.

“Profesor Han dan Presiden Yang memiliki perasaan kasih sayang yang dalam. Mengapa aku tidak membantu kalian berdua hingga bisa menjadi pasangan di neraka?”

“Tidak.”

Bamm! 5pDRQb

Han Mingzhe yang mendengar apa yang dikatakan Yun Che dengan jelas, segera menjatuhkan Yang Biqin ke tanah. Dia yang tidak peduli lagi pada wanita itu, menatap tidak percaya ke arah Yun Che yang memiliki ekspresi membunuh di wajahnya.

“Kamu… Kenapa? Aku yakin tidak pernah menyinggung perasaanmu. Aku selalu membantumu saat kamu bekerja sebagai petugas kebersihan di kantor fakultas untuk mendapatkan uang. Kenapa kamu ingin membunuhku? Hanya karena kata-kata yang diucapkan Presiden Yang?”

Han Mingzhe tidak mengerti mengapa Yun Che menginginkan kematiannya. Bahkan jika Yun Che tahu dia punya rencana untuk melawannya, semuanya itu tidak berhasil. Jika itu karena apa yang dikatakan Yang Biqin, itu jelas tidak mungkin. Wanita itu sudah mengatakan hal yang sama kepada banyak orang, tidak ada yang berkata ingin membunuhnya selama ini.

Dia tidak pernah berpikir bahwa kebencian yang dimiliki Yun Che padanya berasal dari kehidupan sebelumnya. Bahkan jika dia tidak melakukan apa pun dalam hidup ini, Yun Che tetap tidak akan melepaskannya. Q4oiS8

“Profesor Han, apakah kamu ingin membuatku tertawa?”

Yun Che mendekat selangkah demi selangkah dengan pedang di tangannya. Wajahnya dipenuhi ejekan tapi pikirannya tetap tenang dan jernih. Ini cukup mengejutkan dirinya sendiri. Di matanya Han Mingzhe sudah mati. Meskipun yang lain tidak tahu mengapa Han Mingzhe harus mati. Mereka percaya Yun Che pasti punya alasannya sendiri.

“T-Tidak! Jangan, Yun Che. Kalian harus membantuku! Tanpa Yang Biqin, kamu tidak akan memiliki kehidupan yang baik ketika sampai di Pangkalan Barat Daya.”

Han Mingzhe terus menendang kakinya karena ketakutan. Dia menggelengkan kepalanya dan memohon belas kasihan sambil berpaling ke orang lain dalam upaya untuk menghasut mereka. Dia sangat panik. X6bxRE

 

***

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!