English

Harta Karun Prajurit MudaCh96 - Kemanusiaan, Mengakhiri Kebencian

0 Comments

Penerjemah : Momo


“Aku menasihatimu, jangan bergerak jika kamu tidak ingin mati. Kakak Che adalah orang yang sangat kejam.” tZscnu

Setelah melihat ini, Zhou Zeyu dan anggota lainnya mulai bergerak mendekat, bahkan Jiang Shang yang sedari awal terlihat acuh tak acuh juga maju. Xing Feng tidak mengatakan apapun, ketika seluruh Tim Chaoyang dengan sukarela berdiri.

Tim Sampah tentu saja tidak ingin kalah. Jika bukan karena Yun Che, mereka pasti sudah mati. Jiang Yuan dan teman sekamar Yun Che lainnya juga tidak pernah menyukai Hang Mingzhe, meskipun mereka pikir membunuhnya sedikit berlebihan mereka tetap ikut bergerak mendekat.

Read more BL at langitbieru (dot) com

Kelompok dari Universitas Huaxia yang melihat itu, mundur beberapa langkah. Tidak masalah bagaimana mereka menjalani hidup di masa depan, yang paling penting saat ini adalah mereka tidak ingin kehilangan nyawa. Ini merupakan prinsip dasar yang mereka pelajari selama hampir satu bulan setelah kiamat datang.

“Sepertinya tidak ada yang ingin menyelamatkanmu lagi.” 95oH6P

Setelah melirik orang-orang Universitas Huaxia, Yun Che mendekati Yang Biqin dan Han Mingzhe, menatap mereka dengan merendahkan. Yang Biqin yang tidak peduli lagi dengan rasa sakit di tubuhnya, menarik Hang Mingzhe mendekat. Keduanya terlihat sangat ketakutan.

“Tidak, Yun Che. Mari kita bicarakan. Aku akan berlutut dan meminta maaf padamu. Tolong jangan bunuh kami.”

Han Mingzhe mendorong Yang Biqin menjauh, dia merangkak ke arah kaki Yun Che. Tidak ada lagi kesombongan di wajahnya, hanya ada seorang pengecut yang menyedihkan dan takut mati.

“Han Mingzhe, kamu…” CFNhGD

Yang Biqin yang didorong menjauh, menunjuk Han Mingzhe dengan marah dan wajahnya dipenuhi dengan kebencian. Namun, pada saat ini Hang Mingzhe tidak memedulikan apapun. Dia hanya ingin hidup. Yun Che menatap lurus ke arah mereka dengan mata dingin. Xing Feng melangkah maju untuk memegang tangannya. “Jangan mengotori tanganmu dengan hal ini. Tidak ada gunanya.”

Kemudian, sebuah pistol muncul di tangan Xing Feng. Namun, Yun Che memegangi tangannya sebelum dia menembaki mereka. Xing Feng secara refleks mengerutkan kening. Yun Che menatapnya dengan tenang sebelum berbalik dan mengeluarkan pedang yang dilemparkan ke depan Han Mingzhe.

“Bunuh Yang Biqin. Aku tidak hanya akan mengampuni hidupmu, tapi juga membawamu ke Pangkalan Barat Daya.”

Mengenai Han Mingzhe bisa sampai dengan selamat di sana atau tidak, itu bukan urusan Yun Che. 0 9HcX

“Kamu…”

“Apa kamu gila! Aku tidak mempunyai masalah denganmu. Mengapa kamu melakukan ini padaku?”

Han Mingzhe sangat terkejut hingga tidak mampu berkata-kata. Namun, Yang Biqin yang ada di belakangnya berseru dengan marah. Sepertinya dia melupakan penghinaannya pada Yun Che beberapa saat yang lalu. Yun Che sangat kuat. Jika dia adalah pemilik kekuatan ruang yang lemah, dia pasti sudah mati di tangan Yang Biqin sejak awal.

“Apakah kamu orang yang pelupa? Siapa yang menghina Kakak Che beberapa saat yang lalu?” Q syfm

Yang Biqin memang lupa, tapi akan selalu ada orang baik yang bersedia mengingatkannya.

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

“Cxe…” Tjcu Dldlc afgujujq, “C-jxe wfcujajxjc rfrejae sjcu rjijt. Alxj xjwe wfgjrj afgrlcuuecu, jxe ylrj… egut… Bjwe…”

Vfyfiew rfifrjl yfgylmjgj, gjrj rjxla sjcu wfcsfcuja alyj-alyj wecmei vl vjvjcsj. Tjcu Dldlc vfcujc ifwjt wfcecvexxjc xfqjijcsj vjc wfiltja rfyejt qfvjcu sjcu revjt wfcfwyer aeyetcsj. Gjgjt rfufgj wfgfwyfr vjgl iexjcsj vjc weijl wfcubabgl qjxjljccsj.

Pandangannya menelusuri pedang itu dan dia melihat sebuah tangan memegang gagang pedang dengan erat. Itu adalah Han Mingzhe yang masih menutup matanya. Yang Biqin melebarkan matanya dengan tidak percaya. Dia tidak pernah berpikir bahwa Han Mingzhe benar-benar akan membunuhnya. OvkRL4

“Aku minta maaf Presiden Yang. Aku hanya ingin tetap hidup…”

Slash!

Please visit langitbieru (dot) com

“Aarrggh!”

Saat Han Mingzhe membuka matanya, dia mendorong pedang itu dengan lebih kuat. Suara pedang tajam yang menembus daging terdengar. Setengah dari bilah pedang menembus jantung Yang Biqian. Wanita itu hanya mampu berteriak sebentar sebelum tubuhnya jatuh ke tanah dengan enggan. XS5rvq

Seluruh lantai dasar mall sangat sunyi. Semua orang, baik dari Universitas Huaxia maupun tim Xing Feng menatap Yang Biqin yang jatuh dan Han Mingzhe yang berlumuran darah. Tidak ada lagi rasa kemanusiaan. Ketika Yun Che mengatakan dia akan membunuh mereka berdua, Han Mingzhe memohon dengan keras padanya. Tetapi ketika dia memberinya pilihan, profesor itu memilih untuk membunuh kekasihnya tanpa ragu.

Dipermukaan Yun Che terlihat seperti memaksanya, tapi jika memikirkannya lebih dalam, Han Mingzhe-lah yang sebenarnya orang jahat dan kejam. Jelas Yang Biqin masih berjuang untuk mendapatkan kesempatan untuk bertahan hidup dengan bertarung, tapi dia justru ditusuk dengan pedang oleh kekasihnya sendiri.

“Apakah kamu sekarang puas? Aku sudah membunuhnya sesuai permintaanmu.”

Han Mingzhe berhasil bangkit meskipun dia masih terhuyung-huyung, bertindak seperti dia didorong ke dalam keputusasaan. sJKVAk

Yun Che mencibirnya. “Jangan bertingkah seperti kamu tidak bersalah, Han Mingzhe. Jika kamu benar-benar pria yang baik dan memiliki hati nurani, dengan dukungan yang sudah diberikan Yang Biqin selama bertahun-tahun,  kamu tidak akan menusuknya. Kamu seharusnya menusuk dirimu sendiri. Semua ini adalah pilihanmu sendiri. Apa kamu masih ingin menyalahkanku?”

Itu adalah perhitungan yang bagus. Ada banyak orang di sini yang ingin pergi ke Pangkalan Barat Daya. Jika Yang Biqin memang memiliki sepupu seorang Mayor di Pangkalan Barat Daya, dia pasti tidak akan membuat hidup Han Mingzhe mudah setelah mendengar semua ini. Bagaimanapun, sepupunya ada di militer, Han Mingzhe hanyalah seorang warga sipil biasa. Yun Che ingin menggunakan tangan sepupu Yang Biqin untuk membunuh Han Mingzhe.

“Kamu…”

Jelas Han Mingzhe tidak berharap Yun Che akan dapat melihat semuanya. Dia yang terkejut berusaha mendapatkan kembali ketenangannya, mencoba menghindari kontak mata dengan Yun Che. jcg9Iq

“Aku tidak mengerti dengan apa yang kamu bicarakan. Kamu sudah berjanji membawaku ke Pangkalan Barat Daya, jangan mengingkarinya.”

Tidak ada lagi yang bisa dia lakukan selain menyangkal. Bahkan otak pintar yang paling dia banggakan sekarang tampak tidak berguna di hadapan Yun Che. Belum lagi fakta bahwa Yun Che adalah pengguna kemampuan yang kuat.

“Hahaha… Jangan khawatir. Apa yang sudah aku janjikan pasti tidak akan aku ingkari.”

Yun Che tiba-tiba tersenyum, menyingkirkan pedangnya dan berbalik. “Kakak He, keluarkan semua obat dari ruangmu. Karena ini adalah mall, isi ruanganmu sebanyak mungkin dengan persediaan dari sini.” hVAadO

“Hah? Bagus sekali, terima kasih Kapten Yun!”

Setelah linglung sejenak, He Yongyi yang mendapat perintah dari Yun Che mengeluarkan semua obat yang sudah disimpan olehnya. Tumpukan obat China dan Barat segera membentuk beberapa bukit. Dengan lambaian tangan, Yun Che membuat semuanya menghilang.

“Ayo pergi juga dan lihat apakah ada sesuatu yang kita butuhkan.”

Tanpa memperhatikan orang lain, Yun Che berkata pada Xing Feng dan mulai berjalan menuju toko-toko yang ada. Tim Sampah langsung menuju supermarket di lantai dasar. Mereka memprioritaskan makanan daripada barang lainnya. f4wnBD

Ada total lima lantai di mall ini. Supermarket berada di lantai dasar. Melihat kebutuhan Tim Sampah, Yun Che tidak menghalangi mereka. Beragam kosmetik dan perangkat digital yang dijual di lantai satu, Yun Che sudah mengumpulkan beberapa laptop, ponsel, dan tablet. Dengan bantuan Xing Feng, mereka menjarah beberapa toko kosmetik kelas atas.

Kali ini, tidak ada yang berani menghentikan mereka. Orang-orang dari Universitas Huaxia hanya bisa melihat mereka semua mengosongkan tempat itu dengan kesal.

Read more BL at langitbieru (dot) com

Lantai dua menjual perhiasan seperti emas, platinum, giok, dan lainnya. Mereka tidak membutuhkan banyak hal seperti ini. Jadi Yun Che dan Xing Feng hanya mengambil beberapa hal kecil secara acak. Lantai tiga menjual pakaian dan perlengkap wanita lainnya. Mereka hanya mengambil beberapa dan melemparnya ke ruang dimensi.

Lantai empat menjual pakaian pria dan perlengkapan lainnya. Banyak anggota tim yang membutuhkannya, jadi mereka mengosongkan semua toko dengan merek ternama. Dari mantel sampai pakai dalam, tidak ada yang terlewatkan. Lantai paling atas menjual pakaian anak-anak, perlengkapan olahraga, dan berkemah. Sekali lagi, mereka menjarah semua toko yang ada. Di masa depan, mereka mungkin tidak akan pergi ke mal di pusat kota seperti ini lagi, jadi tentu saja mereka harus mengumpulkan sebanyak mungkin barang sekarang. B9j8vV

Setelah mereka menggeledah mall selama satu jam, mereka turun. Tepat pukul 5 sore, dua jam sebelum malam datang, mereka bersiap untuk pergi. Dengan kecepatan seperti ketika mereka datang, seharusnya mereka bisa sampai ke pangkalan sebelum gelap. Mereka bisa menyerahkan barang dari misi di Asosiasi Kekuatan besok. Yang paling penting sekarang adalah Yun Che sudah memulihkan kembali kekuatannya.

“Jiang Yuan, pergilah bersama kami kembali ke Pangkalan Barat Daya.”

Setelah berdiskusi, mereka memutuskan untuk segera kembali. Yun Che membagikan beberapa pakaian ke Tim Sampah dan meminta Jiang Yuan untuk ikut dengan mereka dengan santai. Dia awalnya tidak berniat untuk membawa mereka kembali, tapi mengingat mereka telah menjadi teman sekamarnya selama dua tahun dan Jiang Yuan adalah satu-satunya temannya sebelum hari kiamat datang, dia tidak keberatan mengajak mereka pergi bersama.

“Baik.” aT1XsU

Jiang Yuan dan teman-temannya, bagaimanapun sudah berencana untuk selalu bersama. Jadi mereka tidak memiliki pendapat tentang pengaturan yang akan dibuat Yun Che. Dari awal mereka hanyalah teman sekamar dan dengan Yun Che yang sangat pendiam serta sibuk, mereka menjadi tidak terlalu dekat. Ini sudah merupakan hal baik ketika Yun Che bersedia mengajak mereka pergi bersama.

“Ayo pergi. Profesor Han, urus dirimu sendiri. Kami tidak memiliki orang tambahan untuk menjagamu.”

Setelah menatap Han Mingzhe dengan mencemooh, Yun Che mengangguk ke arah Xing Feng. Lu Haixuan melangkah maju untuk mencairkan kunci.

“Tunggu!” SZ8XzQ

Tepat sebelum dia membuka pintu, seseorang berteriak dari belakang menghentikannya, diikuti oleh suara langkah kaki yang kacau. Mereka adalah orang-orang dari Universitas Huaxia.

“Tolong, bawa kami bersamamu. Kami mempunyai mobil sendiri dan tidak membutuhkan perlindunganmu. Biarkan kami mengikutimu dari belakang.”

“Tolong, tolong…”

“Tolong…” pCa7g4

Semua orang terus mohon. Setelah memperhatikan, mereka semua tahu kalau Yun Che dan lainnya berasal dari Pangkalan Barat Daya. Selama mengikutinya, mereka tidak perlu khawatir akan salah jalan dan bisa tiba di pangkalan dalam waktu singkat.

“Meskipun kalian semua memohon padaku, tapi maaf.  Demi keselamatanmu, aku sarankan lebih baik kalian pergi ke Pangkalan Barat Daya besok pagi.”

Yun Che bukannya berdarah dingin, tapi dengan banyak orang akan ada beberapa mobil nantinya. Selubung udaranya hanya mampu melindungi mobilnya sendiri. Tanpa itu, bahkan jika mereka mengikutinya, mereka hanya akan dikejar zombie di sepanjang jalan. Dan berakhir menjadi makanan para zombie.

“Kamu… Bagaimana kamu bisa begitu berdarah dingin? Kami sudah memohon padamu.” eEPu0U

“Ya, kami tidak membutuhkan perlindunganmu. Kami hanya akan mengikuti mobilmu. Tidak bisakah?”

“Kamu bukan manusia. Kamu hanyalah iblis. Kamu lebih kejam dari zombie.”

Read more BL at langitbieru (dot) com

“Sial! Apa lagi yang kamu inginkan dari kami? Memohon sambil berlutut?”

Begitulah manusia. Ketika menjadi rendah diri, mereka akan diremehkan. Dan ketika kamu menunjukkan ketinggianmu, mereka akan mengira kamu adalah orang yang paling buruk di dunia. Yun Che hanya mampu tertawa ketika melihat mereka mencela dirinya. Dia tidak punya waktu untuk menanggapi semua omong kosong ini. Yun Che menatap Lu Hiaxuan, memintanya untuk melanjutkan. JpzUqX

Roaaar…

Begitu pintu terbuka, zombie yang mencium aroma daging segar segera menyerbu masuk. Semua orang bersiap bertempur, mereka segera mengaktifkan kekuatan khususnya dan mulai membuka jalan untuk keluar.

“Tunggu aku! Tunggu aku…”

Han Mingzhe berada di belakang berteriak mencoba mengejar mereka. Untungnya semua zombie di luar sudah dibersihkan, jika tidak dia pasti akan berakhir di dalam perut zombie. z4IDOG

“Jangan membuat koridor logam dulu. Teruskan bergerak maju. Aku punya masalah pribadi yang harus diselesaikan.”

Saat memimpin timnya, Yun Che kembali menatap Han Mingzhe yang terengah-engah di belakang. Niat membunuh yang kuat kembali muncul di matanya. Shen Rui dan Lei Dashan tahu apa yang ingin dilakukan Yun Che, mereka mengangguk diam-diam. Tim yang terdiri dari 20 orang itu terus bergerak maju membentuk garis lurus. Han Mingzhe yang pada awalnya bisa mengikuti mereka mulai merasa kelelahan dan tertinggal di belakang. Bagaimanapun, dia hanyalah orang biasa dan tidak bisa mengimbangi mereka para pengguna kekuatan.

“Tidak… Tolong aku, Yun Che! Aaaah! Kamu berjanji akan membawaku ke pangkalan! Aaaaah!”

Setelah beberapa menit berlari, Han Mingzhe tersandung. Zombi yang mengikutinya mencengkeram bahu dan menggigitnya dengan keras. Han Mingzhe menangis minta tolong karena kesakitan. Tetapi bau darah segar segera menarik lebih banyak zombie yang menerkamnya dan mulai merobek dagingnya dengan mengerikan. UId pW

“Siapkan koridor, aku akan segera kembali!”

Sebelum semua orang bisa bereaksi, Yun Che yang melindungi dirinya dengan selubung udara, berbalik dan melihat Han Mingzhe yang dihancurkan oleh zombie dengan wajah tanpa ekspresi. Ketika Han Mingzhe berhenti bernapas, Yun Che masuk ke kerumunan zombie untuk melihat sisa tubuhnya. “Han Mingzhe, kamu memang pantas mendapatkannya!”

Yun Che keluar dari kerumunan zombie. Setelah menutup mata dan menarik napas dalam-dalam, dia kembali bergabung dalam pertarungan. Musuh pertamanya sudah mati. Selanjutnya, giliran seluruh orang di Keluarga Zhou!

  kdnzb3

***

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!