English

Kaleidoskop KematianCh40 - Pintu Keempat

0 Comments

Penerjemah: SelirChu

Editor: pontifexjung WUHSDB


Setelah mendiskusikan perihal Tan Zaozao, Ruan Nanzhu segera memulai pencarian mengenai isi catatan ke pintu Tan Zaozao. 

Ini akan menjadi pintu ketiga Tan Zaozao. Mengingat itu, menyelesaikan pintu ini seharusnya tidak begitu sulit, tapi berhati-hati adalah hal yang bagus; lagi pula, akan selalu lebih baik untuk berjaga daripada menyesal. Seperti sekarang, catatan di hadapan mereka memiliki lima kata di dalamnya—Wanita yang Berasal dari Hujan.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

 Setelah selesai menyelidiki lebih lanjut soal petunjuknya, Ruan Nanzhu memberitahu Lin Qiushi apa yang harus diantisipasi, dengan singkat menjelaskan latar belakang dari Wanita yang Berasal dari Hujan. Wanita yang Berasal dari Hujan merupakan potret yang dilukis oleh pelukis Ukraina. Lukisan ini menggambarkan seorang wanita pucat pasi, mengenakan topi hitam lebar; matanya tertutup dan tetesan air hujan meluap dari topinya, menetes turun di pipinya. Penampilannya seolah ia baru saja menghadiri pemakaman, bahkan pakaiannya lebih hitam dibandingkan sebuah siluet, dan raut di wajahnya sangat murung, dingin dan kosong, lebih beku dari malam musim dingin yang dinaungi awan gelap.

Lin Qiushi sudah melihat lukisan ini sebelumnya. Memang, yang ia lihat hanyalah sebuah replika; tapi, ia masih cukup akrab dengan potongan seni ini. Walau wanita misterius di dalam potret itu menutup matanya, semakin lama mereka menyelidikinya, semakin lebar matanya, secara bertahap terbuka dan menatap langsung menusuk jiwa seseorang.  V8AdjQ

Suasana dalam lukisan ini gelap dan buruk, dengan dinginnya warna hujan yang bercampur dengan nuansa gelap awan suram, memberi sentuhan ketidakharmonisan dan kegelisahan, perasaan melankolis dan ngeri. 

Bukan hanya itu, sejarah lukisan ini juga agak tidak biasa. Hasil karya ini dibeli oleh tiga orang yang berbeda, lalu pada akhirnya dikembalikan tiga kali. Menurut laporan, semua pembeli menyatakan bahwa setelah mereka membeli lukisannya, hal-hal aneh mulai terjadi. Perasaan seolah diikuti oleh wanita berbaju hitam menghantui mereka; ia seperti bayangan yang menempel di tubuh seseorang. Bahkan dalam mimpi, mereka tidak pernah bisa kabur dari sosok berhantunya. 

Setiap malam, wanita itu muncul semakin dekat pada mereka, mendekat dan mendekat … Akhirnya, para pembeli tidak bisa menahan situasi menyiksa seperti itu lagi, jadi mereka dengan cemas mengembalikan lukisan itu pada pemilik aslinya. 

Memang, lukisan ini memberi kesan tidak enak. Lin Qiushi menutup halaman web setelah membaca.  IgSCMZ

Ruan Nanzhu, yang duduk di sebelahnya, menyerahkan sebuah gelang perak dan memberitahunya bahwa ia harus memakai gelang itu di pergelangan tangannya selama beberapa hari ke depan. Selain itu, ia memberi peringatan lain, mengingatkannya untuk segera melepas dan menyembunyikan gelang itu setelah memasuki pintu, jadi orang lain tidak akan melihatnya. 

Lin Qiushi bertanya, “Apa kau takut kita akan dikenali oleh organisasi lain?”

“Yah,” balas Ruan Nanzhu, “Selain alasan itu, sebenarnya ada alasan lain.”

Lin Qiushi bertanya-tanya, “Apa alasan lainnya?” rzeqP6

Ruan Nanzhu menatap gelang itu, “Karena gelang ini dikutuk.”

Lin Qiushi: “…”

Ruan Nanzhu melanjutkan, “Oh, ngomong-ngomong, anting yang sekarang kau pakai juga dikutuk. Efeknya tidak terlalu hebat, sih.

Lin Qiushi refleks menyentuh anting ruby di lubang telinganya. Setelah ditusukkan secara paksa di telinganya oleh Ruan Nanzhu, ia benar-benar telah melupakannya, seolah benda itu sejak awal tidak pernah berada di sana. Wajar jika ia sedikit terkejut saat mendengar pernyataan Ruan Nanzhu, “Ini dikutuk?” 1 kva9

Ruan Nanzhu menanggapi, “Ya, tapi kau tidak perlu khawatir. Selain fakta bahwa anting itu bisa digunakan untuk menemukan seseorang, sebenarnya benda itu tidak berguna.”

Setelah diyakinkan oleh Ruan Nanzhu, Lin Qiushi mengangguk lega. 

Berbicara soal benda terkutuk, Lin Qiushi masih belum tahu bagaimana cara menggunakan buku harian yang dibawa Ruan Nanzhu dari pintu sebelumnya. Satu-satunya hal yang ia tahu adalah jurnal itu tidak bisa digunakan untuk mencatat apapun seperti buku catatan normal, karena apapun yang tertulis di atasnya akan menghilang secara ajaib. 

Ruan Nanzhu berkata, “Tidak perlu terburu-buru. Kau punya cukup banyak waktu untuk mencari tahu fungsi jurnal itu.” jABPnJ

Lin Qiushi mendengus setuju. 

Lin Qiushi menggunakan setiap waktu di hari berikutnya untuk mencari tahu lebih banyak soal petunjuk yang mereka terima. Tapi, tidak peduli betapa banyak ia mencari di web, tidak ada lebih banyak informasi mengenai Wanita yang Berasal dari Hujan. Lukisan ini sudah lama dilarang di galeri seni dan pameran, dengan alasan bahwa setiap kali lukisan ini dipajang, para pengunjung akan mengalami tekanan emosional dan dalam banyak kasus, halusinasi.

Please visit langitbieru (dot) com

Dikatakan bahwa pelukis asli potret ini menderita beberapa gangguan mental, yang menyebabkan terwujudnya lukisan berhantu yang dipenuhi oleh penderitaannya. Tentu saja, pernyataan resmi yang dirilis ke publik mengatakan bahwa insiden ini hanya dikaitkan dengan fakta bahwa pelukis ini menggunakan produk berbahaya—cat terkontaminasi dan kanvas tidak steril—saat melukis. Tapi entah ini kenyataan atau bukan, tidak ada yang tahu.

Apa yang terjadi pada lukisan ini sekarang masih menjadi misteri tak terselesaikan. Tapi diduga lukisan itu sudah disegel, jauh dari pandangan semua orang. Zq1zBi

Tan Zaozao juga memahami petunjuk yang berkaitan dengan pintunya. Pikirannya tidak terganggu dan pembawaannya percaya diri dan tenang. Ia benar-benar orang yang berbeda dari Xu Xiaocheng di pintu sebelumnya, yang akan menangis dan berteriak nyaris pada setiap hal, dari hembusan angin hingga gesekan rumput. 

Tan Zaozao mengaku bahwa itu semua hanyalah bagian dari akting, yang membuat Ruan Nanzhu mengejek penuh hinaan. 

“Apa yang kau tertawakan?” Merona karena malu, Tan Zaozao menjadi sangat marah.

Ruan Nanzhu membalas, “Apa? Apa aku tidak boleh tertawa jika seseorang melawak?” l1mBZi

Tan Zaozao mendengus keras, lalu berkata, “Apa kau akan berpakaian seperti wanita lagi kali ini?”

Ruan Nanzhu: “Aku tidak akan berpakaian seperti wanita kali ini.”

Tan Zaozao: “Kenapa tidak …” Ia kelihatannya sangat kecewa. 

Ruan Nanzhu: “Ada deh.” ClnUuI

Saat keduanya lanjut mengobrol, Lin Qiushi tanpa sadar menjilat es krimnya di samping, memakannya perlahan-lahan. Beberapa saat kemudian, Tan Zaozao mengalihkan pandangannya pada Lin Qiushi, dan merengek manja, “Linlin, tolong rayu ia agar berpakaian seperti wanita.”

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Lin Qiushi: “ … Memangnya penting apakah ia berpakaian sebagai wanita atau tidak?”

Kjc Ijbhjb wfcutfij cjqjr yfgja, “Ct, afcae rjpj lsj! Vjsjcu rfxjil xjije lj alvjx wfcufcjxjc qjxjljc kjclaj, wfculcuja yfajqj mjcalxcsj lj rjja wfcufcjxjc lae!”

Olc Hlertl: “…” Bfcjqj lj ajvl rfwqja  qfgmjsj xjije Kjc Ijbhjb jxjc wfwlilxl jijrjc sjcu ibulr? Z4IGPc

Vjja ecaex wfwjrexl qlcae rfwjxlc vfxja. Bjgfcj lcl yjge qlcae xfalujcsj, Kjc Ijbhjb wjrlt yfiew ylrj wfwqfgxlgjxjc kjxae xfvjajcujc qlcaecsj vfcujc yjlx. Ljrlicsj, Olc Hlertl, sjcu afgalveg vjijw vjwjl vl gjcpjcu qjvj rejae wjijw, weijl afgyjcuec qjvj pjw sjcu iejg yljrj. Ufgjrjjc yjtjsj vjc ufilrjt alyj-alyj wfcutjcajwcsj, vjc rfyfiew lj rjvjg, xjwjg sjcu yljrjcsj ojwliljg weijl yfgqeajg wfcpjvl ujwyjgjc ijlc.

Benar saja, setelah Lin Qiushi membuka matanya, ia melihat dinding di sekitarnya telah berubah, dan digantikan oleh dua belas pintu menakjubkan. Kedua belas pintu membentuk lingkaran di sekitarnya, dengan ia ditempatkan di tengah-tengah. 

Lin Qiushi bangkit dari ranjangnya dan segera mengganti pakaian, sebelum ia menghampiri pintu ketiga. Ia menarik napas panjang dan dalam, menguatkan hatinya untuk apapun yang datang, kemudian membuka pintunya.

Dalam sekejap, pemandangannya berubah.  vmoxzw

Setelah gelombang mualnya mereda dan pandangannya menjadi jelas, ia baru tersadar sepenuhnya pada dunia yang ia tuju.

Berdiri di hadapan Lin Qiushi adalah sebuah kastil kuno yang megah, kelihatannya berusia ratusan tahun. Kastil tersebut berdiri sangat tinggi dan tegak di tengah tanah yang terasing, dikelilingi oleh pagar besi yang tidak dapat ditembus. 

Read more BL at langitbieru (dot) com

Lin Qiushi berdiri sendiri di samping sepetak semak. Padang rumput tandus terentang sejauh mata memandang; tidak ada satu jiwa pun yang terlihat. Mengingat instruksi Ruan Nanzhu dalam benaknya, hal pertama yang ia lakukan setelah memasuki dunia ini adalah melepas gelang di pergelangan tangannya.

Tidak seperti sebelumnya, ketika ia bertemu dengan orang lain sebelum menit pertama kedatangannya, kali ini ia benar-benar sendirian, sangat terisolasi dan tidak memiliki rekan, setelah memasuki pintu. Untungnya, ia belum menemukan tragedi atau kejadian horor apapun setelah tiba di sini, dan ia hanya bisa berharap kalau keberuntungannya bertahan hingga ia bertemu orang lain yang hidup.  gbvPuk

Saat ia berjalan menuju gerbang kastil, Lin Qiushi melihat pemandangan yang suram. 

Lahan kastil itu kelewat terlantar dan sunyi, dikelilingi oleh semak belukar tak terawat yang belum dipangkas entah berapa lama dan rumput liar tumbuh tak terkendali.  Tanaman hijau tumbuh lebat, dengan dedaunan ivy yang menjuntai, menutupi segala sesuatu di jalan dan menghalangi pandangan pendatang. Di belakang pagar besi ada kabut tak berujung yang menyelubungi area itu dan tampaknya mengancam nyawa penyusup. Hanya lirikan sekilas telah membuat para pengunjung merasa tidak nyaman, ingin menjauh sejauh mungkin dari kabut yang memberikan aura negatif tersebut. 

Lin Qiushi berangsur-angsur meminimalisir jarak antara ia dan pintu kastil. Tapi, sebelum ia sempat menginjakkan kaki ke dalam, ia mendengar ratapan duka yang menusuk dari dalam. 

“Tolong! Tolong aku, ah—” Tangisan itu terdengar seperti tangisan wanita muda. Seperti hampir hilang kewarasan, ia jatuh ke tanah, pikirannya benar-benar hancur. Teriakannya sangat pilu dan serak, sangat tak tertahankan untuk didengar oleh telinga orang lain.  VTIYtm

“Bisakah kau berhenti menangis? Kau sudah menangis seperti ini selama lebih dari satu jam.” Seseorang di dalam kerumunan mengomel, kesabaran mereka atas tangisan menyedihkannya menipis. “Jika kau tidak percaya pada kami, maka keluarlah dan lihat. Lihat sendiri apa kau bisa pergi dari tempat ini.”

Lin Qiushi segera mengenali situasi ketika ia mendengar ini. Kejadian semacam ini biasa terjadi dan tak terhindarkan kapanpun ia memasuki dunia pintu—seorang pendatang baru telah muncul. 

Mereka yang datang ke dunia ini untuk pertama kalinya selalu berada dalam keadaan gila dan denial, selalu mencoba untuk merasionalisasikan hal yang tidak mungkin; tapi, reaksi mereka sudah diduga. 

Sambil memikirkan ini, Lin Qiushi membuka pintu besar menuju ke kastil dan masuk ke dalam.  IBqAtG

Sekarang, baru lima orang yang berkumpul di dalam dunia ini, duduk atau berdiri diam di aula lantai satu kastil. Meski melihat Lin Qiushi masuk, mereka tidak menyapanya; hanya menatapnya dingin atau mengawasinya waspada.

Lin Qiushi dengan santai menemukan tempat untuknya duduk dan mulai memindai area di sekitarnya. Dalam sekejap, ia menemukan apa yang ia cari di dalam kerumunan. 

Terletak agak jauh dari kerumunan, terlihat seorang pria yang terlihat menarik mengenakan kaos sederhana dan jaket denim. Meski pria ini hanya duduk di pojok yang tak mencolok, ia masih menarik cukup banyak perhatian. Hanya penampilan mengagumkannya saja sudah cukup untuk menangkap para penonton, dan tahi lalat yang terlihat seperti tetesan air mata asmara di sudut matanya menekankan pesona sensualnya. Ekspresi di wajahnya dingin dan auranya menindas, benar-benar tak terjangkau, tapi orang disekitarnya tidak bisa menahan diri untuk tidak terus menerus menatapnya. 

Baru sekarang Lin Qiushi samar-samar memahami kenapa Ruan Nanzhu lebih suka berpakaian seperti wanita. Meski wanita cantik alaminya menarik perhatian, keberadaan mereka sudah biasa. Tapi, seorang pria secantik dirinya adalah pemandangan langka yang jelas akan menarik perhatian yang tidak perlu; bukan hanya ia akan menarik perhatian orang lain, ada juga kemungkinan ia akan menarik perhatian dari makhluk yang salah.  etjr9T

Ruan Nanzhu merasakan tatapan tersebut. Ia menatap Lin Qiushi dengan tatapan datar dan tak peduli, lalu membuang muka. 

Gadis yang menangis itu jelas seorang pendatang baru, seseorang yang baru saja tiba di dunia ini. Ia kelihatannya tidak bisa menerima situasi tidak logis yang menjebaknya, dan hanya bisa meratapi nasib buruknya dengan tangisan masam. 

Ia duduk di sofa, dan air matanya mengalir melalui mata merahnya yang dipenuhi teror dan kecurigaan. Ia segera memelototi yang lain dan dengan jengkel tergagap, “Dimana ini? Bisakah kau lepaskan saja aku? Ini hanya program TV, kan? Aku benar-benar tidak mau berpartisipasi, kumohon—”

“Ini bukan acara TV! Argh, sialan, kau sangat mengganggu! Yang kau lakukan sejak tadi hanya menangis dan berteriak tanpa henti! Demi apapun, diamlah! Otakku benar-benar akan meledak karena tangisan sialmu!” Benang terakhir yang menahan amarahnya terputus, dan pria muda yang tidak bisa lagi menahan tangisan gadis itu akhirnya meledak, mengomel kasar. “Kalau kau mau menangis, silahkan, tapi tinggalkan kami dan keluarlah dari sini dulu! Kemanapun kau mau pergi itu urusanmu sendiri; berhenti mengganggu kami!” vOBZhd

Air mata gadis itu segera berhenti karena amukan marah pria itu. Ia melihat keadaan agresif pria itu, dan tersedak kaget. Wajahnya merona merah, saat ia menelan teriakan mengancam yang akan keluar dari bibirnya. 

Terlepas dari seberapa kerasnya keributan itu, semua orang dalam ruangan tersebut menutup mata, berpura-pura tidak menyaksikan apapun. Bicara terus terang, lebih baik untuk menerima kenyataan situasi ini secepat mungkin; sayangnya, ketika dihadapkan dengan perubahan besar yang mengerikan seperti ini, kebanyakan orang enggan menerima atau beradaptasi dengan keadaan.

Story translated by Langit Bieru.

Dengan sebuah hentakan, pintu kastil terbanting dan terbuka lebar, sekelompok orang berturut-turut memasuki tempat itu. 

Tan Zaozao adalah orang terakhir yang masuk ke dalam. Ia mengenakan gaun berwarna jingga halus dan sebuah bros putih disematkan di dadanya. Ekspresinya halus, sangat menyayat hati, dan ia mengeluarkan isakan pelan dari waktu ke waktu, menangis tersedu-sedu.  xtm9AE

Sayang sekali seseorang telah mencuri perannya sebelum ia bahkan bisa menyombongkan kemampuan beraktingnya. Gadis pemula itu sudah menangis lebih dari satu jam, tapi ia masih tidak menunjukkan tanda-tanda berhenti. Setelah dimarahi oleh pria muda itu, ia terdiam selama kurang dari lima menit, lalu mulai menangis keras lagi, tubuhnya gemetar hebat sambil terisak. Telinga Lin Qiushi sudah tuli sejak tadi karena rengekannya yang tak henti-henti. 

Tepat lima wanita dan lima pria, sepuluh orang berkumpul di lantai dasar kastil tersebut. Diantara mereka ada dua anak baru—heroine tragis, yang kantung air matanya kelihatan tidak berfungsi dengan baik hingga ia terus menangis berjam-jam, dan seorang remaja berambut hitam yang gemetar, ia meringkuk seperti gumpalan jamur di pojok sejak ia masuk. 

Setelah semua orang berkumpul bersama, terdengar bunyi bel di dalam aula kastil. Tak lama berselang, seorang pria dengan jas hitam muncul di kaki tangga. 

Pria itu menghampiri mereka dengan langkah ringan yang berwibawa dan menyapa mereka dengan senyum sopan, “Kalian akhirnya sampai. Tuanku sudah menunggu kehadiran kalian untuk waktu yang lama. Silahkan.” eRd7AC

Dengan begitu, ia berbalik dan berjalan menuju lantai dua. 

Mereka yang akrab dengan situasi seperti ini tahu bahwa ini adalah sebuah tanda, kemungkinan petunjuk, jadi mereka mengikuti si pelayan dari dekat. Sementara kedua pemula itu, meski mereka tidak tahu apa yang tengah terjadi, mereka tidak berani menjauh dari kerumunan. Akhirnya, mereka berdesakan dengan yang lain dan ikut ke lantai dua. 

Interior di dalam kastil luas dan lega, tangga yang membawa mereka ke lantai dua sangat panjang, hingga terlihat seakan tidak ada akhirnya. Setelah melewati tangga tak berujung, mereka menyusuri koridor sempit tanpa batas. Beberapa lampu minyak yang tergantung di koridor remang-remang, menerangi jalan mereka, sesekali berkedip. Beberapa lukisan minyak yang tidak biasa tergantung di bawah sinar redup cahaya. 

Mengapa ia merasa lukisan-lukisan ini sangat aneh? Yah, tepatnya karena subjek karyanya nyaris tidak bisa dikenali di lukisan cat minyak manapun. Satu menit, lukisannya terlihat menunjukkan pemandangan dan pada detik berikutnya, memperlihatkan kehidupan sosok manusia. Benturan warna yang tak menentu dan serampangan menggores kanvas, menghasilkan lengkungan gambar yang menimbulkan rasa gelisah dan tak nyaman pada orang.  g4cX8A

Karpet merah di lantai kastil meredam suara langkah kaki semua orang. Selain bisikan samar dari api yang berkilau, seisi koridor itu sangat sunyi, tanpa ada suara apapun.

Di ujung koridor terdapat pintu kayu yang sedikit terbuka. Pelayan itu melangkah maju menuju pintu dan menariknya. Ia lalu membungkuk rendah, dengan sopan mengulurkan tangannya sebagai gestur undangan. 

Ruan Nanzhu melangkah maju, memimpin dan memasuki ruangan. 

Lin Qiushi mengikutinya di belakang, lalu melihat sebuah pemandangan yang menakjubkan.  CXnUQf

Ternyata, pintu yang terbuka itu sebenarnya menuju ke ruang makan. Di tengah ruangan itu terdapat sebuah meja makan besar, dimana berbagai macam hidangan lezat ditempatkan di atasnya. Dan di ujung meja makan itu, duduk tuan rumah mereka; sang nyonya istana, menurut kata-kata si pelayan. 

Seorang wanita ramping yang mengenakan pakaian gothic; seluruh busananya, mulai dari gaun panjang yang berkibar hingga topi lebar yang bertakhta di atas kepalanya berwarna hitam gelap. Wajahnya abu-abu seperti mayat, nyaris sepucat hantu. Mata tinta kelamnya sangat lebar; di bawah cahaya lampu yang redup, mata tanpa jiwanya menunjukkan jurang gelap tanpa jalan keluar. Bibir tipisnya, yang ditutupi lipstik tebal; melengkung membentuk senyum samar—jika memang bisa dinyatakan sebagai senyuman. 

Pemandangan mengerikan yang dibuat oleh wanita itu membuat bulu kuduk seisi kerumunan berdiri. Keheningan melanda setiap orang dalam ruangan; tidak ada siapapun yang berani mengeluarkan suara. Bahkan si pemula, yang masih menangis beberapa saat yang lalu, sudah berhenti menangis ketakutan. 

“Silahkan, Anda sekalian lebih dulu.” Suara pelayan itu menggema di aula yang suram. “Selamat menikmati jamuan ini. 6jJLk3

Seperti biasa, Ruan Nanzhu adalah orang pertama yang bereaksi. Ia secara acak memilih kursi untuk duduk, lalu meraih handuk tangan basah yang telah disediakan dan membersihkan tangannya. 

Lin Qiushi duduk di sebelahnya. 

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Satu demi satu, yang lain mulai mengisi tempat yang kosong. Setelah semua orang duduk, nyonya rumah mengangkat sebuah bel kecil dan membunyikannya, menandakan dimulainya perjamuan. Dari awal hingga akhir, ia tidak mengatakan sepatah katapun;  ekspresi seramnya juga tidak berubah sedikitpun. Ia dengan tenang mengangkat pisau dan garpunya kemudian perlahan-lahan mulai melahap makanan di hadapannya. 

Lin Qiushi memerhatikannya dari ujung matanya. Ia menyadari tangan wanita itu terlalu besar untuk proporsi tubuhnya yang kurus kering. Buku-buku jarinya menonjol dan kuku-kukunya berwarna abu-abu kebiruan yang pucat. Dengan tangan keriput itu, ia dengan elegan mencengkram peralatan makan yang dingin dan mengiris steak mentah di piringnya, sebelum menusuk potongannya dengan garpu. Ia lalu mengarahkan garpunya dengan hati-hati ke mulut merahnya yang lebar, darah dari daging mengalir melalui bibirnya.  eTCiB

Apa yang baru saja ia lihat terlalu menjijikan sehingga Lin Qiushi langsung menyimpan kecurigaan mengenai apakah nyonya rumah manusia atau bukan. Ia tidak tahan lagi menyaksikan pemandangan menyakitkan itu, Lin Qiushi lalu mengalihkan matanya dan menyadari kalau Tan Zaozao, yang duduk di sebelahnya, menatap nyonya rumah dengan obsesif … Seakan ia telah tersihir oleh iblis. 

Lin Qiushi terbatuk pelan, menarik kembali perhatian Tan Zaozao ke masa kini. “Makan,” gumam Lin Qiushi. 

“En.” Tan Zaozao kelihatannya sudah mengetahui perilaku anehnya. Setelah mengangguk singkat, ia menundukkan kepalanya dan memotong steaknya, tidak mau melihat siapapun lagi. 

Hidangan itu anehnya enak. Setiap sajian, dari makanan pembuka hingga makanan penutup, memiliki rasa kaya yang lezat. Jika bukan karena kesulitan yang mereka alami saat ini, mereka tidak akan ragu menelan setiap gigit kelezatan di depan mereka; sayangnya, tidak seorangpun yang benar-benar memiliki nafsu makan untuk menikmati makanan berkualitas tinggi sekarang.  GfDl2a

Tentu saja, kecuali Ruan Nanzhu, siapa yang memiliki nyali sebesar itu. Ia tidak menunjukkan sedikitpun ketidaknyamanan atau keseganan untuk makan, bahkan sejak ia duduk di meja. Nyatanya, ia menelan seluruh makanannya, menjilat piringnya hingga bersih dan masih memiliki ruang untuk buah-buahan.

Pada akhirnya, semua orang malah menyaksikan nafsu makan Ruan Nanzhu yang besar. Namun, seakan ia tidak merasakan apapun yang tidak wajar atau canggung mengenai suasana saat itu, ia hanya terus mengisi perutnya sepuas hati. 

Setelah ia selesai makan, ia dengan tenang meletakkan pisau dan garpunya kemudian menyeka mulutnya hingga bersih. 

Baru setelah orang terakhir menyelesaikan makan mereka, si nyonya rumah dalam diam berdiri dari kursinya dan perlahan-lahan berjalan menuju pintu. M 5dUB

Pelayan itu mengumumkan, “Tamu yang terhormat, nyonyaku sekarang akan mengantar kalian menuju apa yang telah kalian tunggu-tunggu. Jika kalian bersedia, silahkan ikuti dia.”

Kerumunan itu buru-buru mengikuti sang madam, menaiki tangga yang berliku. 

Hanya Tuhan yang tahu berapa tingkat yang dimiliki kastil tua itu. Saat ia menaiki tangga, Lin Qiushi terus menghitung jumlah lantai yang telah ia lewati; sang nyonya membawa mereka ke lantai tujuh. 

Ia maju dengan cepat ke ujung lorong lantai ketujuh, membuka sebuah pintu dan melangkah masuk ke dalam.  GU5eK

Tidak berani mengikutinya masuk, semua orang memilih untuk mengawasi situasi dari luar pintu. 

Dinilai dari interiornya, ruangan di hadapan mereka kemungkinan besar adalah studio. Berbagai macam alat lukis—kuas dengan bermacam ukuran, palet kayu untuk mencampur warna, sketsa yang berserakan, wadah cat, kain dengan noda dan lebih banyak lagi—tapi yang paling menarik perhatian ialah sebuah kanvas yang ditutupi oleh terpal katun, berdiri mencolok di tengah ruangan. 

Saat itu, suara si pelayan terdengar dari belakang mereka, “Lukisan yang sudah lama ditunggu-tunggu akan diselesaikan dalam beberapa hari. Selama beberapa waktu ini, harap jaga rasa penasaran Anda; kami akan sangat menghargai jika Anda tidak membuat masalah. Anda bisa meluangkan waktu untuk menikmati pemandangan menawan dari kastil megah ini. Setelah nyonyaku menyelesaikan lukisannya, kau akan bisa mengaguminya dengan mata kepalamu sendiri.”

Setelah mendengar pidato orang itu, Lin Qiushi akhirnya mengidentifikasi peran mereka. Menurut si pelayan, mereka adalah para pelanggan yang mengagumi keterampilan melukis sang nyonya, dan mereka akan menginap di kastil ini selama beberapa hari, hingga nyonya itu menyelesaikan karya seninya. Dengan informasi ini, ia menduga bahwa kuncinya memiliki hubungan dengan hasil akhir lukisan si nyonya.  fAHdul

“Kalian tidak boleh mengganggu nyonyaku saat ia sedang berkarya,” Si pelayan menginformasikan. “Sekarang sudah semakin gelap, jadi silakan kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat.”

Dengan begitu, ia mengantar semua orang kembali ke lantai bawah. 

Read more BL at langitbieru (dot) com

Tempat tinggal mereka berada di lantai tiga, satu kamar satu orang. Kuncinya diberikan kepada setiap orang secara acak dan nomor yang dicetak di atasnya berhubungan dengan nomor ruang kamar baru mereka. 

Lin Qiushi agak beruntung, karena kamarnya berhadapan langsung dengan Ruan Nanzhu. Sayangnya, hal yang sama tidak terjadi pada Xu Xiaocheng. Kamar yang didapat oleh gadis itu berada di sudut terjauh, ia mencengkeram kunci di tangannya dengan getir dan menggerutu sendiri selama berjam-jam. MAtXKp

Kamarnya cukup besar dan lega, dilengkapi dengan dekorasi yang indah. Baik ranjang nyaman dengan ukuran luar biasa, atau meja rias dengan ornamen yang rumit, semuanya benar-benar menakjubkan. Seluruh kamar tidur mencerminkan sentuhan masa lalu, membawanya kembali ke Zaman Renaissance. 

Nyonya kastil tampaknya sangat menyukai lukisan, sampai-sampai ia memasang sebuah lukisan di tengah kamar. Lukisan itu menggambarkan sebuah kastil terpencil yang ditutupi oleh rinai hujan; suasana di dalamnya cukup gelap dan meresahkan. Lin Qiushi melihat lukisan itu untuk beberapa waktu, sebelum melepasnya dari dinding, menempatkannya di tanah dan menutupinya dengan kain. 

Karena petunjuk yang mereka terima adalah Wanita yang Berasal dari Hujan, Lin Qiushi memiliki alasan untuk percaya bahwa semua lukisan di dunia ini merupakan pertanda buruk. 

Setelah mandi, ia kembali ke ranjangnya. Sebelum tidur, ia memeriksa ponselnya karena kebiasaan; tidak mengejutkan, tidak ada sinyal.  aTyRPu

Ia lalu berbaring di ranjang sebentar. Waktu berdetik, berjalan perlahan-lahan. Akhirnya, Lin Qiushi bangun dan pergi ke kamar di seberangnya, mengetuk pelan pintunya.

Pintu berderit saat Ruan Nanzhu membuka pintu untuk Lin Qiushi. 

“Nanzhu.” Lin Qiushi masuk ke dalam dan menyadari bahwa di kamar Ruan Nanzhu juga ada sebuah lukisan. Lukisan itu sepertinya menggambarkan semak-semak di gerbang kastil, dan seperti lukisan di kamarnya, cuacanya mendung dan hujan. 

“Nah.” Ruan Nanzhu kembali ke sisi Lin Qiushi setelah keramas; tetes air tergantung di surainya, perlahan-lahan mengalir turun melalui lehernya. Sambil mengeringkan rambutnya yang basah, ia bertanya, “Apa yang kau temukan.” 08fJQz

“Ia terlihat sangat mirip dengan Wanita yang Berasal dari Hujan.” Lin Qiushi memulai, “Seakan-akan ia sendiri keluar dari dalam lukisan.”

Ruan Nanzhu merenung sambil berpikir, “Memang.”

Meski ia belum mengatakannya secara langsung, sudah jelas kalau perkataan Lin Qiushi tertuju pada sang nyonya rumah. Siapapun yang sudah melihat Wanita yang Berasal dari Hujan dan nyonya dari kastil kuno ini, pasti akan menghubungkan keduanya; kemiripan mereka terlalu luar biasa.

Ruan Nanzhu menunjuk pada lukisan yang tergantung di dinding, “Apa di kamarmu juga ada lukisan?” DTwxrz

Lin Qiushi mengangguk, “Ya. Tapi gambarnya sangat berbeda. Lukisannya berupa sebuah kastil tua.”

“Singkirkan itu.” Ruan Nanzhu memberi instruksi. 

“Sudah kulakukan.” Lin Qiushi menjawab, “Bagaimana dengan Tan Zaozao?”

Ruan Nanzhu berkata, “Aku akan pergi dan memeriksanya nanti. Jika perlu, aku mungkin akan memintanya datang kemari dan tidur bersamanya saat malam.” Mgl3oH

Lin Qiushi bergumam paham. 

Ruan Nanzhu: “Kau tidak mau mengatakan apapun?”

Langit Bieru.

Lin Qiushi mengira Ruan Nanzhu bertanya soal petunjuk apapun, jadi ia hanya menggelengkan kepalanya, menandakan kalau ia tidak menemukan petunjuk lainnya dan berkata bahwa ia akan mencari lagi besok. 

Ruan Nanzhu: “… Lupakan, itu tidak penting.” TAxz5n

Bicara jujur, jika ia memiliki pilihan untuk masalah ini, Lin Qiushi lebih suka tinggal dengan Ruan Nanzhu sekarang, karena mereka berdua cenderung saling bergantung, saling menjaga. Tapi, ia masih harus memikirkan Tan Zaozao, yang benar-benar perlu mereka perhatikan dan lindungi. Dengan pemikiran tersebut, Lin Qiushi tidak punya pilihan selain menelannya dan menerima pengaturan saat ini.

Setelah mengobrol dengan Ruan Nanzhu selama beberapa saat, Lin Qiushi kembali ke kamarnya. 

Tapi ketika ia memasuki kamar, ia terdiam di tempat, tidak bisa mengalihkan pandangannya dari lukisan di dinding—lukisan itu sekarang tergantung kembali di tempat asalnya setelah disingkirkan dari dinding beberapa saat yang lalu …

“ …” Setelah terdiam untuk waktu yang lama, Lin Qiushi melangkah maju untuk menurunkan lukisan di dinding, sekali lagi.  2Ebw7Z

Kali ini, ia tidak hanya mendorongnya ke ujung kamar dan menutupinya dengan kain; tapi, ia memasukkan lukisan itu ke dalam sebuah laci, lalu meletakkan bangku berat di depannya.

Saat malam, deru gelora badai tiba. Lin Qiushi berbaring di tempat tidur, mendengarkan isak getir hembusan angin yang terus berlanjut, meniup dedaunan di puncak pohon. 

Sebuah lampu kristal megah tergantung di langit-langit kamar tidurnya.  Menderita insomnia, Lin Qiushi menatap kosong ke lampu gantung yang tidak menyala di atas, pikirannya mulai mengembara ke tempat lain. Ia tahu kalau ia harus tidur, tapi kelihatannya ia tidak bisa tidur. Ia hanya berharap ia bisa mengosongkan seluruh pikirannya dan tidur saja, tapi setiap detik berlalu, tanpa daya, ia hanya semakin terjaga. 

Angin di luar semakin kencang; lolongannya yang tidak menyenangkan semakin mengeras, semakin meresahkan. Lin Qiushi tiba-tiba mencium bau samar hujan di udara, aroma unik dan menyegarkan yang terbentuk saat percikan hujan terjatuh di tanah yang kering. Awalnya, aromanya agak lembut, tapi semakin lama semakin kuat, akhirnya merasuki tiap ujung kamarnya. Dalam seketika, aroma lembap yang sangat kuat menyerang lubang hidung Lin Qiushi.  ulRarH

Lin Qiushi sejak tadi terus menerus menatap langit-langit, dan sebelum ia sadar, sepetak air gelap mulai muncul di atas kepalanya, dengan jelas terlihat di dinding yang putih. Ia menggosok matanya kasar, yakin bahwa matanya salah melihat. Tapi, noda basah itu masih ada di sana, di tempat yang sama … Jelas, ini bukan hanya potongan dari imajinasinya. 

Bukankah seharusnya ada kamar lain di atas kamarnya? Bagaimana mungkin ada air bocor? Perasaan ngeri melanda Lin Qiushi, sambil ia berangsur-angsur meningkatkan kewaspadaannya pada situasi ini. Noda air keruh semakin gelap dan jelas, kelihatannya terdistorsi  tepat di depan matanya. Tidak berani lanjut berbaring di ranjangnya, ia segera bangun dan menyalakan lampu. 

Dalam seketika, kamar itu menjadi terang. Segera setelah lampu menyala, Lin Qiushi kembali melihat ke atas, hanya untuk melihat langit-langit yang kosong … Tidak ada apapun di sana.

Apa itu hanya halusinasinya saja? Atau apakah sebuah pertanda? Lin Qiushi memutuskan untuk kembali mematikan lampunya. Tentu saja, noda hitam itu kembali muncul dalam kegelapan. Percikannya jauh lebih besar dari sebelumnya, kemudian segera melengkung aneh membentuk … Wujud seorang wanita. 4AvIcb

Lin Qiushi kembali menyalakan lampu. 

Ia menelaah sekitarnya, lalu berjalan ke arah jendela, memutar kunci dan membukanya. 

Sudah mulai hujan di luar. Rintik yang jatuh tidak begitu lebat, tapi tetes-tetes halusnya jelas dan keras; percikan air dingin yang terus menerus menyentuh daun, menimbulkan suara nyaring yang stabil. 

Lin Qiushi melihat pemandangan di luar jendela, memerhatikan taman gelap yang diselimuti oleh tirai hujan halus. 86jwsZ

Sesosok gelap tersembunyi di kedalaman taman yang tersembunyi, mengenakan jas hujan dan topi lebar. Ia berdiri diam di tengah semak-semak dan diam-diam menatap kastil tua, seperti tamu yang menunggu untuk memasuki tempat itu, seperti pemilik rahasia yang memeriksa rumah mereka sendiri. 

Tapi setelah diperhatikan lebih dekat pada sosok tidak jelas itu, ternyata sosok itu hanyalah bayangan sebatang pohon; berbentuk seperti manusia yang samar dan kabur, segera menghilang sepenuhnya seakan memudar dalam siluet pohon.

Read more BL at langitbieru (dot) com

Kelihatannya syaraf Lin Qiushi mulai lelah, ia menciptakan ilusi yang agak menakutkan untuk menipu pikirannya. 

q3dEoe

Translator's Note

The Woman of the Rain juga dikenal sebagai The Rain Woman (Wanita Hujan). Merupakan lukisan terkutuk yang dibuat oleh pelukis Ukraina, Svetlana Telets. Dikatakan bahwa pelukisnya mungkin melukisnya melalui otomatisme surrealism.

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!