English

Kaleidoskop KematianCh8 - Dewa Jahat

0 Comments

Penerjemah: SelirChu

Editor: pontifexjung HkBO5a


Lin Qiushi berpikir bahwa ia belum melihat cuaca sebaik ini untuk waktu yang lama. Angin dan salju sudah berhenti dan matahari yang hangat menggantung di udara. Kehangatan kembali ke tanah seakan semua yang terjadi kemarin malam hanya mimpi buruk biasa yang tidak penting.

Ia juga melakukan sesuatu yang sangat jarang ia lakukan, Lin Qiushi berbaring di kasur dengan Ruan Baijie sebentar, mengobrol tentang banyak hal mulai dari puisi, lagu hingga filosofi kehidupan.

Read more BL at langitbieru (dot) com

Kemudian Ruan Baijie merasa lapar dan meminta Lin Qiushi pergi untuk mencari makanan.

Lin Qiushi pergi ke dapur dan melihat bahwa semua orang telah bangun lebih pagi. Mereka sedang makan dan mendiskusikan tentang kunjungan mereka ke rumah si tukang kayu nanti. 5 buDJ

Xiong Qi melihat Lin Qiushi dan menyapanya, bertanya dimana Ruan Baijie berada.

“Masih di ranjang,” kata Lin Qiushi. “Katanya hari ini terlalu dingin dan ia tidak mau bangun. Aku akan membawa sesuatu untuknya.”

“Oh,” kata Xiong Qi. Ia juga memberitahu Lin Qiushi bahwa mereka akan pergi sebentar dan lebih baik bagi Lin Qiushi untuk ikut. Pada hari biasa, semua orang mungkin akan curiga bahwa Lin Qiushi dan Ruan Baijie telah melakukan sesuatu di kamar. Tapi, setelah apa yang terjadi di malam sebelumnya, jika Lin Qiushi dan Ruan Baijie masih memiliki keinginan dan energi untuk melakukan aktivitas semacam itu, maka mereka pasti diberkati dengan cara mereka sendiri oleh Tuhan.

Xiong Qi terutama ingin menanyakan hal-hal tentang sumur saat kunjungan mereka ke rumah si tukang kayu kali ini—mereka tidak tahu sama sekali bagaimana dan kapan harus mengisi sumur. Tapi hal yang paling penting adalah mengapa mereka harus mengisi sumur. YuWFO1

Mereka sudah berada di tempat ini selama beberapa waktu dan Lin Qiushi yakin hampir semua rumah di desa ini memiliki sumur. Dan kebanyakan mulut sumur mereka berada di depan pintu, menghalangi jalur keluar orang-orang. Dari segi penempatan, ini sangat tidak masuk akal dan terlihat seperti kebiasaan tersembunyi yang aneh.

Karena kesalahan informasi si tukang kayu yang menyebabkan kematian orang kemarin, semua orang tidak dalam suasana hati yang baik untuk bertemu dengannya. Bahkan Xiong Qi, yang biasanya selalu ramah, menjadi lebih dingin. Tapi,tampaknya pria tua itu juga tidak terlalu peduli, ia bahkan tetap memegang pipanya, matanya menyipit saat ia meniupkan asap putih.

“Kami sudah berdoa, apa lagi yang harus kami lakukan, Kek?” tanya Xiong Qi.

“Tentunya mengisi sumur.” Kata si tukang kayu. “Pilih satu malam, letakkan sesuatu yang tidak hidup di sumur dan selesai.” j4lM1d

“Sesuatu yang tidak hidup? Apa maksudnya sesuatu yang tidak hidup?” Xiao Ke memiliki firasat buruk, tiba-tiba nada suaranya menjadi lebih berat. “Sebenarnya apa yang ingin kau katakan?”

Si tukang kayu berkata, “Tepat seperti apa yang aku katakan.”

“Semua hal yang mati, yang pernah hidup?” Xiong Qi dengan cepat memastikan.

“Ya, apapun yang mati.” Kata si tukang kayu. “Ayam, bebek, anjing, angsa—selama kau bisa menemukannya, lemparkan itu ke dalam sumur sebelum tiga hari, dan tutupi dengan tanah, peti matinya bisa dibuat.” K2aSfj

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Vfafijt wfcvfcujg rfwej tji sjcu wjal ylrj yfxfgpj, Wlbcu Hl wfcvfrjt ifuj. Kjql, rfyfiew lj rfifrjl wfwyejcu cjqjr, Eejc Djlplf, sjcu yfgvlgl vl rjwqlcucsj yfgxjaj, “Bjwl revjt yfgjvj vl vfrj lcl rfijwj yfgtjgl-tjgl, ajql xjwl yfiew wfiltja rjaeqec afgcjx—vlwjcj xjwl ylrj wfcfwexjc jsjw?”

“Dexjcxjt xlaj wfwlilxl afieg?” Olc Hlertl afglcuja xfgjcpjcu wjxjcjc vl gewjt. “Alxj jvj afieg, rftjgercsj jvj jsjw.”

“Tapi kau tidak memperhatikan keranjang itu dengan cermat,kan?” Kata Ruan Baijie. “Sama sekali tidak ada orang luar yang masuk ke rumah, tidak ada warga desa. Semua yang ada di keranjang bertambah dengan sendirinya.”

Lin Qiushi, ” … Jadi dari mana semua telur itu berasal?” gACNQ8

Ruan Baijie, “Siapa peduli dari mana mereka muncul, rasanya lumayan enak.”

Lin Qiushi, “…” Perutnya terasa melilit.

Please visit langitbieru (dot) com

Setelah diingatkan Ruan Baijie, semua orang tampaknya teringat bahwa memang tidak ada ternak di desa. Mereka juga berada di tengah musim dingin yang mematikan, yang berarti kemungkinan ada hewan liar di hutan menjadi lebih kecil. Xiong Qi jug termasuk sebagai salah satu orang cerdas dan dengan segera menangkap titik kunci—warna di pipinya perlahan menghilang, menyisakan warna pucat di permukaan. “Pak, sebenarnya apa yang kau maksud dengan ini?”

Si tukang kayu berkata, “Aku hanya seorang pembuat peti mati, aku hanya bisa mengatakan dan melakukan sebatas ini saja. Aku tidak akan menyabotase kalian dengan sengaja.” ZsJYKN

Setelah mendengar ini, seseorang akhirnya tidak bisa menahannya lagi. Ia menggebrak meja dan berseru, “Tidak akan dengan sengaja menyabotase kami? Kaulah yang memberitahu kami untuk masuk ke kuil satu per satu dan sekarang semua orang yang pergi sendiri sudah mati—”

Si tukang kayu dengan dingin bertanya, “Mengapa membuat peti mati?”

Semua orang membeku.

“Bukankah untuk meletakkan orang mati? Jika tidak ada yang mati, mengapa membuat peti mati?” Tukang kayu tersenyum dan di atas wajah berkerutnya, raut wajahnya mengerikan, “Dan mengapa kalian tidak menuruti perkataanku …” CJktUW

Ruan Baijie, “Menuruti apa?”

Si tukang kayu menunjuk mereka, “Ada terlalu banyak dari kalian yang tersisa. Ia masih belum kenyang.”

“Kenyang …?” Segera setelah Lin Qiushi mendengar ini, ia teringat dengan mayat terkunyah di lantai tiga, dan para anggota kelompok yang menceritakan bagaimana kemarin, monster mengerikan itu menyeret semua orang yang telah ia potong kembali ke dalam kuil. Sekarang, ia akhirnya mengetahui apa yang terjadi pada mayat-mayat itu.

“Makhluk brengsek macam apa itu?” Xiong Qi tidak bisa menahan untuk bertanya, “Perempuan itu …” YxFp n

Si tukang kayu melambaikan tangannya, menolak untuk mengatakan lebih.

Tatapan Ruan Baijie melayang dan pada akhirnya mendarat di sudut yang kosong. Dia mengeluh, “Mengapa kau menyingkirkan tongkat itu?”

Tukang kayu itu bisa meninggal karena tertawa, “Dan jika aku tidak menyingkirkan tongkat itu, haruskah aku menunggumu mengancamku seperti terakhir kali?”

Ruan Baijie, “Mungkin tongkatnya memang tidak ada, tapi untungnya aku membawa persiapan.” Lalu ia menarik sebuah pisau lipat kecil dari balik punggungnya. “Lanjutkan dan beritahu kami ceritanya, kakek tua. Jika kau tidak memberitahu kami dengan jelas, lagipula kami akan mati juga di sini—kami akan membawamu bersama saat itu tiba.” YszK5w

Tukang kayu, “…”

Bukan hanya si tukang kayu, Lin Qiushi juga melihat dengan mulut yang menganga lebar. Kelompok itu sudah tenggelam dalam keheningan yang aneh, kebanyakan dari mereka berpikir, kau sebenarnya bisa menggunakan cara terkutuk seperti ini??

Tukang kayu itu geram tapi tidak tahu apa yang harus dilakukan terhadap Ruan Baijie, jadi ia hanya bisa menggertakkan giginya dan memberitahu mereka tentang “perempuan” itu.

Tampaknya wanita itu merupakan dewa yang disembah di desa itu. Sebut ia dewa, tentu, tapi dia adalah dewa iblis—ia melindungi kedamaian desa tapi pada saat yang bersamaan ia juga seorang yang tergila-gila akan daging mentah. Setiap musim dingin, warga desa harus mempersembahkan ternak. Tapi terjadi sebuah kecelakaan di desa hingga semua ternak hilang … yAkN4R

Mereka beruntung sebab waktunya bertepatan dengan kedatangan orang luar yang akan membuat peti mati.

Saat ini, semua orang mengerti. Di mata para warga desa, mereka adalah ternak.

Story translated by Langit Bieru.

“Jadi ia harus makan hingga kenyang? Apa yang akan terjadi jika ia tidak melakukannya?” tanya Xiong Qi.

Tukang kayu itu berkata, “Jika ia tidak makan hingga kenyang … Ia akan datang mencarimu. Semua orang yang membuat peti mati sudah menyembah dia. Itulah mengapa tahun ini, selain kalian tidak ada lagi yang membuat peti mati.” Ia menghembuskan semulut penuh asap. “Hanya ini yang bisa aku katakan. Selama kalian mengisi sumurnya, aku akan mulai membuat peti mati.” QdMVcS

Ruan Baijie tidak bicara, ia hanya menundukkan kepala sambil memainkan pisau di tangannya. Bilah tajam itu terbang dengan cepat melalui ujung-ujung jemari panjangnya, terlihat kabur di depan mata.

Tukang kayu itu juga diam. Dia tampak was-was pada Ruan Baijie dan seringkali melihat ke arahnya saat bicara.

Ketika kelompok itu mengira Ruan Baijie akan mengatakan sesuatu, ia hanya menghela napas dan berkata, “Ayo pergi.”

“Kita pulang begini saja?” kata Xiong Qi. lqwnVW

“Apa lagi yang bisa kita lakukan?” Ruan Baijie terlihat agak tidak sabar. “Dia hanya tahu sampai sini, lanjut bertanya pun takkan ada gunanya.” Ia berbalik dan berjalan menuju pintu, sikapnya benar-benar meyakinkan.

Melihat ini, semua orang mulai mengikuti ia keluar. Lin Qiushi berpikir suasana hati Ruan Baijie terlihat buruk dan mengejar gadis itu untuk bertanya apa yang salah.

Ruan Baijie menjawab, “Berhati-hatilah malam ini.”

“Apa maksudmu? Maksudmu makhluk itu akan datang mencari kita lagi?” Hanya alasan ini yang terpikirkan Lin Qiushi agar berhati-hati. jXgE6z

“Hah,” Ruan Baijie tertawa. Ia tiba-tiba memutar kepalanya dan mendekatkan diri pada telinga Lin Qiushi; ia berbisik, “Kau tahu sendiri kadang, manusia sebenarnya lebih menyeramkan daripada hantu.”

Lin Qiushi terhenti.

“Kita akan kembali,” Ruan Baijie kembali berjalan di depan. Lin Qiushi menatap punggungnya, tiba-tiba tersentak karena betapa ajaibnya gadis ini.

Jika saat berangkat tadi masih ada sedikit perbincangan di antara mereka, sekarang di jalan pulang atmosfer di antara anggota kelompok hampir menyerupai genangan air yang tenang—agak mendekati skeptis juga lh5LTq

Lin Qiushi tidak paham mengapa. Ruan Baijie mengunyah ubi panggang sambil perlahan menjelaskan, “Idiot. Sebelumnya semua orang masih bekerja sama untuk bertahan hidup bersama, tapi sekarang …”

“Sekarang?” tanya Lin Qiushi.

“Sekarang, semua orang berharap seseorang akan segera meninggal.” Ruan Baijie bersandar di kursi. “Jika ada yang meninggal, ada sesuatu yang mati yang bisa mengisi sumur. Peti matinya dibuat dan semua orang bisa keluar hidup-hidup.”

Lin Qiushi, “…” Ia tidak memperkirakan hal ini sama sekali; setelah mendengar ini, ia merasa agak terkejut. “Apa dunia di dalam pintu semuanya seperti ini?” YzV 1y

Ruan Baijie melanjutkan, “Sebenarnya ini tidak terlalu buruk. Apapun yang terjadi, jangan keluar malam ini, atau …”

Lin Qiushi, “Aku akan bertemu hantu wanita lagi?”

Please visit langitbieru (dot) com

Ruan Baijie menggelengkan kepalanya, “Kau mungkin bertemu sesuatu yang lebih mengerikan daripada hantu wanita.”

Lin Qiushi sebenarnya sudah bisa menebak apa yang ia maksud, namun ia masih tidak ingin mengakuinya. Lagi pula, ia tumbuh di masyarakat yang taat hukum dan pola pikirnya masih terbentuk seperti itu. Ia tidak ingin mempercayai petunjuk Ruan Baijie mengenai seseorang akan membunuh satu rekan setim mereka agar mereka bisa memiliki sesuatu yang mati untuk mengisi sumur. dKVLPQ

Malam itu, Lin Qiushi tidak bisa tidur.

Ruan Baijie berbaring di sebelahnya, tidur seperti seekor babi.

Lin Qiushi menatap langit-langit, memikirkan apa yang telah terjadi sepanjang hari itu. Jendela dan pintu sudah ditutup dengan baik. Ia bahkan ingin memblokade pintu dengan kursi, sampai Ruan Baijie berkomentar, “Kau tidak takut makhluk itu tiba-tiba muncul di dalam kamar kita …?”

Lin Qiushi, “…!!” Itu masuk akal! KfmH5G

Jadi, ia sekali lagi dengan patuh menyingkirkan kursi.

Tapi hal-hal yang harus terjadi masih terjadi, cepat atau lambat; pukul dua pagi, Lin Qiushi yang tidak bisa tidur dan gelisah sekali lagi mendengar jeritan manusia yang mengerikan.


Catatan Penerjemah:

Uwa, kalian yang bilang tidak takut, awas! Hati-hati terhadapku yang melompat keluar dari kamar mandimu untuk memukul pantatmu! arhTnW

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!