English

Merebut MimpiCh10 - Wawancara

0 Comments

Penerjemah Indonesia : jeff


Dan pada saat itu, Yu Hao merasa darahnya berhenti mengalir. 8Qx6pT

Dia melihat seperti apa Jenderal di bawah pelindung kepala itu … tapi di dalam pelindung kepalanya, tidak ada apa-apa.

Ya tidak ada apa-apa. Tempat di mana kepala seharusnya berada kini hanyalah massa kabut dan cahaya buram.

Story translated by Langit Bieru.

“Kau …… Jenderal?” Gumam Yu Hao, lalu mengulurkan tangan untuk menyentuh tempat di mana wajahnya seharusnya berada, tetapi jari-jarinya melewati kabut.

“Aku bukan manusia, ” Jenderal berkata, “Sebenarnya, aku bahkan tidak tahu siapa aku.” RMdnLt

Yu Hao menatapnya dengan tatapan kosong.

Jenderal berkata, “Ketika aku melakukan perjalanan melalui kesadaran para manusia, aku tidak memiliki bentuk konkret, dan aku tidak ada hubungannya dengan dunia nyatamu. Jadi, kau pasti sudah mengerti semuanya sekarang, ‘kan?”

Air mata Yu Hao menetes di wajahnya, namun dia tersenyum ketika berkata, “Terima kasih, Jenderal. Apa aku boleh memberimu sesuatu?”

Jenderal kembali mengenakan pelindung kepalanya dan berkata dengan sedikit bingung, “Kau ingin memberiku sesuatu?” B43IN6

Yu Hao mengangkat tangannya ke arah totemnya; cahaya keemasan yang mengelilingi totemnya tumpah sedikit dan membentuk jalur emas terang di sepanjang langit, kemudian berubah menjadi perisai di tangan Yu Hao.

“Untukmu, ” Yu Hao berkata, “Ini adalah perisai terkuat di hatiku. Apa kau masih akan memasuki mimpi orang lain di masa depan?”

“Ini ……” Jenderal sebenarnya bingung untuk sesaat.

Yu Hao mendorong perisai itu ke arahnya. Jenderal berkata, “Apa tidak apa-apa memberiku totemmu?” wr2K7i

Yu Hao memberi isyarat kepada Jenderal untuk melihat totemnya. Masih ada di sana, tetapi cahayanya sedikit redup.

“Jika mungkin, aku ingin memberimu totemku,” Yu Hao berkata, “Aku benar-benar tidak ingin meninggalkan perisai di hatiku.”

Jenderal bergumam pada dirinya sendiri, “Tapi ini adalah pertama kalinya seseorang memberiku … sesuatu dari dunia bawah sadar mereka, dan bahkan … itu adalah totem, aku tidak tahu apakah aku bisa mengambilnya.”

General menundukkan kepalanya, mengangkat tangannya dan menyentuh perisai itu, lalu dia mengangkat kepalanya lagi dan menatap Yu Hao. Dia tiba-tiba berkata, “Apa kau serius?” NJFKnc

Yu Hao berkata, “Tentu saja!”

Jenderal berkata, “Apa kau tahu apa yang baru saja kau berikan kepadaku?”

Yu Hao bersikeras, “Tentu saja aku tahu!”

Jenderal memegang perisai, dan tangannya mulai gemetar tanpa sadar. Yu Hao melanjutkan, “Perisai ini akan melindungimu untukku.” haJf2w

“Kalau begitu aku akan …… menerimanya,” Jenderal mengambil perisai itu, lalu tangan kanannya dengan gagah menyapu di belakangnya sehingga dia bisa membawanya di punggungnya.

Segera setelah itu, Yu Hao memeluknya.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

“Kfglwj xjrlt, ” Dlrlx Te Ljb.

Afcvfgji wfcujcuxja ajcujccsj, ijie wfcuubrbx xfqjij Te Ljb. XptikE

“Vfijwja wjijw.”

Kata ini seperti mantra sihir ——Jenderal berubah menjadi debu dan tiba-tiba tersebar ke segala arah sementara Yu Hao akhirnya memeluk udara. Tangannya perlahan terlepas, kemudian dia menatap udara di depannya dengan tidak percaya.

“Selamat malam,” kata Yu Hao.

Vlcjg wjajtjgl pjaet xf kjpjtcsj, vjc Te Ljb wfwyexj wjajcsj vjijw rfxfpjq. Glj vevex vjgl afwqja alveg vjc wfifajxxjc rjae ajcujc vl vjtlcsj. Glj ieqj wfceaeq ubgvfc ajvl wjijw, pjvl rlcjg wjajtjgl yfgrlcjg vjgl yjixbc vfcujc revea wlglcu vjc rfmjgj xfyfaeijc wfcvjgja vl gjcpjcu yjkjt afwqja vlj aeveg. J7in3I

07.35, sial! Aku terlambat! Yu Hao bangun dengan tergesa-gesa dan menyadari bahwa ponselnya tidak berdering.

Oh, tidak ada kelas hari ini …….. Yu Hao berbaring kembali di tempat tidurnya dan merasa benar-benar kelelahan. Semua teman sekamarnya tidur nyenyak dengan selimut di atas kepala mereka. Yu Hao menatap ke ranjang atas dengan mata terbuka lebar. Adegan-adegan dari alam mimpinya melintas di benaknya satu per satu, dan di sini, saat ini, dia tidak merasakan kesedihan maupun kegembiraan. Sebaliknya, pikirannya benar-benar tenang.

Cahaya dari matahari pagi menyinari jaket olahraga kering Zhou Sheng; jaket itu mengeluarkan aroma sabun wangi yang menyenangkan. Kota Ying perlahan-lahan terbangun di bawah cahaya matahari pagi; suara dering bel sepeda mendesis ke atas balkon dari waktu ke waktu dan melompat ke dalam ruangan.

Musim dingin Kota Ying adalah waktu yang sangat cocok untuk tidur sambil berjemur di bawah sinar matahari. Seolah-olah seluruh kota diam-diam setuju untuk menggeser jam kerjanya setengah jam lebih awal. Perusahaan diam-diam menyetujui untuk tidak melakukan bisnis apa pun sebelum jam 09:30, universitas diam-diam menyetujui untuk tidak memberikan perkuliahan sebelum jam 08:30, warga diam-diam menyetujui untuk tidak memesan makan pagi atau pengiriman ekspres sebelum jam 11:30 pagi …… jika kau membandingkan kota-kota besar dengan naga bernapas api liar yang memaksa orang-orangnya untuk terus bergerak maju, maka kota tingkat kedua seperti Kota Ying yang terletak di Cina tengah akan menjadi makhluk raksasa yang tersandung ketika bergerak maju dengan lambat dan malas. l64t2E

Yu Hao pernah berpikir untuk meninggalkan tempat ini, semata-mata karena kota kelahirannya tidak memberinya banyak kenangan indah. Seolah-olah meninggalkan rumahnya akan membawa awal yang baru baginya. Tapi dia harus mengakui, mendapatkan kembali kehidupan baru adalah sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan waktu atau tempat.

Meskipun kesulitannya masih jauh dari kata selesai, setelah matahari terbit seperti biasa, awal yang baru mendekatinya dengan tenang.

Yu Hao baru saja tiba di perpustakaan untuk duduk dan membuka catatannya ketika dia menerima berita dari Chen Yekai ——Tuan Shi setuju untuk bertemu besok sore. Dia akan memberi tahu Yu Hao tentang lokasi yang lebih spesifik sesegera mungkin, dan meminta Yu Hao untuk menyisihkan waktunya.

Yu Hao tidak lagi takut pada mereka. Dia berkata ‘ya’, lalu bertanya apakah ada hal lain yang perlu dia persiapkan. Bg5upd

Jawaban Chen Yekai adalah: 【Katakan saja apa pun yang kamu inginkan, kami akan membantumu.】

Yu Hao: 【Jika aku mengatakan apapun yang aku inginkan, sangat mungkin bagi kami untuk berakhir berkelahi, jadi lebih baik untuk mengambil pemadam api dan barang-barang lainnya terlebih dahulu. 】

Orang yang duduk di seberangnya tidak bisa menahan tawa. Yu Hao mendongak kaget, dan melihat Chen Yekai yang duduk dengan posisi diagonal di seberangnya, tampak tersenyum padanya.

Yu Hao segera merasa canggung. Dia dengan cepat menundukkan kepalanya untuk membalas pesan Chen Yekai, tetapi Chen Yekai terus menatapnya ketika dia mencoba menekan tawanya. Yu Hao mendirikan buku 《Analisis Mimpi》 di depannya, dan Chen Yekai mengangguk. Kemudian pasangan guru dan siswa ini memulai pekerjaan mereka secara terpisah di perpustakaan itu. Ketika Yu Hao tengah beristirahat, ia mengirimi Chen Yekai pesan lain. I4ZU8k

【Kamu tidak bekerja hari ini?】

【Sedang mempersiapkan ujian PhD milikku. Dekan mengatakan bahwa aku bisa melakukan apa pun yang aku inginkan selama aku tidak meninggalkan sekolah.】

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Chen Yekai tampak memakai sweter biru tua hari ini; kerah kemeja kotak-kotaknya mengintip dari sweternya. Dia tidak terlihat jauh berbeda dari mahasiswa sarjana lainnya. Yu Hao belajar sedikit lebih lama, lalu tiba-tiba menyadari bahwa di dalam seluruh perpustakaan ini, hanya dia dan Chen Yekai yang tampaknya sedang belajar.

Di depan, di belakang dan hampir semua kursi di sekitar mereka ditempati oleh perempuan! Mereka semua mengangkat ponsel mereka saat mereka berpura-pura merapikan rambut mereka, tetapi kamera mereka semua menunjuk ke arah Chen Yekai dari segala arah. ei1SOl

Yu Hao segera menundukkan kepalanya untuk mengiriminya pesan: 【Laoshi, banyak orang yang diam-diam memotretmu, hati-hati untuk tidak melihat ke atas.】

Chen Yekai: 【Berapa banyak?】

Yu Hao: 【Sekitar 20 sampai 30 ba, dan mereka terus bertambah.】

Chen Yekai: 【Bantu aku meminjam beberapa buku, aku akan pergi dulu.】 Xk1o0z

Chen Yekai sepertinya tidak terkejut dengan ini. Dia mengirim Yu Hao judul-judul buku yang dia inginkan serta dokumen: 【Isi naskah wawancara. Aku akan menghubungi media besok dan memberimu berita Tencent.】

Yu Hao: “!!!”

Operasi ini benar-benar terlalu mencolok! Yu Hao sekali lagi mereformasi pendapatnya tentang Chen Yekai. Ada sebuah naskah wawancara di dalam dokumen yang telah dia kirim. Chen Yekai dengan cepat berkemas, lalu menundukkan kepalanya saat dia berjalan cepat keluar dari perpustakaan.

Seseorang berkata dari belakang, “Cari dia di Baidu …… itu dia itu dia! Itu dia!!” s38wfB

Sebuah ide cemerlang terjadi pada Yu Hao. Dia membuka Baidu dan mencari nama ‘Chen Yekai’. Kata kunci di bilah pencarian adalah ‘Pria Tampan Universitas Zhongshan Chen Yekai’, dan ‘Universitas Columbia Chen Yekai’.

Yu Hao benar-benar dibutakan oleh konten yang membahas mengenai Chen Yekai ini.

【Beristirahatlah dengan baik hari ini.】 Chen Yekai berkata, 【Mari kita lakukan yang terbaik besok untuk menjatuhkan pasangan ayah dan anak itu dalam satu gerakan.】

Yu Hao tertawa. Zd Gmg

Hari berikutnya, ketika dia mengirim naskah wawancara kepada Chen Yekai, pintu kantornya masih ditutup. Dia sepertinya sedang mendiskusikan sesuatu yang penting di dalam.

Yu Hao duduk diam di luar kantornya. Dia sedikit gugup.

Dia berpikir tentang bagaimana berkomunikasi dengan Tuan Shi dan putrinya ketika mereka datang nanti. Kemarin, dia mengalami malam tanpa mimpi. Sangat aneh ketika dia memikirkannya. Setelah matahari terbit di alam mimpinya, dia tidak bisa kembali ke istana lagi, dan dia tidur nyenyak sepanjang malam.

Tuan Shi dan putrinya Shi Ni memilih untuk bertemu di kampus. Chen Yekai tidak memberi tahu Yu Hao sebelumnya, dan hanya memintanya untuk santai. QKWMDJ

Pukul 12.30 siang, Tuan Shi belum datang. Tapi Zhou Sheng datang.

Zhou Sheng berpakaian luar biasa hari ini saat ia mengenakan sweter hitam. Dia mengucapkan “wei” kepada Yu Hao, lalu menganggukkan kepalanya dengan apatis.

Please visit langitbieru (dot) com

Yu Hao bergeser untuk membiarkannya duduk.

“Kau tidak perlu datang, ” Yu Hao berbisik. MsqZYm

“Bagaimana mungkin aku tidak datang?” Zhou Sheng berkata, “Jika ada pertunjukan untuk ditonton maka tentu saja aku harus menontonnya, itu adalah salah satu kesenangan dasar kehidupan.”

Yu Hao, “……”

Ketika Yu Hao sangat gugup telapak tangannya berkeringat, Fu Liqun juga datang setelahnya dan tanpa diduga tidak mengenakan pakaian olahraga. Dia duduk di antara mereka berdua.

“Bagaimana kabar dua selir kesayanganku hari ini?” Saat Fu Liqun duduk, dia dengan santai menanyakan hal ini. laBMNd

“Enyahlah!” Zhou Sheng menyilangkan satu kaki di atas yang lain saat dia berteriak dengan marah.

Pintu kantor terbuka, Huang Ting dan Chen Yekai berjalan keluar bersama seorang wanita yang tidak mereka kenal. Chen Yekai memegang folder ketika dia berkata, “Semua orang di sini, pergi ke ruang konferensi ba. Mereka berdua sudah ada di sana menunggu kalian.”

Sesaat sebelum mereka memasuki ruang konferensi, pikiran Yu Hao masih kosong, dan tidak ada orang lain yang berbicara dengannya. Tetapi dalam sekejap ketika dia duduk dan melihat gadis kecil itu, Yu Hao tiba-tiba sepertinya memiliki banyak hal yang ingin dia katakan tanpa menahan diri.

Chen Yekai berjabat tangan dengan Tuan Shi lebih dulu dan memperkenalkan dirinya. Yu Hao duduk dengan empat orang di sisinya, sementara ada dua orang di sisi Tuan Shi. Putrinya masih membawa tas sekolahnya, dan polisi duduk di tengah. Das0dC

Tuan Shi adalah pria paruh baya berusia empat puluhan. Dia mengenakan setelan jas dan meletakkan kunci mobilnya di atas meja dan sebatang rokok elektronik di satu sisi.

“Beri kami waktu sebentar, kami masih memiliki wawancara dengan seorang reporter, ” Chen Yekai berkata kepada Tuan Shi, “Tidak akan lebih dari 10 menit.”

Tuan Shi langsung tertegun, “Wawancara? Siapa yang memutuskannya?”

“Ini tidak ada hubungannya denganmu,” Huang Ting melepas topi polisinya, menyisir rambutnya lalu berkata, “Yu Hao dan temannya mengambil sejumlah uang ——1,2 juta—— dan menyerahkannya ke stasiun kami. Jadi kami memutuskan untuk menulis surat pujian kepada mereka dan memberi mereka publisitas dalam berita untuk menyebarkan energi positif.” umQXCV

Tuan Shi, “……”

‘Teman’nya itu tidak tampak senang, “Apa kehadiranku memang begitu kecil?”

Chen Yekai dengan cepat berkata kepada reporter, “Dia dipanggil Zhou Sheng.”

Yu Hao berkata, “Kami mengambilnya bersama. Tetapi kami berhasil menemukannya karena dia menginjak sekantong uang itu.” JMYO5h

“Aku sudah menerima naskah wawancara yang kalian isi.” Reporter wanita itu berkata, “Seluruh proses ditulis dengan sangat jelas, jadi tidak ada masalah. Aku hanya akan menambahkan beberapa poin lagi, tidak akan lama.”

“Spanduk sutra stasiun hanya akan dikirim pada sore hari, ” Huang Ting berkata kepada reporter, “Ketika tiba, perguruan tinggi mereka akan mengambil gambarnya dan mengirimkannya kepadamu.”

Story translated by Langit Bieru.

Reporter wanita itu mengajukan beberapa pertanyaan lagi. Zhou Sheng mendorong bahu Yu Hao dan membuatnya bergerak di samping meja konferensi untuk menjawabnya satu per satu. Yu Hao memandang ke samping ke arah Zhou Sheng, lalu ke arah reporter. Dia berpikir sebentar sebelum akhirnya berkata, “Aku tidak akan mengambil apa pun yang bukan milikku. Aku merasa bahwa dalam masyarakat kita, kebanyakan orang akan melakukan hal yang sama, hanya saja mereka tidak memiliki kesempatan untuk menemukan uang sebanyak ini. Kami bukan contoh atau apa pun, itu hanya kebetulan.”

Reporter wanita, “Tapi itu tidak mudah dilakukan sama sekali.” 6RLaeI

“Itu tidak dianggap energi positif.” Yu Hao dengan tulus berkata, “Itu yang harus kita lakukan. Ketika seseorang bersedia mengulurkan tangan untuk membantu orang lain dalam kesusahan, untuk percaya padanya, untuk membantunya, dan untuk menariknya keluar dari rawa tanpa meminta imbalan apa pun sebagai balasannya sehingga ia bisa melihat cahaya lagi—— itulah yang aku anggap sebagai definisi sebenarnya dari ‘energi positif’.”

Reporter wanita itu tiba-tiba tertawa dan berkata, “Siapa yang kau bicarakan? Ah?”

Ketika Yu Hao mengatakan itu, dia memikirkan “Jenderal” dalam mimpinya. Namun reporter wanita berbalik dan melirik Chen Yekai, lalu dia memandang Huang Ting, Fu Liqun dan Zhou Sheng dengan ragu.

Ekspresi semua orang agak aneh, seakan senyum samar terlihat di bibir mereka. Mereka bahkan terlihat agak malu. wDmrPh

Zhou Sheng tiba-tiba tersipu dan berkata, “Dia seharusnya berbicara tentang aku.”

Semua orang, “……”

Yu Hao berkata, “ Un …… aku membicarakan …… semua orang. Terima kasih, kalian semua.”

Zhou Sheng, “Apa kau tidak berbicara tentang aku?” lUQt2D

Yu Hao memberi isyarat padanya untuk berhenti berbicara. Zhou Sheng mengganti topik pembicaraan dan berkata dengan sungguh-sungguh kepada reporter wanita, “Aku masih punya cerita eksklusif …… tahukah kalian? Siswa Yu Hao dibingkai oleh seseorang!”

“Sudah cukup!” Chen Yekai segera berjalan dan mengirim reporter pergi.

“Zhou Sheng, ini kartu namaku ……” Reporter wanita melewati Chen Yekai dan memberi Zhou Sheng kartu namanya, “Mari kita bicarakan hal itu secara rinci ketika kita punya waktu luang …… kau bisa langsung mencariku kalau ada berita menarik!” Zhou Sheng hendak berdiri untuk menerima kartunya ketika Fu Liqun segera menarik celananya. Yu Hao mengerti maksudnya dan menerima kartunya sebagai pengganti Zhou Sheng.

Setelah Chen Yekai mengirimnya keluar, dia dengan tegas mengambil kartu namanya dari Yu Hao dan dimasukkan ke dalam saku jasnya sendiri. HTJvOg

Translator's Note

Kota-kota besar = Beijing, Shanghai dan Guangzhou.

Translator's Note

Tencent Holdings Limited adalah konglomerat holding investasi multinasional Tiongkok yang didirikan pada tahun 1998, yang anak perusahaannya berspesialisasi dalam berbagai layanan dan produk yang terkait dengan Internet, hiburan, kecerdasan buatan dan teknologi baik di Cina maupun global.

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!