English

Merebut MimpiCh28 - Bersuara

2 Comments

Aiyo, apakah dia tidak pernah mendengar sebuah pepatah yang mengatakan ‘bujuk seseorang untuk belajar kedokteran dan kau akan disambar petir, bujuk seseorang untuk belajar sihir dan kau akan dicincang oleh sepuluh ribu pisau’ ….”


Baru kali ini Yu Hao bertemu dengan seseorang yang memesan makanan terlampau banyak, jadi dia dengan cepat berkata, “Jangan memesan terlalu berlebihan, itu akan sia-sia.” qlHdn1

“Kita bisa menghabiskannya.” Zhou Sheng berujar, “Apa kau berpikir bahwa aku tidak akan mampu menghabiskannya? Kau pikir nafsu makanku tidak sebesar itu?”

Mereka berdua tertawa lagi. Yu Hao berkata, “Baiklah, jika kita tidak bisa menghabiskannya, maka kita bisa mengemasnya dan membawanya pulang. Sepertinya itu akan cukup untuk dimakan selama beberapa hari.”

Read more BL at langitbieru (dot) com

“Kita tidak bisa membawanya pulang, jika ibuku tahu kita datang ke sini, dia akan berubah menjadi wanita gila.” Zhou Sheng berkata kepada mandor, “Bawakan dua potong Agarwood

Mandor membawa dua batang rokok yang Yu Hao belum pernah lihat sebelumnya, lalu Zhou Sheng berkata kepada Yu Hao, “Simpan semuanya di tasmu, ibuku tidak akan mengacak-acak barang-barangmu. Saat kita kembali ke kampus, kita bisa membaginya kepada yang lain.” kYtBLS

Makanan yang dipesan telah memenuhi meja besar mereka. Zhou Sheng menuangkan secangkir teh untuk Yu Hao dan bertanya, “Apa yang mau kau bicarakan denganku?”

Semua pelayan dengan bijaksana melangkah keluar, jadi hanya Zhou Sheng dan Yu Hao yang tersisa di ruangan mewah tersebut. Dampak dari adegan ini benar-benar terlalu kuat, jadi Yu Hao terjebak dalam keadaan linglung untuk beberapa saat. Namun, ketika Zhou Sheng yang menunjukkan kemewahan seperti itu, entah mengapa rasanya tidak seperti ketika Yu Hao pergi ke rumah Chen Yekai, sebab kini tidak ada rasa rendah diri yang muncul di hati Yu Hao.

Mungkin karena penampilan ala kadar dan sembrono Zhou Cheng saat dia duduk di depannya. Penampilan Zhou Cheng benar-benar sangat kontras dengan pemandangan mewah ini dan perbedaannya begitu mencolok sehingga tampak agak absurd, seolah-olah gaya menggambar adegan ini telah berubah dalam sekejap.

Beberapa hari yang lalu, dia masih hidup secara sederhana di dalam film dokumenter  tentang seorang siswa miskin yang ditayangkan di saluran televisi CCTV-8, tetapi dalam sekejap mata, dia tiba-tiba bertransmigrasi ke drama picisan di mana karakternya telah dimanjakan dalam kehidupan penuh kemewahan. 9dxNb6

“Tidak banyak.” Yu Hao berkata pada akhirnya.

Zhou Sheng merendahkan suaranya dan berkata, “Aku akan memberitahumu sebuah rahasia, Yu Hao.”

Yu Hao, ” ….”

Yu Hao tidak tahu apa yang dia harapkan, jadi dia membungkuk lebih dekat dengan khawatir. Namun, Zhou Sheng berkata secara misterius, “Sebenarnya, apa yang telah kukatakan tentang ayahku dan restoran ini adalah sebuah kebohongan! Aku menipumu!” q3hbPy

“Ayahku bukanlah bos dari Yun Lai Chun! Aku membayar lebih dari 20.000 yuan hari ini agar semua orang di sini memperlakukanku seperti sekarang! Saat kita kembali, kau harus membayar tagihan kartu kreditku! Ayo kita berdua cuci piring ba!”

Yu Hao segera meludahkan sup. Zhou Sheng tertawa terbahak-bahak dan memberi isyarat agar dia terus makan dan juga menunjukkan bahwa dia tidak akan mengerjai Yu Hao lagi. Di tengah-tengah waktu makan, seseorang mengetuk pintu dan masuk. Zhou Sheng dengan tidak sabar mengusir orang itu—orang yang masuk adalah pria yang tampaknya berusia sekitar tiga puluh tahun. Setelah dia mundur ke pintu, dia berkata dengan hormat kepada mereka, “Direktur Zhou sedang keluar kota hari ini.”

“Aku memang sengaja datang di waktu dia tidak ada di sini.” Zhou Sheng berkata, “Apa ini aneh?” Lalu, dia berkata kepada Yu Hao, “Dia sopir ayahku.”

“Direktur Zhou bilang bahwa,” Pria itu melanjutkan, “jika Anda perlu menggunakan mobil nanti, beri tahu saya. Dia meminta saya untuk menemani Tuan dan teman Tuan pergi ke department store membeli sesuatu yang bagus untuk Tahun Baru.” ReAqgv

Zhou Sheng berkata, “Kami tidak akan pergi, aku punya kaki. Tutup pintunya, di luar sangat berisik.”

Sopir itu menutup pintu dengan gerakan yang sangat tepat dan bersih, Yu Hao berkata, “Jangan seperti itu. Kamu sangat sopan kepada staf di sini, jadi kenapa kamu begitu agresif pada sopir ayahmu?”

“Dia sering menggunakan posisinya untuk menindas staf.” Zhou Sheng mendengus jijik, “Si ibu memuakkan akan menangis saat dia berkata, ‘sangat memuakkan’.”

Yu Hao hanya bisa berkata, “Aku menarik kembali kata-kataku.” ktGaIx

Zhou Sheng berkata dengan prihatin, “Makanlah sedikit lagi, aku tidak akan memasak esok lusa. Aku akan membiarkanmu mencicipi sup labu motherwort pahit ibuku yang mengerikan dan juga sup ikan.”

Ketika Zhou Sheng melihat ekspresi di wajah Yu Hao, dia tertawa terbahak-bahak sampai-sampai dia tidak bisa duduk tegak lagi. Yu Hao berkata, “Kamu melakukan itu untuk balas dendam!”

Please visit langitbieru (dot) com

“Untuk apa aku membalas dendam?” Zhou Sheng berusaha menahan tawanya dan bertanya dengan serius.

“Karena telah menculikmu untuk pulang ke rumahmu!” Yu Hao merasa setelah Zhou Sheng kembali, dia mulai lebih terbuka juga bebas dan tampak sedikit berbeda dari bagaimana dia di kampus, meskipun Yu Hao tidak bisa menjelaskan perbedaan apa yang ia maksud. Lo0MeW

“Makan saja ba“. Zhou Sheng berkata, “Apa kau mau syal Hermes yang dikenakan Kaikai? Suruh sopir itu keluar untuk membeli 10 untukmu.”

“Tidak perlu.” Yu Hao berkata tanpa ekspresi.


“Apa teman-temanmu tahu kalau kau … kau ….”

“Tuan Muda Yun Lai Chun?” Zhou Sheng melanjutkan ucapan Yu Hao. grnAkN

Zhou Sheng mengendarai sepedanya, sementara Yu Hao duduk di bumper depan. Setelah makan malam, mereka sengaja pulang ke rumah secara lambat untuk mencerna makanan mereka. Yu Hao terlalu banyak makan hingga hampir muntah.

Un.”

“Di sekolah menengah, beberapa orang mengetahuinya dan beberapa tidak.” Zhou Sheng menjawab, “Di perguruan tinggi, tidak ada yang tahu.”

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

“Kenapa kamu memberitahuku?” Yu Hao menoleh sedikit. Kedua pria bertubuh besar ini duduk di satu sepeda—yang satu duduk di bumper depan sementara yang lain mengendarai sepeda sehingga mereka terlalu dekat satu sama lain. Jika Yu Hao berbalik, dia akan dapat secara tidak sengaja mencium Zhou Sheng. lt65 G

“Tidak ada ‘kenapa’.” Zhou Sheng berkata, “Laozi ingin.”

“Kenapa kamu begitu menjagaku?” Yu Hao tiba-tiba bertanya lagi.

Zhou Sheng, “Yo, kau mulai lagi. Bisakah kau tidak terlalu norak?”

Zhou Sheng berhenti. Dia menopang sepedanya dengan satu kaki saat dia berkata, “Yu Hao, kenapa kau begitu aneh akhir-akhir ini? Apa yang mau kau katakan? Jangan bilang kau benar-benar akan mengakui perasaanmu pada Laozi ba? Aku bukan gay, aku suka perempuan!” 2rVbf6

Hati Yu Hao tersentak. Dia buru-buru mengklarifikasi, “Tidak! Mari pergi ba.”

Zhou Sheng menilai Yu Hao dengan tatapan ragu dan berkata, “Oh benar. Yu Hao, apakah kau gay? ”

Yu Hao hanya bisa berkata, “Bagaimana mungkin?! Aku juga suka perempuan!”

Zhou Sheng memperhatikan Yu Hao dan bertanya dengan curiga, “Benarkah?” UuWhyT

Pikiran Yu Hao segera berubah menjadi kacau balau. Pikiran yang tak terhitung jumlahnya muncul di benaknya: Zhou Sheng adalah pria lurus yang jujur, tetapi di kereta, Yu Hao memiliki perasaan samar bahwa dia mulai sedikit menyukainya. Tidak peduli jika … dia adalah “Jenderal” dalam mimpinya.

Ketika Yu Hao terpojok seperti ini, dia langsung panik, seolah-olah semua rencananya berantakan tanpa peringatan.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Yu Hao buru-buru bertanya, “Apakah kamu pernah disukai oleh seorang pria?”

“Tidak pernah!” Zhou Sheng berkata dengan marah. ZprBFk

“Aku tidak bilang kamu menyukai seorang pria.” Yu Hao tidak tahu apakah dia harus menangis atau tertawa, “disukai oleh seorang pria bukanlah sesuatu yang dapat kamu putuskan.”

Zhou Sheng berkata dengan serius, “Tidak pernah.”

“Ayo ayo.” Yu Hao mendesak.

“Ini lampu merah!” Zhou Sheng berkata, “Di mana matamu?” 7KqBwP

Yu Hao dan Zhou Sheng tiba-tiba mulai tertawa lagi. Yu Hao tertawa begitu keras hingga dia membungkuk di atas setangnya. Satu kaki Zhou Sheng menginjak pedal sementara kaki lainnya menginjak tanah, dan setelah mereka tertawa sebentar, dia tiba-tiba mengangkat tangannya untuk menggosok kepala Yu Hao.

Yu Hao mengerti. Zhou Sheng mungkin akan memperlakukannya sebagai adik laki-laki yang harus dia jaga—kecenderungan protektif semacam itu adalah naluri alami seorang pria.

“Ada seorang gadis yang kusuka.” Yu Hao tiba-tiba berkata.

“Oh.” Zhou Sheng memandang mobil di kedua sisi jalan dengan linglung, “Dan?” XqlUGw

Yu Hao berkata, “Aku tidak punya nyali untuk mengaku; Aku sangat miskin.”

Yu Hao pikir Zhou Sheng akan menghela napas dengan sedih atau semacamnya, tetapi pria itu justru sekonyong-konyong mengucapkan teriakan yang menghancurkan bumi, “Kerja bagus!”

Yu Hao, ” ….”

Zhou Sheng berkata, “Bersumpahlah untuk menjadi anjing tunggal seumur hidup! Sangat menyenangkan menjadi bebas, ‘kan? Kenapa mencekik diri sendiri terus tanpa alasan?” WrCtvD

Yu Hao benar-benar tidak tahu bagaimana menilai prinsip hidup Zhou Sheng saat ini, jadi dia hanya bisa berkata, “Kamu benar.”


Besok adalah Malam Tahun Baru. Saat Zhou Sheng dan Yu Hao kembali ke rumah pada malam itu, mereka melihat Mama Zhou dan seorang pria sedang duduk di sofa. Zhou Sheng bahkan tidak melirik mereka sedikit pun sebelum dia pergi mandi. Mama Zhou pergi untuk memotong beberapa buah untuk Yu Hao dan dengan cepat mencoba untuk bertindak sebagai Tuan rumah yang ramah kepadanya. “Ayo, ayo, Yu Hao, duduk di sini.”

Ketika Zhou Sheng keluar setelah dia mandi, dia melihat ibunya menarik tangan Yu Hao saat dia berkata, “Serigala tua bermata putih itu ingin membuat serigala kecil bermata putih belajar kedokteran pada saat itu.”

Yu Hao melempar tatapan kepada Zhou Sheng yang menyiratkan ‘selamatkan aku’. UKBHqA

Mama Zhou, “Aiyo, apakah dia tidak pernah mendengar sebuah pepatah yang mengatakan ‘bujuk seseorang untuk belajar kedokteran dan kau akan disambar petir, bujuk seseorang untuk belajar sihir dan kau akan dicincang oleh sepuluh ribu pisau’ ….”

Zhou Sheng berteriak dengan marah, “Masuk ke kamar!”

Read more BL at langitbieru (dot) com

Yu Hao dengan cepat menyelinap ke dalam ruangan dan suara iblis Mama Zhou yang telah mengairi telinganya akhirnya menghilang.

Pada akhirnya, Yu Hao mengeluarkan buku Matematika untuk Perguruan Tinggi, Volume II dan mengambil kesempatan ketika dia tidak bekerja untuk belajar. dDpySa

Zhou Sheng berkata, “Ini adalah wilayahku, bisakah kau menyimpan buku pelajaranmu?”

Yu Hao berkata, “Matematikaku sangat buruk, aku harus mempersiapkannya terlebih dahulu.”

Zhou Sheng, “Aku akan mengajarimu. Ini wilayahku, simpan buku pelajaranmu! Saat aku melihatnya, aku hanya memikirkan si ibu memuakkan ….”

“yang menangis saat mengatakan ‘sangat memuakkan’.” Yu Hao meneruskan kalimat Zhou Sheng. xUGN9I

“Tidak, wanita itu telah membuka pintu untuk si memuakkan.” Zhou Sheng berkata, “Rasa muak telah datang ke rumahku.”

Jadi Yu Hao hanya bisa menyimpan buku pelajarannya, lalu dia dan Zhou Sheng saling memandang. Tepat pada saat ini, dari kamar sebelah terdengar suara … suara Mama Zhou … saat dia berteriak mengerang.

“Bacalah buku pelajaranmu,” kata Zhou Sheng.

Yu Hao belum pernah mengalami peristiwa yang memalukan seperti ini di dalam hidupnya sebelumnya, jadi dia hanya bisa berkata, “Maaf.” 1DAF5R

Zhou Sheng, “Tidak apa-apa, pria itu bertahan paling lama 3 menit 40 detik.”

Yu Hao, ” ….”

Bisa dikatakan, 3 menit dan 40 detik terasa sangat lama saat ini. Jika itu hanya situasi biasa maka biarlah, tetapi setelah beberapa detik, kata-kata yang diucapkan oleh pria itu terlalu tak tertahankan dan suaranya yang bergema dipenuhi dengan gairah yang mewarnai kata-kata dan bahasanya dengan cara yang Yu Hao tidak pernah bayangkan. Yu Hao dengan cepat mencari earphonenya di tas. Zhou Sheng tidak tahan lagi. Dia keluar dan dengan kasar mengetuk pintu, lalu berteriak dengan marah, “Ibu memuakkan! Kuperingatkan kau untuk diam atau kuhancurkan pintumu sekarang juga.” Kemudian, dia menendang pintu dan orang di dalamnya segera menjadi tenang.

Zhou Sheng kembali ke kamar dan mengambil komiknya, lalu berkata kepada Yu Hao, “Aku membuat pria itu sangat ketakutan, dia sampai keluar.” dZQRKI

Baru saat itulah Yu Hao menyadari apa alasan pintu itu ditendang sampai berlubang.

Saat malam tiba, di luar mulai turun salju lagi. Zhou Sheng dan Yu Hao memiliki satu selimut di atas mereka. Zhou Sheng tidur setengah telanjang. Lengannya ditempatkan di luar selimut dan gelang yang telah dirajut Yu Hao untuknya diikat di pergelangan tangannya. Ornamen roda emas di pergelangan tangannya memantulkan cahaya redup yang berkelap-kelip dari luar jendela.

Yu Hao melihat gelang itu, lalu Zhou Sheng. Zhou Sheng tidak mendengkur.

“Zhou Sheng, apa kamu sudah tidur?” Yu Hao bertanya dengan lembut. 4HnAxQ

Zhou Sheng berkata dengan grogi, “Ada apa?”

Yu Hao, “Tidak ada.”

Please visit langitbieru (dot) com

Dia berbalik dan punggungnya menghadap pada Zhou Sheng. Pikirannya dipenuhi tentang apa yang dikatakan Zhou Sheng pada hari itu, serta Jenderal dalam mimpinya—dia melihat orang yang sangat dia cintai sehingga dia tidak bisa melepaskan dirinya dari perasaan cinta itu.

Apa kau tidak merasa terharu oleh aku yang melindungimu seperti ini? nl14pi

Ya, aku sangat terharu.

Jadi, bukankah lebih baik menyukaiku daripada sampah itu?

Aku selalu merindukan seseorang yang masih akan berdiri bersamaku setelah matahari terbit yang tak terhitung jumlahnya dan mencarimu sekali lagi ….”

Sayangnya, mimpi hanyalah mimpi dan hanya bisa tetap sebagai mimpi. Saat matahari terbit, kita harus mengucapkan selamat tinggal ….” N0wApv

“Zhou Sheng, apa kamu sudah tidur?”

Yu Hao berbalik untuk melihat Zhou Sheng. Zhou Sheng tidak bergerak. Setelah beberapa saat, Zhou Sheng dengan lembut menjawab dengan sebuah ‘Un.’

“Belum tidur?” Yu Hao bertanya lagi.

Alis Zhou Sheng sedikit berkerut. Yu Hao berkata, “Aku … masih ingin berbicara denganmu.” 1r dbW

Zhou Sheng membuka matanya dan meledak dengan ketidaksabaran, “Apa? Yu Hao?! Apa kau bilang?”

Yu Hao menyadari bahwa Zhou Sheng mungkin tertidur, dan kata “un” adalah dia yang sedang tidur sambil berbicara. Sekarang Zhou Sheng telah dibangunkan oleh Yu Hao, dia tampak seperti amarahnya meledak, “Tidak ada, kembali tidur ba. Selamat malam.”

Zhou Sheng mengangkat selimut dan duduk tegak, “Yu Hao! Apa sebenarnya yang mau kau katakan? Katakan dan lakukan semuanya sekaligus atau aku akan memukulmu sampai mati!”

Saat dia berbicara, Zhou Sheng mengulurkan tangannya untuk menyalakan lampu kamar tidurnya. Saat lampu menyala, keduanya berseru pada saat bersamaan. Bahkan Zhou Sheng—orang yang telah menyalakan lampu—tidak tahan sehingga dia segera mematikan lampunya lagi dan menyalakan lampu meja sebagai gantinya. uiVQkM

“Bicara.” Zhou Sheng mengambil kaus lengan pendek dan duduk bersila di tempat tidur. Dia menatap Yu Hao dengan marah dan mereka berdua saling memandang sejenak sebelum Zhou Sheng berkata, “Selesaikan semua yang mau kau katakan hari ini. Kalau tidak, kita berdua tidak perlu tidur lagi!”

Ruangan itu tiba-tiba menjadi sangat sunyi dan hanya suara salju yang jatuh di luar jendela yang bisa terdengar.

Yu Hao akhirnya menatap mata Zhou Sheng dalam suasana yang tenang ini dan mulai berbicara perlahan.

“Aku ada di bawah sinar matahari, angin, antara langit dan bumi, dan juga dalam mimpi.” o1IDyC

Zhou Sheng, “?”

Zhou Sheng sedikit mengernyit, “Puisi siapa itu?”

Read more BL at langitbieru (dot) com

“Milikmu.” Seolah-olah jantung Yu Hao telah berhenti berdetak, “Apa kau adalah Jenderal?”

Wajah Zhou Sheng penuh keraguan saat dia berkata, “Apa itu? Yu Hao, kamu baik-baik saja? Apa kau baru saja bermimpi?” GuKy3x

Yu Hao, “Kamu datang ke dalam mimpiku sebelumnya, Zhou Sheng. Kau adalah Jenderal.”

“Tunggu, tunggu, tunggu.” Ekspresi Zhou Sheng berubah, “Apa yang kau katakan?!”

“Sebelum aku melompat ke Tembok Besar dalam mimpiku dan jatuh ke alam bawah sadarku, kamu menarikku kembali.” Yu Hao berkata dengan gelisah, “Zhou Sheng, kamu membawaku saat kita menyalakan suar api di alam mimpiku. Pertama kali kau datang, kau melindungiku dan meyakinkanku untuk tidak menyerah pada hidup. Saat kedua kali kau datang, kau membawaku ke pusat mimpiku. Ketiga kalinya kau datang, kau membantuku merebut kembali totemku dan memulihkan kehidupanku sebelumnya.”

Ekspresi Zhou Sheng terlihat sangat rumit. Yu Hao sendiri tidak tahu apa yang harus dia katakan lagi. WA8PD3

“Setelah itu, kamu memasuki mimpi Shi Ni untuk menyelamatkannya dan membantunya merebut kembali totemnya.”

Kemudian, Yu Hao menjelaskan seluruh proses pertemuannya dengan Jenderal dalam mimpinya dari awal hingga akhir hingga pada Zhou Sheng. Ketika Zhou Sheng mendengar cerita memalukan Yu Hao, dia berkata, “Oh, jadi aku melakukan banyak hal dalam mimpimu? Tunggu, apa jangan-jangan kau mengira bahwa aku memiliki semacam kekuatan super yang bisa membantuku memasuki mimpi orang lain ba?! Jangan bercanda lagi, ayo tidur ….”

Yu Hao berkata dengan gelisah, “Ini hanya delusiku, aku mungkin mengidap histeria, ‘kan? Zhou Sheng, aku terlalu bingung!”

Zhou Sheng memandang Yu Hao dalam kontemplasi mendalam. q0r5XD

Keduanya terdiam. Zhou Sheng sepertinya akan membuat keputusan yang sangat sulit. “Kau serius? Itu terlalu konyol!”

Kerutan di antara alis Yu Hao semakin dalam, “Aku merasa seolah aku menderita skizofrenia baru-baru ini, apakah ini sangat serius … lupakan ….” Yu Hao menyerah dan berkata, “Saat kita kembali, aku akan bertemu dengan psikiater.”

“Tunggu!” Zhou Sheng mengangkat tangannya dan berkata, “Kau tidak memiliki histeria! Kita sudah diajarkan ini sebelumnya, manifestasi utama dari histeria adalah disosiasi dan—“

“Konversi,” kata Yu Hao. csThqQ

Zhou Sheng berkata, “Kau tidak memiliki gejala apa pun dari kedua hal tadi.”

Yu Hao berkata dengan gelisah, “Tapi, kalau kamu bukan Jenderal, maka mentalku terganggu, bukan?”

Zhou Sheng akhirnya bereaksi dan meledak, “Apa kau sengaja menggali lubang agar aku lompat ke dalamnya?! Apa kau memintaku memutuskan tentang haruskah kau dikirim ke rumah sakit jiwa atau tidak?!”

Yu Hao dengan cepat mengklarifikasi, “Aku tidak menggali lubang apa pun! Aku benar-benar curiga bahwa aku akan gila! Selama beberapa hari terakhir, aku telah memikirkannya berulang kali. Aku bahkan tidak bisa lagi menolak deduksiku sendiri dengan logika. Pertama, kamu hanya bisa masuk ke dalam mimpiku setelah aku terkesan olehmu, itulah kenapa kesan pertamaku tentang kamu adalah ‘Iron Man‘, karena kegiatan latihan yang sedang kamu lakukan adalah ‘Iron Man Triathlon’.” RQVyKn

Zhou Sheng memijat dahinya, “Aku saat itu baru saja secara tidak sengaja melihatmu membeli beberapa barang di toko dekat gerbang belakang kampus kita dan ketika kau membuka tasmu, ada sebungkus arang di dalamnya!”

Yu Hao berkata dengan sedikit hampa, “Jadi, kamu meminta korek api untuk melihat apakah aku punya satu untuk mengkonfirmasi spekulasi kamu, ‘kan?”

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Zhou Sheng mengakui, “Ya, itu benar. Biarkan aku bertanya padamu, pada saat itu, apa kau masih punya keinginan untuk hidup? Apa kau berharap seseorang akan menyelamatkanmu? Dan orang itu bisa jadi aku? Karena hanya aku yang tahu keberadaanmu, ‘kan?”

Yu Hao menjawab, “Ya, di hatiku, aku masih memiliki keinginan terakhir untuk hidup. Dalam alam bawah sadarku, aku punya harapan bahwa kamu akan menyadari ada sesuatu yang salah dan kamu akan datang untuk menyelamatkan hidupku ….” xqrKfM

Zhou Sheng berkata, “Benar! Itulah kenapa kau mengalami mimpi aneh itu. Hal yang sangat normal. Aku terkejut kau bahkan mengingatnya sebanyak itu. Tidurlah ba, jangan banyak berpikir tentang hal itu lagi.”

Fanart lucu di sini

Translator's Note

Ini harganya mahal.

Translator's Note

‘memuakkan’ ini adalah seseorang. Intinya di dialog ini, Zhou Cheng mengejek sopir itu

Translator's Note

Semacam rempah-rempah makanan. Mirip kemangi ya www

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!

2 comments