English

Merebut MimpiCh3 - Mengingat Kenangan Lama

0 Comments

Penerjemah Indonesia : jeff

Fu Liqun yO28LC

Fu Liqun


Yu Hao berbaring diam di tempat tidur dengan hanya pemandangan atap langit-langit rumah sakit kampus yang ada di depan matanya. Dia mendengar Xue Long berbicara dengan dokter di luar untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang situasinya saat ini.

Please visit langitbieru (dot) com

“Dia tidak perlu dipindahkan ke rumah sakit lain. Dia tidak banyak mengirup gasnya, jadi kita hanya perlu mengamatinya sebentar lagi.”

Xue Long memastikan bahwa hidup Yu Hao tidak lagi dalam bahaya sebelum dia pergi. qelThx

Beberapa orang mengatakan bahwa mereka yang pernah mati tidak akan lagi mencari kematian mereka. Saat ini, dia tampaknya benar-benar menyingkirkan ide itu. Seolah-olah “Jenderal” tetap tinggal di dalam hatinya dan berulang kali mengatakan kepadanya, “Kau akan baik-baik saja”.

Seseorang mengetuk pintu beberapa kali. Yu Hao menoleh, lalu melebarkan matanya karena terkejut. Orang itu menggendong tas di punggungnya dan dia adalah kapten basket Departemen Olahraga – Fu Liqun. Dia mengingat suara yang dia dengar ketika dia tidak sadarkan diri – orang yang membawanya ke rumah sakit adalah dia!

Dia tahu Fu Liqun. Pemuda ini telah membantunya mengisi formulir aplikasi untuk program studi kerja, dan mereka juga pernah melakukan percakapan singkat. Saat ini, rambutnya basah oleh keringat, namun dia masih terlihat sangat energik. Dia memiliki alis tebal dan hitam, dan julukannya adalah “Wang Leehom dari Departemen Olahraga”.

“Sudah merasa lebih baik?” Fu Liqun berkata, lalu meletakkan rekam medisnya di samping bantalnya dan menyerahkan kartu kampus dan ponselnya kepada Yu Hao. E9ohWr

Yu Hao berniat untuk bangun, tetapi Fu Liqun memintanya untuk tetap berbaring dan berkata, “Aku diberitahu teman sekamarku kalau dia melihatmu di dekat lapangan.”

Yu Hao mengucapkan “un“, lalu Fu Liqun melanjutkan, “Jangan khawatir. Jika seseorang bertanya, kita hanya akan mengatakan bahwa kau baru saja dicampakkan, jadi kau pergi ke gunung untuk memotret gingko dan memasuki rumah tua itu untuk membakar buku harianmu, tetapi malah tersedak asapnya.” Saat dia berbicara, dia tertawa pada dirinya sendiri dan berkata, “Sebenarnya kedengarannya cukup masuk akal jika aku mengatakannya seperti itu.”

“Lagipula tidak ada yang akan bertanya padaku.” Yu Hao menjawab.

“Tapi akan selalu ada orang yang suka bergosip.” Fu Liqun menjawab. wjAuH4

Yu Hao berbisik, “Terima kasih.”

Fu Liqun mengenakan jaket olahraga dengan rompi basket di bawahnya dan sepasang celana latihan yang tampaknya belum dia ganti. Dia membungkuk sedikit saat dia duduk di kursi. Dia langsung membawa Yu Hao ke rumah sakit segera setelah dia meninggalkan lapangan sehingga dia masih terengah-engah saat dia melihat Yu Hao. Yu Hao teringat bahwa ada suatu ketika dia melihat dari jauh sosok seseorang mengendarai BMW ke sekolah untuk menjemput kapten basket ini. Desas-desus mengatakan bahwa mobil itu milik pacar Fu Liqun dari Departemen Tari di Konservatorium Musik Sichuan – seorang wanita cantik dengan kulit cerah dan kaki panjang.

Ada banyak gadis di kampus yang diam-diam menyukai Fu Liqun, ditambah lagi bahwa dia juga berasal dari keluarga kaya. Eksistensi seperti dewa laki-laki seperti ini tampaknya ditakdirkan untuk menjalani kehidupan yang cerah dan megah. Dia berasal dari dunia yang berbeda dari Yu Hao, dan jarang mengambil inisiatif untuk berbicara dengannya.

“Sama-sama.” Fu Liqun terdiam lama sebelum dia menjawab. Ekspresinya tampak seperti mencoba mencari sesuatu untuk dibicarakan, tetapi ponselnya berdering. Fu Liqun kemudian menunduk dan mulai membalas pesan di WeChat-nya. rjYVSB

Suara bersin bisa terdengar di luar, dan suara bersin itu terdengar beberapa kali.

“Rambut merah?” Kata Fu Liqun.

Seseorang mengikuti di belakang seorang perawat yang berjalan memasuki bangsal. Bangsal rumah sakit sekolah dibagi menjadi dua dengan disekat menggunakan tirai untuk keperluan privasi. Zhou Sheng masuk saat dia bersin, melihat ke arah Yu Hao yang sedang terinfus dan mengucapkan “yo”, lalu berkata, “Apa yang terjadi?”

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

“Dia sakit.” Fu Liqun menjawab untuk Yu Hao. uq Zip

“Kau tampak seperti kekurangan gizi ba, lihat betapa kurusnya tubuhmu.” Ingus Zhou Sheng menetes saat dia berjalan ke sisi lain tirai. Perawat tersenyum sambil memegang penekan lidah. Dia sudah melihat semua jenis orang aneh di rumah sakit sekolah, jadi dia tidak berkomentar. Perawat itu mengangkat dagu Zhou Sheng dan bertanya, “Di mana yang sakit?”

“Semuanya sakit sakit. Tenggorokanku sakit, dan kepalaku juga sakit.”

Langit Bieru.

“Kau cukup pandai berpura-pura.” Perawat berkata, “Katakan ‘ah’.”

Suara mereka terdengar dari balik tirai. Zhou Sheng merengek ketika dia menolak untuk disuntik dan meminta perawat untuk meresepkannya obat. Kemudian dia diceramahi sekali lagi tentang bagaimana cuaca berubah menjadi dingin akhir-akhir ini dan mengapa dia tidak menjaga dirinya sendiri dengan lebih baik dalam cuaca seperti ini. gMU1jJ

“Kau selalu melepas bajumu saat bermain basket, tapi untuk apa? Ah? Tebar pesona?” Kata perawat itu.

“Karena tentu saja akan lebih tidak pantas kalau aku melepas celanaku.” Kata Zhou Sheng.

Semua orang, “……”

Yu Hao tiba-tiba tertawa mendengarnya, lalu mulai terbatuk dengan keras. Perawat berjalan untuk memeriksanya, lalu berkata, “Kami akan melepaskan tangki oksigenmu, apa kau merasa pusing?” bfsc8S

Perawat itu melepaskan masker oksigennya yang membuat Yu Hao merasa lebih baik. Zhou Sheng menatap botol infus, lalu menatap Fu Liqun dan bertanya kepadanya “Mau pulang?”. Fu Liqun menjawab, “Aku akan menemaninya sampai infusnya habis.”

“Kalian bisa pulang dulu ba.” Yu Hao merasa sangat menyesal. Dia tidak tahu bagaimana dia bisa membalas perbuatan Fu Liqun, namun Fu Liqun hanya tersenyum dan berkata, “Guru pembimbingmu mengirimiku pesan untuk mengatakan bahwa dia baru saja turun dari kereta. Dia akan segera datang untuk menemuimu.”

Yu Hao hanya bisa menganggukkan kepalanya. Mahasiswa baru berada di bawah pengawasan konselor kampus. Satu konselor hampir mengawasi dan bertanggungjawab atas hampir 70 orang, jadi tidak mungkin bagi Xue Long untuk mengawasi mereka semua. Oleh karena itu kampus menunjuk guru pembimbing – yang biasanya ialah mahasiswa pascasarjana – untuk setiap kelas. Yu Hao tidak suka merepotkan orang lain. Dia selalu berharap bahwa dia bisa memutus segala hubungannya dengan orang-orang luar sebanyak yang dia bisa. Ini seperti dia menyegel dirinya sendiri dari orang luar, yang memberinya lebih banyak kebebasan setiap waktu. Tapi, bantuan yang diberikan Fu Liqun yang berhasil menemukannya dan menggendongnya sampai ke rumah sakit adalah satu jenis bantuan yang tidak akan mungkin bisa dia tebus seumur hidupnya.

Rasa syukur yang dia rasakan ini begitu membebani hatinya – itu seperti hadiah, namun juga seperti belenggu yang begitu berat hingga membuatnya sedikit tercekik. 4dae97

Aku pasti sudah gila. Yu Hao sangat membenci dirinya yang sekarang.

“Kalau begitu aku akan menunggumu, ayo kita makan hot pot nanti.” Zhou Sheng berbaring di ranjang di sebelahnya, dan bangsal itu tiba-tiba terdiam. Fu Liqun menunduk dan mengutak-atik ponselnya, sementara Yu Hao dengan tenang mengingat “Jenderal” yang dia lihat dalam mimpinya. Dia tidak tahu mengapa, tetapi ketika Jenderal muncul, dia tidak merasa ingin menolak bantuan orang ini sama sekali. Seolah-olah dia adalah teman lama yang sudah dikenal Yu Hao selama bertahun-tahun.

“Jangan lupa kalau kau masih memiliki aku.”

Mungkin ini bisa menjadi alasanku untuk hidup, pikir Yu Hao linglung. Dia tidak akan pernah melupakan mimpi ini selama sisa hidupnya, dan dia tidak akan pernah melupakan Fu Liqun; seolah-olah kedua kejadian ini adalah keajaiban yang tidak terduga. AFjN5H

Dia mengamati Fu Liqun, dan tanpa mengetahui berapa lama waktu telah berlalu, suara seseorang memecahkan keheningan di bangsal.

“Apa kamu Yu Hao Tongxue?”

Yu Hao tersentak dari kebingungannya dan mengangkat kepalanya. Seorang pria yang mengenakan setelan linen kasual sedang menyeret kopernya di belakangnya saat dia melangkah menuju bangsal.

Pria berkacamata itu memiliki fitur wajah yang tampan dan halus; Bibirnya tampak lembab, ujung rambutnya yang tebal melengkung sedikit dan dia memancarkan aura yang ramah dan terpelajar. Kancing di jas linennya terlepas, dan dia memakai syal di lehernya. Pria ini beberapa kali mengusap tangannya sampai tangannya terasa hangat, lalu berjalan dan menepuk punggung tangan Yu Hao. AKbSgT

“Chen Yekai.” Pria itu memperkenalkan dirinya dan berkata, “Guru pembimbingmu. Kamu bisa memanggilku Shixiong, aku baru saja menyelesaikan studi pascasarjanaku.”

Yu Hao mengangguk. Dia tidak begitu paham bagaimana cara untuk menangani situasi pengenalan diri satu lawan satu seperti ini, tetapi Chen Yekai langsung memahami masalahnya dengan sangat cepat. Dia melihat ke arah Fu Liqun dan berkata, “Aku bertanggung jawab atas Kelas Olahraga 1 dan Kelas Psikologi 1 Yu Hao Tongxue.”

Read more BL at langitbieru (dot) com

Fu Liqun dengan cepat berdiri untuk berjabat tangan dengan Chen Yekai dan memanggilnya Chen Laoshi. Chen Yekai menarik kursi untuk duduk, menatap Fu Liqun, lalu menatap Yu Hao, dan tiba-tiba merasa sedikit malu saat dia tersenyum dan berkata, “Bagaimana peringkat kalian berdua di kelas dalam hal penampilan?”

Yu Hao, “……” Zdh5GV

Fu Liqun tertawa, “Di atas rata-rata kurasa.”

“Bagus kalau begitu.” Chen Yekai terlihat seolah-olah beban berat telah diangkat dari bahunya saat dia berkata, “Seharusnya ada lebih banyak orang yang lebih tampan dariku, jadi aku tidak akan selalu dikelilingi oleh gadis-gadis yang ingin menggodaku lagi.”

Yu Hao tidak tahu apakah dia harus tertawa atau menangis. Fu Liqun menepuk bahu Chen Yekai dan berkata, “Percayalah padaku Chen Laoshi, gadis-gadis itu akan tetap menggodamu. Lihat ……” Saat dia berbicara, dia memberi isyarat kepada Chen Yekai untuk melihat, dan perawat muda yang bersandar di kusen pintu dan diam-diam mengambil foto Chen Yekai dengan ponsel mereka segera berbalik dan pergi.

Chen Yekai mencoba untuk menahan rasa malunya dan tidak berbalik. Dia tampak seperti bingung dan Fu Liqun tidak bisa menahan tawa keras miliknya. Chen Yekai memang sangat tampan, sampai-sampai dia terlihat seperti seorang selebriti. Dia tersenyum sambil menatap Yu Hao, lalu berkata, “Hidup akan selalu memberikan perlakuan istimewa kepada orang-orang tampan, tapi aku sama sekali tidak pernah memikirkannya.” p6dzwW

“Apa aku tampan?” Yu Hao menjawab, “Kurasa tidak.”

Chen Yekai mengamati Yu Hao, lalu berkata, “Kamu terlalu kurus, kamu perlu makan lebih banyak.”

Yu Hao berkata, “Tidak mampu, aku terlalu miskin.”

“Apa yang biasa kamu makan untuk makan siang?” bkWwaL

Yu Hao menjawab, “Hot pot.”

Chen Yekai berkata, “Dan sekarang aku berpikir untuk mengajakmu makan nanti.”

Yu Hao menghabiskan 200 yuan untuk makanan itu. Dia telah menyia-nyiakan sisa biaya hidupnya yang terakhir.

“Jika kamu ingin bicara, kita bisa mengobrol ba.” Chen Yekai berkata, “Jangan mencoba untuk selalu memendamnya sendiri, aku pernah melakukan hal yang sama saat aku lebih muda.” Z9f8c3

Yu Hao sedikit terkejut; Chen Yekai tampak seperti orang yang cukup optimis baginya.

“Aku tidak mencuri apapun.” Yu Hao tiba-tiba berkata.

Chen Yekai mengamati Yu Hao, lalu tampak seperti dia tiba-tiba mengambil keputusan tentang sesuatu dan berkata, “Aku percaya padamu.”

Ketika Yu Hao mendengar kata-kata itu, dia benar-benar tercengang. Sejak seluruh insiden ini dimulai, ini adalah pertama kalinya seseorang mengatakan kepadanya “Aku percaya padamu”. Baik konselor maupun polisi hanya menjawabnya dengan “jangan khawatir, kami pasti akan mengungkap kebenarannya”. Tidak pernah ada seseorang yang memberinya jawaban pasti karena mereka semua takut disalahkan jika mereka mengatakan sesuatu yang salah terlalu cepat. VbYXUc

“Kenapa?” Yu Hao malah bertanya.

“Polisi yang menyelidiki kasusmu berkata begitu.” Chen Yekai membuka WeChat-nya, meletakkan ponselnya dan mengaktifkan mode loudspeaker, lalu memutar sebuah pesan suara.

Story translated by Langit Bieru.

“Bocah itu berbohong, aku sudah melihat terlalu banyak kasus seperti itu …… tapi kita tidak bisa membuktikannya, jadi akan sangat tidak nyaman bagi kita untuk menyebutkannya kepada orang tuanya …… ​​kita tidak bisa menuduh pemuda itu mencuri hanya karena dia miskin……”

Setelah dia selesai memutar pesan suara itu, Chen Yekai menjelaskan, “Polisi yang menangani kasusmu sudah melihat semua jenis orang, mereka bisa langsung mengetahui jika seseorang berbohong hanya dari tatapan matanya. Tapi anak itu terlalu pintar, tidak peduli seberapa banyak mereka menanyainya, mereka tidak bisa menemukan celah dalam kesaksiannya.” Saat dia berbicara, dia melihat ke arah Fu Liqun lagi dan berkata, “Ketika dia pergi untuk mengajar anak itu, anak itu meletakkan jam tangan ayahnya di tas Yu Hao dan menjebaknya.” oNy3Ud

“Itu terlalu berlebihan.” Fu Liqun memahami inti dari situasi dari percakapan mereka, lalu berkata, “Kenapa dia melakukan itu?”

Chen Yekai mengangkat bahunya, lalu berkata, “Sekarang kita perlu menemukan cara untuk mendapatkan bukti.”

Yu Hao berkata, “Tidak akan ada bukti apapun, kecuali dia mengakuinya sendiri.”

Chen Yekai memikirkannya untuk beberapa saat, lalu menjawab, “Belum tentu.” NYPEvT

Yu Hao, “Hal yang sama terjadi ketika aku masih di SMP.”

Chen Yekai sangat terkejut. Dia belum pernah melihat data profil Yu Hao, dan konselor Xue Long tidak menyebutkan masalah ini kepadanya.

“Mau membicarakannya?”

Yu Hao merenung sebentar, lalu berkata, “Sebenarnya, orang yang melakukannya adalah teman baikku.” tqNKEQ

Pada paruh kedua tahun kedua di SMP, seorang anak laki-laki dari keluarga yang cukup kaya dipindahkan ke kelasnya. Nama panggilannya adalah Hua Lun, ayahnya bekerja di bidang batu bara di Shanxi dan memiliki begitu banyak uang sampai dia mungkin bisa menggunakannya sebagai sumbu pembakaran. Hua Lun sering mengumpulkan teman-temannya untuk menemaninya keluar bermain, dan dia akan membayar tagihannya setiap kali mereka pergi. Setiap kali dia pergi keluar pada akhir pekan, dia akan membeli sekotak rokok Zhonghua, dan dia bahkan memiliki mobil sendiri ketika dia masih di bawah umur. Keluarganya juga memiliki hubungan yang baik dengan pejabat kota, jadi dia tidak pernah diselidiki.

Hua Lun membeli lebih dari beberapa orang yang disebut orang “berguna”, seperti yang ada di buku teks bahasa mereka yang berjudul “Tiga Ribu Pengikut Tuan Meng Chang“. Para pengikutnya akan membantunya menyalin pekerjaan rumahnya, membantunya menyontek selama ujian, membawakan buku pelajaran untuknya, membersihkan kelas untuknya, mengambil alih tugas piketnya dan sesuatu semacam itu ……. Semua orang menyadari nilai mereka ketika mereka mulai membagi begitu banyak tugas beragam di antara mereka sendiri dan bertanggung jawab atas tugas khusus masing-masing.

Yu Hao sudah merasakan perbedaan yang begitu jelas antara dirinya dan anak-anak lain sejak dia duduk di taman kanak-kanak, jadi dia memiliki rasa rendah diri dan sangat sensitif selama SMP. Jadi wajar saja, dia tidak mau bergabung dengan kelompok pria ini dan menjadi salah satu pengikut Hua Lun. Tapi, dia memiliki seorang teman yang cukup dekat dengannya yang berasal dari keluarga kelas pekerja; temannya ini belajar banyak dari Hua Lun dan dia bergaul dengannya sepanjang hari. Dia sering meminjam uang dari Hua Lun dan bisa dengan mudah meminjam dua hingga tiga ratus yuan darinya setiap pinjaman. Jika dia membutuhkan sedikit lebih banyak uang, dia bahkan bisa meminjam hingga seribu yuan dalam satu kesempatan.

Setelah itu, tambang batubara milik bos ayah Hua Lun menemui beberapa masalah. Setelah beberapa introspeksi, ayah Hua Lun memberi ceramah yang baik kepada putranya dan memotong setengah dari uang sakunya. Sejak saat itu, kejayaan Hua Lun tidak ada lagi, dan semua pengikutnya segera lari pontang-panting. Namun, mudah untuk beralih dari gaya hidup hemat ke gaya hidup mewah, tetapi sulit untuk melakukan sebaliknya. Setelah teman Yu Hao menyadari bahwa ATM-nya telah ditutup, tak terelakkan baginya untuk merasakan ketidaksesuaian mendadak dalam standar hidupnya. PGdT7d

Jadi setelah kelas pendidikan jasmani mereka berakhir, dia mengambil dompet Hua Lun, menggeledahnya, mengambil beberapa catatan di dalamnya lalu memasukkannya kembali ke mejanya. Tapi tepat setelah dia meletakkan dompet di mejanya, para siswa mulai kembali ke kelas satu demi satu. Hua Lun menyadari bahwa dompetnya dicuri, jadi dia segera melaporkan kehilangannya kepada gurunya.

Guru wali kelas mereka juga sangat cerdas. Dia tahu bahwa bukan langkah yang cerdas untuk menyelidiki masalah ini dengan melakukan pencarian seluruh tubuh kepada semua siswa untuk dompet tersebut, jadi dia meminta Hua Lun untuk tidak mengungkapkan kerugiannya terlebih dahulu. Mereka akan mencari dompetnya melalui pengamatan yang cermat dan mencoba yang terbaik untuk menangkap pencuri itu. Setelah sekolah berakhir, Hua Lun akhirnya menemukan dompetnya di meja Yu Hao …….

“Kenapa?” Fu Liqun bertanya.

Yu Hao dengan tenang menjawab, “Dia terlalu gugup, jadi dia memasukkannya ke meja tanpa banyak berpikir dan tanpa sengaja salah meletakkannya. Kebetulan, tempat dudukku berdekatan dengan tempat duduknya.” dRw93Y

Yu Hao sudah melakukan yang terbaik untuk berdebat, membela dirinya sendiri, tetapi boro-boro keberuntungan, dia bahkan hanya memiliki 300 yuan yang diberikan kepadanya oleh neneknya – itu adalah biaya hidupnya untuk bulan itu. Setelah mereka berdebat untuk sesaat, Yu Hao akhirnya juga berdebat dengan Hua Lun. Hua Lun sudah lama tidak menyukainya; Lagipula, ketika Hua Lun berada di puncak kejayaannya, dia telah mencoba merekrut Yu Hao beberapa kali tetapi Yu Hao tidak pernah setuju untuk menjadi pengikutnya. Di sisi lain, Yu Hao sangat marah karena dituduh, jadi dia mengambil cangkir dan menggunakannya untuk menghancurkan kepala Hua Lun.

Setelah masalah menjadi begitu kacau, ibu Hua Lun datang ke sekolah dan membawa bukti bahwa Hua Lun menderita cacat tingkat 3, dan telah menyatakan bahwa dia pasti tidak akan membiarkan masalah ini diselesaikan dengan mudah. Pada akhirnya, nenek Yu Hao juga pergi ke sekolah dan berlutut di depan ibu Hua Lun di depan banyak orang. Masalah ini telah mengejutkan semua orang di kelas mereka, dan benar-benar mengejutkan Yu Hao juga.

Story translated by Langit Bieru.

“Di seluruh kelas, hanya guru bahasa Inggrisku yang mau membelaku.” Yu Hao dengan tenang berkata, “Aku masih ingat apa yang dia katakan. Dia berkata, ‘Saat Hua Lun mengumpulkan pengikutnya, Yu Hao tidak pernah bergaul dengan mereka, jadi mengapa sekarang dia pergi dan mencuri uangnya?”

Selanjutnya, insiden ini meninggalkan catatan kriminal di profil Yu Hao, tetapi dia masih berhasil lulus. Setelah lulus SMP, temannya itu mengatakan yang sebenarnya padanya. Pada awalnya Yu Hao ingin membiarkan masa lalu berlalu, tetapi temannya itu benar-benar mencarinya untuk meminjam uang darinya lagi. Pada akhirnya, Yu Hao secara tidak sengaja menemukan bahwa temannya ini bergaul dengan gangster dan dipaksa untuk menggunakan narkoba, itulah sebabnya dia selalu kekurangan uang. Yu Hao meminjamkan uang kepadanya, kemudian menelepon polisi saat temannya ini menggunakan narkoba di rumah yang kemudian mengirimnya ke pusat rehabilitasi narkoba. XRviNB

Beberapa tahun kemudian, temannya ini telah sembuh dari kecanduan narkoba dan dibebaskan dari pusat rehabilitasi, tetapi dia tidak pernah menghubungi Yu Hao sejak saat itu. Setelah Yu Hao lulus dari SMA, di tengah perjalanan pulangnya, dia bertemu dengannya secara tidak sengaja dan menyapanya, tetapi pihak lain memperlakukannya seperti dia tidak terlihat.

“Minumlah dulu.” Chen Yekai telah menyeduh secangkir air glukosa yang dia berikan kepada Yu Hao.

Fu Liqun belum pernah bertemu dengan hal semacam ini sebelumnya. Jika bukan karena dia sakit parah tepat sebelum ujian masuk perguruan tinggi dan akibatnya mengacaukannya, dia tidak akan mendaftar di perguruan tinggi kelas tiga ini. Mendengar cerita Yu Hao seperti melihat dunia lain dari dekat.

Yu Hao meminum air yang diberikan kepadanya. Setelah dia mulai berbicara, dia hanya ingin melanjutkan untuk mencurahkan isi hatinya dan berbicara dengan Chen Yekai. Dengan melakukan itu, seolah-olah dia akan bisa menyingkirkan semua kebencian terpendam yang telah terkumpul selama bertahun-tahun. M5YtS2

“Apa yang terjadi selanjutnya?” Chen Yekai bertanya lagi.

Setelah itu, Yu Hao selalu berjaga-jaga saat dia menyelesaikan tahun ketiga sekolah menengahnya. Selama periode itu, dia telah membaca beberapa buku Psikologi karena alasan tertentu dan mengetahui bahwa kepribadiannya secara intrinsik terkait dengan lingkungan tempat dia dibesarkan. Neneknya adalah wanita yang sangat sombong; dia begitu sombong sehingga ibunya sama sekali tidak tahan dengan ibu mertuanya. Setelah ayahnya meninggal, ibunya pernah membawanya ke waduk Sungai Timur untuk bermain. Dia memberinya sekop dan ember kecil, lalu memintanya menggunakan alat itu untuk menggali beberapa siput.

Waduknya sangat licin. Jika kau tidak berhati-hati, kau akan langsung masuk ke dalam air.

Saat Yu Hao menceritakan bagian masa lalunya ini, bahkan Chen Yekai dan Fu Liqun sedikit bergidik. DQu0BM

“Jangan terlalu dipikirkan.” Fu Liqun mencoba menghibur.

Yu Hao berkata, “Itu adalah niatnya. Aku tidak memahaminya ketika aku masih muda, tetapi ketika aku memikirkannya sedikit setelah aku dewasa, aku sekarang bisa memahaminya.”

Yu Hao secara bertahap mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang dirinya sendiri. Tetapi semakin dia memahami dirinya sendiri, semakin dia ingin menutup dirinya sendiri dan membangun tembok di sekelilingnya. Di dalam tembok itu dia akan benar-benar bebas. Dia selalu menjadi pemuda yang pendiam, dan satu-satunya kerabatnya adalah neneknya yang sudah tua. Dia belajar demi dia, dan dia mengikuti ujian masuk perguruan tinggi demi dia juga. Kadang-kadang, dia bahkan berpikir bahwa jika bukan karena dia tidak tahan menyakiti neneknya, mungkin tidak ada apa pun di dunia ini yang bisa membuatnya bahagia.

“Bagaimana mungkin?” Chen Yekai berkata, “Cinta, dan persahabatan adalah hal yang indah.” uUi1HQ

“Cinta itu memang benar-benar indah.” Yu Hao bergumam pada dirinya sendiri, “Aku tahu.”

“Anak laki-laki tampan sepertimu,” kata Chen Yekai, “seperti pangeran yang melankolis. Kau pasti akan sangat populer di kalangan gadis-gadis, aku akan memperkenalkanmu kepada mereka lain kali.”

“Tidak perlu.” Yu Hao dengan tegas menolak. Ada satu bagian tentang masa lalunya yang tidak dia ungkapkan. Apa yang tidak dia katakan kepada mereka adalah bahwa: temannya yang mencuri uang di sekolah menengah pertama adalah orang yang diam-diam dia cintai. Dan setelah dia mengirimnya ke pusat rehabilitasi narkoba, dia akhirnya menyatakan perasaannya kepadanya. Tapi apa yang dia dapatkan sebagai balasannya adalah rentetan umpatan gila dan hinaan yang begitu keji.

PfSUJW

Translator's Note

Wang Leehom adalah penyanyi yang cukup tampan. Ini berarti Fu Liqun terlihat seperti idol lolol

Translator's Note

Translator's Note

siswa

Translator's Note

Jika ditambahkan konotasi, dia masuk ‘tanpa memberi konsultasi dengan siapa pun’; frasa ini sering digunakan untuk menggambarkan Kaikai agar dia tampak lebih mengesankan menurutku.

Translator's Note

kakak senior

Translator's Note

Sekotak Zhonghua harganya sekitar 450 Yuan, yaitu sekitar $67 USD atau Rp. 975.265

Translator's Note

Frasa aslinya adalah 包养, yang merupakan istilah yang biasa digunakan untuk mengatakan bahwa kau sedang memelihara(?) seseorang, seperti wanita simpanan. Misalnya. jika seorang pria 包养 seorang gadis, dia menjadi sugar daddy. Jadi dalam konteks ini Hua Lun seperti menjadi sugar daddy bagi teman-temannya, tetapi frasa sugar daddy juga tidak terdengar benar ….. pada dasarnya dia hanya membeli persahabatan mereka.

Translator's Note

Menerjemahkan novel ini mengajariku lebih banyak tentang budaya daripada yang pernah dilakukan guruku (aku minta maaf kepada semua Laoshi-ku). Bagaimanapun, dalam periode Negara Berperang, ada praktik umum di antara raja untuk ‘membesarkan’ pengikut yang memiliki segala macam bakat. Beberapa akan tahu seni bela diri, yang lain akan tahu bagaimana merencanakan skema dll. Dan di antara pengikut Meng Chang, ada beberapa orang yang sangat pandai meniru gonggongan anjing dan ayam berkokok, jadi Meng Chang menyimpannya. Pada akhirnya, ketika mereka harus melarikan diri melalui beberapa celah Hangu, orang-orang inilah yang menyelamatkannya dan dia seperti “wow, aku menyimpan begitu banyak orang berbakat dan karena beberapa orang ini yang hanya pandai menirukan gonggongan anjing dan ayam berkokok yang membuatku tetap hidup “. <- Kurasa bagian terakhir ini tidak relevan … Hua Lun hanya mengumpulkan sekelompok pengikut berbakat.

Translator's Note

Tingkat 3: Kerusakan parah atau kelainan bentuk organ; kekurangan atau komplikasi fungsional yang serius; membutuhkan perawatan dan dukungan medis khusus; hilangnya sebagian kemampuan untuk merawat diri sendiri, misalnya kehilangan tangan, perilaku berbahaya dan impulsif yang disebabkan oleh gangguan psikotik; cacat serius di wajah; kompensasi untuk disabilitas tingkat 3 setara dengan gaji 20 bulan dan tunjangan disabilitas yang dibayarkan setiap bulan dan setara dengan 80% dari gaji bulanan mereka.

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!