English

Merebut MimpiCh34 - Tamasya Musim Semi

1 Comment

“Laoshi sudah punya seseorang yang dia sukai.”


Ketika Zhou Sheng pulang ke asrama, sekeliling tubuhnya seolah-olah telah diselubungi oleh aura pembunuh yang kuat.  pl2g4r

Fu Liqun bertanya, “Menang tidak?”

“Kalah!” Zhou Sheng berkata dalam suasana hati yang buruk, lalu melimpahkan semua kesalahan itu kepada Yu Hao. “Kenapa kau tidak datang melihatku bertanding? Laoshi kalah karena itu!”

Langit Bieru.

Yu Hao langsung merasa seolah-olah kepalanya telah disiram satu baskom air dingin.

“Kau masuk ke semifinal?” tanya Fu Liqun. lS2RQp

“Masuk,” Zhou Sheng menjawab, masih dalam suasana hati yang buruk.

Yu Hao hampir saja memukul Zhou Sheng. “Bisakah kamu berhenti membesar-besarkannya?! Kamu sendiri yang bilang kalau tidak akan ada masalah hari ini! Lalu, memintaku untuk membuat catatan pelajaran untukmu! Kami pasti akan menonton final!”

Zhou Sheng tertawa sembari dengan cepat melepas pakaian olahraganya, kemudian melemparkannya kepada Yu Hao sebelum mengambil handuk dan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Yu Hao bangkit, mengambil kaus kaki Zhou Sheng yang telah dilempar ke lantai juga, lalu pergi untuk merendam dan mencucikan pakaian itu nanti. Sesaat kemudian, Zhou Sheng keluar dari kamar mandi dan menyerahkan celana olahraga beserta celana dalamnya kepada Yu Hao; gerakan mereka luar biasa alami dan terkoordinasi dengan baik.

Sudut mulut Fu Liqun bergerak-gerak saat dia menilik Yu Hao lebih jauh. 5UxrC3

Yu Hao, ” ….”

Fu Liqun, “Kau terlalu memanjakan dia.”

“Bukannya aku juga mencuci pakaianmu?” Yu Hao hanya bisa memaksa dirinya untuk mengatakan ini dan berpikir bahwa dia harus lebih sadar diri ketika mereka berada di luar. Dia gay, tapi Zhou Sheng bukan, jadi akan merepotkan jika dia melibatkannya. Zhou Sheng bertindak seperti itu kepada semua orang—kucing, anjing, dan bahkan pohon tidak akan bisa lepas dari godaannya. Pria itu akan selalu berbicara kasar kepada teman sekelasnya dan juga Fu Liqun.

Hanya di depan Yu Hao dia …. 7qNfV0

Yu Hao sekarang menyadari apa yang menjadi masalah sekarang. Beberapa waktu ini, Zhou Sheng akan pergi ke kelas bersamanya setiap hari. Zhou Sheng akan duduk di baris paling belakang sebelumnya, tetapi akhir-akhir ini, posisi duduknya perlahan-lahan semakin mendekati baris paling depan dan kalau tidak salah, sekarang dia paling sering duduk di baris ketiga dari depan. Dia bahkan mulai mendengar penjelasan dosen ketimbang tidur. Hal yang paling aneh adalah Zhou Sheng akan selalu tertawa dan bersenda gurau dengan orang luar, tetapi saat bersama Yu Hao, dia selalu bersikap kelewat serius.

Seolah-olah Zhou Sheng memiliki dua modeMode A adalah mode Hooligan, terutama dipakai untuk menangani orang luar dan berisi mode yang ditetapkan untuk secara konsisten menangani orang lain dengan cara yang sama—tidak peduli apakah kau seorang guru atau teman sekelas; Mode B adalah mode Dialog Serius, yang hanya mengekspresikan dirinya sendiri saat dia bersama Yu Hao. Terlepas dari apakah Yu Hao sedang mengajarinya bahasa Inggris atau jika mereka berbicara secara normal, Zhou Sheng jarang tersenyum nakal atau bercanda dengan cara yang genit.

Terlebih lagi, saat mereka bepergian bersama, sebagian besar perhatian mereka akan terfokus di diri mereka satu sama lain. Bagi Yu Hao—tidak perlu diragukan lagi, sebagian besar waktu, selama Zhou Sheng ada, Zhou Sheng akan menjadi satu-satunya orang di matanya. Di sisi lain, Zhou Sheng jeli dan selalu waspada, tetapi saat Yu Hao menunjukkan sedikit gerakan, Zhou Sheng akan segera berbalik ke arahnya. Seolah-olah dia telah melemparkan jaring dengan cakupan yang luas, namun simpul penarikannya akan mengikuti Yu Hao setiap saat.

Yu Hao tidak ingin mempengaruhi Zhou Sheng secara negatif. Jika lebih banyak orang mulai bergosip tentang mereka, mereka pasti akan mulai merasa canggung satu sama lain. Untuk beberapa waktu, Yu Hao merasa kalau dia harus mengambil jarak di antara mereka dan situasinya akan membaik begitu mereka berhenti menempel satu sama lain. Fu Liqun sudah punya pacar sebelumnya, jadi meskipun dia sering bersamanya, orang lain mungkin tidak akan banyak membuat asumsi tentang dia. BxCWwf

Apa yang salah denganku? Yu Hao tidak tahu mengapa, tetapi di dalam hatinya menganggap itu lucu. Dia selalu menyendiri selama bertahun-tahun dan sekarang dia tidak bisa hidup tanpa ditemani seseorang?

Saat dia memikirkan ini, Sekretaris Kampus datang untuk mengumpulkan uang. Pada pertengahan Maret, perguruan tinggi akan menyelenggarakan tamasya musim semi. Di masa lalu, Yu Hao mungkin tidak akan pergi, tetapi sekarang dia memiliki sedikit lebih banyak uang pada semester ini, oleh karena itu, ia pikir sekarang ia bisa mengikutinya.

Yo.” Sekretaris itu menyapanya, “Kau sedang mencuci pakaian dalam Zhou Sheng?”

Yu Hao, ” ….” LdPMpr

“Wah! Serius?!” Zhou Sheng berteriak dari kamar mandi, “Kau bahkan tahu pakaian dalam apa yang aku pakai?! Kau benar-benar mesum~!”

Fu Liqun ingin tertawa terbahak-bahak, dan Yu Hao mengirim spam +1 untuk Zhou Sheng di dalam hatinya. Ketika Sekretaris Liga itu melihat pakaian olahraga yang sedang dicuci Yu Hao, dia masih ingin melontarkan beberapa kata mengejek sebelum dia di-KO oleh Zhou Sheng, jadi dia hanya bisa mengaku kalah dan mengeluarkan ponselnya. Fu Liqun melirik Yu Hao sebagai isyarat baginya untuk membayar.

Read more BL at langitbieru (dot) com

Yu Hao mentransfer uang tersebut ke Sekretaris Liga dan berkata, “Untuk kita bertiga.”

Tiba-tiba, Yu Hao menyadari sesuatu. Dia melirik Fu Liqun, tapi Fu Liqun sedang menonton video sambil mendengarkan dengan earphonenya. Sekretaris Liga pergi setelah menerima uang. Qav8iO

Fu Liqun tidak pernah mengizinkan orang lain membayar lebih dulu atau meminjam uang dari orang lain, kecuali hari ini. Yu Hao menemukan detail aneh ini. Awalnya, ketika dia mengeluarkan ponselnya, dia akan berkata “Untukku dan Zhou Sheng”. Namun, karena Fu Liqun membiarkan dia membayar semuanya dulu, itu menjadi “Untuk asrama kami”.

Yu Hao sedang berpikir tentang apa maksud Fu Liqun tadi, saat Fu Liqun akhirnya melepas earphonenya dan berkata, “Berapa biayanya? Akan kutransfer padamu sekarang.” Kemudian, segera dikembalikan ke Yu Hao di tempat.

Yu Hao mengerti bahwa kekhawatirannya tidak berdasar. Ini memperkuat tekadnya: gosip adalah hal yang menakutkan, bahkan jika dia tidak takut, dia perlu mempertimbangkan Zhou Sheng.

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.


“Semester lalu adalah kali pertama kita mengenal satu sama lain, tapi sekarang, aku melihat kalian semua terkurung di asrama, bahkan tidak keluar melalui gerbang utama atau samping, sudah seperti wanita muda dari keluarga kaya.” XEkHSq

Di dalam bus, kata-kata Chen Yekai memicu tawa. Chen Yekai bertanggung jawab atas dua kelas. Dia mengenakan pakaian olahraga dari ujung kepala hingga ujung kaki hingga menginjak warna hijau.

“Kami tidak begitu!” Semua siswa dari kelas olahraga meneriakkan keluhan mereka berturut-turut, “Kami jelas-jelas terus berolahraga setiap hari!”

“Tubuh kami selalu diadu satu sama lain!” Orang lain berteriak, yang diikuti oleh tawa parau.

Chen Yekai berhenti sejenak sebelum melanjutkan, “Baiklah kalau begitu. Kali ini, setiap orang harus lebih banyak bersosialisasi dan melepaskan diri dari dunia maya di ponsel kalian. Kalau kalian punya gadis yang kalian sukai, jangan ragu lagi, cepat dan katakan kepadanya ba!” yIni8E

Seketika itu juga terjadi keributan di dalam bus, kala semua orang mulai bertepuk tangan dengan liar untuk Chen Yekai.

Chen Yekai bergeming sejenak sebelum berkata lagi, “Kalian sudah empat tahun kuliah, jangan sia-siakan masa mudamu.”

Raungan tawa di dalam bus hampir meredam suara Chen Yekai. Yu Hao tersenyum sambil menatapnya dan untuk beberapa alasan, Chen Yekai secara tidak sengaja melirik Yu Hao, sisa kegembiraan masih ada di matanya. Saat tatapan mereka bertemu, Chen Yekai dengan cepat berbalik. Zhou Sheng sudah menyalakan earphonenya sejak awal. Dia melihat ke luar bus dengan wajah yang jelas menunjukkan kekesalan akan keributan yang dibuat kelompok itu.

“Tentu saja, perempuan juga boleh mengungkapkan cintanya pada laki-laki yang disukai!” Chen Yekai melanjutkan. xAR1Jz

Mantan teman sekamar Yu Hao tiba-tiba berkata, “Bagaimana dengan pria yang mengaku pada pria?”

Ronde tawa teriakan terdengar. Chen Yekai dengan santai menjawab, “Tidak apa-apa selama itu cinta, tetapi harus berdasarkan premis bahwa kau percaya itu adalah cinta. “

Beberapa gadis di barisan depan yang tidak Yu Hao kenal berbalik untuk melihat dia dan Zhou Sheng. Yu Hao merasa sedikit canggung. Pada akhirnya, Chen Yekai berkata, “Kalau kalian punya masalah dan butuh seseorang untuk membantu mendengarkan, kalian dapat mencari Kaikai Ge.”

Seorang mahasiswi segera berteriak, “Chen Laoshi! Aku mau mengutarakan cinta kepadamu!” Nd1aJw

Seluruh bus tertawa terbahak-bahak dan seorang mahasiswa berteriak pula, “Kaikai! Aku ingin mengaku padamu!!”

Chen Yekai melambaikan tangannya dan duduk. Dia meletakkan mikrofonnya, tetapi para siswa tidak membiarkan Chen Yekai melarikan diri begitu saja, jadi mereka melanjutkan keributan mereka.

Story translated by Langit Bieru.

Laoshi! Bantu aku mengaku pada Chen Yekai!”

Chen Yekai harus mengambil mikrofon lagi. “Laoshi sudah punya seseorang yang dia sukai.” zixJ C

Ah,” desahan penyesalan bisa terdengar.

“Laki-laki atau perempuan?” Orang lain bertanya dan ini segera membuat suasana meledak, tetapi Chen Yekai berhenti berbicara. Jantung Yu Hao berdegup kencang. Dia merasa suasana hati Chen Yekai sedang tidak baik akhir-akhir ini dan guru pembingingnya itu mungkin mulai merasa lebih buruk sekarang.

“Siapa yang mau menyumbangkan nyanyian?”

“Yu Hao! Yu Hao!” 0VzvKN

Rasanya benar-benar terlalu membosankan di dalam bus itu. Yu Hao sungguh tidak ingin menyanyi dan Chen Yekai berkata, “Kalian akan membiarkan dia bernyanyi dengan mikrofon yang jelek? Lain kali ba.” Baru kemudian siswa lain melepaskan Yu Hao.

Yu Hao berpikir, “Terima kasih Tuhan.” Kemudian, pada saat ini, Zhou Sheng berbalik dan menatapnya dengan sedikit senyum di matanya.

Yu Hao, “?”

Zhou Sheng menepuk kepala Yu Hao. Yu Hao bersandar sedikit padanya dan mengambil salah satu earphone Zhou Sheng karena dia ingin mendengarkan lagu yang pria itu dengar juga, tetapi Zhou Sheng segera menggunakan jarinya untuk mengaitkan earphone dan menariknya kembali. 3lj20Q

Yu Hao, ” ….”

Yu Hao terus merasa bahwa suasana hari ini terasa sedikit aneh. Dia mengeluarkan ponselnya, merenungkannya sebentar, lalu mengirim pesan WeChat ke Chen Yekai.

【Bagaimana kabarmu akhir-akhir ini?】

【Kalau kau mau mengobrol, maju ke depan.】 Chen Yekai menjawab. 7EQRMS

Bus sedang melaju di sepanjang jalan tol, para siswa sedang sibuk dengan urusan masing-masing. Entah itu berbaring atau sedang bermain gim. Yu Hao memutuskan bahwa selama tamasya ini, dia tidak boleh selalu berada di dekat Zhou Sheng dan dia harus menjaga jarak di antara mereka, jadi dia memberi isyarat kepada Fu Liqun agar pria itu duduk di samping Zhou Sheng. Sedangkan Yu Hao sendiri kemudian berjalan ke barisan depan dan duduk di sebelah Chen Yekai.

Zhou Sheng melihatnya dengan tatapan aneh saat dia pergi.

Mata Chen Yekai terlihat sedikit sembab dan dia juga menatap kosong ke luar jendela sambil mendengar lagu melalui earphonenya. Saat dia melirik Yu Hao, rasa kelelahan bisa terlihat di tatapannya. Chen Yekai tampak lebih lelah daripada terakhir kali mereka bertemu di rumah sakit dan bibirnya sangat kering hingga mulai terkelupas.

Yu Hao mengkhawatirkannya, jadi dia bertanya, “Apakah dia sudah bangun?” sJvPFT

Chen Yekai menggelengkan kepalanya, tapi tersenyum untuk menunjukkan bahwa semuanya baik-baik saja.

Tidak pantas bagi Yu Hao untuk banyak bicara. Dia mengingat hari-hari tak lama setelah Neneknya meninggal dan memikirkan bagaimana perasaannya saat itu: pada saat itu, dia tidak ingin mengatakan apa-apa. Dia tinggal di rumah sendirian, tetapi dia masih harus berkemas, mengatur pemakamannya, menjual rumah, dan membayar hutangnya. Ketika kerabatnya mengalami kecelakaan, dia membutuhkan seseorang untuk menemaninya—bukan karena dia harus mencurahkan isi hatinya, tetapi karena dia hanya membutuhkan seseorang untuk diam di sampingnya dan itu sudah lebih dari cukup.

Please visit langitbieru (dot) com

Ketika dia mempertimbangkannya dari sudut pandang ini, dia merasa bahwa Liang Jinmin mungkin berada dalam kapasitas sebagai ‘kerabat’ dengan Chen Yekai. Oleh karena itu, dia tidak boleh mengatakan apa pun dan hanya perlu duduk di sebelahnya sekarang.

Di musim semi, matahari bersinar cerah dan mengalir melalui jendela bus. Chen Yekai dengan bingung melihat ke luar jendela, sementara Yu Hao dengan tenang duduk di sampingnya. Beberapa saat kemudian, Chen Yekai memberikan salah satu sisi earphonenya. Edtr N

Saat Yu Hao memakainya, dia mendengar suaranya sendiri.

Yu Hao, ” ….”

Chen Yekai mulai tertawa lagi. Dia memejamkan mata dan memberinya sebungkus makanan ringan.

“Kamu benar-benar merekamnya?!” Yu Hao sangat ingin segera menghapusnya karena malu. zUEhX

“Menemukan audionya dari kampus.” Chen Yekai berkata, “kau bisa mengunduhnya di grup chat kelas.”

Sebuah gunung berapi langsung meletus di hati Yu Hao, kalian membagikan lagu yang Aku nyanyikan di obrolan grup kelas?! Dan tidak ada yang memberitahuku?! Dia mencari-cari setengah hari sebelum dia menemukan teleponnya. Chen Yekai mengulurkan jari dan membantunya menggulir ke atas kolom Dokumen Bersama grup chat di kelas.

Yu Hao ingin agar admin grup segera menghapus file tersebut, tetapi dia sekonyong-konyong melihat pesan yang dikirim Zhou Sheng kepadanya yang muncul di bilah spanduk horizontal sebagai pemberitahuan.

Yo, kau pergi untuk membuat pengakuan? Kuharap yang terbaik untukmu!】 Lz5I3V

Yu Hao, “!!!”

Chen Yekai, ” .…”

Yu Hao segera merasa seperti sebuah kembang api yang meledak, tetapi Chen Yekai dengan tenang menggeser banner notifikasi WeChat ke atas agar tidak menghalangi, lalu mengetuk pesan suara dan membiarkan Yu Hao mengunduhnya agar dia dapat mendengarkannya sendiri.

Yu Hao menarik napas dalam-dalam saat dia mencoba untuk tenang. Chen Yekai tidak mengatakan apa-apa lagi dan mereka berdua terus duduk di kursi mereka seperti ini. Yu Hao mulai mendengarkan rekaman 《A Little Happiness》 yang dia nyanyikan hari itu dan semakin dia mendengarkannya, semakin dia ingin mati. Pada akhirnya, dia harus menghipnotis dirinya sendiri untuk melupakannya dan melupakan pesan WeChat Zhou Sheng, lalu mulai membaca informasi perjalanan untuk tujuannya— gunung Tianqing. OdxRTf

Setelah makan siang, bus mencapai kaki gunung Tianqing dan Zhou Sheng masih tampak seperti orang yang belum sadar dari tidur, meskipun dia baru saja makan siang. Kedua tangannya dimasukkan ke dalam sakunya saat dia memperhatikan Yu Hao, dia tampak seperti berada di ambang kemarahan.

“Aku duduk tepat di sampingnya!” Yu Hao berkata dengan gigi terkatup, “Dia lihat pesan itu!!”

Oh.” Zhou Sheng tampak bingung, “Bukankah itu bagus?”

Yu Hao berkata, “Aku tidak menyukainya!” 8LUnvX

Zhou Sheng mengejek, “Aku pikir kau menyukainya, ayo! ayo! Kita hampiri dia, kita bisa menjelaskannya dengan jelas kepadanya, jangan terlalu khawatir tentang itu ah~”

Yu Hao, ” ….”

Langit Bieru.

Yu Hao hampir mati karena marah. Chen Yekai pergi untuk membeli tiket. Zhou Sheng hendak berjalan mendekatinya, tapi Yu Hao segera menangkapnya dan berkata, “Hentikan!!”

Zhou Sheng mengekeh dengan ‘hehe‘, lalu melingkarkan lengannya di leher Yu Hao dan membuatnya berjalan ke mana-mana bersama. Yu Hao bisa mencium aroma Zhou Sheng, jadi dia merasa tidak nyaman dan berjuang untuk membebaskan diri. YDI9 N

“Hentikan, hentikan .…”

Yu Hao merasa sangat bertentangan. Tidak mudah baginya untuk mengendalikan dirinya sendiri dan dia takut jika Zhou Sheng menggodanya lagi, dia tidak akan bisa menahan diri dari keinginan untuk tetap dekat dengannya. Dia sudah memutuskan untuk menjaga jarak yang tepat di antara mereka, supaya mereka tidak tampak terlalu intim di depan orang lain lagi.

Chen Yekai bersiul sebagai tanda untuk memberi tahu kepada semua orang bahwa dia telah membeli tiket.

“Kita akan sampai di tengah gunung dalam satu jam.” Chen Yekai membagikan makanan, tiket masuk, dan tiket kereta gantung. “Begitu kita mencapainya, kalian dapat menggunakan tiket makan prasmanan di sana. Setelah istirahat setengah jam, capai puncak dalam empat jam, sebelum turun kembali dengan kereta gantung. Kita akan berkumpul di sini setelah itu. Kalau kalian tidak bisa berjalan lagi, ambillah mobil, jangan memaksakan diri. Ada empat jalur yang mengarah ke puncak dari titik tengah, setiap orang harus menjaga satu sama lain.” sUwn6L

Setelah mahasiswa dan mahasiswi mengambil tiket mereka, mereka buru-buru bubar. Sekelompok pelajar olahraga masih muda dan penuh dengan vitalitas, tetapi tidak punya tempat untuk melampiaskan energi mereka, jadi seolah-olah Chen Yekai baru saja melepaskan sekawanan anjing gila yang segera kabur dan dengan cepat menghilang dari pandangan.

Zhou Sheng dan Yu Hao berjalan di belakang rombongan. Yu Hao berkata, “Kamu harus berjalan di depan ba.”

Zhou Sheng berteriak, “Chen Laoshi!”

Chen Yekai saat ini sedang berbicara dengan sekelompok gadis. Ketika dia mendengarnya, dia berbalik. Yu Hao langsung merasakan ada sesuatu yang salah, tetapi Zhou Sheng berteriak lagi, “Yu Hao mengatakan bahwa kamu—“ L0smj

Yu Hao, “!!!”

“Aku tidak mengatakan apa-apa!” Yu Hao segera berteriak juga.

Zhou Sheng mengubah nadanya, “Dia bilang kalau kau tidak memberinya cukup waktu! Mahasiswa psikologi tidak sesempurna mahasiswa olahraga! Dia takut dia tidak bisa mencapai puncak!”

Yu Hao memegang dahinya dengan satu tangan. Chen Yekai melindungi wajahnya dari matahari dan balas berteriak, “Kalau kau tidak bisa naik lagi, ambil mobilnya! Hitung sendiri waktu yang dibutuhkan. Jangan berfoto lagi, kita berangkat!” EQZzv8

Zhou Sheng tersenyum sambil menatap Yu Hao. Wajah Yu Hao menjadi gelap, Zhou Sheng berkata, “Ayo pergi, ayo pergi!”

Yu Hao merasa tertekan. Dia berjalan di belakang semua orang dengan Zhou Sheng.

“Matahari kelihatan cerah hari ini,” kata Zhou Sheng sambil merenggangkan tubuh. Zhou Sheng melihat Yu Hao dalam keadaan linglung, setelah dia selesai mengambil beberapa foto berdiri di atas jalan papan, jadi dia mendesak, “Ayo lanjutkan perjalanan?”

“Aku tidak bisa.”Yu Hao berkata, “Aku bukan siswa olahraga.” acOHxn

Zhou Sheng memberi isyarat agar Yu Hao menghampirinya. Dia merangkul Yu Hao dan mengulurkan tangannya dengan ponselnya untuk mengambil swafoto, tetapi orang-orang terus berjalan melewati mereka. Zhou Sheng benar-benar gila, “Tidak bisakah kita berfoto dengan tenang?!”

“Lupakan saja, pemandangan di atas lebih bagus. Ayo berfoto di sana saja!” kata Yu Hao.

Read more BL at langitbieru (dot) com

Begitu para siswa pergi, kaki gunung menjadi sunyi lagi. Gunung Tianqing adalah tempat wisata terabaikan di dekat kota Ying. Biasanya tidak banyak turis di sekitar, tetapi ada prasasti batu yang diukir di tebing yang telah diawetkan sejak Dinasti Ming. Di pintu masuk gunung, ada tulisan, ‘Lautan kepahitan tidak terbatas, bertobat dan pantai sudah dekat.’ Di bawahnya terdapat pahatan batu yang menggambarkan adegan perjuangan di lautan kepahitan.

Yu Hao berpikir, “Prasasti batu ini benar-benar cukup pas untuk adegan tersebut.” Jadi, ia berhenti dan memotretnya. Zhou Sheng telah berjalan cukup jauh di depannya dan sesekali berbalik untuk menunggunya. rIMeLl

“Ayo pergi ah,” kata Zhou Sheng.

Yu Hao berpikir, “Entah bagaimana caranya supaya aku bisa membuat Zhou Sheng berjalan lebih dulu di depan atau orang lain akan mulai bergosip tanpa henti lagi tentang kami.” Setidaknya, mereka seharusnya tidak bersama sepanjang waktu hari ini, tapi dia juga tidak tahu ke mana Fu Liqun menghilang.

“Apa kau marah?” Zhou Sheng tiba-tiba merasakan ada sesuatu yang salah.

“Tidak.” Yu Hao sudah lama lupa bagaimana dia menggunakan Chen Yekai untuk menggoda Zhou Sheng. “Aku tidak cukup fit, melelahkan rasanya saat mendaki.” FmU1 N

“Aku selalu memintamu untuk makan lebih banyak, tapi kau tidak pernah mendengarkanku.” Zhou Sheng melambatkan langkahnya.

Mereka berdua menyusul Chen Yekai dan empat gadis dari salah satu asrama. Chen Yekai sedang memegang ponsel yang hanya tuhan yang tahu milik siapa, sambil berjongkok. Dia mengambil foto grup untuk mereka, mengarahkan bidikan dari bawah karena itu akan membuat kaki mereka tampak lebih panjang.

Mereka tidak tahu kapan Fu Liqun muncul, tapi dia berdiri di satu sisi menyaksikan mereka difoto. Semua gadis di asrama ini sangat cantik dan semua orang menyukai gadis cantik.

Yu Hao berpikir dengan simpatik, tetapi Chen Yekai pasti tidak ingin bersama mereka sekarang. Mungkin, dia hanya ingin berjalan sendirian dengan damai dan mencari udara segar. ZTtbBm

“Mereka disini.” Chen Yekai berkata kepada gadis-gadis itu, “Ayo ah.”

“Lupakan.” Seorang gadis dari kelas olahraga yang memimpin berkata, “Biarkan mereka bersama-sama ba, tidak usah dipisahkan.”

Yu Hao, “???”

Zhou Sheng, ” .…” KeRHMo

Chen Yekai berkata, “Aku akan membantu kalian mengatakannya? Beranilah. Ayo, Zhou Sheng, kemari!”

“Zhou Sheng!” Salah satu gadis yang terlihat sangat manis berkata, “Berjalanlah bersama kami bei.”

Sekarang, giliran Zhou Sheng yang meledak.

“Aku tidak ikut!” Zhou Sheng tidak menyangka Chen Yekai akan membalas dengan begitu cepat. CNH DM

Fu Liqun berkata, “Dia berkulit tipis, maaf.”

Gadis-gadis itu mulai tertawa lagi. Zhou Sheng segera merasa malu dan tetap di tempatnya. Dia tidak menghampiri mereka.

Read more BL at langitbieru (dot) com

“Pergilah ba.” Kali ini, Yu Hao yang berbicara, “Pergilah ah.”

Yu Hao berpikir bahwa ini adalah hal yang sangat bagus. Bagaimanapun, Zhou Sheng adalah pria yang lurus dan dia selalu sedikit pemalu di sekitar gadis. Dengan jenis kepribadiannya, kau perlu memberinya sedikit dorongan. 75kMEW

Namun, Zhou Sheng marah dan melirik Yu Hao.

Yu Hao, “Zhou Sheng akan membawa kalian ke atas gunung.” Saat dia berbicara, dia menepuk pundak Zhou Sheng.

“Kau tidak perlu membawa kami juga!” Tiga gadis lainnya berkata berturut-turut, “Ambil saja dia!”

Yu Hao menatap Zhou Sheng dengan serius. Ekspresi kesal tetap melekat di wajahnya. Yu Hao mendekat dan berbisik, “Aku akan berjalan di belakang kalian.” RnMSXd

Zhou Sheng tidak pergi dan gadis-gadis itu juga tidak pergi. Gadis itu masih menunggu Zhou Sheng dan setelah Chen Yekai melihat Zhou Sheng tetap di tempat, dia membuat keputusan dan berkata, “Bagaimana jika kita semua pergi bersama?”

“Kalau begitu aku akan menunggu kalian di tempat makan ba.” Zhou Sheng akhirnya mengalah.

Bagaimanapun, restoran prasmanan di tengah gunung hanya berjarak setengah jam dengan berjalan kaki. Zhou Sheng membawa gadis itu pergi dengan wajah enggan. Chen Yekai hendak mendekat kepada Yu Hao, ketika Fu Liqun yang tertinggal di belakang kelompok para gadis mulai sedikit mundur lalu meletakkan lengannya di pundak Yu Hao. “Aku akan menemanimu.” Keduanya tidak maju duluan dan Fu Liqun sepertinya sengaja menunggu Chen Yekai mendahului mereka, supaya ia dan Yu Hao akan mengikuti perlahan di belakang.

Chen Yekai, ” .…” Cautco

Chen Yekai ingin mengambil kesempatan untuk melarikan diri, tetapi dia tidak menyangka bahwa Yu Hao dan Fu Liqun tidak akan membantunya sama sekali keluar dari kesulitannya. Pada akhirnya, dia harus terus memotret untuk para gadis dan melepaskan perjuangannya.

Translator's Note

Kalahkan.

Translator's Note

Istilah khusus yang berarti berjalan-jalan di rumput hijau saat musim semi.

Translator's Note

Perempuan tadi

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!

1 comment