English

Merebut MimpiCh99 - Perayaan Ulang Tahun (NSFW)

0 Comments

Penerjemah: Zhanshines
Editor: AdaRa


“Hari itu adalah hari ulang tahunnya dan juga awal dari kehidupan barunya.” 2eyZ9A


Peringatan Konten:
NSFW


Sekarang Yu Hao baru mulai perlahan memahami semuanya: dia menyadari bahwa dari semua orang—termasuk Huang Ting, yang ternyata memiliki kemampuan bertempur paling kuat di antara mereka semua adalah secara mengejutkan yaitu Zhou Sheng. Kondisi saat itu benar-benar terlalu kacau balau, sampai-sampai Yu Hao tidak punya kesempatan untuk melihat bagaimana Zhou Sheng bertarung. Namun, Zhou Sheng hanyalah seorang petinju amatir yang bisa bersaing di turnamen kota, sementara lawannya adalah atlet Sanshou tingkat provinsi. Meski begitu, Zhou Sheng benar-benar berhasil melepaskan potensi luar biasa selama krisis hidup dan mati mereka. Dia bahkan lebih tak kenal takut saat dia melawan ketiga musuh oleh dirinya sendiri. Setelah itu, Zhou Sheng lolos hanya dengan beberapa goresan.

Story translated by Langit Bieru.

Terlebih lagi, setelah musuh saling berpencar dan sisanya dipukuli, Zhou Sheng telah memberikan tiga perintah: yang pertama adalah membuat para kawan mundur setelah menilai kekuatan pihak musuh; yang kedua adalah untuk memberitahu para teman supaya melarikan diri secara terpisah sehingga para penculik tidak akan dapat mengetahui yang mana musuh dan yang mana kawan—dalam hujan badai, ditambah dengan gelapnya malam dan tidak adanya anjing, para musuh akan memiliki peluang yang sangat tipis untuk mendeteksi mereka; yang ketiga adalah ketika musuh menjadi putus asa dan mencoba merebut senjata Huang Ting—Zhou Sheng segera memutuskan bahwa situasi para musuh tampak lengah, jadi dia maju sekali lagi untuk melawan mereka.

Yu Hao merasa bahwa kalau saja Zhou Sheng menjadi anggota SWAT atau detektif kriminal, dia pasti akan menjadi kekuatan yang harus diperhitungkan. Namun, kalau dia harus menjadi seperti Huang Ting yang sering kelelahan sampai-sampai dia bahkan tidak punya waktu untuk tidur atau menderita karena waktu makan yang tidak teratur. Maka, tidak apa-apa, tetapi Yu Hao mungkin saja akan mati terlebih dahulu karena merasa kasihan. QzZBYn

Sekarang Yu Hao sedang mandi, setelah itu giliran Fu Liqun. Zhou Sheng mengenakan baju kaus dan telah berganti memakai celana pendek longgar, memperlihatkan otot di bagian garis V pinggulnya yang indah, ditambah lagi kenyataan kalau dia tidak sedang mengenakan celana dalam. Yu Hao merasa seluruh tubuhnya akan hancur berkeping-keping saat dia berbaring di tempat tidur.

“Apa kita masih akan melawan musuh malam ini?” Yu Hao bertanya pada Zhou Sheng saat Fu Liqun sedang mandi.

“Kita sudah bertarung seharian dan sekarang kamu mau kita bertarung dalam mimpi juga? Memangnya kamu tidak lelah, Sayang? Istirahatlah selama beberapa hari ba.”

Zhou Sheng menaiki tangga dan membungkuk untuk mencium Yu Hao. Bibir dan lidah mereka terjerat dengan lembut; mereka berciuman cukup lama dan akhirnya hanya berpisah ketika suara air mengalir dan nyanyian Fu Liqun berhenti. ZdjxfS

“Sebentar lagi kamu ulang tahun, ‘kan?” Zhou Sheng menatap dalam mata Yu Hao.

Un.” Yu Hao bereaksi dan segera berseru, “Jangan membeli sesuatu yang mahal!”

“Oke, aku paham.” Zhou Sheng tersenyum, lalu membungkuk dan mencium Yu Hao lagi, “Selamat malam.”

Keesokan harinya, Chen Yekai tampil sangat energik saat datang ke kelas. Begitu dia muncul di ruang kelas, seluruh ruangan menjadi riuh dan terjadilah diskusi panas di dalamnya. Barisan depan mulai bertanya-tanya, apakah Chen Yekai dipukuli oleh gangster karena dia mencoba menyakiti pacar seseorang? Yu Hao ingin mengklarifikasi banyak hal, tapi hal itu tampaknya tidak akan berguna, jadi dia hanya bisa menyerah pada gagasan itu. CfixjK

Zhou Sheng dengan sabar melipat kertas berbentuk hati untuk Yu Hao melalui bawah mejanya. Di tengah diskusi barisan depan, seseorang dari kelas psikologi berbalik dan menatap Zhou Sheng dan Yu Hao dengan raut curiga.

“Ah, para mahasiswa ini,” Zhou Sheng pada awalnya berkata dengan nada tulus, “Apa yang mau kalian katakan? Ayo, katakan dengan lantang dan jelas, aku berjanji tidak akan memukul kalian di kelas.”

Yu Hao, “?”

Barisan depan langsung terdiam. Yu Hao menggaruk kepalanya, setelah itu Zhou Sheng berkata dengan nada dingin, “Cari mati.” x7RgU8

Yu Hao, “Apa maksudmu?”

Zhou Sheng meringis padanya sebelum memberinya lipatan uang seratus yuan berbentuk hati. Yu Hao menyelipkan lipatan bentuk hati itu ke dalam buku pelajarannya. Setelah mengumpulkan setumpuk kertas lipat berbentuk hati nanti, dia akan memasukkannya ke dalam botol kaca besar yang diberikan Fu Liqun kepadanya. Kelas dimulai. Zhou Sheng mengeluarkan buku teks psikostatistik dan membalik kertasnya ke tengah, tampak bosan.

“Kenapa kamu tertarik dengan pelajaran itu?” Yu Hao bertanya.

“Aku tidak tertarik,” jawab Zhou Sheng. XMH pr

Yu Hao, “Kalau begitu, kenapa kamu membacanya?”

“Kalau tidak begini, bagaimana bisa aku mengajarimu nanti?” Zhou Sheng berkata lembut, “Ujian Tengah Semester akan segera datang, memangnya kamu pikir kamu bisa lulus kalau tidak belajar?”

Please visit langitbieru (dot) com

Yu Hao, “…”

Sejauh ini tidak ada kabar dari Huang Ting dan Zhou Sheng tidak mengajukan pertanyaan apa pun juga. Yu Hao khawatir tentang dunia mimpi Ou Qihang, tapi Zhou Sheng baru saja bilang kalau sekarang ini belum waktunya untuk tahu dan kalau saatnya sudah tiba, dia secara alami akan membawa sang kekasih masuk ke mimpi lagi untuk melihatnya. P5NaVA

Sebelum ujian tengah semester, Yu Hao memiliki firasat kuat kalau dia tidak akan punya cukup waktu untuk belajar. Dia belum mempelajari sebagian besar mata pelajarannya dengan serius dan mata pelajaran terbaiknya adalah kelas yang diajarkan oleh Chen Yekai—Teori Dasar Struktur Kepribadian. Membaca psikostatistik seperti membaca sesuatu yang muskil, seperti buku mistik dari surga.

Zhou Sheng tidak punya banyak mata pelajaran yang harus dia tinjau untuk ujiannya; sebagian besar pelajarannya adalah olahraga, jadi dia dan Fu Liqun bisa lulus dengan mudah. Tidak ada ujian tengah semester untuk Bahasa Inggris, membuat Yu Hao hanya khawatir tentang modul statistiknya. Untungnya, suatu ketika Zhou Sheng membolak-balik buku itu selama tiga hingga empat hari dan setelah itu berseru, “Ayo, aku akan mengajarimu!”

Yu Hao, “…”

Untuk mata pelajaran yang Yu Hao perlu waktu sekitar setengah semester untuk selesai mempelajarinya, di sisi lain Zhou Sheng hanya membutuhkan waktu sekitar seminggu untuk menyelesaikan membaca semuanya dan tiba-tiba saja sudah bisa mengajarinya kepada Yu Hao selama seminggu. Zhou Sheng menyuruh Yu Hao mengerjakan beberapa contoh tugas yang dia suruh Fu Liqun untuk minta dari seniornya. Yu Hao mendapat nilai sekitar 70 dari Zhou Sheng, setelah itu kekasihnya berkata, “Oke, pergilah ambil ujian yang sebenarnya ba.” 9PldyS


Sekarang sudah akhir musim gugur; pohon gingko mulai menguning dan sehari setelah ujian tengah semester adalah hari ulang tahun Yu Hao. Saat mengambil kertas ujian terakhirnya yaitu statistik, Yu Hao duduk di dekat jendela kelas di mana pohon gingko memenuhi pandangannya dan dia melihat daun keemasan yang cerah di luar. Satu tahun lagi telah berlalu.

Memikirkan hari yang sama tahun lalu… Ah, lupakan saja, jangan pikirkan itu, masa itu bisa dibilang adalah noda gelap dalam sejarahnya!

Ketika Yu Hao mengingat masa lalunya setahun yang lalu, dia benar-benar berharap dia bisa menggali lubang dan mengubur dirinya sendiri.

Bel tanda berakhirnya kelas berbunyi, ujiannya sudah selesai. Yu Hao mendengar peluit ditiup dari luar. Fu Liqun berteriak, “Zhou Sheng!’ hrJZyd

Yu Hao menyerahkan kertasnya dan mengintip keluar. Zhou Sheng berlari menuju asrama mereka dan ketika dia melewati gedung belajar, dia berteriak kepada Yu Hao, “Tunggu aku di bawah!”

Yu Hao, “?”

Yu Hao menggeliat dan tertawa saat dia berjalan. Dia melihat Zhou Sheng membawa tas olahraga yang disampirkan di bahunya, mengenakan celana pendek merah dan sepasang sepatu Air Jordan yang dibeli Yu Hao untuknya. Kekasihnya sedikit terengah-engah setelah berlari. Dia berdiri di bawah pohon gingko dan menatap Yu Hao sambil tersenyum cerah.

“Bagaimana ujianmu?” Zhou Sheng bertanya, “Kamu lulus?” 0XgPLu

Yu Hao berkata, “Aku seharusnya bisa lulus.”

Un. Sudah waktunya untuk berkencan. Ayo pergi!” seru Zhou Sheng.

Yu Hao, “Kenapa kamu bau keringat?”

Zhou Sheng mengendus bahu dan lengannya. “Aku baru saja selesai ujian lari jarak jauh, tidak sempat mandi. Ayo pergi!” DJvBg

Yu Hao, “Pulang untuk mandi dulu, kita punya banyak waktu.”

“Kamu sudah tidak suka Laoshi sekarang?” Zhou Sheng menatap Yu Hao dengan bibir merengut.

Please visit langitbieru (dot) com

Yu Hao tidak tahu dia harus menangis atau tertawa. “Kalau begitu ayo pergi saja. Ke mana? Di mana Gege?”

Besok adalah hari ulang tahun Yu Hao dan dia berpikir untuk mentraktir Fu Liqun dan Chen Yekai makan hari ini. Namun, Zhou Sheng hanya tersenyum. “Kakak ipar ada di sini, dia ada di luar.” Zhou Sheng melingkarkan lengannya di bahu Yu Hao dan berjalan keluar dari gerbang belakang kampus. Dia bersiul ke Cen Shan. xYqcs6

“Kakak ipar—!” Yu Hao berteriak dengan kasih sayang yang tulus. Dia sudah lama tidak bertemu Cen Shan, jadi dia sangat merindukannya.

Cen Shan bersiul pada Yu Hao juga dan balas berteriak dengan kasih sayang yang tulus, “Kakak ipar!” (Bro-In-Law)

Zhou Sheng dan Fu Liqun segera terpesona oleh tawa para kekasihnya. Wajah Yu Hao memerah dan dia memegang keningnya dengan satu tangan. Zhou Sheng berkata, “Bersenang-senanglah, Sobat!”

Fu Liqun tidak lagi melihat orang lain di matanya. Dia memegang tangan Cen Shan kemudian naik ke bus, melemparkan ciuman jauh kepada dua lainnya. Di bawah jalan setapak yang dipenuhi pohon gingko di luar sekolah, ada pasangan di mana-mana yang berjalan untuk pergi bermain setelah ujian mereka. Zhou Sheng memegang tangan Yu Hao dan menjalin jari-jari mereka, lalu menggunakan tangannya yang bebas untuk menelepon taksi melalui ponselnya. G3EhYw

“Ada banyak orang.” Yu Hao tidak benar-benar berani berpegangan tangan dengan Zhou Sheng. Dua pria yang melingkarkan lengannya di bahu satu sama lain adalah hal yang sangat normal, tetapi akan sangat menonjol jika mereka berpegangan tangan.

Namun, Zhou Sheng justru makin mengencangkan cengkeramannya dan tidak membiarkan Yu Hao melepaskan diri. “Apa yang kamu takutkan?”

Yu Hao memegang tangan Zhou Sheng dan mereka berdua berdiri di bawah pohon gingko sambil menunggu taksi yang dipanggil Zhou Sheng. Ketika dia melihat sekeliling mereka, ada pasangan di mana-mana, lalu dia melihat Zhou Sheng lagi; dia tidak menyangka bahwa dia akan berkencan di sini secara terbuka juga dan cinta mereka menjadi sealami semua orang di dunia ini.

Taksi pun tiba. Zhou Sheng membawa Yu Hao ke sungai, masih ada 25 menit sebelum kapal berlayar. qXyBlI

“Ini…” Yu Hao tercengang.

Zhou Sheng memberikan ID-nya ke meja depan untuk pendaftaran; Kapal itu adalah kapal pesiar mewah yang mereka naiki ketika mereka mengejar Lin Xun terakhir kali.

Yu Hao berkata, “Tiket kapal ini terlalu mahal, harganya 20.000.”

“Bukan 20.000.” Zhou Sheng berkata kepada Yu Hao, “Aku tahu kamu tidak akan menerima pengeluaran sebesar itu, jadi aku memesan kamar double standar.” zK5ABJ

Meski begitu, biayanya masih akan menelan biaya 4.800 untuk satu kamar! Harga ini nyaris tidak dapat diterima untuk Yu Hao. Resepsionis tampak terbiasa dengan hal ini dan tidak terkejut bahwa dua orang sedang tidur di kamar ganda. Mereka diberikan kunci kamar. Ketika mereka membuka pintu kamar mereka, Yu Hao mengucapkan “wah” dengan tatapan polos.

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Meskipun tidak sebanding dengan kamar mewah mereka sebelumnya di lantai atas, kamar itu masih dilengkapi dengan kamar mandi sendiri, balkon kecil, tempat tidur besar, lemari pakaian dan TV. Yu Hao sangat senang, dia bergegas berbaring telentang di tempat tidur dan berteriak, “Ini bagus!”

Zhou Sheng tersenyum dan mendekati kekasihnya. Dia lalu bergeser beberapa kali setelah bersandar pada tubuh Yu Hao, “Suka?”

Yu Hao tidak bisa berbicara sejenak. Dia menatap kembali pada kekasihnya; ada sedikit senyum di mata Zhou Sheng, yang sekarang baru selesai menciumnya dan segera bangkit berdiri. “Beri aku waktu untuk mandi sebentar. Aku sendiri merasa tubuhku sedikit bau.” VqbS6Z

Zhou Sheng menempati urutan pertama dalam tes lari jarak jauh dan tidak mandi karena terburu-buru untuk naik kapal, jadi dia hanya berganti pakaian. Baru sekarang dia mengobrak-abrik tasnya untuk menemukan sabun mandi dan pergi mandi. Yu Hao dengan senang hati berjalan beberapa putaran mengelilingi ruangan dan mengingat bagaimana Zhou Sheng pernah berkata, ‘Aku akan mengajakmu ke kapal pesiar untuk bermain lain kali.’ dan tidak menyangka bahwa Zhou Sheng selalu ingat. Yu Hao tiba-tiba merasa sedikit sedih.

Zhou Sheng tidak membawa Roda Gagak Emas keluar bersama mereka. Yu Hao mengobrak-abrik tas Zhou Sheng; ada dua set pakaian dalam di dalamnya, serta botol kecil yang dibawa seseorang saat akan melakukan perjalanan.

Story translated by Langit Bieru.

Yu Hao, “…”

Yu Hao meletakkan botol pelumas itu kembali dan jantungnya mulai berdetak kencang. X5Phns

“Zhou Sheng!” teriak Yu Hao.

Zhou Sheng sedang mendengarkan lagu saat dia mandi di kamar mandi dan menjawab dengan “Hah?”. Ketika dia tidak mendengar jawaban Yu Hao untuk sementara waktu, dia akhirnya mematikan air dan keluar untuk mencarinya.

“Jangan ambil video!” seru Zhou Sheng.

Yu Hao ternyata sengaja merekam video Zhou Sheng melalui ponselnya. Zhou Sheng yang telanjang, tanpa menyembunyikan apa pun, bergegas melompat dan menangkapnya. d4Mg3z

“Ayo mandi bersama!”

“Tidak!” Yu Hao melawan, tetapi ditundukkan oleh Zhou Sheng. Dia diseret ke kamar mandi dalam pelukan Zhou Sheng dan mereka pun mandi bersama.

Dia memeluk Zhou Sheng dan membiarkan air hangat mengalir ke tubuhnya, merasakan detak jantung Zhou Sheng melalui dadanya.

“Untungnya aku tidak meledak kemarin malam, aku sudah sangat berhati-hati untuk tidak tertidur telungkup.” Zhou Sheng berkata, “Apa kamu melihat botol itu?” Ko7LwF

Un.” Yu Hao tahu bahwa “ledakan” yang Zhou Sheng sebutkan adalah tentang melepaskan diri saat mimpi basah secara tidak sengaja ketika tidur. Dia kemudian bertanya, “Apa kita akan melakukan itu hari ini?”

“Kamu mau?” Senyum bisa dilihat di mata Zhou Sheng. Kekasih Yu Hao itu mengulurkan tangannya dan mengambil pisau cukur dari luar kamar mandi, menjentikkannya beberapa kali untuk menghilangkan tetesan air di atasnya, lalu mengambil beberapa busa cukur juga.

Yu Hao, “?”

Ai! Saat ini adalah pertama kalinya bulu kemaluan Yu Hao dicukur oleh Zhou Sheng dan rasanya sangat memalukan. Namun, Zhou Sheng dengan sungguh-sungguh berkata, “Ayo, jangan malu, jadilah berani! Lagipula, kamu sudah sering melihatku seperti ini.” 32B6 A

Zhou Sheng mengeluarkan busa untuk menyabuni seluruh selangkangan Yu Hao. Dengan satu tangan menggenggam penis Yu Hao, dia berbisik, “Jangan bergerak.”

Zhou Sheng memegang barang Yu Hao saat dia mencukurnya dan segera setelah itu, benda itu mulai mengeras. Zhou Sheng bahkan menggodanya dengan menggunakan ibu jarinya untuk menggosok bagian paling sensitif dari ujung penis Yu Hao, membuat Yu Hao menanggapinya dengan sebuah erangan gemas.

Di kamar mandi, keduanya berhadapan dengan cermin. Ketika Yu Hao secara tidak sengaja menoleh, dia melihat tubuh paling sensitifnya mencuat dengan berani, begitu pula Zhou Sheng. Zhou Sheng menundukkan kepalanya dan dengan hati-hati juga sabar mulai mencukur rambut di sekitar alat kelamin Yu Hao.

“Selesai.” Zhou Sheng membantu Yu Hao mencukur bersih dirinya, lalu menyekanya juga, berkata, “Kamu sangat seksi.” VdBj6s

Barang Zhou Sheng sudah kaku sejak awal, dia menekan bagian tubuhnya pada tubuh Yu Hao. Bahkan suara Zhou Sheng sekarang mulai sedikit bergetar serak saat dia berkata, “Pasti akan terasa luar biasa saat aku memasukannya ke tubuhmu.”

Yu Hao bisa mendengar sedikit kegugupan dalam nada suara Zhou Sheng. Pada kenyataannya, kedua orang ini adalah orang awam dalam hal ini. Namun, meski demikian, Yu Hao tetap masih mencium Zhou Sheng dan berkata, “Tidak apa-apa, aku sudah menantikan ini, jangan gugup!”

Please visit langitbieru (dot) com

Zhou Sheng tersenyum. Dia membantu Yu Hao mengelap tubuhnya hingga kering dan kemudian mereka meninggalkan kamar mandi. Zhou Sheng menyuruh Yu Hao berbaring di tempat tidur dan mereka tidak menyadari kapan kapal itu telah berlayar. Yu Hao sangat gugup hingga wajahnya seolah terbakar; dia menutupi dirinya dengan selimut dan Zhou Sheng juga bersembunyi di bawah selimut. Zhou Sheng akhirnya mulai berani memeluk Yu Hao. Kulit telanjangnya yang sekarang bersih dan kering bergesekan dengan Yu Hao di bawah selimut.

“Serahkan padaku,” Zhou Sheng berbisik penuh kasih ke telinga Yu Hao saat dia menyentuh kulitnya dengan lembut. “Jangan gugup, percayalah padaku.” jrYdsU

Yu Hao sedikit santai setelah mendengar ini.

Kemudian, Zhou Sheng mengeluarkan beberapa pelumas di botol dan mengoleskannya pada penisnya, lalu mengoleskannya sedikit ke lubang Yu Hao juga.

“Punyaku agak besar,” Zhou Sheng memeluk Yu Hao dari belakang, berkata dengan lembut, “Awalnya mungkin sakit, tahan sedikit.”

Yu Hao sangat gugup, sampai-sampai dia nyaris tidak bisa bernapas. Dia mengangguk, lalu menoleh untuk melihat Zhou Sheng. 0df3LR

“Mau ganti posisi?” Zhou Sheng bisa merasakan keraguan kekasihnya. “Mau saling berhadapan?”

Yu Hao juga memikirkan itu—dia ingin melihat Zhou Sheng. Jadi, Zhou Sheng berguling dan membelah kaki Yu Hao. Dengan satu tangan di tempat tidur untuk menopangnya, dia memegang penisnya dengan tangan lainnya dan meletakkannya di hadapan lubang Yu Hao.

Yu Hao sepenuhnya fokus pada Zhou Sheng dan hanya memikirkan satu hal, dia sangat tampan.

Namun, pikiran itu dengan cepat digantikan oleh ketidaknyamanan yang dirasakan oleh tubuhnya karena Zhou Sheng mulai masuk ke dalam secara perlahan. hYDzdF

Rasanya benar-benar menyakitkan! Yu Hao hampir berteriak. Alisnya berkerut—barang itu benar-benar cukup besar dan keras juga!

“Sakit?” Zhou Sheng berhenti bergerak dan bertanya dengan nada cemas.

Yu Hao segera berkata, “Tidak… tidak! cuma… rasanya cukup… aneh.”

“Bilang padaku kalau rasanya tidak nyaman.” Zhou Sheng menatap mata Yu Hao. fBK6q9

Yu Hao balas menatap, dia kemudian mengerutkan bibirnya dan mengangguk. Dia tidak berani berteriak kesakitan dan dia telah memutuskan untuk tidak menolak Zhou Sheng—tidak peduli betapa tidak nyaman rasanya sekarang.

Dia tidak berteriak atau mengungkapkan penolakan apa pun, tetapi Zhou Sheng masih sangat berhati-hati. Kekasihnya masuk sedikit, mundur, lalu masuk lagi, mengulangi ini beberapa kali seolah-olah dia sedang menguji batasnya, tetapi takut menyakiti Yu Hao pada saat yang sama. Tentu saja, gerakan hati-hati itu tidak terlalu berarti, karena milik Zhou Sheng benar-benar terlalu besar dan tegang. Yu Hao masih bisa merasakan sakitnya, tidak peduli seberapa kuat dia berusaha menahannya.

Perlahan, hampir setengah dari penis Zhou Sheng telah masuk dan Yu Hao tiba-tiba merasakan semacam sensasi aneh—dia masuk! Penisnya ada di dalamku!

“Apa rasanya tidak enak?” Zhou Sheng bertanya lagi dengan suara serak dan khawatir. f1ObT

Yu Hao menggelengkan kepalanya, lalu Zhou Sheng membungkuk dan mencium pipinya.

“Rasanya tidak nyaman?” Zhou Sheng akhirnya menyadari sesuatu dan berkata, “Atau lupakan saja…”

Please visit langitbieru (dot) com

“Tidak…” keluh Yu Hao. Dia mengulurkan tangan untuk memeluk pinggang Zhou Sheng, menahan rasa sakit dari distensi dan ketidaknyamanan kala milik Zhou Sheng memasukinya. “Aku menyukainya, sungguh!”

Zhou Sheng membungkuk dan memeluk Yu Hao, lalu bergerak ke samping untuk mengecup telinganya. isojLR

“Aku mencintaimu,” kata Zhou Sheng lembut di samping telinga Yu Hao, napasnya yang panas bertiup ke arahnya. “Kalau begitu aku akan mulai… menidurimu, Istriku.”

Yu Hao, “!”

Zhou Sheng mundur sedikit, lalu dengan lembut mendorong ke depan dan menembus ke dalam Yu Hao.

“Ah!” Yu Hao berteriak tak terkendali seolah-olah dia baru saja dipukul oleh Zhou Sheng dan dia hanya bisa mengerang. Zhou Sheng tampaknya telah merasakan emosi rumit yang bercampur dalam erangan ini—di dalam rasa sakit dan kecanggungan juga ada bagian kebahagiaan. Tanggapan itu membuat napas Zhou Sheng menjadi tidak teratur dan penisnya pun semakin mengeras. oA3RjK

“Aku…” Yu Hao tidak bisa menahannya lagi dan mulai berteriak, “Ah! Ah! Kamu… Zhou Sheng…”

Zhou Sheng terengah-engah. Dia menatap mata Yu Hao dengan linglung dan Yu Hao tiba-tiba sadar, Eh? Rasanya tidak sakit lagi! Ini…

Dalam sekejap, sensasi menyenangkan yang aneh lainnya pun menghancurkan pertahanan Yu Hao—perasaan itu adalah perasaan yang tidak biasa, tapi tidak begitu asing pada saat yang sama. Dia sangat merindukan saat-saat ini dan ketika rasa itu akan datang, rangsangan baru itu memberinya kesenangan luar biasa yang jauh melebihi harapannya. Kemudian, yang paling penting, rasa ini jauh lebih menarik dari yang pernah dia duga.

“Istriku…” Zhou Sheng masuk lagi, berbisik, “Kamu suka?” DFK8eO

“Ah… ah…” Yu Hao tampaknya berjuang melawan sensasi ini, tetapi dia juga tampaknya mencari sumber kekuatan tak terkendali yang menjadi liar di dalam dirinya. Ada arus mati rasa yang menyebar dari bagian bawah tubuhnya ke bagian dalam dirinya, ke kemaluannya lalu ke seluruh tubuhnya dari perutnya, tidak dapat menemukan jalan keluar. “Aku…” Yu Hao hampir menangis karena kegembiraan. Dia mengerang, “Rasanya sangat enak ah… ah… Zhou Sheng, kamu bajingan… ah…”

Zhou Sheng menelan ludah. Dia membungkuk untuk mencium bibir Yu Hao dan mereka berdua saling berpelukan erat. Yu Hao hanya bisa mengeluarkan suara teredam, lalu seluruh tubuhnya mulai bergetar; kekuatan tak terkendali itu tampaknya telah menemukan jalan keluar di tengah cinta luar biasa yang dia rasakan. Penis Yu Hao menepuk-nepuk bagian depan perut Zhou Sheng dan seiring dengan gerakan naik turun serta gesekan di antara mereka, Yu Hao tidak bisa memikirkan rangsangan lainnya yang lebih kuat dari ini. Ditambah dengan penis keras di dalam tubuhnya yang tengah menidurinya berulang-ulang, Yu Hao segera merasa seperti akan mengalami inkontinensia, jadi dia dengan cepat meminta Zhou Sheng untuk berhenti.

Seluruh tubuh Yu Hao gemetar, bibirnya masih disegel oleh Zhou Sheng. Kenikmatan yang tak terkendali membuatnya menjepit kakinya, bagian dalam lubangnya berkontraksi dan mengejang. Kemudian, Zhou Sheng menjauhkan bibirnya, menyatukan tubuh mereka dengan hebat beberapa kali lagi sampai akhirnya mereka mulai terengah-engah.

Yu Hao, “…” rl7jX2

Zhou Sheng, “…”

Mereka saling bertatapan satu sama lain. Tatapan Yu Hao sedikit tidak fokus sekarang oleh air mata dan dia tidak tahu harus berkata apa untuk sesaat.

“Aku datang,” kata Zhou Sheng. “Sial, aku terlalu gugup!”

Yu Hao, “…” CzQ1jt

“Ya Tuhan,” gumam Yu Hao.

Zhou Sheng mencium bibir Yu Hao dan dia merasa sangat jengkel saat dia dengan terpaksa meninggalkan tubuh Yu Hao.

Please visit langitbieru (dot) com

“Ah—Zhou Sheng…” Alis Yu Hao berkerut, lalu dia mulai terengah-engah.

Zhou Sheng merasa tidak berdaya. Seks pertama kali mereka bahkan tidak berlangsung sampai sepuluh menit. Yu Hao mulai menikmati sensasi yang baru saja dia rasakan dan dia akan memberi tahu Zhou Sheng betapa hebatnya rasanya, dia juga akan menggambarkannya secara rinci ketika dia melihat wajah Zhou Sheng yang memerah saat dia duduk di tempat tidur, berlutut tampak kalah. Dia tidak bisa menahan tawa melihat pemandangan itu. 54UrLn

Zhou Sheng menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua dan dia mulai menyentuh milik Yu Hao.

“Kamu belum datang. Ayo kita lanjutkan nanti?” Zhou Sheng bertanya. “Ada yang bilang di internet kalau perawan memang cum cukup cepat. Aku tidak percaya pada awalnya dan tidak berharap itu sungguh-sungguh benar.”

Yu Hao berkata, “Kurasa menjadi perawan itu menyenangkan. Meskipun begini, aku suka rasanya. Rasanya benar-benar enak.”

“Benarkah?” Zhou Sheng menatap ragu pada Yu Hao yang sedang berada dalam pelukannya. nONpo0

Yu Hao kesal akan betapa tidak kompetennya dia dalam menggambarkan pengalaman itu. Setelah memikirkannya lagi, dia hanya bisa mengungkapkannya dengan istilah medis, “Kamu seperti… menghantam… prostatku, en, ya dan kamu juga melakukannya dengan sangat lembut.”

Ketika Zhou Sheng mendengar itu, dia langsung tersipu dan berkata, “Deskripsi itu terlalu erotis.”

Yu Hao tahu bahwa Zhou Sheng sedikit frustrasi dan merasa geli lagi. Jadi, Yu Hao segera memeluk Zhou Sheng, berkata, “Rasanya sangat enak. Awalnya agak sakit, tapi aku cepat terbiasa.”

Zhou Sheng meneguk ludah kala mendengarnya. “Sentuh aku ah,” pinta Zhou Sheng sambil mengelus tubuh Yu Hao. “Kamu tidak peduli lagi padaku setelah aku membuatmu merasakan nikmat?” ugKJtX

Yu Hao masih sedikit malu pada awalnya. Dia dan Zhou Sheng jelas-jelas adalah sepasang kekasih, tetapi kenapa dia masih juga tidak berani menyentuh tubuhnya? Jadi, Yu Hao akhirnya mulai berani menyentuh seluruh tubuh Zhou Sheng dan Zhou Sheng membimbing tangannya untuk mencubit putingnya.

“Bagaimana kalau aku membuat tindik di sini untukmu?” Zhou Sheng mengarahkan jari Yu Hao untuk mengelus putingnya, berkata, “Aku akan memberimu bagian paling sensitif dari diriku dan hanya kamu yang berhak memainkannya. Tindik itu akan menjadi seperti saklar. Saat kamu mau melakukannya, panggil saja suamimu ini dan mainkan tindik itu sedikit, maka aku akan segera menegang. Setelah itu, aku tidak akan segan-segan untuk segera memasukkan penisku ke dalam dirimu.”

Yu Hao bisa merasakan riak emosi menyenangkan di dirinya ketika mendengar ini, tetapi dia dengan cepat berkata, “Jangan! Menindik tubuh itu akan terasa menyakitkan. Begini saja sudah cukup.” Jadi, dia berbaring di dada Zhou Sheng dan mengisap putingnya, lalu memainkannya menggunakan jari-jarinya. Namun, setelah mendengar kata-kata Zhou Sheng barusan, dia tidak bisa tidak berpikir jika Zhou Sheng mengenakan kemeja putih dengan tindik puting di balik pakaiannya, kekasihnya itu pasti benar-benar akan terlihat terlalu seksi atau… bagaimana saat Zhou Sheng mengenakan rompi bola basket? Dia akan bergerak di sekitar lapangan seperti embusan angin, menggiring bola sambil mengenakan tindik puting di balik kausnya, tindik yang dibuat khusus hanya untuk Yu Hao.

Namun, Yu Hao tidak tahan pada akhirnya. Dia tidak ingin Zhou Sheng merasakan sakit, meskipun Zhou Sheng—yang pernah melakukan tindik telinga sebelumnya—tidak terlalu memikirkannya. v79nd5

Barang Zhou Sheng kembali mengeras. Dia berkata, “Saat kita senggang, ayo kita membuat tato? Aku akan membuat tato di sini…”

Saat Zhou Sheng berbicara, dia menarik tangan Yu Hao untuk menekan area yang sedikit lebih jauh dari pangkal penisnya, lalu melanjutkan, “Dan kamu akan mendapatkannya di sini.” Kemudian dia menyentuh area di antara bola dan lubang Yu Hao. “Seperti itu, tato kita akan selalu menempel satu sama lain saat kita bercinta.”

Darah Yu Hao seakan mulai mendidih ketika mendengar itu, tapi dia langsung berpikir ada yang salah dengan itu. “Kalau begitu, bukankah seniman tato harus melihat barang ki—tidak, tidak!”

Zhou Sheng tersenyum. “Aku akan pergi belajar lain kali, lalu memberimu tato sendiri.” aUir y

Mereka melanjutkan keterikatan mereka untuk sementara waktu dan sebelum sepuluh menit berlalu, Zhou Sheng segera menegang lagi.

“Sekali lagi?” Zhou Sheng berbisik penuh harap, “Boleh?”

Langit Bieru.

Yu Hao ingin bilang, kita mungkin bisa bertahan lebih lama kali ini. Namun, dia alih-alih malah bergegas mengoleskan pelumas pada Zhou Sheng dan berbisik, “Ayo.”

Sekarang adalah kedua kalinya Zhou Sheng masuk dan sepertinya rasanya hampir sama sulitnya dengan saat pertama kali dia masuk. Dia menekan Yu Hao di bawahnya, mencium wajahnya sambil bertanya dengan lembut, “Apa rasanya sakit?” HeBUKi

“Tidak…” Yu Hao merasa jauh lebih baik kali ini. “Masuklah, jangan takut menyakitiku.”

“Di mana prostatmu?” Zhou Sheng bertanya dengan penuh perhatian, menatap tajam ke mata Yu Hao lalu menciumnya.

Yu Hao segera tersipu sampai ke lehernya. Membahas topik ini sejujurnya terlalu… erotis. Dia mulai sedikit menyesalinya dan malu; dia seharusnya tidak menjelaskannya tadi. Namun, Zhou Sheng hanya dengan lembut mendorong lebih dari setengah kemaluannya dan secara akurat menunjukkan titik sensitif Yu Hao.

“Itu… di sana, ah!” Yu Hao mulai mengerang sekaligus. “Ya… pelan-pelan… aku sudah tidak tahan lagi, ah!” sa6A3i

Zhou Sheng merasa jauh lebih nyaman kali ini. Dia perlahan mendorong masuk dan keluar, memastikan melalui reaksi Yu Hao dan kehangatan serta kelembutan di sekitarnya saat dia dengan cepat meraba-raba untuk menemukan tempat paling sensitif di dalam tubuh Yu Hao. Dia pertama kali menabrak masuk dan keluar beberapa kali, lalu fokus menggosok di sekitar area sensitif di dalam Yu Hao.

“Ah! Ahhhh— ah!” Yu Hao mulai menangis seperti orang gila, tetapi dia dengan cepat dibungkam oleh mulut Zhou Sheng.

“Apa penisku sudah menyentuhnya?” Zhou Sheng menggoda dengan suara serak khas, saat dia berbisik tepat di sebelah telinga Yu Hao. “Apa rasanya enak saat prostatmu dihantam penisku?”

Mengagumi bagaimana Yu Hao tampak di bawah kendali penuhnya, memasang ekspresi rapuh dan gemetar di bawah tubuhnya, serta tempat yang lembut dan hangat jauh di dalam Yu Hao, Zhou Sheng merasakan kenikmatan intens yang mengalir melalui dirinya meningkat dua kali lipat. Dia hanya ingin meniduri kekasihnya lebih banyak, lebih lama dan membuat Yu Hao mengerang lebih keras, memohon belas kasihan padanya. e5dHLh

“Kamu sudah datang, hm?” Zhou Sheng memeluk Yu Hao erat-erat, sesekali mengecup bibirnya sembari menggodanya dengan kata-kata vulgarnya.

Pangkal leher Yu Hao memerah dan pikirannya kosong; kali ini, Yu Hao sekali lagi merasakan kehebatan Zhou Sheng. Selain dari periode awal membiasakan diri, dalam 40 menit tersisa, kembang api terus menyala di benak Yu Hao—yang bahkan meledak terus menerus, seperti gelombang ganas yang melonjak secara dahsyat melalui dirinya.

“Ayo bertukar posisi.” Zhou Sheng melihat bahwa Yu Hao sedikit kelelahan kala dia terengah-engah. Jadi, dengan ereksinya yang masih berada di dalam tubuh Yu Hao, dia membuat Yu Hao berbalik sedikit dan memeluk Yu Hao dari belakang. Dia menggosok sekitar prostat Yu Hao beberapa kali sebelum menyodorkan jauh ke dalam lagi.

“AH–!” Yu Hao menggenggam seprai. Dengan kedua kaki bersatu, dia menerima invasi kejam Zhou Sheng dari belakang dan mulai menangis. Zhou Sheng hampir datang, tetapi kekasihnya itu justru dengan cepat menarik keluar miliknya. vy4i1d

“Ah…” Yu Hao mengerang lalu menoleh nanar kembali ke Zhou Sheng, kekecewaan tertulis di wajahnya. “Zhou Sheng, K-Kenapa kamu mengeluarkannya?”

Zhou Sheng menjilat bibirnya dan segera mencium bahu Yu Hao dari arah belakang, berkata, “Aku nyaris datang. Tidak apa-apa sekarang. Ayo lanjutkan lagi?”

Kemudian, dia memeluk Yu Hao kembali dan menyatukan tubuh mereka lagi dari belakang. Kali ini, hampir tidak ada halangan saat dia bergerak masuk dan keluar. Yu Hao merasa seakan dirinya diisi lagi sampai penuh. Seolah-olah mereka berdua memang ditakdirkan untuk seperti ini—mereka harus selalu bersama seperti ini.

“Apa boleh aku bergerak lebih cepat lagi?” Zhou Sheng berbisik lembut penuh harap, lalu memeluk pinggang Yu Hao, mengelus kulitnya pelan, kemudian mulai mendorong masuk dan keluar dari belakang begitu cepat, penyatuan tubuh mereka berdua membuat suara tamparan keras setiap kali Zhou Sheng masuk dalam-dalam. Yu Hao mencengkeram seprai, terengah-engah, dan Zhou Sheng sekali lagi berbisik ke telinganya, “Katakan padaku kalau kamu merasa tidak nyaman, hm? Apa rasanya tidak nyaman, Sayang?” QE H1e

Zhou Sheng masuk dan keluar dari tubuh Yu Hao tanpa henti, makin lama makin tak terkendali. Yu Hao telah sepenuhnya terbiasa juga dan merasa bahwa mereka telah melakukan tindakan yang sama seperti yang terlihat di film porno tanpa sedikit pun rasa malu. Kemudian, Zhou Sheng mengubah posisi lagi. Dia berbaring di punggungnya, Yu Hao berbaring di atasnya dan kedua tangannya mulai mengelus ke bagian depan tubuh Yu Hao.

“Suamimu akan melindungimu.” Zhou Sheng menggunakan tubuhnya untuk menahan Yu Hao, menempatkannya di bawah kendali dan perlindungan penuhnya. Yu Hao membungkuk di atas kasur, setelah itu dia mengangkat pinggulnya secara refleks untuk memberikan akses pintu masuk bagi Zhou Sheng—pose itu memicu gairah besar Zhou Sheng. Segera setelah itu, dia pun mulai kembali meniduri Yu Hao lebih keras lagi.

Read more BL at langitbieru (dot) com

“Apa kamu suka posisi seperti ini?” Zhou Sheng bertanya dengan lembut. Tangannya bergerak ke bawah tubuh Yu Hao dan mulai memegang penisnya, mengelusnya beberapa kali dan akhirnya membuat tangannya basah oleh precum. Dia berkata dengan suara pelan, “Sial! Penismu seolah bocor karena percintaan kita, Sayang.”

“Zhou Sheng, aku… aku datang!” seru Yu Hao. Dia lantas memohon, “Jangan cubit milik… ku… ah, ah!” e8Q5Lq

Yu Hao dihantam dari belakang sementara penis kerasnya di depan sedang dimainkan oleh Zhou Sheng, membuatnya semakin sulit untuk berbicara. Jadi, dia hanya bisa membenamkan kepalanya ke dalam bantal sambil mengumamkan rengekan ‘wuwu’ yang lembut. Zhou Sheng tidak pernah berhenti menciumnya atau berbisik ke telinganya; Yu Hao belum pernah berada dalam keadaan seperti itu, di mana dia seolah-olah akan benar-benar kehilangan dirinya sendiri. Keadaan ini bahkan lebih intens dan berkesan daripada alam mimpi yang dia alami.

“Aku datang…” suara rendah magnetik Zhou Sheng terdengar di sebelah telinga Yu Hao. Kocokan tangannya bergerak lebih cepat, tangannya mulai dibasahi oleh precum Yu Hao. Zhou Sheng setelah itu menyentuh dada Yu Hao dan mencubit putingnya gemas.

Yu Hao, “…”

Saat Yu Hao disentuh oleh Zhou Sheng, dia merasakan kenikmatan seakan gelombang di dalam tubuhnya melonjak lagi—mendorongnya ke depan, berulang-ulang dan menghantam tubuhnya, melengkapi suara tamparan keras yang tercipta setiap kali Zhou Sheng mengeluar-masukkan penisnya. Zhou Sheng mendorong dengan cepat ke dalam dirinya. Zhou Sheng tiba-tiba menggigit telinga Yu Hao dan mengerahkan sedikit kekuatan untuk mencubit salah satu puting Yu Hao, seluruh tubuhnya gemetar. B71Axw

Dalam sekejap, pertahanan Yu Hao akhirnya runtuh—perasaan inkontinensia meledak dan tepat ketika Yu Hao mengira dia akan buang air kecil, dia akhirnya terkejut karena menyadari bahwa dia telah datang setelah bercinta dengan Zhou Sheng.

Zhou Sheng berhenti bergerak, miliknya mengejang beberapa kali di tubuh Yu Hao. Yu Hao tahu saat itu kalau kekasihnya juga telah datang.

Hu… hu…” Yu Hao menoleh ke samping, berbaring di atas bantal dengan tenang, sementara Zhou Sheng berbaring di atas tubuh Yu Hao. Tubuh telanjang mereka saling menempel, tanpa celah di antaranya.

Yu Hao hanya merasakan tubuhnya seperti hancur berantakan. Dia menelan ludahnya dengan susah payah, sementara Zhou Sheng sibuk mengecup pipinya berulang kali. 8I3 CW

“Keluarkan…” Yu Hao mengerang dan baru kemudian Zhou Sheng mengeluarkan penisnya.

“Kali ini berlangsung sangat lama.” Yu Hao memeluk Zhou Sheng dan menciumnya.

Zhou Sheng melirik ponselnya. Dia kurang lebih telah memahami tekniknya, tetapi dia tetap merasa bahwa yang tadi itu sangat menyenangkan. “Kalau aku tahu rasanya akan seperti ini, seharusnya kita sudah mencoba melakukan ini lebih awal. Sebelumnya aku takut itu akan menyakitimu, jadi aku tidak berani melakukan sesuatu yang gegabah.”

Yu Hao tidak mau bicara lagi. Kekasihnya ini praktis telah dirasuki setan dan Yu Hao pertama kali langsung diselesaikan oleh Zhou Sheng tanpa bantuan sama sekali darinya. uOyN2o

Yu Hao benar-benar dihabisi, tetapi dia merasa sangat puas. Zhou Sheng tersenyum dan mengelus wajahnya, “Mau mandi lagi?”

Yu Hao akhirnya mandi lagi cepat-cepat, memakai jubah mandinya dan berbaring berdampingan dengan Zhou Sheng di sofa balkon.

“Apa kamu kedinginan?” Zhou Sheng bertanya sambil memeluk Yu Hao

Yu Hao berkata, “Aku… ada banyak hal yang mau kukatakan, tapi aku tidak tahu harus berkata apa.” 3ziP x

Zhou Sheng tertawa. Yu Hao bersandar di dadanya dan mereka berdua diam-diam meringkuk satu sama lain seperti itu. Yu Hao mendengarkan detak jantung Zhou Sheng yang berisik dan berpikir, Ya Tuhan, ini benar-benar terlalu merangsang!

“Bagaimana rasanya?” Zhou Sheng tertarik untuk bertanya, “Kamu suka? Apa kamu sangat menyukainya?”

Read more BL at langitbieru (dot) com

“Rasanya seperti naik roller coaster.” Yu Hao menjawab, “Terlalu merangsang.”

“Kalau begitu, mau melakukannya sekali lagi?” Zhou Sheng bertanya. dLYk2r

“Tidak, tidak.” Yu Hao berkata, “Biarkan aku…”

Zhou Sheng segera bangkit dari duduk dan masuk ke kamar. Yu Hao ditinggalkan di luar, berbaring di sofa, menatap ke langit dan terengah-engah, masih sedikit menginginkan lebih. Cahaya dari matahari terbenam jatuh ke dadanya yang indah.

Ketika Zhou Sheng keluar lagi di balkon, dia telah melepas jubah mandinya dan hanya mengenakan sepasang sepatu kets. Dia duduk di kursi putar, mengangkat kaki kanannya untuk menginjak meja, lalu berkata kepada Yu Hao, “Di luar dingin, masuklah. Kemari, datang ke pelukan suamimu. Suamimu ini akan memelukmu.”

Yu Hao, “…” zglqYV

Otot dan perut ramping Zhou Sheng bisa terlihat jelas dalam posisi ini. Penisnya mengeras lagi dan kakinya yang panjang tengah dibalut kaus kaki basket putih dan sepasang sepatu basket, membuat kakinya tampak terpahat dan panjang. Barang yang menegang itu benar-benar terlalu merangsang. Darah Yu Hao melonjak ke kepalanya dan dia akhirnya pergi untuk duduk di paha Zhou Sheng, berkata, “Kamu seperti model pria dalam majalah atau GV.”

Penis Zhou Sheng benar-benar mengeras lagi dan benda itu menusuk Yu Hao. Setelah melakukannya dua kali, kekerasannya tidak sekeras yang pertama kali, tetapi tampaknya lebih kencang dari sebelumnya. Kekerasan normal Yu Hao hampir sama dengan situasi Zhou Sheng saat ini. Mau tak mau dia mengulurkan tangan untuk mencubitnya dan dia melihat bahwa benda itu segera menjadi sedikit memerah. “Jangan memasukannya lagi, nanti kau akan merasa perih kalau milikmu terus-menerus dijepit.”

Zhou Sheng menyentuh lekukan di antara bokong Yu Hao, berkata, “Tubuhmu sangat lembut, jadi bagaimana bisa kamu menyakitinya? Aku sebenarnya malah berharap aku bisa tinggal di dalam sana selamanya.”

Wajah Yu Hao memerah sepenuhnya. Zhou Sheng menunduk menatap wajah tersipu Yu Hao. Membiarkan kekasihnya mengangkang di pinggangnya. “Aku cuma takut kamu tidak bisa menerimanya.” XSv3z8

Yu Hao merasa dia bisa melakukannya sekali lagi, tapi dia takut membiarkan diri mereka terus seperti ini dan akan menjadi berlebihan. Di mana-mana, yang berlebihan itu tidak baik.

Yu Hao tidak berbicara dan Zhou Sheng langsung menebaknya. Sambil tersenyum, dia bertanya, “Istriku, kamu sebenarnya masih menginginkannya juga, ‘kan?”

Sebuah rona merah merayap ke wajah Yu Hao. Dia berbisik malu, “Aku mencintaimu.”

Kata-kata itu tidak menjawab pertanyaan Zhou Sheng, tapi Zhou Sheng bisa mendengar Yu Hao menelan ludah, seolah-olah tidak ada permintaan yang lebih lembut di dunia ini. cPQiF0

“Aku akan memberikannya padamu,” Zhou Sheng berbicara dengan lembut sebagai balasannya.

“Kali ini pelan-pelan,” pinta Yu Hao. “Aku takut kali ini akan sangat menyakitkan… Prostatku… kamu… kamu tadi memukulnya berkali-kali, rasanya sekarang agak sakit.”

“Aku tahu,” bisik Zhou Sheng serak, “Aku akan melakukannya pelan-pelan. Mungkin aku akan mencoba memasukkan ke tempat yang lain? Di suatu tempat yang lebih dalam? Yu Hao, apa kamu mau menyentuh tempat di mana aku memasukimu?”

Yu Hao, “!!” x6TSIq

Zhou Sheng bangkit dan melepas jubahnya. Dia membiarkan Yu Hao tetap di kursi putar dan membuatnya mengangkat kakinya. Yu Hao segera merasa malu lagi, tetapi Zhou Sheng berlutut di depan kursi dan mencium paha dalam Yu Hao dengan penuh kasih. Dia memencet beberapa pelumas dan menaruhnya di bagian sensitif Yu Hao dan dirinya. Ia lalu bangkit dan bersandar di kursi, mengangkat salah satu kakinya yang masih memakai sepatu basket untuk menginjak tempat tidur.

Zhou Sheng menarik tangan Yu Hao dan meletakkannya di penisnya yang tegang, berbisik, “Ayo, Istriku. Peganglah.”

Story translated by Langit Bieru.

Napas Yu Hao tersendat-sendat. Dia mengulurkan satu tangan untuk meraih milik Zhou Sheng dan secara perlahan-lahan mulai mengarahkannya di lubangnya. Setelah itu, dia bisa merasakan seluruh proses ketika penis Zhou Sheng mulai mendorong secara perlahan ke dalam tubuhnya.

Ya TuhanPerasaan itu membuat Yu Hao sedikit sulit untuk rileks dan menerimanya. Menyentuh tempat di mana lubang juga penis Zhou Sheng terhubung dan sekarang benar-benar merasakan bagaimana mereka terhubung bersama membuat seluruh tubuhnya gemetar. 47vLqT

Zhou Sheng bertanya pada Yu Hao, “Sudah menyentuhnya? Di dalammu sangat lembut, ah

“Berhenti bicara…” Yu Hao mengerang, merasa sedikit canggung. “Itu… itu sangat memalukan… ah!”

Milik Zhou Sheng secara perlahan dan lembut mendorong masuk. Kali ini, dia tidak menyerang titik sensitif Yu Hao dan hanya menarik masuk dan keluar tanpa menyodorkan dengan kasar. Gerakan lembut ini menimbulkan sensasi lain yang membuat Yu Hao menahan napas dan seluruh tubuhnya bergidik.

“Enak?” Zhou Sheng membungkuk dan bertanya pada Yu Hao. Mereka saling memandang, lalu Zhou Sheng mulai menciumnya dengan penuh semangat. R2Tb7S

Yu Hao mengangguk. Sementara lidah mereka terjerat, Yu Hao tidak bisa menahan diri untuk tidak menyentuh tempat penyatuan mereka lagi. Dia merasa kalau sekarang lebih dari setengah penis Zhou Sheng sudah masuk. Dia tersentak, “Uh, Zhou Sheng. Jadi, tadi kamu tidak memasukkan milikmu semuanya… apa karena kamu takut aku tidak bisa menerimanya?”

Tatapan Zhou Sheng secara praktis membuktikan bahwa dia sangat menyayangi Yu Hao, sampai-sampai dia seolah nyaris menjadi gila. Tidak peduli seberapa besar dia menyayangi Yu Hao, dia tidak pernah merasa itu sudah cukup. Sambil menciumnya tanpa henti, dia harus mengendalikan keinginannya untuk menidurinya dengan keras dan menggertaknya. Dia menelan ludahnya dan tersenyum. “Tidak pernah. Aku cuma memasukkan sebagian padamu dua kali. Apa istriku ini bersedia membiarkan suaminya masuk sepenuhnya?”

Yu Hao berjuang untuk mengangguk, lalu Zhou Sheng berkata, “Mungkin terasa sedikit… tidak nyaman?”

Yu Hao memeluk pinggang Zhou Sheng dan menatap matanya. Keduanya menahan napas secara bersamaan. Zhou Sheng bergerak masuk dan keluar perlahan, mereka tetap masih saling menatap. Yu Hao segera merasakan kulit kepalanya mati rasa—jenis sensasi aneh lainnya muncul, membuatnya bahkan tidak bisa menangis. Dia tersentak dan ingin berteriak, tapi hanya erangan lembut yang keluar. DJEP98

“Terlalu… dalam… Zhou Sheng…” rintih Yu Hao. Pada saat yang sama, dia merasakan milik Zhou Sheng menusuk jauh ke dalam bagian dirinya yang lebih intim. Dia terus memandang Zhou Sheng, tubuhnya gemetar tanpa henti kala dia merasa sangat puas dan dia benar-benar mulai menangis.

“Jangan menangis.” Zhou Sheng perlahan mulai sedikit tenang. Dia tidak berani bergerak sembarangan saat dia mencium air mata di sudut mata Yu Hao, lalu memeluknya begitu saja sambil berkata, “Apakah penisku mencapai perutmu?”

Yu Hao mengangguk dengan sedikit kesulitan. Dia bisa merasakan bahwa Zhou Sheng telah masuk begitu jauh. Mereka berdua hanya saling menatap seperti itu. Pada saat itu, panas tubuh Zhou Sheng, tempat di mana mereka terhubung, serta tatapan intens mereka, semua ini membuat Yu Hao merasa cinta di antara mereka tidak bisa lagi digambarkan dengan kata-kata belaka.

Hati Zhou Sheng tergelitik saat dia mencium bibir Yu Hao. Yu Hao gemetar saat dia mengulurkan tangan untuk menyentuh area di mana mereka terhubung—Zhou Sheng telah memasukinya sepenuhnya. Dengan jari telunjuk dan jari tengahnya, Yu Hao dengan ringan mencubit bola Zhou Sheng dan seketika itu juga Zhou Sheng menjadi lebih terangsang. hPdGbu

Kemudian, Zhou Sheng meraih tangan Yu Hao dan menjalin jari-jari mereka. Dia menarik keluar sedikit miliknya, lalu perlahan-lahan mendorong masuk kembali lagi.

“Ah…” Yu Hao mengerang dengan suara gemetar.

Zhou Sheng tercengang, lalu dia mengatur napasnya, suaranya juga sedikit bergetar ketika dia berkata, “Rasanya sangat enak, istriku.”

“Pelan-pelan,” Yu Hao memohon. “Kamu tidak boleh bergerak terlalu cepat di sana.” Z0Wqgv

“Aku tahu.” Zhou Sheng melepaskan tangannya dan mengusap kepala Yu Hao, lalu mulai mengecup keningnya lagi. “Yu Hao, apa kamu juga sangat menyukai ini?”

Yu Hao mengangguk. Rasa ini adalah perasaan yang sama sekali berbeda dari klimaks pertama yang dia rasakan sebelum dia datang; sekarang, rasa ini membuatnya seperti ditembak langsung ke jantungnya. Penis Yu Hao, di sisi lain, tampaknya tidak terlalu dirangsang dan perutnya juga tidak terasa mati rasa.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Zhou Sheng terus bergerak masuk dan keluar beberapa kali, menusukkan jauh ke dalam tubuh Yu Hao, lalu dia mulai meniduri Yu Hao dengan sudut yang sedikit berbeda. Namun, gerakan itu lambat dan lembut, sangat lembut sehingga membuat Yu Hao kehilangan dirinya sendiri. Seluruh tubuhnya menjadi lemas dan dengan setiap inci penetrasi, rasa kepuasan yang tak dapat dijelaskan akan muncul di hatinya. Ketika Zhou Sheng menarik keluar sedikit miliknya, Yu Hao sekonyong-konyong kesal akan kekosongan itu dan hanya ingin memeluk Zhou Sheng erat-erat, meminta agar Zhou Sheng tidak akan pernah meninggalkan tubuhnya.

Zhou Sheng terus membisikkan hal-hal manis ke telinga Yu Hao seperti “Aku mencintaimu” dan “Kamu menyukai suamimu ini, ‘kan?” Yu Hao sangat terstimulasi, sehingga dia bahkan tidak bisa berbicara dan hanya mengangguk sebagai jawaban. Segera setelah itu, Zhou Sheng pun menggendong Yu Hao. Dia berjalan ke tempat tidur, lalu menjatuhkan kekasihnya di sana dengan lembut. Jari-jari mereka terjalin saat mereka saling mencium dengan intim. Ketika mereka berciuman, kala Zhou Sheng tepat mendorong masuk penisnya, Zhou Sheng juga akan segera mengisap bibir Yu Hao, kemudian menelan air liur kekasihnya itu seolah-olah dia tidak bisa puas akan Yu Hao. ioAbaC

Yu Hao gemetar tak terkendali. Dia mengerang keras, sampai bibir mereka berpisah dan Zhou Sheng setelah itu segera membenamkan kepalanya di dada Yu Hao untuk mulai mengisap puting kekasihnya lagi. Kali ini, Yu Hao hampir kehilangan kendali. Ujung penis Zhou Sheng masih berada di tubuhnya saat dia mengejang sekali lagi dan mengencang.

Mata Zhou Sheng melebar dalam sekejap, tapi dia tidak berani bergerak dan malah memeluk Yu Hao lebih erat. Dia mendorong masuk dan keluar beberapa kali lagi; Reaksi Yu Hao tampaknya telah membalik saklar gairah Zhou Sheng. Prosesnya sangat lambat, tetapi itu membuatnya datang lagi.

Hanya saja kali ini, dibandingkan dengan perasaan seperti bendungan yang meluap tadi, kali ini lebih terasa seperti aliran sungai yang lembut. Rasa kepuasan yang kuat berkecamuk di benak Zhou Sheng dan air maninya tampak lebih seperti mengalir keluar begitu saja, bukannya disemprot keluar. Rasanya sangat nikmat, sampai-sampai seluruh tubuhnya bergidik. Cengkeramannya mengencang di jari-jari Yu Hao.

“Aku mencintaimu, istriku,” ucap Zhou Sheng dengan suara bergetar. SjVClT

“Aku mencintaimu.” Yu Hao terengah-engah. Dia melepaskan tangannya dari genggaman Zhou Sheng dan mengusap rambut kekasihnya, menggosok kepalanya.

“Aku datang.” Zhou Sheng benar-benar tidak bisa melakukannya lagi kali ini; dia setidaknya harus istirahat selama beberapa jam.

Yu Hao tidak datang kali ini, tetapi pengalaman ditembus begitu dalam ini benar-benar berbeda dari dua kali pertama. Kali ini rasanya sangat memuaskannya dengan cara yang lain dan hanya pada ronde ketiga inilah dia benar-benar merasa bahwa dia akhirnya telah bercinta dengan Zhou Sheng.

“Kamu benar-benar pembuat jus.” Zhou Sheng berbaring di tempat tidur selama setengah jam sambil berpelukan dengan Yu Hao. Dia mengecup puncak kepala Yu Hao dan melanjutkan, “Aku menginginkannya lagi, apa yang harus kita lakukan?” GyinrZ

“Tidak lagi,” Yu Hao dengan cepat menolak. “Aku benar-benar tidak bisa melakukannya lagi.”

Zhou Sheng berkata, “Kamu cuma datang sekali, kamu tidak datang terakhir kali.”

Yu Hao memeluk Zhou Sheng dan hanya ingin momen hangat ini bersamanya bertahan sedikit lebih lama. “Aku tidak perlu datang.”

Zhou Sheng tidak tahu apakah dia harus menangis atau tertawa. “Mau suamimu ini memberimu blowjob?” NX593l

Yu Hao menolak dengan cepat. Dia bersandar ke pelukan Zhou Sheng dan berkata, “Aku sedikit pusing.”

Zhou Sheng menghela napas, berkata, “Aku juga sedikit pusing, mungkin karena lapar?”

Pada saat itu, kedua perut mereka menggerutu. Yu Hao menyentuh perutnya. Jadi, itu bukan karena terlalu banyak berhubungan seks, tapi karena lapar? Lucu.


Malam tiba, di restoran prasmanan. Y yxCj

“Makan sedikit lagi.” Zhou Sheng berkata, “Besok adalah hari ulang tahunmu. Aku tidak bisa merayakannya denganmu tahun lalu karena kita belum saling mengenal saat itu. Manusia hidup selama bertahun-tahun, tidak apa-apa untuk sesekali keluar bepergian. Mulai sekarang, di hari ulang tahunmu—”

“Berhenti bicara.” Yu Hao merasa malu sekaligus terharu.

Story translated by Langit Bieru.

Zhou Sheng tersenyum ketika dia mengambil foto dirinya dengan ponselnya. Yu Hao masih ingat bahwa untuk ulang tahunnya tahun lalu, dia menggunakan semua uang yang dia miliki untuk makan hotpot dan setelah itu…Pada hari itu jugalah dia bertemu dengan Zhou Sheng, Fu Liqun dan Chen Yekai.

Namun, dia tidak memberi tahu siapa pun bahwa hari itu adalah hari ulang tahunnya. Serta juga adalah awal dari kehidupan barunya. SQbUjW

Pada larut malam, Zhou Sheng memesan kue di restoran kapal. Ketika jam menunjukkan pukul 12, Fu Liqun dan Cen Shan menyanyikan lagu ulang tahun pertama untuk Yu Hao, tepat saat Yu Hao merasa bahagia, Zhou Sheng tiba-tiba mengoleskan kue ke seluruh wajahnya.

“Pembalasan!” Zhou Sheng tertawa terbahak-bahak dan Yu Hao berkata, “Di sini adalah hotel kapal!”

Yu Hao ingin mengoleskannya di wajah Zhou Sheng, tetapi dia takut hal itu bisa menimbulkan masalah bagi orang-orang yang nantinya akan membersihkan kamar mereka. Zhou Sheng tersenyum dan menariknya ke pelukannya, lalu menjilat krim di wajahnya. Yu Hao dengan cepat pergi untuk membersihkan wajahnya, tetapi ketika dia keluar, dia melihat Zhou Sheng sedang menelepon——

“Siapa itu?” Yu Hao melihat Zhou Sheng sedang menggunakan ponselnya. Z6hJXD

Zhou Sheng menekan tombol pengeras suara; suara gadis manis terdengar dari ujung sana.

“Selamat ulang tahun, Malaikat Agung!”

“Nini!” Yu Hao berseru kaget, “Bagaimana kamu tahu?”

Shi Ni berkata, “Aku melihat ID-mu saat kamu menginap di hotel bawah rumahku. Apa kamu masih di kampus?” RmODBJ

Yu Hao menyeka wajahnya dan Zhou Sheng memeluknya saat Yu Hao berbicara dengan Shi Ni di telepon. Dia sekarang hidup sangat baik di Amerika. Setelah mereka mengobrol sebentar, kedua belah pihak menutup telepon. Huang Ting dan Chen Yekai mengiriminya pesan di WeChat, lalu Yu Hao mengangkat panggilan lain.

“Selamat ulang tahun, Yu Hao.” Liang Jinmin berkata, “Nicky bilang kamu pergi berlibur.”

Liang Jinmin benar-benar menghubunginya, yang hanya seorang mahasiswa biasa—ini di luar dugaan Yu Hao. Wanita itu terus berkata dengan sungguh-sungguh, “Hasil uji coba Lin Xun sudah keluar. Dia dihukum karena beberapa kejahatan dan dijatuhi hukuman 12 tahun penjara. Aku pikir berita ini mungkin hadiah ulang tahun yang cukup unik untukmu. ”

Yu Hao ingin mengatakan ‘itu hebat!’, tetapi dia akhirnya hanya berkata, “Liang Laoshi, jiayou!” iCopx3

“Terima kasih.” Senyum bisa terdengar dalam suara Liang Jinmin, “Terima kasih Zhou Sheng, terima kasih untuk kalian berdua.”

Ai!” Zhou Sheng segera berkata, “Liang Laoshi, aku juga di sini!”

Liang Jinmin tertawa dan menutup telepon.

Ou Qihang juga menelepon. Lp4Em

“Bagaimana kamu tahu juga?” Yu Hao tertawa.

“Aku minum dengan Huang Ting Ge,” ujar Ou Qihang.

Story translated by Langit Bieru.

“Dia benar-benar membawamu ke bar?” tanya Zhou Sheng.

Ou Qihang dengan cepat berkata, “Akulah yang ingin datang, jadi dia cuma bisa ikut.” BcOxHX

Sebaliknya, Yu Hao sedikit malu dan terlibat dalam obrolan ringan dengan Ou Qihang untuk sementara waktu. Ou Qihang berkata, “Aku membuat sesuatu untuk kalian. Saat kalian berdua kembali, ayo pergi karaoke bersama?!”

Zhou Sheng berkata, “Kubus Rubik lagi?”

Ou Qihang berkata, “Tentu saja tidak.”

Yu Hao tersenyum dan menutup sambungan telepon. Zhou Sheng lalu mengangkat Yu Hao, setelah itu meletakkannya di atas tempat tidur. Dia merangkak di atas Yu Hao, kemudian menundukkan kepalanya untuk mempelajari wajah sang kekasih. Keduanya pun saling bertukar pandang di dalam keheningan. DP1dX

“Apa yang kamu pikirkan?” Zhou Sheng bertanya pelan.

“Kamu mau mendengar apa yang sejujurnya sedang kupikirkan?” Yu Hao menatap alis tampan Zhou Sheng, mata jernih, serta bibir erotisnya.

Zhou Sheng menatap Yu Hao dengan saksama dan berkata, “Bulu matamu sangat panjang, sangat indah. Kadang-kadang, aku bahkan tidak bisa mengendalikan diri dalam mengerahkan terlalu banyak kekuatan saat aku menyentuhmu.”

“Aku pikir,” gumam Yu Hao, “Kita akan berada di ruangan ini selama empat hari tiga malam, biayanya 4.800 per orang. Lalu, apa yang harus kita lakukan supaya waktu kita di sini tidak sia-sia?” EbY8dh

Zhou Sheng tertawa. Yu Hao berkata, “Aku pikir kita harus memanfaatkan waktu kita sepenuhnya, tapi… aku benar-benar tidak bisa melakukannya lagi, tapi… aku juga masih mau…”

Zhou Sheng memeluk Yu Hao dan seluruh tubuhnya menekannya. Zhou Sheng lalu menoleh ke samping dan berbisik ke telinga sang kekasih, “Bagaimana kalau Tuan Muda ini menyewa rumah di luar setelah kita pulang ke asrama?”

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!