English

PenawarCh6 - Dia tidak bisa menahan diri dan bertanya, “Apakah pinggangmu setebal itu?

0 Comments

Original by Wu Zhe

English by JustBLThings 8XyLoM

Indonesia by CloudyRin

Read more BL at langitbieru (dot) com

Donghua BL “Antidote” diadaptasi dari novel ini.

k6n0vJ

Cheng Ke melihat Jiang Yuduo berdiri dan pergi. Chen Qing mengikutinya setelahnya. Ketika Cheng Ke ingin menghela nafas lega, Chen Qing membanting pintu dan suaranya mengejutkan Cheng Ke hingga ia hampir terjatuh dari kursinya. Dia duduk di sana untuk waktu yang lama sebelum mengumpulkan kesadarannya.

Sejujurnya, dia tidak sepenuhnya tidak siap dengan gaya keluar Chen Qing yang dramatis. Dia tahu bahwa ia pasti akan berisik dilihat dari cara Chen Qing berjalan menuju pintu. Cheng Ke tidak tahu kenapa ia bereaksi seperti itu.

Mungkin karena ia merasa tidak aman.

Sebuah cangkang, mau bagaimana pun wujudnya, adalah sebuah cangkang. Jika kau kehilangannya, kau akan kehilangan rasa amanmu juga. 2GCwDn

Sejak Cheng Ke mendengar kata “keamanan”, dia tahu ia kekurangan itu. Amat sangat kekurangan.

Terutama saat ia harus menghadapi sesuatu, entah apa pun itu yang harus ia hadapi.

Ketika ia meninggalkan rumah, yang ia punya hanyalah baju. Dia tidak berpikir ketika ia bangun dan pergi, hanya merasa sesak dan tak dapat bernafas. Waktu itu, berjalan keluar lebih penting dari hal lain.

Dia pikir prosesnya sederhana: keluar, menemukan tempat untuk tinggal selama beberapa hari, lalu mencari tahu hal-hal lain saat mereka tiba… tRkpGM

Namun sebelum ia dapat menyusunnya, semuanya datang padanya, beberapa sangat tidak terkira dimana ia merasa kosong bingung mencoba membicarakannya.

Sejak kecil, krisis terbesar yang pernah ia hadapi adalah pertengkaran dengan Cheng Yi. Dan bahkan, ia mengacaukan segalanya. Tak hanya Cheng Yi membuat kepalanya berdarah, dia juga mengadukan Cheng Ke ke ayahnya. Cheng Ke sangat marah dan ia menendang Cheng Yi tepat di depan ayah mereka, membuat ayahnya mengejarnya dari lantai dua ke kebun mereka, mengancam kekerasan.

…idiot.

Cheng Ke berdiri dan berjalan ke pintu dimana ia mengintip melalui lubang kecil di pintu. Dia menemukan bahwa lobi sudah kosong, jadi ia membuka pintu. xe6Sh1

Kunci-kunci yang diberikan Jiang Yu Duo lucu, dengan sebuah gantungan kunci berbentuk kepala kucing. Dia mengeluarkan kunci dan mencoba kuncinya, muka dan menutup pintu, lalu menutup pintu sepenuhnya.

Dia menggenggam kunci itu untuk waktu yang lama, mencoba untuk berpikir dimana ia harus meletakkannya. Dia tidak punya ingatan bahwa ia pernah memiliki kunci karena rumahnya tidak memerlukan kunci, kamarnya tidak memerlukan kunci, dan semua orang akan mengetuk pintu sebelum memasuki pintu mana pun. Semua kabinet dan peti pun tidak memerlukan kunci.

Pada akhirnya, Cheng Ke melempar kunci-kunci itu ke dalam sakunya. Ia harus kembali ke tempat Xu Ding, mengembalikan kunci-kuncinya ke bagian berwenang, dan mengumpulkan semua barang yang ia beli.

Dia ingin menyerah ketika melihat semua benda yang ia beli. QMtjKA

Dia bersandar di pintu kamar mandi, menatap item-item di rak, dan berpikir bagaimana ia membawa semua itu pulang sebelumnya.

Namun setelah beberapa menit menatap, ia mengambil sebuah tas jinjing dan memasukkan semuanya ke dalam. Dia tidak benar-benar memiliki barang bawaan, hanya beberapa potong pakaian yang ia beli. Kekurangan benda akan menambah kesan ia sendirian di dunia ini, jadi ia memerlukan beberapa barang bawaan.

Langit Bieru.

Pada akhirnya, ia berjalan dengan susah payah, tangannya penuh dengan beberapa tas berat. Dia tidak tahu apakah ia merasa lebih baik, namun ia bisa dengan percaya diri mengatakan bahwa jari-jarinya sakit karena berat tas-tasnya.

Dia mengembalikan kunci dengan tangan penuh tas, berjalan keluar dari perumahan dengan tas-tas, dan berdiri di pinggir jalan menunggu taksi dengan tas-tas. Setelah lima menit gagal menemukan taksi, ia menyesal akan keputusannya dan berpikir untuk meninggalkan tas-tasnya di pinggir jalan. UuNfQ1

Sebuah taksi melewatinya. Ketika Cheng Ke ingin mengangkat tangan untuk memanggilnya, dua gadis yang berdiri di sampingnya mendongak dari ponsel mereka dan membawa plat mobil itu. “Yup, yang ini.”

Cheng Ke melihat mereka masuk ke dalam mobil dan terus menatap mobil yang menjauh.

Ah, kau bisa memanggil mobil sialan itu dengan ponselmu.

Cheng Ke mengeluarkan ponselnya. Dia tidak pernah menggunakan aplikasi seperti itu sebelumnya karena ia tidak memerlukannya. Sejujurnya, ia bahkan jarang memerhatikan fungsi ponselnya. BdDrFW

Dia dengan acak memilih sebuah aplikasi transportasi dan mencari tahu cara menggunakannya. Saat ia ingin memesan sebuah taksi, sebuah taksi kosong berjalan melewatinya.

Mungkin karena ia tidak terlihat seperti tipe orang yang akan memanggil taksi, namun supirnya bahkan tidak memelan untuk melihat apakah dia membutuhkan tumpangan.

Cheng Ke melihat mobil yang menghilang itu dan berbicara dengan setiap emosi yang bisa ia keluarkan. “Sial.”

Aplikasi itu memberi sinyal bahwa seseorang telah menerima pesanannya dan saat ia diam-diam berdoa agar tidak ada mobil lain yang lewat. Mungkin ketidak beruntungannya tengah meninggalkannya karena tidak ada mobil lain sampai peta menunjukkan pesanannya tengah berbelok/ ZidA9c

Sebuah Volvo hitam berhenti di depannya dan ia bergerak sedikit ke samping. Mobil itu diklakson dan pengemudinya menurunkan jendela.

“Apa itu kau?” Pengemudi itu memanggilnya.

“Apa?” Cheng Ke menatap pengemudi itu.

“Apakah kau memesan tumpangan?” Tanya sang supir. VMmhA1

Cheng Ke terdiam, “Tapi aku meminta taksi.”

“Kau meminta sebuah tumpangan cepat,” jelas sang supir, “cek model dan platnya.”

“..Oh.” Cheng Ke melihat ponselnya dan melihat model dan platnya.

Ketika ia memasuki mobil, sang supir tersenyum dan bertanya, “Kau tidak familiar dengan ini, ya?” H3WGFI

Cheng Ke menjawab dengan jujur, “Aku tidak pernah menggunakan ini sebelumnya.”

“Benarkah?” Supir itu bertanya dengan terkejut. “Ini sangat mudah. Sangat jarang untuk menemukan seorang pemuda tidak menggunakannya.

Read more BL at langitbieru (dot) com

“Aku mungkin tidak muda lagi,” jawab Cheng Ke.

Dia tiba-tiba merasa tidak nyaman saat ia berdiri di depan pintu, berusaha mencari kuncinya saat memegang tas-tas beratnya. Dia menatap kuncinya, ragu, lalu menempelkan telinganya di pintu. aVmpX9

Dia selalu merasa Jiang Yu Duo tidak beres dengan kepalanya. Dan sekarang ia tinggal di apartemen dimana Jiang Yu Duo mempunyai kuncinya dan ia tidak boleh mengganti kuncinya. Dia takut bahwa ia membuka pintu untuk menemukan Jiang Yu Duo duduk di sofa dengan kepala kemanan terhormatnya di sampingnya.

Di dalam sangat hening dan Cheng Ke tidak dapat mendengar apa pun. Dia terkekeh sedikit karena kebodohannya, namun ia masih melirik sekitar dengan hati-hati saat ia membuka pintu sebelum masuk. Lalu ia mengunci pintu dari dalam.

Cheng Ke melempar barang-barang di tangannya ke lantai dan terbaring di sofa, menutup matanya dan menghela nafas.

Dia tidak tahu berapa lama ia berbaring di sana. Dia hanya bangun ketika ia merasa punggungnya pegal. Melirik jam, ia sadar bahwa ia telah tertidur karena sudah dua jam berlalu sejak ia kembali. WLisdh

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Glj ijqjg.

Jtfcu Bf yfgvlgl vjc yfgpjijc-pjijc vl vjqeg. Cvj jija wfwjrjx cjwec lj alvjx ajte plxj rfwej sjcu lj yeaetxjc jvj vl rlcl jaje alvjx. Glj wfifajxxjc yfijcpjjccsj vl xjwjg wjcvl. Gjijw rfxfpjq wjaj, gjx-gjx lae revjt afglrl vjc afgiltja rfqfgal reqfgwjgxfa.

Glj wfcjajq wfgfxj rfrjja rfyfiew wfcufiejgxjc yjgjcu-yjgjcucsj vjc wfifajxxjccsj vl xjylcfa.

Sebuah perasaan frustasi tiba-tiba menghampiri Cheng Ke saat ia keluar dari kamar tidur dan ruang tamu. MXurj9

Dia sangat kesal.

Dia percaya bahwa menyewa sebuah rumah, mendapatkan kunci dan pindah adalah semua hal yang harus ia khawatirkan.

Sekarang ia sadar bahwa ia harus membeli bantal, sprei, selimut dan ia tidak bisa mengganti sepatu di dalam rumahnya karena tidak ada sendal…

Cheng Ke berteriak frustasi ketika melempar tubuhnya ke sofa dengan keras. Lalu ia menendang sandaran tangan sofa dengan kasar dan berteriak, “Sangat frustasi!” ajYxwq

“Rasa bumbu beras ini enak.” Chen Qing mengambil sebuah botol dan meletakkannya ke dalam keranjang. “Ada potongan daging di dalamnya, potongan besar pula.”

“Kenapa kau tidak membeli daging jika kau ingin makan daging?” Tanya Jiang Yu Duo. “Semua potongana daging di bumbu beras itu mungkin bahkan tidak setara dengan satu gigitan.

“Hanya saja,” respon Chen Qing, “Aku tidak punya gigitan besar.”

“Aku menolak berbicara padamu,” ujar Jiang Yu Duo, “Tolong pulang ke rumah dan makan malam, aku memohon.” sJAQcZ

“Bibiku ada di tempatku. Aku tidak mau pulang. Itu benar-benar menyebalkan.” Chen Qing mengernyit. “Setiap kali dia tidak senang dia akan datang dan mengocehi kami dan aku tidak tahu darimana ia mendapatkan kebiasaan ini.”

Jiang Yu Duo membenarkannya, “Aku tidak ingat moodmu pernah baik.”

Read more BL at langitbieru (dot) com

“Ada makanan kucing di sana.” Chen Qing menunjuknya. “Beli untuk anak kucing itu?”

“Dia makan makananku,” ujar Jiang Yu Duo. E7sMX2

“Kalau ada makanan kucing kenapa dia harus makan makanan manusia?” Tanya Chen Qing.

“Jika aku tidak beli, maka tidak ada dan ia akan makan makanan manusia.” Jiang Yu Duo melihatnya. “Aku hanya memungut seekor binatang liar, tidak mungkin aku membeli makanan kucing. Dia dulu memakan sampah.”

“Tapi kau membeli makanan kaleng untuknya,” ujar Chen Qing.

“Kau,” Jiang Yu Duo menunjuknya dan menyuruhnya, “Pergi mengantri.” oKaT P

“Baik.” Chen Qing mengangguk, berbalik dan pergi ke sana.

Jiang Yu Duo mendorong troli menuju rak dengan susu bubuk. Dia dengar di suatu tempat bahwa kucing-kucing harus meminum susu kambing karena susu sapi bisa membuatnya diare dan meninggal.

“Eff, ini mahal.” Dia menatap berbagai tipe susu bubuk di rak untuk waktu yang lama sebelum meraih dua pak susu kambing bubuk dan meletakkannya di troli.

Lorong di antara rak sempit. Dia menarik troli di belakangnya saat ia berjalan menuju ujung lorong dan meraih sekantung susu bayi bubuk. Dia tidak tahu kenapa ia membelinya, dia hanya punya firasat bahwa rasanya akan enak. M9bZJF

Saat ia keluar dari lorong, Jiang Yu Duo menabrak sesuatu sebelum ia dapat berbalik.

“Permisi,” ujarnya.

Orang di belakangnya terdiam.

Tidak bisakah orang ini setidaknya bilang “tidak masalah”? uZDnSy

Jiang Yu Duo yang baisanya tidak punya tata krama, ternyata menjadi sopan kali ini. Tapi ke seseorang yang tidak akan merespon!

Tata krama apa!

Dia berbalik dan menatap tajam.

Tuan Jaeger. NI0sAq

Tidak, Cheng Ke.

Cheng Ke berdiri di belakangnya dengan keranjang di satu tangan. Ekspresinya berada di antara syok, frustasi, ketidak relaan, ke ketidak sukaan.

Langit Bieru.

“Tidakkah kau tahu cara mengatakan tidak masalah?” Jiang Yu Duo mendelik.

Cheng Ke tetap melihatnya dengan ekspresi kompleks yang akhirnya terdiam di syok. Setelah beberapa detik, dia membalas. “Tidak masalah apa. Kau menabrak lukaku. Bersyukurlah aku tidak memukulmu.” n76LiM

Jiang Yu Duo melihat pinggangnya. Itu kejutan.

Dia pikir dia punya kontrol yang cukup baik hari itu dan pisaunya hanya akan menusuk bajunya dan tidak ke tubuh Cheng Ke. Dia terluka?”

Dia tidak dapat menahan diri dan bertanya, “Bukankah pinggangmu tebal?”

“Apa…” Cheng Ke awalnya bingung, lalu dia berbalik seakan dia telah tidak minat dengan percakapannya. rdnoMV

“Ada troli,” Jiang Yu Duo menatap keranjang yang dipenuhi dengan barang-barang, “Kenapa kau menggunakan keranjang?”

Sebuah troli akan menyulitkannya mengikuti seseorang.

Cheng Ke berbalik dan berjalan kembali padanya. Dia menatap Jiang Yu Duo lalu bertanya, “Kau punya pen dan kertas?”

Jiang Yu Duo menjawab, “Ya.” 1FI0ad

“Berikan padaku,” lanjut Cheng Ke.

Jiang Yu Duo menyipitkan matanya lalu mengeluarkan pulpen dan sepotong karton rokok.

Cheng Ke mengambilnya dan membungkuk untuk menulis tiga karakter sebelum mengembalikan kertas dan pulpen Jiang Yu Duo.

Risperdal. pcdq2G

“Apa ini?” Tanya Jiang Yu Duo.

Cheng Ke menjelaskan, “Kau bisa menemukan ini di farmasi. Itu untuk schizophrenia.”

Fuck you,” lontar Jiang Yu Duo.

YouCheng Ke berbalik. gutXLN

Keranjangnya berat dan tangan Cheng Ke sakit karena beratnya. Namun Jiang Yu Duo menatapnya sehingga dia tidak bisa menunjukkan bahwa ia kesakitan.

Bukannya dia tidak ingin troli, hanya saja ia tidak melihat troli. Dia hanya melihat keranjang yang sendirian ini di rak ketika ia masuk ke toko.

Read more BL at langitbieru (dot) com

Dia menunggu hingga ia melewati dua lorong sebelum meletakkan keranjang itu di lantai dan bergumam. “Sialan.”

Itu amat sangat berat. xXi8qd

Dia mendongak dan melihat seorang gadis yang mengenakan seragam staff menyusun barang-barang dari troli ke rak.

“Apakah kau akan menyusun semuanya?” Tanyanya.

Gadis itu menjawab iya.

Dia bertanya lagi, “Bisa aku menggunakannya?” 0SJ4k2

“Ah?” Gadis itu terdiam terkejut.

“Aku mengambil terlalu banyak barang.” Dia menunjuk keranjangnya. “Apakah ada mekanisme yang harus kau tekan untuk mengambil troli?”

Gadis itu tertawa dan berkata, “Trolinya ada di sebelah kanan pintu. Harusnya ada dua baris ketika kau datang dari elevator.”

“…benarkah?” Cheng Ke tiba-tiba merasa canggung. Apakah ia buta sehingga tidak melihat mereka? XbT4zC

Gadis itu mengambil barang terakhir dan berkata, “Ambillah.”

Cheng Ke sangat terharu dan dengan cepat meletakkan barang di keranjangnya ke dalam troli. “Terima kasih.”

Dia hampir tidak ingat apa yang ingin ia beli. Matanya menatap ke semua barang di troli sekali lagi sebelum ingat ia membutuhkan pakaian dalam.

Dai berjalan-jalan di tempat itu untuk waktu yang lama dan masih tidak bisa menemukan pakaian dalam. 7apEdB

Supermarket ini besar, dan rak yang tak ada habisnya terlihat disusun seperti labirin. Awalnya, ia kira supermarket itu berbentuk U namun ia berpikir itu bisa saja kotak di dalam kotak, dan setelah beberapa putaran dia berubah pikiran dan berpikir tempat itu seharusnya berbentuk persegi empat yang cekung.

Akhirnya, ketika ia keluar dari dua rak hanya untuk berhadapan dengan Jiang Yu Duo, di pikir, tempat ini adalah sebuah F-U raksasa.

Jiang Yu Duo sepertinya tidak terkejut melihatnya. Dia terlihat tenang dan bahkan punya keberanian untuk menyandarkan lengannya di troli dan tersenyum pada Cheng Ke.

Sudut bibir Cheng Ke berkedut namun ia tidak bisa tersenyum. JQOFDA

“Apa yang kau cari?” Jiang Yuduo bertanya sambil tersenyum.

“Pakaian dalam,” respon Cheng Ke.

Read more BL at langitbieru (dot) com

“Di sana.” Jiang Yu Duo menunjuk di belakangnya.

Cheng Ke menoleh dan melihat bra mengisi seluruh dinding. ixDlK1

Jiang Yu Duo mungkin melihat amarah di wajahnya dan menjelaskan lagi, “Bra dan pakaian dalam biasanya ada di tempat yang sama. Jangan bilang kau tidak tahu ini.

“Selamat malam.” Cheng ke melempar kata-kata ini dan pergi dengan trolinya.

Jiang Yu Duo berbalik untuk melihat Cheng Ke dan mulai meragukan penilaiannya.

Memikirkan banyak hal yang sulit dijelaskan datang sejak Cheng Ke muncul hingga sekarang, ia benar-benar tidak bisa menyambungkan seseorang seperti Cheng Ke dengan orang-orang itu. wK3cYg

Jika Cheng Ke benar-benar sebuah masalah, lalu dia pasti luar biasa dan sesuatu yang segar dan pendekatan yang unik.

Saat Cheng Ke menghilang di antara rak, Jiang Yu Duo menghela nafas dan mendorong trolinya menuju kasir. Dia dapat melihat Chen Qing melambai padanya dari kejauhan.

“Kau sangat lama.” Chen Qing membenarkan ucapannyam “Aku telah membiarkan cukup banyak orang lewat hingga dapat membentuk tim sepak bola.”

Jiang Yu Duo membalas, “Aku harus jadi pemilih kau tahu. Ini semua adalah makanan. Aku punya selera, tidak sepertimu.” sg EYS

“Aku juga punya selera.” Chen Qing mendorong trolinya dan membawanya ke kasir. “Hanya saja seleraku dibawah perkembangan. Atau sederhananya, aku tidak pemilih sepertimu.”

Jiang Yu Duo memberikan dompetnya dan berjalan keluar dari supermarket, berkata, “Aku akan menunggumu di luar.”

Sekarang sudah makin gelap.  Meski pun itu hanya akhir dari hari bisnis, lampu menyala di luar. Jiang Yu Duo memasukkan satu tangan ke sakunya dan mengeluarkan rokoknya ketika menatap keramaian.

Dia tidak suka malam, hari mendung, hari berkabut, atau ruang tanpa cahaya yang cukup. In2CeG

Mereka membuatnya takut.

Meksi ada banyak individu berjalan melewatinya sekarang, berbicara, tertawa dan anak-anak menangis, dan sepasang kekasih bertengkar di seberang jalan. Orang ada dimana-mana sepanjang mata memandang.

Dia masih takut.

Karena mau sebanyak apa pun orang di sini, tidak ada yang melihatnya. Dia bisa menurunkan resletingnya dan kencing di jalan dan mungkin hanya akan ada orang yang dapat dihitung dengan jari melihatnya. Dan ketika ia selesai kencing, mereka telah pergi. d8rU J

Jiang Yu Duo menyalakan rokok dan memasukkannya ke dalam mulutnya. Saat ia memasukkan kotaknya kembali, dia menyentuh kertas keras yang telah ditulis oleh Cheng Ke. Dia mengambil dan melihatnya.

Risperdal.

Read more BL at langitbieru (dot) com

Persetan.

Dia membakar kertas itu dengan pemantik apinya dan melihat tiga karakter yang ditulis dengan indah itu melingkar dan hilang di antara api. 6fAsUc

Bagaimana kau menyebut karakter terakhir itu?

Chen Qing memanggilnya, “Kakak Ketiga, ayo.”

Jiang Yu Duo menghabiskan rokoknya dan berbalik, melihat Chen Qing menghampirinya dengan dua tasnya.

“Sebanyak ini.” Dia mengambil sebuah tas, menimbang beratnya dan mengambil yang lainnya. Dia membandingkan keduanya, merasa yang pertama lebih ringan, lalu memberikan yang lebih berat ke Chen Qing. lapiu2

“Bisakah kau tidak menunjukkannya dengan jelas, Kak Ketiga?” Chen Qing menatapnya.

“Kau tidak berkendara dan membuatku memasakn untukmu,” ujar Jiang Yu Duo. “Aku sudah melanggar peraturanku dengan membawa satu tas untukmu.”

“Oh, benar juga!” Chen Qing berseru dengan semangat sambil berjalan. “Apaka kau tahu siapa yang aku lihat ketika aku membayar?”

“Aku tahu.” dQRn4d

“Tuan Jaeger!” Dia melanjutkan. “Aku melihat Tuan Jaeger! Bisakah kau mempercayai itu?”

Jiang Yu Duo diam saja sambil menatap Chen Qing.

“Oh,” Chen Qing terdiam, “Kau bilang kau tahu. Bagaimana bisa kau tahu?”

“Karena kau sialan.” Jiang Yu Duo berteriak dengan tenang dan menendang kaki Chen Qing, yang dengan nyamannya berada tepat di depannya, “kau sangat semangat setiap kali kau melihatnya! Apakah kau jatuh cinta padanya?” 1Y7rBk

“Ah!” Chen Qing melompat ke samping. “Jangan patahkan kakiku!”

“Juga,” Jiang Yuduo menunjuknya. “Jangan panggil dia Tuan Jaeger.”

“Kenapa?” Tanya Chen Qing. “Aku tidak memanggilnya itu di depan wajahnya.

Jiang Yudo menampar punggungnya. “Karena aku takut aku akan mulai memanggilnya Tuan Jaeger jika aku mendengarnya terlalu sering.” vzXjHs

“..oh.” Chen Qing mengangguk, memikirkannya, dan mendekat untuk bertanya. “Kak Ketiga, aku masih bingung. Kenapa kita tidak bisa memanggilnya Tuan Jaeger? Itu hanya nama panggilan. Kita memanggil Doggy dengan nama panggilannya!”

“Itu memalukan,” jelas Jiang Yu Duo.

Please visit langitbieru (dot) com

Chen Qing terdiam untuk waktu yang lama dan saat Jiang Yu Duo hampir lupa apa yang mereka bicarakan, dia menampar kakinya dan berkata, “Aku mengerti. Jika kita memanggilnya Tuan Jaeger maka itu akan terlihat seperti kita tidak pernah menyentuh uang sebelumnya, kan? Itu seperti semua yang kita ingat hanya jam tangan mahalnya.

Jiang Yu Duo menahan nafas dan mengeluarkannya perlahan. EcSsnK

Chen Qing melanjutkan, “Namun kau tidak punya sebuah jam tangan yang seharga puluhan ribu yuan.”

Jiang Yuduo berbalik dan Chen Qing dengan sigap mengangkat tangan untuk melindungi kepalanya.

“Persetan dengan semua leluhurmu.” Jiang Yu Duo tertawa jengkel. “Apakah aku menendang kursi di bawahmu ketika kau mengantung dirimu sendiri di kehidupan sebelumnya?”

Jiang Yuduo tidak suka berada di dapur karena itu kecil dan ia merasa kesempitan. Itulah kenapa setiap kali Chen Qing datang untuk makan, Jiang Yu Duo duduk di ruang tamu sambil menunggu untuk diberi makan meski kemampuan Chen Qing untuk memasak adalah penghinaan bagi makanan. EOniJp

“Kakak Ketiga!” Chen Qing berteriak dari dapur, “bagaimana dengan iga asam manis?”

“Terserah, selama itu matang.” Jiang Yu Duo tengah mengamati kontrak di tangannya. Sebagai tambahan dari kontrak itu, ada sebuah salinan dari kartu identitas Cheng Ke. “Tidak berharap terlalu banyak dengan iga-iga itu.”

Nama Cheng Ke benar-benar Cheng Ke. Jiang Yu Duo melihat ke tanggal lahir dan menghitung umurnya dalam diam.

Sialan. vZebN2

Dia telah berumur 27 tahun.

Tidak terlihat seperti itu.

Jiang Yu Duo menyentil foto Cheng Ke dengan jarinya. Anak-anak berumur 17 tahun di sekitar sini punya kemampuan bertahan hidup yang lebih tinggi dari anak kaya ini.

Setidaknya mereka tidak akan kesulitan dalam menemukan pakaian dalam di supermarket. qw5y84

Wangi lada datang dari luar jendela dan Jiang Yu Duo dibuat batuk olehnya. Dia berdiri dan menutup pintu namun dia melihat seseorang di luar saat ia berbalik.

Dia tidak menggeser gorden. Lampu di ruang tamu mati dan mereka tidak bisa melihat bayang-bayangnya dari luar. Dia memiringkan kepalanya jadi ia bisa mengintip dari celah di antara gorden.

Sesosok bayangan dengan cepat melewati gang kecil di antara dua gedung di seberang jalan dan menghilang.

Jiang Yu Duo mengerutkan alisnya, duduk di sofa, dan menyalakan TV. ZwbzfG

“Selesai, siap untuk dimakan.” Chen Qing mengeluarkan sepot sup dan meletakkannya di meja.

“Menginaplah malam ini,” ujar Jiang Yu Duo.

Please visit langitbieru (dot) com

“En?” Chen Qing melihatnya lalu langsung pergi berdiri di samping jendela untuk melihat keluar. “Kau melihat seseorang?”

“Tidak yakin,” ujar Jiang Yu Duo. ClOrky

Chen Qing mengeluarkan ponselnya. “Aku akan berkeliaran. Biarkan aku menelpon dua orang dan minta mereka berjaga di luar.”

Jiang Yu Duo menekan satu jari ke dahinya. “Kenapa kau tidak menggantung spanduk di jendela yang bertuliskan, ‘kami telah melihatmu’?”

Chen Qing berhenti dan meletakkan ponselnya kembali ke sakunya. “Persetan, kapan kau akan berbicara dengan baik padaku?”

“Kapan kau akan membuat beberapa ruang di otakmu untuk kepintaran?” Jiang YuDUo membalas sambil berjalan kembali ke dapur dan mengambil makanan yang Chen Qing siksa. N iU6z

“Kakak Ketiga,” Chen Qing duduk, “Aku punya rencana yang tidak terlalu berkembang.”

“Beritahu aku ketika kau telah mengembangkannya,” ujar Jiang Yu Duo.

“Jika kau mencurigai Tuan Jaeger,” Chen Qing mengusulkan, “Kita punya kuncinya. Kita bisa masuk dan memeriksanya ketika ia pergi.”

Jiang Yu Duo melihatnya dalam diam. CqPxnM

“Bagaimana menurutmu?” Tanya Chen Qing.

“Jangan panggil dia Tuan Jaeger,” adalah apa yang Jiang Yu Duo ujarkan.

“…Oh.” Chen Qing mengangguk.

ChdkS6

LOLOLOL. Jika aku punya anak buah seperti Chen Qing, mungkin dia sudah tinggal kerangka : )

Translator's Note

sengaja gak diartiin supaya lebih dapet feelnya uwu

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!