English

PenawarCh8 - Aku butuh kotak P3Kmu.

0 Comments

Original by Wu Zhe

English by JustBLThings QDAe d

Indonesian by CloudyRin

Read more BL at langitbieru (dot) com

Donghua BL “Antidote” diadaptasi dari novel ini.

wxSgau

Cheng Ke berdiri di sana dan menatap angka yang terus berubah di panel, memikirkan apa yang harus dia lakukan.

Haruskah dia menunggu hingga Jiang Yu Duo pergi lalu turun atau haruskah dia naik lift yang lain?

Haruskah dia menelpon lagi atau mengejarnya dan bertanya apa yang terjadi?

Atau mungkin dia harus kembali ke kamarnya dan menunggu di sana? cUFClE

Tunggu, tidak, kenapa dia memedulikan Jiang Yu Duo?

Apa yang bisa ia lakukan untuk bos jalanan yang mampu melawan seseorang di tempat sampah dengan kepala terbentur…tapi kenapa dia datang ke sini?

Cheng Ke tidak mengerti, namun ia memutuskan untuk tinggal di sini dan hanya turun untuk mendapatkan makanan setelah Jiang Yu Duo pergi.

Nomor liftnya berhenti di delapan, berhenti, dan lanjut turun. Nomor-nomor di elevator selanjutna mulai berubah, dari sembilan ke delapan, lalu terus naik. xJgd6T

Cheng Ke tiba-tiba merasa gugup saat liftnya terus naik. Dia berada di posisi dimana ia bisa menendang dengan nyaman. Jadi jika Jiang Yu Duo keluar dari lift, dia bisa dengan mudah menendangnya masuk lagi.

Liftnya tidak berhenti lagi berhenti tepat di lantainya. Pintunya terbuka, dan sesuai perkiraan, Jiang Yu Duo keluar dari lift.

Tapi Cheng Ke tidak menendangnya karena ketika Jiang Yu Duo melangkah keluar, tangannya menekan dahinya dan darah merembes, menutup mata kirinya. Dia terlihat dua puluh kali lebih buruk dari sebelumnya.

“Apakah kau berparade di sekitar gedung?” Cheng Ke kehabisan kata-kata. g9nOyP

“Seorang wanita masuk dari lantai delapan,” ujar Jiang Yu Duo, “Aku takut dia tidak akan bisa tahan untuk tidak berteriak dalam dua lantai.”

“Lalu kenapa…” Cheng Ke menatap wajahnya.

“Buka pintunya.” Jiang Yu Duo melihatnya dengan satu mata. “Aku butuh kotak P3Kmu.”

“…Aku tidak punya kotak P3K,” jawab Cheng Ke. uMPQ 6

“Kau punya,” respon Jiang Yu Duo, “Di kabinet samping TV.”

Cheng Ke terdiam.

Langit Bieru.

“Aku meletakkannya di sana.” Jiang Yu Duo melambaikan tangannya. “Cepat, aku punya darah rendah. Aku akan kehabisan darah dan mati tepat di depan pintumu lalu Chen Qing akan menelpon polisi dan mengatakan kau membunuhku.”

Cheng Ke tetap diam dan tidak bergerak, menatap wajah Jiang Yu Duo. MzO9lw

Dia tidak tahu seberapa besar luka di dahi Jiang Yu Duo, namun dia bisa tahu dari telapak tangan Jiang Yu Duo tidak sepenuhnya berhenti mengalir, darah terus keluar dari bawah telapak tangannya.

“Kenapa kau tidak ke rumah sakit?” Cheng Ke melontarkan kata-kata itu, berbalik dan membuka pintu.

“Takut,” jawab Jiang Yu Duo.

Cheng Ke tidak dapat menahan diri dan berbalik melirik Jiang Yu Duo. MDuVsZ

“Apakah itu aneh?” Tanya Jiang Yu Duo.

“Ya,” angguk Cheng Ke.

“Dan kau takut tikus.” Jiang Yu Duo duduk di sebuah kursi.

Cheng Ke terdiam karena terkejut. Benar bahwa ia takut tikus, namun bagaimana bisa Jian Yu Duo tahu? bc1 W0

“Buka pintu kabinetnya.” Jiang Yu Duo menunjuk meja TV. “Dan bawakan aku kotak P3Knya. Kau tahu cara membuka pintu kabinet, kan?”

Cheng Ke telah membungkuk untuk membuka pintu namun ia langsung duduk di kursi ketika mendengar pertanyaan itu. “Maaf, aku tidak tahu.”

Jiang Yu Duo tidak mengatakan apa pun namun berdiri untuk membuka pintu kabinetnya sendiri dan mengeluarkan kotak P3K.

Ketika ia melepaskan tangannya dari dahinya, dua tetes darah jatuh ke lantai. h4TVyt

Cheng Ke melihat ke darah di wajah Jiang Yu Duo dan berpikir bahwa lukanya tidak terlihat seperti sesuatu yang bisa diurus sendiri, namun ia tetap diam. Ia tetap duduk dan melihat Jiang Yu Duo mengeluarkan alkohol, plester, dan bahkan gunting, yang mana ia urus dengan gerakan familiar.

Ketika Jiang Yu Duo melepaskan jaketnya dan berjalan menuju kamar mandi dengan benda-benda itu, Cheng Ke tidak dapat menahan diri untuk tidak berkomentar. “Lukamu tidak boleh menyentuh air.”

“Ya, aku akan menggunakan alkohol,” Jiang Yu Duo berbalikdan melihatnya, “Seperti kau tahu apa yang harus dilakukan saja.”

“Kenapa kau tidak berlama-lama di sini dan mengejekku lebi lama lagi,” balas ChengKe, “Jadi kau bisa mati dari kekurangan darah.” PfIh9Y

Jiang Yu Duo berbalik dan memasuki kamar mandi.

Menganggap apartemen ini adalah teritorinya sekarang, Cheng Ke mengikuti Jiang Yu Duo ke pintu kamar mandi setelah ragu beberapa detik.

Please visit langitbieru (dot) com

Jiang Yu Duo tidak menutup pintu dan berdiri di depan cermin dengan punggungnya menghadap Cheng Ke. Dia melepas kaosnya dengan satu gerakan mulus dan melemparnya ke samping.

Cheng Ke bahkan belum melihat tubuhnya dengan jelas karena luka-luka di tubuhnya (JYD) membuat pikirannya kosong. MsGOWb

Beberapa luka besar saling menyilang di punggung Jiang Yu Duo, salah satunya adalah luka dari bahu hingga pinggang yang sangat mengejutkan.

“Apa?” Jiang Yu Duong membuka tutup alkohol dan menyiramnya langsung ke dahinya.

“Tidak ad-…sial, ow…” Dahi Cheng Ke berkedut kasihan namun ekspresi Jiang Yu Duo tetap tenang, seperti ia hanya menuang air.

Gerakan Jiang Yu Duo kasar dan tidak beraturan. Dia membersihkan luka, menuang energi ke sana, memasang perban dan plester. Dia melakukan setiap langkah seakan itu bukan kepala orang lain namun kepala musuhnya. SZHz A

Setelah dengan cepat mengurus lukanya, Jiang Yu Duo menyalakan keran dan membersihkan darah dari wajah dan tubuhnya. Lalu ia meraih handuk dari rak dan mengeringkan tubuhnya.

Itu handuk wajahku, sialan!

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Jtfcu Bf wfiltjacsj vjc alvjx qecsj jqj qec ecaex vlxjajxjc. Glj yfgpjijc xjxe xf gejcu ajwe, vevex vl rboj, vjc wfcsjijxjc gbxbx.

Pj tjger wfcfcjcuxjc vlgl. IRwc9l

Bfalxj Aljcu Te Geb xfiejg vjgl xjwjg wjcvl, lj wfcufcjxjc xjbrcsj ijul. Vjja lj wfifajxxjc xbajx U3Bcsj xfwyjil xf xjylcfa, Jtfcu Bf wfwyfgrltxjc afcuubgbxjccsj vjc yfgxjaj, “Ajcujc ifajxxjc vl rjcj. Djkj lae vfcujcwe.”

Jiang Yu Duo menatapnya seakan dia tidak mengerti perkataan Cheng Ke.

“Kau telah menyewakan tempat ini padaku,” ujar Cheng Ke, “Tidak baik menyimpan barangmu di sini. Jika aku tidak ada di rumah hari ini, akankah kau membuka pintu begitu saja dan masuk?”

“Ya.” Jiang Yu Duo mengiyakan. Wajahnya, yang masih tidak berekspresi hingga sekarang, akhirnya sedikit berubah, meski Chen Ke terkejut akan kemampuannya menunjukkan rasa malu. dKs8PV

“Aku mengikuti persetujuan kita dan tidak mengganti kuncinya,” ujar Cheng Ke, “bukankah kau harusnya menghormati penghunimu?”

“Maafkan aku,” ujar Jiang Yu Duo. “Aku buru-buru dan di sini adalah yang terdekat, jadi aku datang kemari.”

Cheng Ke menyapit sebatang rokok di bibirnya. Dia sudah siap bertengkar, secara verbal mau pun fisik, namun sekarang Jiang Yu Duo meminta maaf dengan sepenuh hati, dia merasa seperti ia baru saja melangkah di udara. Ia tidak tahu bagaimana ia harus merespon.

“Aku pergi,” ujar Jiang Yu Duo, memakai mantelnya, dan menghampiri pintu dengan kotak P3K di tangan. 9Dzs R

“Oh.” Cheng Ke merespon lalu memanggilnya kembali setelah memikirkan sesuatu. “Hei.”

“Ya?” Jiang Yu Duo berbalik.

Langit Bieru.

“Aku berpikir, apakah…” Cheng Ke menunjuk dapur, “apakah kompor gas itu berfungsi?”

“Bukan hanya bisa berfungsi, itu masih baru,” balas Jiang Yu Duo. YR0fbU

“Itu…tidak bisa menyala,” jelas Cheng Ke.

Jiang Yu Duo meletakkan kotak P3Knya dan memasuki dapur. Lalu ia memanggil dari dapur, “Kemari dan tunjukkan aku bagaimana kau menyalakannya.”

Cheng Ke mematikan rokoknya dan mengikutinya ke dapur. “Tidak bisakah kau melakukannya sendiri untuk mencari tahu?”

“Tidak, kau ingin lihat,” ujar Jiang Yu Duo. “Bagaimana kau melakukannya? Pemanas air baru tidak bisa memanaskan air, kompor gas baru tidak bisa menyala.” 5ez8np

Cheng Ke ragu dan memutar katupnya.

Jiang Yu Duo bergumam setuju.

Cheng Ke lalu meraih dan memutar knop kompor.

Itu membuat suara klik yang sama. mD1lXR

“Lihat.” Cheng Ke menunjuk kompor.

Jiang Yu Duo menghirup nafas dalam-dalam lalu membuangnya. Lalu ia menggenggam tangan Cheng Ke dan sebelum Cheng Ke dapat melepaskan tangannya, itu diletakkan di atas knop.

Alis Cheng Ke menyatu. “Kau bisa memberi tahuku saja…”

Jiang Yu Duo menggenggam tangannya dan menekannya tanpa kata, “Sekarang kau mengerti?” IcydUK

Cheng Ke merasa knopnya tertekan.

“Putar,” perintah Jiang Yu Duo.

Cheng Ke memutar.

Tiga klik dan sebuah whoosh. 2DMadl

Api merambat keluar dari pemantiknya. Dua lingkaran api berwarna biru.

“Apakah kartu identitasmu asli?” Jiang Yu Duo bertanya sambil berjalan keluar dari dapur.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

“Apa maksudmu?” Cheng Ke mematikan kompor.

“Kau berumur 27 tahun.” Jiang Yu Duo mengambil kotak P3Knya lagi dan menghampiri pintu. “Apakah seseorang melepaskan bajumu untukmu sebelum kau tidur?” WAXrJz

“Mati kau.” Cheng Ke menatapnya ganas.

“Semua buku panduan untuk elektronik terletak di laci meja TV.” Jiang Yu Duo membuka pintu. “Jika kau tidak tahu cara menggunakannya, baca saja.”

Cheng Ke tetap diam.

Jiang Yu Duo keluar dan menutup pintu. cPfGtk

Dia menutup pintunya tanpa suara, lebih manusiawi dari Chen Qing.

Cheng Ke duduk di sofa dan menyalakan rokok lain. Dia menatap laci di meja TV untuk waktu yang lama.

Ketika Jiang Yu Duo pulang ada sebuah Audi dengan mesinnya yang menyala. Sesuai dengan pengalamannya, Chen Qing mungkin ada di kursi pengemudi.

Dia benar. Ketika ia berada beberapa meter darinya, pintu mobil itu terbuka dan Chen Qing melompat keluar dan menghampirinya hanya dengan beberapa langkah. nzu4L2

“Apa yang terjadi?” Chen Qing menatap perban di dahinya. “Siapa yang melakukannya? Sialan! Siapa yang melakukannya?”

“Aku tidak lihat,” jawab Jiang Yu Duo.

“Dimana kau bertemu mereka?” Tanya Chen Qing, “Kenapa kau tidak menelponku?”

“Di tepi jalan.” Jiang Yu Duo mengerutkan alisnya. “Aku tidak lihat itu siapa.” SaF3Rh

“Apakah itu serius?” Tanya Chen Qing.

“Tidak.” Jiang Yu Duo berjalan ke lobi. “Parkir mobilmu di tempatnya. Meninggalkannya disini akan membuat orang mengeluh. Lihat Nyonya Wang melempar pot lagi dan gajimu bulan ini akan langsung masuk ke tempat perbaikan mobil.”

Chen Qing pergi memarkirkan mobil. Jiang Yu Duo masuk ke ruangannya dan memeriksa jika ia memasang perbannya dengan benar di cermin.

Ketika ia memasang perbannya tadi, Cheng Ke terus menatapnya dari belakangnya dan ia merasa sadar diri. Pada saat itu, semua yang ingin ia lakukan hanyalah segera pergi jadi ia melilit perbannya dengan asal-asalan. uvfl M

“Apakah kau perlu pergi ke rumah sakit?” Chen Qing memarkirkan mobil dan kembali, meletakkan sebuah tas berisi benda yang tidak diketahui isinya di atas meja. “Apa yang menyentuhmu?”

“Sebuah bata.” Jiang Yu Duo menghampiri meja. “Atau sebuah pisau.”

Please visit langitbieru (dot) com

“…Kakak Ketiga.” Chen Qing melihatnya. “Sepertinya bukan salah satu dari mereka.”

“Aku tidak melihat orangnya. Pukulan pertama sangat sakit hingga itu membuatku sesak.” Jiang Yu Duo menghela nafas. “Mereka mengenaiku dengan keras.” IeAlJr

“Sudah bertahun-tahun.” Chen Qing menendang meja. “Mereka terus menghantuimu dan kita tidak tahu apa yang mereka inginkan. Apakah kau tahu apa yang mereka inginkan?”

“Tidak,” ujar Jiang Yu Duo, “mungkin agar aku menderita selamanya.”

“Sial.” Chen Qing berpikir sejenak lalu mendekat untuk memeriksa perban itu. “Apakah kau pergi ke rumah sakit? Ini tidak terlihat seperti dari rumah sakit. Hasilnya jelek. Dimana kau mengurusnya?”

“Tempat Cheng Ke, aku melakukannya sendiri.” Jiang Yu Duo membuka tas dan wangi dendeng sapi menyapanya. “Kau benar-benar perhatian.” Hd6BJz

“Bibiku membawanya. Ini hampir semua,” ujar Chen Qing. “Seharusnya ini bisa membuatmu bertahan.”

“Ibumu tidak memukulmu?” Tanya Jiang Yu Duo.

“Dia tidak suka makan makanan keras.” Chen Qing melihatnya. “Kau benar-benar pergi ke tempat Tuan Jaeger untuk diperban? Apa yang kau bilang padanya?”

“Tidak ada.” Jiang Yu Duo mengunyah sepotong dendeng. “Aku takut pendarahannya semakin parah dan seseorang memanggil polisi. Seakan aku tidak cukup bermasalah saja.” Q0Bc d

“Dengan kemampuan penggumpalan darahmu yang menyebalkan itu,” ujar Chen Qing, “Kau pasti tertutup darah ketika kau sampai di sana.”

“Tidak separah itu. Aku menekannya dengan sangat keras, mungkin dengan 80% tenagaku.” Jiang Yu Duo berkata, “Aku terkejut karenanya dan melepaskannya, jadi ada darah yang keluar.”

Chen Qing terkejut dan berkata, “Kau tidak berpikir untuk menyelinap masuk untuk merawat lukanmu, kan?”

Jiang Yu Duo menghela nafas, “Aku pikir dia tidak akan ada di rumah hari itu. Agen itu bilang ia seorang seniman. Aku tidak berpikir seorang seniman akan sesantai itu, tinggal di rumah daripada bekerja di studionya.” o2E3tV

“Jujur saja, Kak Ketiga,” Chen Qing melihatnya sejenak lalu menghela nafas juga. “Kau tidak pantas kali ini.”

Jiang Yu Duo diam saja namun menganggukkan kepalanya.

Sangat jarang Chen Qing dapat berpikir jernih. Dia sangat tersentuh.

Mendobrak seperti hari ini bukanlah langkah yang cerdas. Itu bisa disebut invasi rumah. Dan bahkan jika Cheng Ke benar-benar bukan orang jahat… 1SkXGp

“Dia pasti waspada sekarang.” Chen Qing melanjutkan. “ Akan lebih susah bagi kita untuk masuk dan menemukan petunjuk.”

Jiang Yu Duo mengangkat kepalanya dan melihat Chen Qing.

Read more BL at langitbieru (dot) com

“Benar?” Tanya Chen Qing.

“Jika bukan karena aku takut membuka luka sialanku ini,” Jiang Yu Duo menatapnya, “Aku sudah memasukkan kepalamu ke dalam toilet agar kau bisa minum.” tZrsK5

“Kak Ketiga,” Chen Qing berucap dengan pasrah, “bisakah kau bicara dengan baik-baik sekali saja?”

“Tidak mungkin.” Jiang Yu Duo menepuk bahunya. “Pergi dari pandanganku dalam tiga detik atau aku akan menyemprotkan darah padamu.”

“Aku pergi. Aku hanya datang untuk memberikan dendeng sapi padamu, aku harus mengembalikan mobilnya ke toko.” Chen Qing berjalan dengan cepat ke pintu namun berhenti setelah beberapa langkah. “Bukankah dendeng sapi tidak baik untuk lukamu?”

“Diam.” Jiang Yu Duo menggigit dendengnya. qMx83

“Ada sekantung makanan kucing di bawah sana,” ujar Chen Qing. “Jangan biarkan dia makan makanan manusia. Terlalu banyak garam akan membuat bulunya rontok dan itu menyebalkan.”

“Bisakah kau pergi saja?” Jiang Yu Duo melihatnya.

Chen Qing kabur.

Jiang Yu Duo berdiri di samping meja dan perlahan selesai menguyah dendengnya. Lalu ia mengeluarkan makanan kucing dari bawah tas dan mengguncangnya ke kucing yang menatapnya. “Mau?” PX4Dxr

Kucing itu mengeong sekali, dengan kencang dan jelas.

Jiang Yu Duo menuang beberapa makanan kucing ke dalam mangkuknya dan kucing itu pergi untuk mengendusnya. Kemudian ia mundur beberapa langkah seolah jijik, menatapnya (JYD) dan mengeong lagi.

“Makan atau tidak.” Jiang Yu Duo menunjuk hidungnya. “Kau ini binatang liar, tidak boleh pemilih.”

Kucing itu berbalik melihat mangkuknya namun menolak makan. Ia tidak bergerak dan menatapnya dengan keras kepala. FgCqRY

Jiang Yu Duo mengabaikannya dan berbaring di sofa.

Kepalanya berdenyut-denyut dan ia tidak tahu apakah itu gegar otak. Dia menutup matanya dan menekan lukanya yang tertutup kain kasa. Lukanya masih sakit, rasa sakit yang terus-merenus timbul diinterupsi oleh semburan penderitaan yang tajam. Itu adalah jenis rasa sakit yang rumit.

Apa yang terjadi hari ini mungkin karena ia terganggu.

Dia tidak dalam suasana hati yang baik ketika ia keluar dari gedung satu. Mungkin akrena ia tidak bisa tidur nyenyak malam sebelumnya, tapi ada hal kecil yang membuatnya berpikir berlebihan. Dan ketika kau berada di suasana hati tertentu sulit untuk menghilangkannya. Jadi ia bahkan tidak menyadari ketika ada orang yang mengikutinya di belakang. e7EsNS

Dia tidak melihat peringatan, tidak mendengar suara, dan tidak melihat siapa-siapa.

Ada kesakitan, lalu kegelapan yang dalam.

Please visit langitbieru (dot) com

Sangat menyedihkan.

Terakhir kali ia semenyedihkan ini adalah dua hari lalu…tidak, terakhir kali ia jatuh serendah ini harusnya pertengkarannya dengan Cheng Ke di tempat sampah. 6gJ3lB

Dia membuka mata dan melihat kucing itu masih kelaparan di depan mangkuk. “Cepatlah dan makan. Ketika kau lebih gendut, aku akan mengirimmu ke Chen Qing untuk membuat hotpot…Pernahkah kau makan hotpot? Itu enak. Rasa enaknya membuatmu lapar hanya dengan memikirkannya.

Cheng Ke menggunakan lap basah untuk membersihkan dua tetes darah Jiang Yu Duo di lantai. Dia bukan penggila kebersihan, namun ketika ia melihat debu hitam di lap basah selain darahnya, ia sedikit syok.

Lantainya terlihat bersih, siapa kira sebenarnya itu sangat kotor!

Tapi lagi-lagi, sebelumnya di sini kosong. Jiang Yu Duo tidak melepas sepatunya ketika ia masuk dan mungkin ia sering ke sini ketika ia terluka parah. Sekarang ketika Cheng Ke memikirkannya, mungkin ada debu dimana-mana. Hw6njR

Dia mencoba menyapukan jarinya di meja. Berdebu. Kursinya telah diduduki hingga bersih. Kepala ranjang? Berdebu.

Tidak terlihat ada debu di sofa, namun itu kain.

Cheng Ke mengelilingi ruangannya beberapa kali. Dengan kemampuannya, ia bisa menghabiskan dua hari untuk membersihkan semuanya.

Dia memikirkannya dengan serius untuk beberapa saat di dapur dan mengambil kunci lalu pergi. ocjBdQ

Lupakan bersih-bersih.

Waktunya makan.

Sekarang bukan waktu makan dan Cheng Ke berkeliling di lingkungan sekitar sebentar tanpa menemukan tempat yang menggoda. Akhirnya ia pergi ke jalan dimana ia bertengkar dengan Jiang Yu Duo.

Lagi pula, ia sering ke sini dulu. Dia terbiasa dengan keramaian dan orang banyak. Dia terus menerus gelisah beberapa hari ini dan ingin mendekati apa pun yang dikenalinya. tBvAg9

Meski pun tempat ini punya memori yang tidak begitu baik.

Ada sebuah Starbucks di depannya. Cheng Ke memutuskan untuk duduk di sana sebentar dan makan sesuatu.

Tokonya terlihat kosong. Setelah membayar pesanannya, ia tiba-tiba sadar bahwa ia cukup sadar dengan harganya untuk pertama kalinya. Tentu saja, ia melihat ke harga sebelumnya, namun ia merasa harga itu bukan apa-apa selain angka. Sensasi ini segera menariknya keluar dari rasa familiar.

Cheng Ke menemukan sebuah sofa di pojokan dan duduk. Dia menyeruput kopinya dan mengeluarkan ponselnya. Meski pun ia melihatnya untuk waktu yang lama, ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan, jadi ia menyelipkannya kembali ke saku. 5uebFf

Mungkin karena ia terus was-was, namun ia tertidur begitu saja, bersandar di sofa, meski pun telah tidur hingga siang.

Kopinya telah mendingin ketika ia bangun.

Read more BL at langitbieru (dot) com

Cheng Ke harus memberikan itu untuk dirinya sendiri. Dia berdiri dan pergi.

Dia tidak tahu kenapa ia bisa tidur dimana saja, namun itu tidur yang menyenangkan karena ia bisa mencari tempat untuk makan malam sekarang. S8lmPy

Krena ia tidak makan makanan yang enak selama beberapa hari ini, perutnya berbunyi pada segala sesuatu yang berbau sedap. Dia memutuskan untuk makan di restoran hotpot bernama Old Pier yang berada di depan jalan. Dia sering ke sama bersama Liu Tiancheng dulu.

Dia mengerutkan alisnya ketika memikirkan Liu Tiancheng.

Mereka telah berteman selama bertahun-tahun dan pada akhirnya, Xu Ding, seseorang yang baru ia kenal dua atau tiga tahun ini, lebih dapat diandalkan.

Dia mengeluarkan ponselnya dan mengirimkan pesan pada Xu Ding. OupGaF

Mau pergi bersama besok?

Aku harus keluar kota besok, hari ini?

Xu Ding membalas dengan cepat.

Cheng Ke terdiam, melihat waktu di ponselnya, lalu merespon Xu Ding. 6UWlrY

Old Pier.

Di sana dalam 30 menit.

Cheng Ke tersenyum. Terkadang, rasanya menyenangkan mempunyai seseorang yang bisa kau panggil untuk makan.

Tapi ketika ia sampai di Old Pier, ia berhenti merasa sentimental. Dia melihat orang-orang mendekat dari sisi lain dan mereka sampai di restoran bersamaan dengannya. pNMUfA

Sudah terlambat bagi Cheng Ke untuk berbalik dan pergi karena Cheng Yi memanggil, “Kakak.”

Cheng Ke melihatnya dan bibirnya berkedut namun tetap diam. Dia melihat ke Liu Tiancheng, teman lamanya selama bertahun-tahun, dan teman-teman lainnya yang dulu sering bermain dengannya, berdiri di samping Cheng Yi. Sepertinya tidak ada lagi yang bisa ia katakan.

Itu adalah sejenis kecanggungan yang tidak bisa kau tutupi. Dia tidak punya kemampuan Cheng Yi dalam berpura-pura seperti tidak ada yang terjadi. Cheng Ke tidak bisa mengeluarkan sebuah “sebuah kebetulan”.

“Ah Ke, kebetulan sekali!” Liu Tiancheng mengampirinya, penuh senyuman. “Mau bergabung?” jUNIb5

“Aku…telah makan,” ujar Cheng Ke.

“Tidak mungkin, masih terlalu pagi untuk makan malam,” uajr Cheng Yi.

Story translated by Langit Bieru.

Cheng Ke melihatnya dalam diam.

“Kakak.” Cheng Yi tersenyum hangat dengan penuh ketenangan. “Makan dengan kami.” KhcU I

“Tidak apa,” ujar Cheng Ke.

“Hei, kau,” Liu Tiancheng berbisik, “Tidak bisakah kau perhatian pada adikmu?”

Perhatian bisa pergi ke neraka.

Cheng Ke melihat ke adiknya. Reputasinya telah dihancurkan menjadi berkeping-keping oleh tempat sampah. Tak seorang pun memberikannya hormat, jadi ia tidak merasa perlu memberikan orang lain rasa hormat. usDg n

“Kakak.” Cheng Yi maju selangkah. “Kenapa kita tidak…”

“Minggir.” Seseorang berbicara dari samping mereka.

Cheng Ke mundur selangkah, namun orang itu tiba-tiba melangkah di antaranya dan Cheng Yi.

Cheng Ke melirik orang itu. dZhLsV

Seseorang yang kepalanya baru saja dipukul, sekarang keluar untuk hotpot pedas?

“Makan?” Jiang Yu Duo melihatnya.

“Uh, iya.” Cheng Ke berdeham. “Kau juga?” x3W5sq

“Ah.” Jiang Yu Duo melihat ke belakangnya.

Cheng Ke menoleh ke belakang dan melihat beberapa anak muda di belakang Jiang Yu Duo. Lebih tepatnya, mereka adalah berandal-berandal yang kekurangan satu panggilan 911 dari penjara.

Emosi yang kompleks muncul di wajah Cheng Yi.

Cheng Ke bisa mengerti. Sekarang, Jiang Yu Duo dengan perban berdarah di dahinya dan beberapa anak buah di belakangnya, terlihat seperti bos sebuah geng pada umumnya. Dia adalah seseorang yang Cheng Yi tidak akan pernah terlibat dalam hidupnya. 9AvbiL

Jiang Yu Duo menoleh untuk melihat Cheng Yi, lalu berbalik ke Cheng Ke. Dia ragu untuk beberapa detik sebelum bertanya, “Mau masuk? Bersama?”

“Hmmm?” Cheng Ke melihatnya lalu mengangguk setuju dengan cepat. “Tentu.”

Story translated by Langit Bieru.

Jiang Yu Duo mengulurkan tangan dan menggeser Liu Tiancheng dengan wajah bingungnya ke samping. “Minggir.”

Cheng Ke mengikutinya ke restoran. 8JUQMG

I DON’T KNOW WHY BUT IM STARTING TO CRAVE FOR MORE. I havent watch the anime nor read the novel so I feel the same as you. jyd is protective ah. luv ya.

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!