English

[Reinkarnasi] Master PedangCh24 - Pangeran yang Sempurna

0 Comments

“Dari temanku.”

Begitu Lin Yifei selesai mengatakannya, Chris berbalik dan menolak. “Aku tidak akan pergi siang ini. Kamu bisa pergi.” 4WFCGa

“Ah? Kenapa?” Lin Yifei mengikutinya dan meraih lengan Chris. Meskipun Chris tidak melepaskan dirinya dari tangan Lin Yifei, dia tahu bahwa Chris sedikit tidak senang.

“Bukan apa-apa.” Chris memalingkan wajahnya, sehingga Lin Yifei tidak bisa melihat matanya.

Story translated by Langit Bieru.

“Er? Tapi kita jarang memiliki kesempatan untuk menonton kompetisi tingkat tinggi dari jarak dekat.” Lin Yifei menempel di belakang Chris seperti gurita. “Aku hanya ingin menggunakan tiket ini dan pergi bersamamu untuk  melihatnya.”

Dia bertemu dengan Kevin Phil minggu lalu di koridor. Ketika dia tersenyum sopan ke arahnya, Lin Yifei mengejarnya dan bertanya apakah dia bisa memberinya beberapa tiket pertandingan Cambridge-Washington. Kevin segera memberinya hampir setengah lusin, mengatakan bahwa dia tidak memiliki teman di Amerika Serikat dan tidak dapat menggunakan tiket ini bahkan jika dia mau. Lin Yifei menghitung ada lima tiket dan merasa senang. MZpfVA

Namun, Chris tidak ingin pergi saat dia ingin pergi.

“Pergi, pergi! Mungkin ada musuh masa depanmu di sana! Jika kamu menonton pertandingan mereka dengan baik, kamu akan tahu gerakan mereka, tapi mereka belum melihat pertandinganmu! Saat kamu berhadapan langsung dengan mereka dalam kompetisi suatu hari nanti, kamu pasti akan mengejutkan mereka dengan momentummu!”

Kepala Lin Yifei bertumpu pada bahu Chris. Suaranya tidak keras. Napasnya berhembus ke leher Chris.

“Baiklah.” Akhirnya, Chris menganggukkan kepala. b8c71x

Beberapa orang naik bus setelah makan siang. Saat ini bus cukup kosong, hanya ada sedikit orang. Lin Yifei dan Chris duduk bersama. Chris menopang kepalanya dan melihat ke luar jendela seperti biasanya, sementara Lin Yifei bersandar di pundaknya seperti dia tidak memiliki tulang. Dia melihat ke tempat yang dilihat Chris, tetapi dia segera merasa lelah melihatnya. Matanya terpejam dan dia tertidur. Lin Yifei termasuk tipikal orang yang bisa puas dengan makanan lezat dan tidur pulas dimanapun.

Pada saat bus berhenti di halte selanjutnya, kepala Lin Yifei jatuh dari bahu Chris. Chris mengulurkan tangannya dan membiarkan dahi Lin Yifei menabrak telapak tangannya dan perlahan-lahan meletakkan kepalanya kembali ke bahunya.

Bus ini berhenti di dekat Universitas George Washington. Chris mengangkat bahu dan mengusap rambut Lin Yifei dengan jari-jarinya. “Yifei, kita sudah sampai.”

“Mmm.” Lin Yifei menggerakkan bibirnya dan membuka matanya. Dia keluar dari bus dengan tas di punggungnya. Ketika dia melihat gedung-gedung Universitas George Washington, ekspresinya yang lesu menghilang dan semua orang menjadi bersemangat. Seluruh bangunan universitas sangat terbuka dan megah. Bangunan klasik bergaya Eropa dan bangunan pembelajaran modern dibangun di sekitar universitas secara acak. Saat berjalan di area universitas, pepohonan rimbun dan rerumputan hijau langsung terlihat. Di halaman yang luas, mahasiswa tidak hanya duduk melingkar untuk membahas masalah belajarnya, tapi juga berbaring dengan nyaman untuk menikmati sinar matahari yang hangat. RY2Nyg

Sederet orang bertanya-tanya dan akhirnya menemukan aula anggar universitas. Pertandingan persahabatan seharusnya tidak dimulai sampai 20 menit kemudian. Saat kelima anak itu menyerahkan tiket kepada mahasiswa di pintu gerbang, pihak lain terkejut melihat mereka.

Begitu mereka memasuki aula anggar, ada setengah lingkaran kursi, dengan total 15 hingga 18 kursi. Barisan depan sudah penuh. Beberapa orang bahkan membawa kamera. Mereka semua sepertinya mahasiswa. Lin Yifei dan temannya duduk di baris tengah. Meski mereka tidak berada di depan, mereka masih bisa melihat keseluruhan pertandingan.

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Anggota tim anggar dari dua universitas mengikuti kompetisi satu per satu. Mereka duduk dan berbincang dengan menggunakan alat pelindung. Awalnya ini adalah pertandingan persahabatan, bukan pertandingan hidup dan mati. Ketika Kevin Phil masuk ke dalam arena sambil membawa alat pelindung dan sabre, dia langsung menjadi fokus para penonton. Dengan rambut cokelat muda, sorot mata yang dalam, dan senyuman lembut, seseorang tidak dapat menemukan sedikit pun ketidaksempurnaan padanya.

“Oh, lihat, itu Kevin Phil! Benar-benar tampan!” kSA192

“Senyumannya sangat menawan! Selain itu, dia juga juara Liga Universitas Inggris dan akan mengikuti kejuaraan lain di paruh tahun kedua ini.”

“Lihatlah cara dia berjalan dan ekspresi wajahnya. Sungguh pria yang baik!”

Para mahasiswi berbisik dengan mata membara. Mereka harus memanfaatkan waktu sekarang untuk berdiskusi. Begitu kompetisi dimulai, hanya ada keheningan.

Katherine berkedip dan menunjuk ke arah Kevin. “Hei, dialah yang mengirim bunga ke Lin.” tAVD9m

Dia tidak tahu apakah itu ilusi, tangan Chris yang memegang pergelangan tangan Lin Yifei tiba-tiba mengepal. Lin Yifei menatap tangan Chris. Dia tidak bisa tidak mengingat sebuket bunga lili yang diberikan Kevin. Chris sepertinya tidak puas dengan dirinya yang memegang buket bunga itu. Akhirnya, Lin Yifei diam-diam menyimpan catatan tersebut dan memberikan buketnya pada seorang anggota staf perempuan.

“Apakah kamu benar-benar menyukai bunga?” tanya Chris dengan suara lembut sambil melihat ke arena anggar.

Story translated by Langit Bieru.

Lin Yifei meraih kepala Chris. “Aku bukan wanita. Bagaimana aku bisa menyukai bunga? Aku lebih suka pergi ke McDonald’s bersamamu.”

Sebenarnya, fokus kalimat tersebut bukan “McDonald’s”, tapi “bersamamu.” jIXYtU

Chris sedikit mengatupkan bibirnya. Jari-jarinya mengusap pelan jari-jari Lin Yifei.

Kompetisi tim akan segera dimulai. Sudah ada dua pemain universitas yang berdiri di kedua sisi garis start. Penonton yang saling berbisik langsung terdiam.

Mereka memberi hormat satu sama lain dan mengambil sikap sebelum pertandingan dimulai. Setelah wasit memberi isyarat dimulai, kedua belah pihak tidak menundanya dan segera memasuki kondisi saling menyerang. Lin Yifei menjulurkan lehernya dan terus mengawasi gerakan serangan dan pertahanan mereka. Jari-jarinya menggenggam tangan Chris karena gugup. Sebelum mata mereka menangkap gerakannya, pemain dari Universitas George Washington dikalahkan.

“Sangat cepat …” Katherine mendesah pelan di sampingnya. i0r9F3

Itu tidak mengejutkan. Bagaimanapun, Universitas Cambridge mengirimkan pemain terbaik kedua. Rhett Munsey akan menjadi pemain anggar sabre yang terkenal di masa depan.

Mahasiswa dari Universitas George Washington ini tampil dengan cukup baik dalam pertandingan, namun dia kalah bersaing kecepatan serangan dengan Rhett. Celahnya tidak terlalu jelas. Kekalahan ini tidak terlalu pahit. Universitas Cambridge hanya memimpin empat poin.

Level pertandingan berikutnya juga sama. Pertandingannya ketat. Para pemain di kedua sisi saling mengejar. Di penghujung pertandingan, Universitas Cambridge masih unggul empat poin.

Ada jeda dua menit di tengah pertandingan. Mungkin karena pertandingannya terlalu intens, penonton tidak bereaksi dan tetap diam. arOHb5

Kevin berdiri dari kursinya. Dia mengulurkan tangan dan memainkan rambutnya, menyapu rambutnya ke belakang. Fitur wajahnya yang dalam terlihat lebih menonjol. Para gadis mengeluarkan desahan kekaguman dengan lembut. Dia seperti melihat Lin Yifei di antara penonton. Bibirnya berubah menjadi senyuman lebar, langsung membuat orang tidak bisa memalingkan matanya. Ini sama mempesonanya dengan sinar matahari yang bersinar melalui jendela kaca. Ketika dia sedikit melambaikan tangan ke arah Lin Yifei, Lin Yifei merasa lebih yakin bahwa Kevin sedang melihatnya.

“Sejak kapan kamu begitu akrab dengannya?” Suara Chris sangat rendah, membuat telapak tangan Lin Yifei berkeringat secara tidak wajar. Dia hanya ingin melepaskan tangan Chris dan mengusapnya di celana, tapi dia tidak bisa melepaskan tangannya dari genggaman Chris.

“Kami tidak begitu saling mengenal. Aku hanya mengucapkan beberapa kata.” Lin Yifei menggerakkan bibirnya. Dia terkadang merasa tidak bisa memahami Chris, seperti mengapa dia tiba-tiba menjadi marah.

Pada saat ini, Kevin sudah berdiri di garis start. Sikap hormatnya dan sikap hormat Chris adalah dua gaya yang berbeda. Dia menunjukkan  sedikit ketajaman, tapi masih terlihat bagus. gloV1L

Di awal pertandingan, Kevin terlihat sabar memburu lawan hingga melancarkan serangan. Dia tidak panik setiap langkahnya menjadi mundur. Ketika dia mundur ke tepi garis, dia tidak hanya menstabilkan posisinya, tapi juga menangkis lawan dengan sabrenya. Serangan lawan tiba-tiba berakhir pada saat itu. Sisanya adalah menghadapi serangan balik Kevin yang seperti badai.

Napas terhenti saat sabre Kevin mengenai lawannya seperti membunuh segala sesuatu yang menghalangi jalannya.

Para penonton, yang seharusnya tetap diam, tanpa sadar menghela napas keras.

Kevin menyentuh ujung sabre. Si lawan tidak berani menyerang dengan gegabah. Gerakan barusan mematikan momentumnya. EU1N4H

Lin Yifei tanpa sadar menoleh ke arah Chris dan melihatnya sedang menonton pertandingan dengan cermat.

Ya, ini adalah pertama kalinya Chris melihat pertandingan yang begitu indah.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Kevin sepenuhnya mengontrol pertandingan ini. Dia tidak hanya mencetak lima poin, tapi juga tidak memberikan lawan satu poin pun.

Di awal babak kedua, Kevin sangat agresif dan terus menekan lawannya dengan sabre. Perasaan kejam ini benar-benar berlawanan dengan sikap sopan yang dia tunjukkan pada saat aktivitas biasa. Di antara penonton, jantung Lin Yifei berdebar kencang. Dia ingat pertandingan terakhir Chris dan Kevin sebelum berinkarnasi. Kevin menekan sabre Chris dengan sangat kuat, membuat Lin Yifei gugup. Sabre Chris bertemu sabre lawannya dengan sangat tenang dan akhirnya ritme kembali setelah tidak ada jalan lebih dari 20 detik. MeTK6Q

Namun, lawan Kevin jelas tidak sekuat Chris saat itu. Dia segera kehilangan poin lain.

Dengan keterampilan sabre Kevin yang luar biasa, siapa yang akan menang dan siapa yang kalah sudah jelas. Lin Yifei mengangkat kepalanya, mempelajari gerak kaki dan tubuh bagian atas Kevin dengan cermat. Setiap gerakan serangan dan tekniknya menekan sang lawan.

Pertandingan tim telah selesai. Universitas George Washington kalah 36-45 dari Cambridge. Namun, ini bukan hal yang memalukan. Standar anggar di Amerika Serikat belum naik ke kelas satu.

“Wow—“Lin Yifei meregangkan tubuhnya, “Hari ini kita bisa membuka mata dengan lebar!” GLp5DX

Katherine berkata dengan ekspresi menerawang, “Ah, aku tidak menyangka para pemain anggar pria di Inggris begitu tampan … Kevil Phil, tidak ada pangeran yang lebih sempurna darinya!”

Mark dan Philip hampir tidak bisa menahan muntah di lantai.

“Ayo, pulang ke rumah.” Chris meraih tangan Lin Yifei dan berkata lembut, “George telah menuggu kita di gerbang universitas.”

Saat ini, para penonton berteriak. ty5ZD

Lin Yifei tanpa sadar melihat ke belakang dan tidak menyangka Kevin melepas pelindung kepalanya dengan satu tangan dan berjalan ke arah penonton dengan sabre di tangannya yang lain.


Terjemahan Inggris: IdleTurtle


Paperuich ingin mengatakan sesuatu:

Selamat Hari Raya Idul Fitri. Mohon maaf lahir dan batin, ya. Semoga kita bertemu di ramadhan tahun depan. abx3R

Good news: Novel ini diadaptasi menjadi manhua. Yeay! Kalian bisa cek link di halaman utama. Untuk versi Inggris, kalian bisa googling dengan “Sword Edge manhua.”

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!