English

Sistem Kematian HeroikCh6 - Aku hanya butuh 72 jam untuk jatuh hati kepadamu (6)

0 Comments

“Kalau kami menunjuk Roy untuk mengambil alih posisi Gabriel dan menjadi penerus ayahmu, apakah kamu setuju?”

Setuju, sangat setuju! Ternyata Ravel juga melihat watak Gabriel yang berpikiran sempit dan pembangkang? zhvk2

Ketika Ravel melihatnya mengangguk, dia tidak berkata apa-apa dan mengelus kepalanya.

Saat itulah Shang Ke menemukan mole di telapak tangan kanan Ravel. Katanya orang dengan mole di tangannya tidak hanya kaya, tetapi juga pemimpin yang terampil. Ada juga yang mengatakan bahwa tanda itu disebabkan pada kehidupan sebelumnya, cinta mereka belum tercapai sehingga mole itu memberikan tanda agar kekasihnya dapat menemukan mereka di kehidupan ini. Tetapi aliran Buddha umumnya percaya bahwa mole di telapak tangan menandakan takdir seseorang yang akan menjalani kehidupan yang kesepian.

Read more BL at langitbieru (dot) com

Dua pernyataan terakhir tidak dapat dibuktikan, namun Ravel yang ada di hadapannya ini memang sangat kaya raya dan pemimpin yang terampil, seorang pemenang di kedua aspek itu.

Shang Ke tidak tahu, Ravel sebenarnya memenuhi tiga kriteria. dgOEsb

“Sudah larut, ayo kita kembali. Saya akan menemanimu makan.” Ravel mendorong Shang Ke kembali ke ruang rawat dan memberitahu perawat untuk membawakan mereka makanan.

Ravel memakan apapun yang Shang Ke makan, meskipun itu hanya semangkok bubur polos, dia akan memakannya tanpa mengubah ekspresinya. Hal ini membuat Shang Ke mengaguminya.

Walaupun beberapa hari ini makanannya sudah lebih baik, tetapi tubuhnya ini sangat amat lemah sampai titik ekstrim. Dia tidak bisa menerima nutrisi yang terlalu banyak. Oleh karena itu, tidak peduli seberapa segar ia terlihat, tubuhnya sebenarnya semakin kurus dari hari ke hari.

Dr. Benny sebelumnya sudah mengatakan bahwa setiap sehari dia hidup sudah merupakan suatu keajaiban. Kalau orang lain, mungkin mereka sudah kehilangan semangat hidup. Dia tahu alasan kenapa Cage tetap bertahan hidup adalah karena dia ingin melihat sendiri terbentuknya kekaisaran baru dengan mata kepalanya sendiri. qwGjUY

Untuk pertama kalinya, Ravel ragu. Dia tidak ingin mengumumkan hal itu karena dia takut begitu impian Cage terwujud, dia akan langsung melepaskan hidupnya.

Ravel tidak mampu berpisah dengannya, tidak bisa melepaskannya…

Malam itu, Ravel kembali ke mansionnya.

Kahn maju untuk melaporkan, “Hamba sudah menjadikan Gabriel tahanan rumah di ruang tamu. Bagaimana rencana anda untuk menindaklanjutinya, Jenderal?” LBcKUS

Wajah Ravel berubah menjadi dingin dan dengan langkah lebar ia berjalan menuju ruang tamu

“Lepaskan saya! Saya ini anak Jenderal Utrecht, kalian tidak bisa memperlakukanku seperti ini!” Suara berisik Gabriel terdengar di ruang tamu

Pengawas itu tetap bergeming kepada teriakannya. Saat mereka melihat Racel dan Kahn datang, mereka segera membungkuk memberi hormat sebelum membuka pintu.

Saat Garbiel melihat Racel masuk, emosinya menjadi tenang dan bertanya, “Yang Mulia, akhirnya anda kembali. Apakah saya boleh tahu mengapa anda menjadikan saya tahanan rumah?” 8hRLE7

Ravel tidak menjawab dan memberi tanda kepada Kahn untuk menunjukan rekaman di rumah sakit.

Ketika Gabriel melihat rekaman itu, ekspresinya berubah dan dia menggertakan giginya. “Memang tindakanku ini tidak pantas tetapi anda akan mengerti bila anda tahu apa yang Cage telah lakukan padaku.”

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

“Vjsj alvjx qfgie ajte jqj sjcu afijt jcjx lae ijxexjc qjvjwe,” Ejnfi yfgxjaj vlculc vjc alvjx qfveil, “Vjsj tjcsj qfgie ajte xjwe afijt wfcutlcj vjc wfiexjl Jjuf rjja vlj iewqet vfcujc iexj sjcu rfgler. Vfyfcjgcsj xjwe qlxlg xjwe lcl rljqj rftlcuuj wfwqecsjl xfyfgjcljc wfwqfgijxexjc qjtijkjc sjcu afijt wfifkjal rlxrjjc rfqfgal lae?”

“Pahlawan?” Gabriel mencibir. “Kalau dia tenang-tenang saja tinggal di Planet Taima, hal ini tidak akan terjadi. Tanpa diapun, anda pasti berhasil. Semua ini kesalahannya sendiri sehingga dia jadi seperti itu. Dengan alasan apa dia harus diperlakukan seperti pahlawan oleh orang lain? mXpJvL

“Dengan alasan apa?” Racel menyuruh Kahn, “Kau beritahu dia.”

Kahn melihat Gabriel dengan dingin dan menjelaskan, “Mungkin kehadiran dan penangkapan Tuan Muda Cage awalnya merupakan kesalahan bodoh, tetapi tindakannya setelahnya sudah cukup untuk memanggilnya pahlawan. Dia telah membayar sendiri kesalahannya dan disaat yang sama dia menguatkan keyakinan kita untuk terus maju. Mungkin seperti yang kamu katakan, kita mempunyai kemungkinan berhasil tanpa dirinya, tetapi kehadirannya itu membuat perhatian musuh terlaih dan memberikan kita waktu untuk menyerang serta mengurangi korban jiwa.”

Read more BL at langitbieru (dot) com

Dia menarik napas sebelum melanjutkan, “Tuan Muda Gabriel, kalau yang berada di situasi itu adalah dirimu, apakah kamu bisa melakukan ini semua lebih baik daripada dirinya?”

“Kenapa tidak bisa?” Gabriel membusungkan dadanya dengan sombong, “Saya selalu lebih baik daripada dirinya, lebih bekerja keras daripada dia, dan lebih pantas mewarisi jabatan ayah daripada dia.” eztv6Z

Mata Ravel seperti dilapisi lapisan es. Ketika dia mengingat kembali bagaimana Cage dilecehkan oleh orang superficial ini, dia tidak bisa menahan emosinya.

Ravel berkata dengan dingin, “Kahn, saya serahkan kepadamu. Biarkan dia merasakan apa yang disebut siksaan dan lihat apa benar dia bisa melakukan apa yang dia katakan, ‘lebih baik daripada Cage’, itu.”

Setelah berkata seperti itu, dia berbalik meninggalkan ruangan.

“Tunggu, Yang Mulia Ravel, saya adalah penerus Jenderal Utrecht. Dengan memperlakukan anak pahlawan seperti ini, apa kau tidak takut kemarahan publik?” jFrG9b

Kahn menunjukan ekspresi kasihan kepadanya. Orang ini tidak tahu bahwa sebentar lagi posisinya sebagai pewaris sudah tidak bisa dipegangnya lagi. Sebenarnya setelah Jenderal Utrecht mengorbankan nyawanya, hanya nama keluarga saja yang tersisa darinya yang juga sebenarnya tidak terlalu berarti. Ravel mempertahankan jabatan dan pencapaian keluarga itu. Bila Cage meninggal, maka siapa yang akan mewarisi nama keluarga itu tergantung sepenuhnya pada Ravel.

Gabriel sebenarnya merupakan pilihan yang terbaik, namun sangat disayangkan dia sendiri cari mati dengan tidak bisa menahan amarahnya sebentar saja.

Kahn mendapatkan obat itu dari penjaga kerajaan dan memberitahu Gabriel, “Cage disuntikan dengan sensitizer sepuluh kali lipat, tetapi saya memberimu keringanan dengan hanya memberi setengah saja yaitu lima kali lipat.”

Gabriel melihat jarum di tangan Kahn dan secercah rasa takut terbercak di matanya. AWbtYE

Malam itu, rongrongan menyedihkan terdengar dari ruang tamu Ravel dan berlangsung cukup lama.

Pagi esoknya, Kahn melaporkan situasi.

“Dia hanya bisa bertahan 2 jam saja.” Dia memulai video yang menunjukan Gabriel yang memohon ampun di menit ke 6 siksaan, air mata dan ingus mengalir turun di wajahnya. Dia terlihat sangat memalukan. Sebenarnya reaksi seperti ini tidaklah aneh, rasa sakit lima kali lipat bukanlah sesuatu yang bisa ditahan oleh orang biasa. Sebenarnya Kahn juga tidak benar-benar serius saat menyiksanya saat itu, kalau tidak Gabriel tidak akan bisa bertahan walau hanya satu jam saja.

“Bagaimana Cage bisa melakukannya?” Dengan Gabriel sebagai pembanding, Kahn sekali lagi merasa takjub terhadap kemampuan Cage bertahan dibawah siksaan sepuluh kali lipat. Itu bukan hanya siksaan fisik, tetapi juga cobaan mental. G5JmZM

Ravel benar-benar tidak peduli terhadap bagaimana Gabriel melewati siksaan itu. Dia hanya berkata kepada Kahn, “Hari ini aku akan menginap di rumah sakit.”

Kahn terhenyak sesaat, sebelum segera mengingatkan, “Besok adalah upacara kerajaan baru.”

“Saya tahu.” Ravel berkata pelan. “Bawa pakaian upacara ke rumah sakit pagi-pagi, aku akan langsung pergi dari rumah sakit ke lapangan upacara.”

“Tetapi keamanan anda…” jQGETl

“Saya percaya terhadap kemampuanmu untuk mengatur semuanya,” Ravel menepuk pundak Kahn sebagai pemberi semangat sebelum meninggalkan ruang kerja dan langsung pergi ke rumah sakit.

Kahn menatap tanpa bisa berkata apa-apa pada punggung yang sudah pergi itu. Sebagai pemimpin, apa boleh bertindak semaunya begitu?!

Read more BL at langitbieru (dot) com

Saat Ravel tiba di rumah sakit, Shang Ke sedang melatih untuk mengangkat tangannya untuk mengambil buah dari meja makan.

Ravel segera menatap tajam perawat yang ada di sampingnya dan bertanya, “Kenapa kamu tidak membantunya?” g6Msju

Perawat itu segera menjawab, “Tuan Muda Cage ingin mencobanya sendiri.”

Shang Ke mengangguk untuk memberitahu bahwa itu adalah idenya. Meskipun jarinya tidak bisa bergerak, tangannya sepertinya sudah mulai bisa bergerak.

Ketika berhasil mendapatkan buah, dia menatap Ravel dengan tersenyum senang dan mengangkat buah itu di depannya.

“Ini untuk saya?” Tanya Ravel. TmG2p4

Shang Ke mengangguk.

Ravel mengambil buah itu dan dengan serius mengigitnya sedikit demi sedikit.

Ia melihat Shang Ke menatapnya, dia mengambil buah yang sudah dipotong dari piring dan mengangkatnya ke dekat mulut Shang Ke.

Shang Ke membuka mulutnya dan menggigitnya. 81Gtoe

Dua orang ini, satu memakan, satu memberi makan, suasananya terlihat sangat harmonis.

Setelah Shang Ke menyesaikan sarapannya, dia melihat Ravel tidak menunjukan tanda akan pergi, sepertinya agak aneh.

“Hari ini saya akan tinggal untuk menemanimu.” Dia menyalakan siaran televisi dan lanjut berbicara, “Setelah sarapan, kita akan nonton selama 2 jam. Setelah itu istirahat satu jam sebelum makan siang. Setelah makan siang, saya akan membawamu ke taman untuk melihat bunga dan kupu-kupu sembari mendengar music. Dua jam setelah itu kita akan istirahat untuk minum the dan makan cemilan kemudian kembali ke ruangan untuk istirahat. Setelah makan siang, kamu akan minum obat, merawat tubuhmu dan melakukan pemeriksaan rutin.”

Layaknya menangani tugas resmi, Ravel sudah menentukan jadwal sepanjang hari. Shang Ke hanya bisa semakin tercengang saat dia mendengar jadwalnya satu demi satu. p1h5um

“Kalau kamu tidak setuju, kamu bisa menggunakan bahasa tubuh untuk menarik perhatianku kapan saja.” Ravel memandang serius ke arah Shang Ke sembari menunggu responnya.

Shang Ke tidak bisa menahan senyum, rasanya laki-laki ini ada saatnya terlihat sangat menggemaskan.

Ravel menatapnya dengan seksama, dan di mata birunya itu hanya tercermin senyuman itu.

Shang Ke mengangguk kepadanya menunjukan ia setuju terhadap rencana Ravel. n7OarF

Saat itu Ravel mengalihkan pandangannya untuk membantu Shang Ke mengganti saluran. Dia memilih program hiburan sesuai instruksi Shang Ke dan mereka menontonnya bersama.

Programnya sangat lucu dan membuat Shang Ke tertawa beberapa kali, namun ekspresi Ravel dari awal hingga akhir itu tetap tenang bahkan bibirnya tidak bergerak sedikitpun.

Please visit langitbieru (dot) com

Shang Ke curiga bahwa wajah pria itu mempunyai masalah persarafan.

“Ada apa?” Ravel yang merasakan pandangan Shang ke kepadanya, berbalik untuk bertanya. 4wxzpX

Shang Ke menggeleng untuk mengekspresikan tidak ada masalah.

Ravel melihat waktu dan memberitahunya, “Kamu harus istirahat sekarang.”

Setelah berbicara, dia membantu Shang Ke berbaring. Mesikpun dia melihat mata anak itu masih cerah dan bertenanga, dia menutupnya dengan tangannya dan memerintahkan, “Tidurlah. Satu jam lagi saya panggil.”

Shang Ke: Dia sama sekali tidak mau tidur! GE3Zht

Saat berbaring di tempat tidur, dia berlatih di dalam otak selama satu jam sebelum bangun dan makan siang bersama Ravel. Setelah makan siang, saatnya menghirup udara segar. Suara alunan music terdengar dan Ravel dengan tangannya sendiri memetik bunga untuknya. Dia tidak tahu apakah karena Roy memberinya sebuket bunga kemarin sehingga Ravel berpikir dia ini suka bunga…

Singkat cerita sehari itu, Ravel benar-benar mengikuti jadwal yang dikatakan kepadanya. Malam itu, ia juga berencana tidur di rumah sakit.

Sebagai pemimpin kekaisaran baru, bukankah dia ini agak terlalu tidak punya kerjaan?

Tetapi seseorang “menemaninya tidur” terasa menyenangkan. Sebentar lagi waktunya ia meninggalkan dunia ini. Satu hari di dunia ini lewat, nyawanya berkurang satu hari, meskpun sangat singkat, dia merasa tidak datang percuma karena mendapat teman seperti Ravel. 3 o6r9

Shang Ke menatap ke arah ranjang dimana Ravel berbaring dan dengan diam berkata: Selamat malam, temanku.

Keesokan harinya, Shang Ke membuka matanya dan langsung melihat Ravel yang berpakaian dengan menawan dan mahkota kaisar. Pemandangan ini membuatnya seperti berada di pesta mewah.

Ravel berkata, “Hari ini adalah hari upacara berdirinya kekaisaran baru. Kita sudah bekerja kerasa selama sepuluh tahun dan akhirnya bisa masuk ke era baru. Cage, ini merupakan kehormatan bagi kita semua. Saya harap kamu bisa menunggu dan melihatnya.”

Ekspresi Ravel terlihat sangat serius, dirinya memberikan aura yang kuat, seperti dia memang terlahir untuk menjadi raja. pnvZx0

Jantung Shang Ke berdetak semakin cepat, secercah cahaya bagaikan matahari terbit muncul di matanya, membuat darah Ravel mendidih.

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!