English

Tiandi BaijuCh11 - Mereka belum pernah benar-benar bersama sebelumnya

0 Comments

Penerjemah Inggris : beansprout & grape seed

Penerjemah Indonesia : jeff U0jcqd


MASA KINI

Sekolah ini adalah salah satu dari sepuluh sekolah internasional terbaik di Kota Wan. Selain guru dan lingkungannya, sekolah ini juga memiliki keunikan dalam aspek lain: sangat ramah kepada siswa difabel. Sekolah ini bersedia menerima semua siswa dengan anggota tubuh yang cacat, entah itu cacat bawaan dari lahir atau cacat yang didapatkan di kemudian hari.

Story translated by Langit Bieru.

Sekolah tersebut memiliki lorong dan lift khusus untuk kursi roda, dan bus mereka memiliki platform yang dirancang khusus yang bisa bergerak naik dan turun. Dari gedung sekolah, asrama, lapangan olahraga, taman, jalan setapak, dan fasilitas lainnya, sekolah ini telah mematuhi pedoman luar negeri untuk aksesibilitas bagi penyandang disabilitas dan menyediakan instalasi khusus untuk mereka. Tetapi sekolah ini tidak hanya menerima siswa penyandang cacat; mereka juga memberi anak muda seperti Leyao kesempatan untuk bersekolah bersama siswa lain yang memiliki tubuh sehat.

Begitu dia memasuki kampus, Leyao tidak lagi membutuhkan bantuan siapa pun dan bisa bergerak sendiri. J6xMdi

Dua hal yang membuat Zhou Luoyang tertekan adalah: pertama, biaya kuliahnya terlalu mahal, dan kedua, mereka mengharuskan semua siswa untuk tinggal di kampus agar mereka semua menerima perlakuan yang sama.

“Kamu harus membiasakannya dengan kehidupan kampus, sama seperti siswa lainnya,” kata wali kelas Leyao, yang jelas terbiasa menghadapi orang tua yang gelisah. “Kalau tidak, bahkan jika kamu bisa merawatnya seumur hidupnya, apakah kamu berencana untuk membuatnya diam di rumah sepanjang waktu? Dia perlu memiliki kesempatan dan lingkungan untuk mandiri, untuk secara bertahap belajar bagaimana berintegrasi ke dalam masyarakat sendiri. Leyao cacat fisik, tapi tidak dengan mentalnya. Lihatlah, kami juga memiliki siswa seperti dia yang bisa tinggal di kampus, jadi kenapa dia tidak bisa?”

Zhou Luoyang harus mengakui bahwa Leyao memang membutuhkan kehidupan seperti itu. Tidak perlu terburu-buru memikirkan mengenai masalah kencan, menikah, dan membangun keluarga serta karier. Meskipun terus membaik, China tidak menciptakan lingkungan yang super nyaman bagi orang-orang yang terikat serta harus menggunakan kursi roda — setidaknya dibandingkan dengan negara-negara maju, keadaan disini amat sangat jauh berbeda.

Banyak penyandang disabilitas yang jarang keluar, seolah-olah mereka adalah tahanan di dalam rumah mereka sendiri, dan selain itu, mereka juga tidak mau. Bahkan jika mereka kadang-kadang pergi keluar untuk menghilangkan kebosanan, mereka tidak akan pergi jauh dari rumah jika mereka tidak ditemani oleh orang lain, apalagi naik transportasi umum, naik kereta bawah tanah, memesan taksi, atau sesuatu seperti itu. Kebanyakan dari mereka terbiasa menghirup udara segar di sekitar lingkungan mereka sendiri, hanya itu. vIa3dA


“Ini cukup bagus.” Du Jing membawa tas Leyao, besar dan kecil, ke dalam kamar asramanya. Zhou Luoyang hendak merapikan tempat tidur; Leyao, bagaimanapun, tersenyum dan berkata, “Biar aku mencobanya sendiri, aku bisa melakukannya.”

Mendengarnya, Zhou Luoyang hanya bisa berdiri di samping dan menyaksikan adik laki-lakinya bekerja keras untuk merapikan tempat tidur dari kursi rodanya. Du Jing melihat sekeliling. Kamar asrama untuk dua orang itu sangat luas, dengan cukup ruang bagi kursi roda untuk bisa bergerak. Ada dua kamar mandi, salah satunya tidak memiliki penghalang untuk toilet dan kamar mandinya. Setiap hari, seorang anggota staf akan datang untuk membersihkan, dan jika Leyao memintanya, mereka juga akan membantunya mandi atau menunggu di sisi lain tirai kamar mandi untuknya.

Du Jing secara khusus memeriksa jendela, dan Zhou Luoyang tahu dia sedang memikirkan asrama mereka dulu. Keduanya bertukar pandang.

“Tempat ini jauh lebih baik daripada tempat lama kita,” kata Du Jing. gyiXGp

Leyao bertanya, “Lihat? Sudah selesai, bukankah aku melakukannya dengan baik?”

Zhou Luoyang setuju, tersenyum, “Ya, kamu melakukannya dengan baik.”

Teman sekamar Leyao kembali. Namanya Aaron Zhang, dia adalah seorang anak laki-laki bertubuh tinggi dan berdarah campuran yang ternyata baru saja pulang setelah menghadiri kelas. Dia mengangguk pada mereka bertiga. Dia mendapat kabar bahwa dia akan memiliki teman sekamar baru dan sudah mengambil kartu kampus Leyao untuknya.

“Semuanya akan baik-baik saja,” Aaron meyakinkan. “Jangan khawatir. Jika terjadi sesuatu, aku akan menelepon kalian.” etGMPC

Leyao sedikit malu. “Terima kasih.”

Zhou Luoyang merasa sedikit cemas ketika harus mengingat bahwa adik laki-lakinya harus berinteraksi dengan orang lain selain dirinya siang dan malam, tetapi dari kelihatannya, wali kelas sudah menepati janjinya untuk menemukan teman sekamar yang bertanggung jawab dan sopan untuk Leyao. Ibu Aaron berkewarganegaraan asing dan bekerja di kedutaan; ayahnya adalah seorang sarjana budaya yang tampak ramah dan santai.

“Kalau begitu Leyao akan berada dalam perawatanmu.” Zhou Luoyang tidak mengundang Aaron untuk makan, dia juga tidak secara khusus mengatakan apa pun, karena menurutnya itu tidak perlu. Ini adalah salah satu cara yang bisa digunakan untuk menilai apakah dua orang akan bisa saling mempercayai satu sama lan. Di antara orang-orang yang tidak kompatibel, tidak ada gunanya melakukan atau mengatakan sesuatu yang berlebihan.


Menurut permintaan wali kelas, siswa penyandang cacat tidak akan mendapatkan perlakuan khusus. Leyao harus melakukan yang terbaik untuk menjadi mandiri, melakukan semuanya sendiri, dan Zhou Luoyang tidak diizinkan ikut campur. Setelah check-in, dia harus meninggalkan kampus secepat mungkin. Du Jing memeriksa semua kebutuhan Leyao, lalu turun untuk membeli makanan ringan untuknya dari supermarket. Segera setelah itu, Zhou Luoyang diminta untuk meninggalkan kampus dan bisa kembali pada Jumat malam untuk membawa pulang saudaranya. GrvRMy

Saat dia berdiri di luar pintu masuk sekolah, dan menatap gedung sekolah itu, dia tahu bahwa para siswa sudah pergi ke kelas. Dari sini dia tidak bisa melihat ruang kelas di lantai tiga, tetapi Zhou Luoyang tahu bahwa adiknya sudah ada di sana, membuka buku-bukunya dan mendengarkan kuliah pertamanya pada hari itu.

Pada saat itu, dia sedang dalam suasana hati yang sangat rumit.

Langit Bieru.

“Leyao tidak dilahirkan seperti itu,” kata Du Jing dari belakang Zhou Luoyang.

“Ya,” kata Zhou Luoyang, “dia tidak. Sebelum kecelakaan mobil, dia selalu menjadi anak yang bahagia dan sehat.” vjF3WO

Du Jing berkata, “Itu sebabnya dia pasti bisa terbiasa dengan ini. Dia hanya baru saja kembali ke kehidupan lamanya yang dia tinggalkan lebih dari setahun yang lalu, itu saja. Dia sudah menunggu sangat lama untuk kesempatan ini.”

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Zhou Luoyang dan adik laki-lakinya tidak banyak berinteraksi sejak masa kanak-kanak. Dia baru mulai membesarkan dan merawat Leyao setelah kecelakaan mobil. Dia percaya bahwa Du Jing lebih mampu memahami bagaimana perasaan Leyao — mereka pernah mengalami rasa sakit yang sama.

Vfmjgj rqfrlolx, wjrjijt Ge Alcu revjt wfcuujcuuecsj ifylt ijwj vjgl jqj sjcu vljijwl Ofsjb. Ufcsjxlacsj yjkjjc.


“Vfxjgjcu jqj sjcu jxjc xlaj ijxexjc?” Ge Alcu yfgajcsj. dTPV36

“Cxe alvjx ajte. Djujlwjcj vfcujcwe?” Itbe Oebsjcu rfvlxla ylcuecu. Bfvjajcujc Ge Alcu afijt wfwyeja tlveqcsj xjmje vjc wfcpecuxlgyjilxxjccsj vjijw rfwjijw. Vfxbijt jkji Ofsjb rfvlxla yjcsjx wfwyejacsj wfgjrj rfqfgal revjt xftlijcujc aepejc tlveqcsj.

“Kalau aku tidak muncul, apa rencana awal yang akan kamu lakukan?”

Zhou Luoyang ingat dan berkata, “Mencari rekan bisnis dan mendiskusikan mengenai pembukaan toko.”

“Siapa yang memperkenalkanmu pada Yu Jianqiang?” OkEu6

“Fang Zhou.”

Bibir Du Jing bergerak, dan Zhou Luoyang tahu bahwa dia diam-diam mengutuk. Dia selalu tahu mereka berdua tidak akur, dan dia bertanya, “Sekarang keluhan apa yang kamu miliki?”

“Aku tidak punya keluhan,” jawab Du Jing saat dia menyalakan mobil. Zhou Luoyang bertanya, “Kemana kamu akan pergi?”

“Bolos bekerja untuk bersenang-senang,” kata Du Jing dengan tenang. “Kemana kamu ingin pergi?” Exz4od

Baru sekarang Zhou Luoyang ingat bahwa Du Jing punya pekerjaan. Dia berkata, “Kembali ke perusahaanmu. Tidak masalah perusahaan mana, entah kamu akan bekerja sebagai mata-mata atau detektif. Aku akan pergi untuk melihat-lihat lokasi toko sendiri. Malam ini…”


Ekspresi Du Jing menjadi semakin gelap. Tanpa mengatakan apapun, dia memutar setir dan pergi.

Di tengah kalimatnya, Zhou Luoyang memperhatikan ekspresinya dan bertanya-tanya apakah penyakit orang ini kambuh lagi. Dia ingin menjelaskan padanya, tetapi dengan amarah Du Jing, selama kamu sudah mengatakan sesuatu, tidak ada gunanya menjelaskannya lebih lanjut, tidak peduli apa yang kamu katakan.

Du Jing menghentikan mobilnya di pinggir jalan dan hanya mengatakan satu kata: “Turun.” qb0S9P

“Apa kamu sudah minum obat hari ini?” Zhou Luoyang akhirnya bertanya. “Apa kamu sedang tidak enak badan?”

Du Jing tidak menjawab, dan Zhou Luoyang hanya bisa membuka pintu dan keluar dari mobil. Dia mendesak, “Berhati-hatilah saat mengemudi.”

Story translated by Langit Bieru.

Di bawah tatapannya, Du Jing melajukan mobilnya kembali dan pergi.


Cuaca menjadi lebih dingin. Zhou Luoyang menempelkan tangan ke dahinya dan berdiri sebentar di sisi jalan. Dia mengutuk dalam hati: Wz3VOq

Sial.

Ponselnya berdering, tapi itu bukan dari Du Jing. Nama yang muncul di layar adalah: Fang Zhou.

Zhou Luoyang memasukkan earbud-nya dan mengangkat panggilan itu, mencoba mencari tahu di mana dia berada. Tidak mungkin dia bisa marah pada Du Jing; dia belum sembuh sepenuhnya. Begitulah Du Jing: satu saat mereka akan baik-baik saja, dan saat berikutnya dia mungkin tiba-tiba berubah menjadi berbeda seratus delapan puluh derajat.

“Leyao sudah mulai sekolah?” Fang Zhou bertanya melalui telepon. “Aku baru melihat Momennya. Bukankah kita setuju kalau aku akan ikut denganmu?” aQmeuY

Zhou Luoyang bertanya, “Apa hari ini kamu punya waktu luang? Datanglah, aku akan melunasi hutangku padamu.”

“Dimana kamu sekarang?” Fang Zhou bertanya.

Zhou Luoyang tanpa daya mengakui, “Aku juga tidak tahu sekarang ada di mana.”

“Aku ingin memeriksa sekolah barunya bersama kalian berdua. Kamu bisa mempercayai mereka begitu saja? Siapa yang tahu, mungkin aku bisa mengungkap beberapa cerita di dalam sekolah itu.” kQyEli

“Bisakah kamu tidak mengatakan hal-hal seperti itu, Fang Xiao Zhou!” Zhou Luoyang tidak tahu apakah harus tertawa atau menangis. “Tidak mungkin kamu bisa mengungkap beberapa berita tentang mereka yang memperlakukan penyandang disabilitas dengan buruk agar kamu bisa meningkatkan kinerjamu!”


Fang Zhou mengirim Zhou Luoyang lokasinya. Orang ini adalah teman sekelas Zhou Luoyang pada saat SMA. Setelah lulus dari studi sarjananya, dia mulai bekerja di sebuah penerbit majalah. Dia datang ke Kota Wan setahun sebelum Zhou Luoyang, dan dia terus-menerus berjalan-jalan dengan kameranya, mengambil gambar ke mana pun dia pergi. Zhou Luoyang tahu bahwa Fang Zhou memiliki waktu luang pada Senin pagi begitu dia selesai dengan pertemuan mingguannya, tetapi karena penyakit Du Jing lebih mudah kambuh setiap kali dia melihatnya, Zhou Luoyang memutuskan untuk tidak mengundang Fang Zhou.

Tetapi jalan yang berbeda mengarah ke tujuan yang sama pada akhirnya — penyakit Du Jing tetap kambuh.


Zhou Luoyang memutuskan Uniqlo sebagai tempat pertemuan mereka. Dia akan menggunakan uang yang dia dapatkan dari Du Jing untuk melunasi hutangnya kepada Fang Zhou sekarang. j8suM2

“Kamu masih membeli pakaian di sini,” kata Fang Zhou. “Aku tidak tahu.”

“Aku miskin, aku tidak punya pilihan lain,” kata Zhou Luoyang. “Aku hanya bisa memakai merek ini untuk saat ini. Sebenarnya, mereka tidak buruk. Mereka cukup nyaman. Sekarang bagaimana dengan mitra bisnis yang kamu temukan untukku?”

Fang Zhou menjawab, “Aku menemukan satu lagi untukmu. Mau bertemu dengan mereka malam ini? Kenapa kamu memilih ukuran yang begitu besar?”

Saat itu, Zhou Luoyang mengambil kemeja, celana dalam, celana tidur, dan pakaian rumah, dan melemparkannya ke dalam keranjang belanjanya tanpa melihatnya sama sekali. Du Jing memiliki tinggi 189 sentimeter dan ukuran pakaiannya XXL. Zhou Luoyang memiliki tinggi 180 sentimeter dan ukuran pakaiannya XL. U5BzPn

“Aku membelinya untuk Du Jing.” Zhou Luoyang berpikir bahwa di masa depan, Du Jing terkadang mungkin akan bermalam di rumahnya, dan dia ingin setidaknya Du Jing memiliki pakaian ganti.

“Du Jing kembali?!” Fang Zhou bertanya, kaget, seolah-olah tidak ada orang lain di sekitar mereka.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

“Tidak,” kata Zhou Luoyang, “tapi dia akan kembali suatu hari nanti. Kesempatan selalu diberikan kepada mereka yang siap, bukan?”

Bibir Fang Zhou bergerak-gerak. Dia melihat Zhou Luoyang dari atas ke bawah dan bertanya, “Apa dia menghubungimu?” zq39F0


“Coba yang ini.” Zhou Luoyang melemparkan jas kepada Fang Zhou. Fang Zhou memiliki tinggi 185 sentimeter dan memiliki ukuran tubuh yang sama dengan Du Jing.

Kulit Fang Zhou sangat pucat, bahkan lebih pucat dari Du Jing. Sosoknya sangat halus dan cantik, dan dia adalah seorang model flower boy. Beberapa dari rambutnya yang memiliki model bergelombang alami jatuh di depan dahinya seperti bunga mawar.

Tidak seperti Du Jing, yang dingin dan menyendiri, seperti silet yang kokoh dan kuat.

“Bagaimana kabar Du Jing belakangan ini?” Fang Zhou bertanya. UXsqQ2

Zhou Luoyang tidak menjawab. Dia mengamati pantulan sosok Fang Zhou di cermin dan berpikir bahwa Du Jing mungkin akan terlihat bagus dalam setelan kasual.

“Kamu memutuskan untuk memaafkannya?” Fang Zhou bertanya lagi.

“Bukannya dia melakukan sesuatu yang tidak bisa dimaafkan. Sudah tiga tahun berlalu, apa lagi yang harus aku lakukan?” Zhou Luoyang bertanya sebagai jawaban.

Fang Zhou berkata, “Yang ini terlihat bagus. Aku akan memakainya sendiri. Kamu bisa memilih yang berbeda untuknya. Kamu bahkan membeli pakaian untuk seseorang yang memperlakukanmu seperti itu — aku memperlakukanmu dengan sangat baik; kenapa kamu tidak membelikanku pakaian?” QtGPFK

“Dia tidak bersungguh-sungguh ketika melakukannya,” kata Zhou Luoyang. Pada saat yang sama, dia berpikir  Dia sakit. Dia tidak ingin melakukan itu. Jika dia bisa memilih, Du Jing lebih memilih untuk bunuh diri daripada menyakitiku, tapi dia tidak bisa mengendalikan keadaan pikirannya.

Zhou Luoyang tidak banyak bicara pada Fang Zhou. Dia hanya berkata, dengan sungguh-sungguh, “Aku sudah memutuskan untuk menggunakan kehangatanku sebagai unit pemanas sentral untuk secara positif mempengaruhi sampah ini, untuk membuatnya bekerja seperti lembu untuk menebus kesalahannya padaku.”

Fang Zhou juga mengamati bayangannya di cermin. Dia bertanya pada Zhou Luoyang, dengan alis sedikit terangkat, “Kamu… Luoyang, aku penasaran. Sebenarnya kamu bi atau gay sekarang? Apa kamu… sekarang sudah benar-benar membungkuk?”

Zhou Luoyang tidak bisa menjawab pertanyaan itu. Dia bahkan tidak yakin perasaan apa yang dia miliki terhadap Du Jing. Untuk mengatakan mereka adalah teman baik, yah, hubungan mereka sepertinya telah melampaui titik persahabatan sejak lama. Mengatakan bahwa mereka adalah kekasih yang telah berpisah dan sekarang memutuskan untuk memulai dari awal lagi? Sebenarnya, mereka belum pernah benar-benar bersama sebelumnya; bagaimana mereka bisa “memulai dari awal lagi”? 9TN8Bp

Saat itu, setelah Du Jing pergi, Zhou Luoyang juga mempertanyakan orientasi seksualnya. Di antara mereka bertiga, Zhou Luoyang dan Du Jing adalah laki-laki yang lurus. Hanya Fang Zhou yang bungkuk. Ketika mereka masih sekolah, Zhou Luoyang sudah pernah bertemu dengan dua pacar muda yang ceria yang pernah dikencani Fang Zhou, tetapi dia tidak pernah terlalu terlibat; dia tidak punya banyak pendapat tentang laki-laki.

“Tidak,” kata Zhou Luoyang akhirnya. Dia melirik ponselnya. Sebuah pesan dari Du Jing telah tiba.


[Aku mengambil cuti supaya kita bisa mengobrol. Kita bisa pergi kemanapun kamu mau. Sudah bertahun-tahun sejak terakhir kali kita bertemu. Ada banyak hal yang ingin dikatakan. Apa kamu tidak mengerti? Aku pikir kamu bisa mengerti dengan baik. Apa yang sebenarnya kamu sembunyikan?]


11:00, di perusahaan: uWeQjq

Merupakan tugas yang menantang untuk menempatkan kembali dokumen yang sebelumnya sudah diubah ke dalam brankas Yu Jianqiang di siang hari bolong, terutama karena Du Jing merasa tidak sehat. Tetap saja, dia berhasil.

Dia seperti tanaman pot yang suram. Duduk di mejanya, dia mengirim Zhou Luoyang enam pesan dengan jumlah kata sebanyak empat ratus. Dikelilingi oleh udara yang mengintimidasi, dia bangkit dengan ekspresi gelap, memegang file dokumen, dan memasuki kantor Yu Jianqiang setelah memasukkan kata sandi di pintu. Menutup pintu, dia mengenakan sarung tangan dan membuka brankas dalam satu tarikan napas dan keluar tiga menit kemudian. Setelahnya, dia mulai menghubungi Zhou Luoyang.

Langit Bieru.

Semua rekannya berasumsi bahwa Yu Jianqiang meminta asistennya untuk membawa file ke kantornya. Tidak ada yang curiga.

Zhou Luoyang tidak membalas pesan Du Jing. Du Jing membuka tempat makanannya dan mulai makan siang sendirian di mejanya. Beberapa saat kemudian, ketika dia hendak bangun untuk membuang tempat makanan itu, dia merasakan sebuah tangan di bahunya. YQ5mIx

“Apa yang sedang kamu lakukan di sini? Aku baru saja akan mencarimu. Datanglah ke kantorku, aku perlu membicarakan sesuatu denganmu.” Yu Jianqiang menunjuk ke arah Du Jing, tangannya sedikit gemetar.


Setelah Du Jing duduk, dia mengawasi Yu Jianqiang dengan kesal, sesekali dia memeriksa ponselnya.

Zhou Luoyang menelepon balik dua kali; kedua panggilan itu ditolak oleh Du Jing, jadi Zhou Luoyang memutuskan untuk mengirim pesan sebagai gantinya.


[Bukannya perasaanmu tidak penting bagiku. Kita masih memiliki banyak waktu bersama di masa depan dan karena kamu tidak akan pergi, tidak perlu terburu-buru. Aku sangat membutuhkan uang sekarang dan aku sangat cemas. Tidak bisakah kamu bekerja keras sebentar saja agar bisa mendapatkan uang yang bisa dipinjamkan kepadaku?] NSw30y


“Aku khawatir kita tidak akan bisa mengendalikan keadaan lagi,” kata Yu Jianqiang. “Mereka sudah melacak orang yang kabur malam itu.”

Secara alami, Du Jing mengerti bahwa Yu Jianqiang mengacu pada keberadaan pemeras lainnya. Insiden yang terjadi di lokasi pembangunan malam itu berarti bahwa biro keamanan publik akan menyelesaikan kasus ini; mereka tidak bisa begitu saja memperlakukan kematian yang tidak dapat dijelaskan sebagai kasus bunuh diri. Yu Jianqiang punya alasan bagus untuk tidak terlibat; bagaimanapun juga, tidak ada yang mengharapkan seorang eksekutif untuk secara pribadi muncul di lokasi proyek yang belum selesai untuk mendorong seseorang dari lantai dua puluh tujuh.

Yu Jianqiang mengetahui dari sumbernya bahwa polisi sedang mencari bawahan korban. Keempat orang tersebut sering bekerja sebagai lintah darat dan oleh karena itu, ada pelanggaran dalam catatan kriminal mereka. Begitu mereka masuk radar polisi, mereka tidak punya pilihan selain bersembunyi.

Investigasi polisi dengan cepat mengidentifikasi pria yang melarikan diri dari tempat kejadian malam itu sebagai Wu Xingping; seseorang melihatnya bersama dengan target penyelidikan di sebuah bar. Dengan demikian, ia menjadi tersangka utama; bagaimanapun juga, dia bisa menjadi saksi. P53Q4y

Sementara itu, Wu Xingping masih bersembunyi di Kota Wan. Dia saat ini menunggu untuk mengumpulkan jumlah pembayaran sebelum berangkat.

Jika Wu Xingping berhasil ditangkap, dia pasti akan mengungkapkan lebih banyak informasi, termasuk detail kematian Wang Ke. Yu Jianqiang harus memastikan bahwa dia pergi secepat mungkin untuk mencegahnya menimbulkan masalah bagi dirinya sendiri.

Yu Jianqiang merenungkannya selama beberapa hari dan akhirnya memutuskan menggunakan uang untuk menyelesaikan situasi. Karena dia masih memiliki uang dari malam itu, dia bisa memberikannya kepada Wu Xingping. Jumlah itu cukup baginya untuk melarikan diri dengan selamat dan tidak pernah kembali.

Setelah memikirkannya dengan matang, Yu Jianqiang memutuskan bahwa tidak pantas untuk tampil secara langsung — kandidat terbaik untuk tugas itu adalah Du Jing. HWXeS0


“Temukan dia,” kata Yu Jianqiang, “dan berikan dia 400.000 dolar. 200.000 sisanya bisa kamu simpan sebagai biaya layanan. Cari tahu siapa yang mencoba mengacaukanku.”

Du Jing berkata, “Dua ratus ribu dolar cukup banyak. Baiklah, aku akan pergi.”

“Meskipun aku tidak tahu lokasinya yang sebenarnya, aku bisa memberikan beberapa informasi kepadamu.”

Ini bukan pertama kalinya Yu Jianqiang dimanfaatkan. Dia memiliki cukup pengalaman dengan pemerasan sehingga dia bisa menemukan beberapa petunjuk. Ketika pertama kali dia diperas 800.000 dolar, dia menyewa perusahaan swasta untuk menyelidiki kelompok itu. Dia tidak yakin bagaimana mereka menemukannya, tetapi dia menemukan bahwa mereka memiliki basis operasi. rItQz4

Yu Jianqiang menjelaskan lokasinya secara rinci dan kemudian mengingatkan Du Jing, “Polisi juga mengejarnya. Pada titik ini, siapa pun yang pertama menemukannya akan menang. Jangan biarkan polisi mengetahuinya. Xiao Du, aku mengandalkanmu.”

Du Jing hanya mengangguk. Setelah Yu Jianqiang mentransfer uang melalui rekening pribadinya, Du Jing berjalan keluar dari perusahaan.

Read more BL at langitbieru (dot) com

Translator's Note

Istilah yang lebih maskulin untuk menyebut pria muda jangkung yang sangat cantik. Secara harfiah bisa berarti ‘cantik seperti bunga.’.

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!