English

Tiandi BaijuCh13 - Tidak dihitung jika kita tidak tertangkap

0 Comments

Penerjemah Inggris : beansprout, grape seed

Penerjemah Indonesia : jeff sIR9AG


MASA KINI

Zhou Luoyang memasuki sauna bersama Du Jing. Cahaya tempat itu tampak redup, tapi Wu Xingping tidak juga muncul.

Read more BL at langitbieru (dot) com

Zhou Luoyang membayangkan bahwa pada saat itu mungkin akan ada beberapa orang yang mengawasi mereka.

“Bagaimana kalau dia tidak datang?” Zhou Luoyang bertanya. 8UuDVZ

Sebuah handuk diletakkan di atas pinggang dan kaki Du Jing, dia menghela napas dan menjawab, “Kalau begitu kita akan pulang dan tidur setelah kita selesai berendam.”

Melakukan bisnis di tempat semacam ini memang menarik, pikir Zhou Luoyang dalam hati. Dia memiringkan kepalanya ke Du Jing, berkata, “Leyao hari ini baru mulai sekolah, aku tidak ingin dia pindah lagi.”

“Dia harus belajar bagaimana menjadi mandiri,” kata Du Jing, “atau bagaimana dia bisa berkencan, memulai sebuah keluarga? Bagaimana dia akan mendapatkan pekerjaan dan menghidupi dirinya sendiri? Aku meninggalkan rumah pada usia dua belas tahun untuk pergi ke sekolah berasrama. Apa yang dia butuhkan bukanlah seseorang yang merawatnya selama sisa hidupnya, melainkan perlakuan sebagai orang yang sehat dan normal.”

“Kamu berbeda.” Zhou Luoyang merasa lemah; setidaknya, Du Jing tidak memiliki cacat fisik. 2sp6zH

“Mm, aku tidak memiliki kakak laki-laki yang akan menjagaku selamanya.”

Zhou Luoyang hendak membantah bahwa bukan itu yang dia maksud, tetapi tatapan Du Jing kini beralih ke arah pintu masuk sauna. Seorang pria bertubuh kekar masuk, punggungnya dipenuhi tato, dan tatapan pria itu terkunci pada mereka berdua.

“Ada urusan apa kau dengan Wu Xingping?” Pria kekar itu benar-benar telanjang dan sama sekali tidak memiliki rasa malu sedikit pun.

“Kami di sini untuk memberinya uang.” Du Jing menjawab. J4iXV0

Tinggi pria kekar itu, dan lingkar serta lebar bahu pria itu memiliki dimensi yang berbeda dengan mereka. Dia mengenakan handuk yang menutupi bahunya, dan dengan pengaturan tempat sauna yang terbuka, saat dia menghalangi pintu, Zhou Luoyang mulai merasakan perasaan aneh.

“Oh,” kata pria kekar itu. “Baiklah, dia ada di lantai empat. Kau bisa pergi kesana.”

Zhou Luoyang curiga bahwa mereka telah bertemu dengan pemimpin kelompok tersebut. Orang itu mungkin adalah pemimpin dari pemeras, Wu Xingping, dan yang lainnya.

Saat Du Jing berdiri, pria kekar itu berkata dengan santai, “Kau adalah… pria yang kembali ke negara ini dari NBA ‘kan? Dari Changyi?” AbFEsK

Mendengar kata-kata itu, Zhou Luoyang tiba-tiba merasa bahwa bahkan dengan sosok Du Jing yang berdiri di sana dengan pakaian terbuka, Ia masih memancarkan aura bahaya, seperti seekor cheetah yang berada di depan mangsanya, memberikan peringatan yang menyeramkan.


Tapi pria kekar itu kemudian duduk di sauna, menarik handuk dari bahunya dan menggantungkannya di pinggang. Dia duduk berhadapan dengan Du Jing, tersenyum penuh arti.

“Ayo pergi,” kata Du Jing dengan tegas.

Ketika mereka meninggalkan sauna, ada tujuh atau delapan bawahan berjubah mandi tipis berdiri di luar, semuanya memandang mereka berdua. lXhdYz

Du Jing pergi mandi, dia dan Zhou Luoyang masing-masing menggunakan pipa semprot.

“Kamu bermain di NBA?” Zhou Luoyang berkomentar dengan heran. “Sepertinya kamu sudah mengalami cukup banyak hal dalam tiga tahun terakhir ini.”

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Du Jing diam, air mengalir di punggung dan bahunya. Zhou Luoyang berpikir sejenak dan terkekeh, “Aku menduga yang dia maksud adalah akronim lain yang tidak bisa dia ingat?”


Zhou Luoyang memompa sampo beberapa kali dan mendengar air berhenti di ruang sebelah mereka. Du Jing berjalan untuk berdiri di belakang Zhou Luoyang dan membantunya keramas, gerakannya terhenti sejenak untuk mengelus tenggorokan Zhou Luoyang dengan ringan. dE1Llm

“Apa kamu tahu bagaimana melakukan gerakan dimana kamu membunuh seseorang dengan menekan arteri mereka?” Kata Zhou Luoyang. “Seperti yang ada di film. Aku selalu penasaran dengan prinsip ilmiah di baliknya.”

“Itu adalah sinus karotis.” Du Jing melingkarkan jari-jarinya yang kuat dan ramping di sekitar leher Zhou Luoyang. “Perlu ditekan beberapa saat agar efektif. Jauh lebih mudah untuk langsung mematahkannya, seperti mematahkan batang dandelion.”

Bersamaan dengan gerakan itu, Du Jing mengunci tangannya di sekitar tenggorokan Zhou Luoyang, dan tangan lainnya dia letakkan di dagu, dengan paksa memutar kepalanya sedikit ke samping. Telapak tangannya yang panas dan tekanan luar biasa itu membuat jantung Zhou Luoyang berdetak kencang.

Pada saat yang sama, dia merasakan lehernya terangkat pelan, dan napasnya menjadi lebih lancar. Tiba-tiba seluruh tubuhnya terasa rileks. RYW1ZD

Zhou Luoyang mengulurkan tangan untuk menarik karet gelang di pergelangan tangan Du Jing dan melepaskannya. Karet gelang itu menampar kulitnya dengan bunyi plak.


“Mana hadiah untukku? Sebagai ucapan kalau aku sudah mendapatkan pekerjaan?” Du Jing bertanya.

“Aku akan memberikannya kepadamu setalah diperbaiki,” kata Zhou Luoyang. “Kita bahkan belum sempat pergi minum-minum.”


Du Jing mematikan air dan meninggalkan kamar mandi. Seorang anggota staf membawakan mereka celana biru tua dan jubah mandi gaya Cina dan meletakkan dua pasang sandal. bqNgeS


“Jalan menuju lantai empat ada di sana,” seseorang mengarahkan Zhou Luoyang.

“Terima kasih,” kata Zhou Luoyang dengan sopan, sambil berpikir, terima kasih Tuhan, mereka tidak perlu menyelesaikan bisnis mereka dengan telanjang.


Wu Xingping sudah menunggu di ruang tunggu dan pemilik tempat itu sudah menyiapkan minuman. Zhou Luoyang membungkuk untuk memakan es krim dan menyesap jusnya. Du Jing memandang Wu Xingping dan semua orang yang sebelumnya hanya menjadi penonton otomatis bubar.

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Qe Wlcuqlcu wfwlilxl gbcuuj wjaj sjcu rjcuja mfxecu vfcujc ilcuxjgjc tlajw sjcu afgiltja pfijr; afgyexal yjtkj vlj alvjx ylrj alveg rfijwj yfgtjgl-tjgl. 8wZr0y

“Cqj sjcu xje ijxexjc vl rlcl?” Vejgj Qe Wlcuqlcu rfvlxla yfgufajg. “Cxe alvjx ajte jqj-jqj pjvl alvjx jvj uecjcsj wfcufpjgxe.”

Itbe Oebsjcu wfcjajqcsj vjgl jajr xf yjkjt. Zjijw lae vl jajr jajq, rfwejcsj yfcjg-yfcjg ufijq vjc wfgfxj alvjx ylrj wfiltja kjpjt Qe Wlcuqlcu rfvlxla qec, pjvl alvjx wecuxlc ecaex wfcfcaexjc jqjxjt bgjcu sjcu yfgjvj vl jajq qjvj wjijw lae jvjijt bgjcu sjcu rjwj vfcujc qglj vl vfqjc wfgfxj rjja lcl. Kjql wfculcuja Ge Alcu rjwj rfxjil alvjx ajwqjx gjue, vlj qjral ajte mjgj ecaex wfcufajtel yjtkj qglj lcl jvjijt bgjcu sjcu afqja.

“Aku ada di sini untuk menyelamatkan hidupmu.” Du Jing mengangkat jarinya tanpa melihat ke arah Wu Xingping. Setelah mempertimbangkan sejenak, dia berkata, “Yu Jianqiang ingin kau pergi sekarang. Jika kau bersedia membagikan semua informasi yang kau ketahui, dia akan menawarkan empat ratus ribu lebih.”

“Katakan padanya untuk pergi!” Wu Xingping tiba-tiba meledak marah, berteriak, “Dia membunuh kakakku!” 60DagJ


Zhou Luoyang hampir melompat dari kursinya, dan dia tidak bisa untuk tidak menilai kembali pada penampilan Wu Xingping. Dia terlihat sangat muda, bahkan tampak seperti belum berumur dua puluh tahun. Dia berpakaian seperti orang biasa, seperti tipe orang di Kuaishou yang mencoba mencari nafkah setelah menyelesaikan sekolah menengahnya. Zhou Luoyang tidak menyangka bahwa kematian “kakak laki-lakinya” akan sangat mempengaruhi Wu Xingping.

“Kalian mencoba untuk membunuh Yu Jianqiang dan malah terbunuh, apa yang kau harapkan? Setiap orang akan selalu melakukan sesuatu untuk dirinya sendiri,” kata Du Jing.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

“Dia tidak berencana membunuhnya, rencananya hanya untuk menakut-nakuti dia! Malam itu kami berniat menariknya!” Wu Xingping menarik napas beberapa kali. Namun, apa gunanya mengatakan semua hal ini sekarang? Pria itu sudah mati.

Du Jing hanya menatapnya, seolah dia bisa membaca pikirannya. Wu Xingping tidak begitu cerdas, karena orang pintar pada umumnya memiliki alternatif lain untuk bergabung dalam bidang pekerjaan ini. Bagi Zhou Luoyang, dia sedikit banyak bisa memahami perjuangan Wu Xingping. lBIDAJ

Wu Xingping akhirnya menyerah. “Pergi? Ke mana? Mu ge tidak akan membiarkanku pergi. Kalau aku tertangkap, itu akan menimbulkan masalah baginya.” 

Zhou Luoyang teringat kembali pada pria bertubuh kekar dan bertato di sauna sebelumnya. Apakah dia Mu ge?

“Dia pasti akan membiarkanmu pergi. Karena jika dia tetap menahanmu di sini, itu hanya akan membuat masalah yang lebih besar.”

Wu Xingping menyimpulkan, “Aku akan pergi jika dia menyuruhku.” l GXsY

“Pergi tanyakan padanya,” jawab Du Jing.

Wu Xingping masih curiga dan melanjutkan, “Polisi masih mencariku kemana-mana. Mereka curiga bahwa akulah yang membunuh kakak. Kau harus mengantarku ke tempat yang aman, atau jika aku tertangkap polisi, aku akan menyeretmu juga.”

“Kau tidak takut aku akan membunuhmu untuk membuatmu diam?”

“Berhentilah membuatnya takut,” kata Zhou Luoyang. Zsz2Fm

“Yah, bukan tidak mungkin bagiku melakukan hal itu untuk mempermudah penyelesaian masalah ini.”


Wu Xingping terguncang oleh ancaman ini dan matanya dipenuhi ketakutan. Pada saat itu, seseorang mengetuk pintu dan seorang pemuda berkacamata masuk; ketukan itu jelas untuk menunjukkan kesopanan kepada  Du Jing.

Wu Xingping hendak berdiri tapi anak muda itu berkata dengan nada sopan, “Bos bilang kau boleh pergi.” Dia kemudian mengangguk ke arah Du Jing dan Zhou Luoyang. “Aku minta maaf atas perlakuan burukku.”

Du Jing membuka telapak tangannya, menunjukkan bahwa semuanya telah diselesaikan. WQrkma

“Kau bisa menggunakan rahasia apa pun yang kau ketahui untuk memerasnya,” kata Zhou Luoyang kepada Wu Xingping. “Termasuk mengapa kau membuat keputusan pada detik terakhir untuk membunuh Yu Jianqiang dan dari mana semua informasi itu berasal. Kau pasti tahu banyak informasi rahasia, bukan? Kau bisa memintanya untuk mengawalmu dengan aman sampai ke tujuanmu dan kemudian memberi tahu dia semua yang kau ketahui, dan semuanya akan beres.”

Wu Xingping: “…”

“Pada awalnya, aku tidak akan melakukannya, tapi aku tidak akan segan-segan untuk membunuhnya sekarang,” kata Du Jing.

“Rasa es krimnya enak,” kata Zhou Luoyang. 5yLKYg

Untuk sesaat, Wu Xingping tidak mengerti apakah Zhou Luoyang bekerja dengan Du Jing atau apakah keduanya benar-benar saling mengejek. Pikirannya direbus menjadi pasta dan dia tidak bisa memproses semuanya dengan jelas.

“Aku akan memberimu kesempatan untuk pulang dan berkemas, mengucapkan selamat tinggal kepada teman-temanmu,” kata Du Jing pada akhirnya. “Malam ini jangan sampai tertangkap dan juga jangan sampai kepergianmu diketahui siapa pun, besok jam tujuh pagi, aku akan menjemputmu.”

Please support our translators at langitbieru (dot) com


Wu Xingping tidak menjawab dan duduk tanpa sepatah kata pun. Du Jing turun bersama Zhou Luoyang untuk berganti pakaian dan berjalan kembali ke ruang ganti.

“Sebenarnya kamu berada di pihak siapa?” Du Jing bertanya. cHiypL

“Kamu tidak akan membunuhnya,” kata Zhou Luoyang. “Aku tidak percaya kamu akan membunuh siapa pun.”

“Bagaimana kalau aku pernah membunuh orang di masa lalu?” Du Jing menjawab, berjalan menuruni tangga.

“Selama kamu tidak mendeskripsikannya secara detail, aku bisa berpura-pura tidak tahu apa-apa. Kamu akan tetap menjadi dirimu,” Zhou Luoyang meyakinkannya.

“Apa yang dibutuhkan seseorang untuk menjadi seseorang? Itu adalah kata-katamu sendiri. Di masa lalu, sekarang, dan masa depan.” 8gtvcj

Ketika keduanya mencapai lantai dua dan membuka loker mereka, Zhou Luoyang tiba-tiba merasa tidak nyaman. Dia menghentikan Du Jing dengan satu tangan dan mundur sedikit.

Di lantai dua, ada tiga pria yang tampaknya tengah menanyai seorang anggota staf. Du Jing mengintip sebentar dan mundur bersama Zhou Luoyang untuk kembali ke tempat berlindung di balik loker.


“Polisi yang menyamar?”

Tidak ada tanggapan. MymoqB

“Aku tidak percaya seorang pemain NBA akan melewatkan detail seperti itu. Jika tadi aku tidak menahanmu, kamu mungkin sudah bertemu dengan mereka.”

“Aku terganggu olehmu.”

Du Jing dan Zhou Luoyang bergegas mengambil pakaian mereka dan langsung kembali ke lantai empat pada detik berikutnya. Du Jing secara terang-terangan mempercepat langkahnya dan Zhou Luoyang berjuang untuk mengikutinya.

“Di mana Wu Xingping?” Zhou Luoyang menarik seseorang untuk bertanya. jBEdUc

“Aku pikir kamu harus menggantikanku di NBA,” kata Du Jing tanpa ekspresi. “Cepat! Mereka datang! ”

Ketiga pria yang menyamar sebelumnya kini sudah berada di lantai dua, tengah mencari seseorang. Jelas bahwa mereka mengejar Wu Xingping. Zhou Luoyang berlari ke jendela yang berada di lorong lantai dua untuk memeriksa keadaan di luar; tidak ada mobil polisi.

Zhou Luoyang bergegas kembali ke lantai empat, menyentuh bahu pemuda berkacamata sebelumnya. Pemuda itu sedang terburu-buru menuruni tangga, dan berkata kepadanya, “Dia sekarang ada di lantai lima. Keluarlah lewat pintu darurat. Dia tahu jalannya.”

Pemuda itu pergi untuk berurusan dengan para polisi yang menyamar, dan Du Jing membuka pintu kamar mandi di lantai lima. Wu Xingping sedang mengobrol dengan seorang tukang pijat kaki wanita. sjWbMg

“Ayo, polisi ada di sini,” kata Zhou Luoyang.

Mata Wu Xingping masih bengkak, berwarna merah, dan kata-kata Zhou Luoyang membuat kepalanya berputar. Dengan Zhou Luoyang dan Du Jing di kedua sisinya, dia langsung dibawa keluar ruangan.

Please visit langitbieru (dot) com

“Cepat, tunjukkan jalannya!” Zhou Luoyang membentak. “Kita akan keluar lewat pintu darurat, apa kau sudah membawa ID-mu?”

Wu Xingping mengangguk dengan tergesa-gesa, tampak bingung. Zhou Luoyang bertanya, “Sudah berapa tahun kamu hidup bersama kakakmu? Kamu belum pernah tertangkap sebelumnya?” NjYeWc

“Jangan bicara dengannya.” Du Jing meletakkan bebannya di pegangan tangga dan meluncur ke bawah. Dia mendorong pintu di lantai pertama. Mereka sudah bisa mendengar langkah kaki tergesa-gesa datang dari atas mereka — para polisi yang menyamar itu kini sudah berada tepat di belakang mereka.

Du Jing mendongak, dan Zhou Luoyang segera berteriak, “Hei! Jangan serang polisi!”

Du Jing berkata, “Kamu lebih khawatir daripada bosku.”

Ini benar-benar membangkitkan semangat Zhou Luoyang, dia tidak pernah menyangka bahwa akan ada hari dimana dia akan melakukan kejar-kejaran dengan polisi seperti yang ada di film-film kriminal. Namun, hal lain yang lebih membangkitkan semangatnya adalah kenyataan bahwa dia dan Du Jing kini menjadi penjahat, membantu seorang saksi negara melarikan diri! lBPfma

“Kita melakukan kejahatan,” kata Zhou Luoyang.

“Tidak dihitung jika kita tidak tertangkap,” jawab Du Jing. “Cepat!”

“Aku memakai sandal!” Zhou Luoyang membentak. “Aku tidak bisa lari secepat itu!”

Zhou Luoyang masih mengenakan jubah mandi dan sandal, dan dia tidak bisa begitu saja melepaskan sandal itu — dia tidak bisa meninggalkan petunjuk apa pun kepada polisi, meskipun itu hanya sebuah alas kaki. fZzPAY

“Berhenti!” Yang mengejutkan mereka, di seberang jalan di luar, ada seorang polisi berpakaian preman berdiri berjaga-jaga. Ketika dia melihat mereka bertiga keluar dari pintu, dia langsung berlari ke arah mereka dan berteriak, “Siapa kau?!”

“Naik ke atas kalau kau ingin menindak kejahatan seksual!” Kata Zhou Luoyang.

Du Jing: “…”

“Aku bilang berhenti!” Polisi tersebut segera menghubungi rekan-rekannya di lantai atas melalui komunikatornya. Di saat yang sama, dia mengejar mereka bertiga, sambil berteriak, “Target sudah ditemukan! Pintu keluar darurat di lantai bawah!” oCX6U0

Sekarang segalanya menjadi merepotkan. Zhou Luoyang bertanya-tanya ke mana harus lari, tapi Du Jing meraih jubah mandinya dan menariknya, memperlihatkan bahunya yang pucat.

“Seseorang sedang melecehkanku! Pak polisi!”

“Kesini!” Terkadang, Du Jing benar-benar tidak bisa marah tentang bagaimana sirkuit otak Zhou Luoyang bekerja.


Bosan, Zhuang Li duduk di kursi pengemudi dan memainkan game di ponselnya. Tiba-tiba, dia mendongak dan melihat Du Jing dan Zhou Luoyang berlari menuju mobil, dengan seseorang yang lain mengikuti di belakang mereka. HrSA E

Zhou Luoyang adalah orang pertama yang membuka pintu dan masuk ke dalam mobil. Du Jing masuk tepat setelahnya. Wu Xingping melihat-lihat dan akhirnya terpaksa duduk di kursi penumpang depan.

Tanpa harus bertanya, Zhuang Li tahu apa yang terjadi. Dia sudah melalui pelatihan dengan baik; dia segera memutar setir dan memutar balik. Seorang polisi yang menyamar masih mengejar mereka sampai ke tempat parkir, dia tampak berhenti dan mengeluarkan kamera. Jepret; dia memotret mobil itu.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Tiba-tiba, Zhou Luoyang teringat bahwa plat nomor mobil yang dikendarai mereka mampu mengungkap identitas mereka. “Plat nomor mobil ini terdaftar atas nama siapa?”

“Plat nomornya sudah ditutupi kain hitam,” kata Zhuang Li. “Jangan khawatir. Kami selalu memastikan untuk menutupi plat nomornya saat kami datang ke pusat pemandian.” XHrMI3

Wu Xingping masih tampak bingung saat dia duduk di kursi penumpang depan. Zhuang Li mengingatkannya, “Pasang sabuk pengamanmu.”

Zhou Luoyang terengah-engah di kursi belakang. Napasnya tidak teratur, “Yang tadi itu terlalu menyenangkan.”

“Itu bukan apa-apa,” kata Du Jing dengan dingin. Dia membuka kancing pada jubah mandinya dan menarik kerahnya, melepasnya dan memperlihatkan otot-otot tubuh bagian atasnya yang ramping dan sempurna.

“Kemana kita pergi?” Zhuang Li melaju ke jalan bebas hambatan, lalu memelankan kecepatan mobilnya. Setelah melakukan beberapa jalan memutar, dia memakirkan mobil itu di pinggir jalan, dengan cepat melompat turun, dan melepaskan kain hitam yang menghalangi plat nomor mobil itu. Zhou Luoyang berganti pakaian di kursi belakang. Di belakang sana sangat sempit, dan jika mereka tidak berhati-hati, mereka akan saling bersentuhan. XxAgPR

Du Jing pertama-tama memakai celananya dan mengencangkan ikat pinggangnya sebelum mengenakan kemeja. Zhou Luoyang kembali mengenakan pakaian santai miliknya sebelumnya, dan dengan cepat menyelesaikannya. Dia bertanya, “Ayo pergi ke rumahku? Tidak ada orang di rumah?”

“Uh…” Zhuang Li melirik Du Jing lewat kaca spion.

Du Jing berkata, “Pergi ke stasiun kereta api cepat. Beli tiket untuk malam ini. Dua, ke mana saja.”

Ketika Wu Xingping mendengar dia mengatakan itu, seluruh tubuhnya melorot penuh kelegaaan. kdJt48

“Tiga tiket,” Zhou Luoyang mengoreksi.

Du Jing tidak memprotes. Dia mengancingkan kerahnya, mengenakan jasnya, dan mengembalikan penampilannya yang tak tersentuh dan terkendali.

“Perusahaan tidak memberikan kompensasi tiket untuk anggota keluarga,” kata Du Jing dengan dingin. “Tiket untuk itu harus dibayar sendiri.”

Zhou Luoyang berkata, “Tidak apa-apa, kamu punya banyak uang.” ZwEdWX


Di stasiun kereta cepat, Zhuang Li membelikan mereka tiket acak dan mengantar mereka masuk.


Zhou Luoyang dengan santai berkata, “Hidup ini penuh dengan peristiwa yang tidak terduga.”

“Ingin kubelikan camilan untuk kalian?” Zhuang Li bertanya. “Mungkin tidak akan ada yang bisa dimakan di kereta pada jam ini.”

“Aku tidak makan camilan,” kata Du Jing. “Dia juga tidak.” eCD kb

“Aku makan. Apa perusahaan kalian masih merekrut anggota?” Zhou Luoyang bertanya. “Aku juga bisa menjadi asisten.”

Zhuang Li mencoba yang terbaik. Dia bertanya, “Bagaimana kalau kau lapar di kereta? Lebih baik aku tetap membelinya.”

Please visit langitbieru (dot) com


Du Jing mengeluarkan sebuah tas koper berisi uang dari bagasi. Dia memberi tahu Zhuang Li, yang bergegas kembali dari membeli makanan, “Bawa ini pulang dan jangan menyentuhnya.”


Tiket kereta tiga tempat tidur. Setiap kabin bisa menampung dua orang dan berisi tempat tidur, meja kecil, dan sofa. KFcgPE

Kereta cepat itu berangkat. Zhou Luoyang masih menatap peron stasiun di sisi lain jendela — tidak menemukan tanda-tanda keberadaan para polisi yang menyamar. Kereta itu secara bertahap menambah kecepatannya. Ketika platform dan lampu stasiun yang redup memudar dari pandangan, Zhou Luoyang akhirnya bisa bersantai sepenuhnya.

Du Jing bangkit dan mengetuk pintu, menyeret Wu Xingping. Dia menyangga satu kakinya di sisi sofa dan membungkuk untuk mengikat tali sepatu kulitnya. Tanpa mengangkat kepalanya, dia berkata, “Empat ratus ribu yang kuletakkan di bawah tempat tidur di kamarmu adalah apa yang kuberikan padamu. Sekarang kau bisa bicara.”

“Apa kereta ini menuju Hangzhou?” Wu Xingping bertanya. “Aku akan berhenti dan turun di perjalanan nanti. Setelah itu, aku akan menelepon dan menjelaskan semuanya.”

Du Jing melirik Wu Xingping. Di sofa, Wu Xingping tanpa sadar beringsut ke belakang. 4c7BxC

Zhou Luoyang membuka camilan yang dibeli Zhuang Li dan berkata, “Aku benar-benar ingin membawamu keluar untuk membuatmu diam. Kenapa kau mengeluarkan uang sebanyak itu? Tidakkah menurutmu itu merepotkan?”

“Kalian berdua benar-benar memerankan menjadi polisi baik dan polisi buruk dengan sangat baik.” Wu Xingping tetap bergeming. “Kau sudah mengaturnya sebelumnya.”

Zhou Luoyang memberi Du Jing sebotol minuman. Du Jing dengan mudah membuka tutupnya dan mengembalikannya ke Zhou Luoyang.

“Ini untukmu,” kata Zhou Luoyang. “Apa kamu tidak haus setelah mandi?” 5m19lV

“Nanti.” Du Jing meretakkan buku-buku jarinya. Wu Xingping menyadari bahwa dia akan dipukuli dan segera berteriak, “Aku akan bicara!”

Du Jing menghentikan gerakannya. Dia mengeluarkan perekam suaranya dan meletakkannya di atas meja. Kemudian dia mengambil botol air dari Zhou Luoyang dan menenggak seluruh minuman itu sekaligus, menyeka mulutnya, dan mengangkat alis seolah berkata: Bicara. Jangan membuatku menggunakan tinjuku.


Wu Xingping menarik napas dalam-dalam. Dia melirik ke luar jendela, lalu beralih menatap Du Jing.

“Kakakku, dia… apa kau tahu namanya?” TzDrQ2

“Tidak tertarik dengan nama orang yang sudah mati,” kata Du Jing. “Siapa yang memeras Yu Jianqiang?”

“Aku tidak tahu,” kata Wu Xingping. “Seseorang di luar negeri. Beberapa agen yang mengumpulkan ATM. Mereka memberi tahu kami bahwa jika kami b-bisa mencuri… uangnya… kami akan membaginya tiga puluh tujuh puluh.”

“Jelaskan dengan lebih baik,” kata Du Jing.

Zhou Luoyang jarang melakukan kontak dengan kegiatan kriminal. Ketika dia mendengarkan penjelasan Wu Xingping tentang industri ini, dia terkejut. Wu Xingping dibawa ke industri ini oleh kakaknya. Kakak ini adalah ketua dari kelompok kecil di bawah Mu Ye, pria yang membuka pusat pemandian, dan memiliki anggota enam orang. Pusat pemandian sebelumnya secara khusus menjalankan bisnis kriminal — yah, kau bisa menyebutnya kriminal, tetapi mereka menjadi jauh lebih terkendali karena kebijakan pemerintah yang baru dalam beberapa tahun terakhir. Lingkup bisnis utama mereka sekarang adalah mengumpulkan semua jenis pinjaman online dan pinjaman predator. qRK4U0

Zhou Luoyang sedikit penasaran dengan rentenir. Lagi pula, beberapa saat yang lalu, dia begitu bangkrut sehingga dia sendiri mempertimbangkan untuk mengambil salah satu pinjaman yang akan memotong pokoknya. Tetapi setelah dengan teliti dan hati-hati mempertimbangkannya lagi, dia memutuskan untuk tidak membuat masalah untuk dirinya sendiri.

Tetapi, Wu Xingping tidak menjelaskan tentang industri penagih utang dengan terlalu menyeluruh. Alih-alih, dia memberikan gambaran rinci tentang bidang bisnis berbeda yang menghasilkan uang dengan lebih cepat bagi mereka, yaitu: pemerasan.

Please visit langitbieru (dot) com

Setiap tahun, ada begitu banyak orang yang melakukan kejahatan keuangan akan meninggalkan negara itu. Karena ancaman perjanjian ekstradisi, ada banyak dari mereka yang akan bersembunyi di negara-negara seperti Amerika Serikat atau Meksiko, di mana mereka tidak akan bisa diekstradisi. Setelah mereka melarikan diri ke luar negeri, pihak China seringkali hanya bisa mencari bantuan dari polisi kriminal internasional. Seiring waktu berlalu, kasus mereka hanya akan disisihkan untuk sementara waktu.

Mereka yang melakukan kejahatan keuangan biasanya memiliki bukti penting tentang keterlibatan rekan mereka — termasuk kolusi pemerintah dan sektor swasta, penggelapan aset, dan bahkan pembunuhan yang dipicu oleh perselisihan. Mereka yang melarikan diri terbiasa dengan kehidupan dan biaya di China. Setelah meninggalkan negara itu, ada banyak dari mereka yang jatuh ke dalam dunia perjudian. Uang mereka akan mengalir seperti air, dan dengan sangat cepat, mereka akan menggunakan semua uang yang mereka bawa. S7p03Z

Untuk menghasilkan lebih banyak uang, mereka akan menawarkan kotoran bekas kaki tangan mereka yang belum tertutup kepada informan lokal sehingga mereka bisa memeras mantan kaki tangan mereka yang masih di China.

Setelah mendapatkan bukti, informan akan mengirimkannya kembali ke China kepada orang-orang seperti kakak Wu Xingping untuk mereka tangani. Di sana, mereka akan menangani sendiri irama proses pemerasan dan melangkah tepat di atas batas yang berarti pihak-pihak yang terkait belum akan melaporkannya ke polisi dan bersedia mengeluarkan uang untuk menyelesaikan urusan tersebut.

Setelah mendapatkan uang itu, para pemeras — yaitu, komplotan Wu Xingping — akan mendapatkan tiga puluh persen darinya, sementara tujuh puluh persen sisanya akan dikirim ke luar negeri melalui pencucian uang.

Yu Jianqiang adalah salah satu contoh seseorang yang menarik perhatian mereka dan diubah menjadi mesin ATM. Orang-orang yang menjualnya adalah pasangan yang mencekik Wang Ke sampai mati dan kemudian melarikan diri ke tempat yang jauh. Di luar negeri, mereka berakhir hidup miskin dan frustrasi, mereka tidak memiliki pilihan lain dan hanya bisa pergi dari orang ke orang dan akhirnya menemukan geng Tionghoa di Amerika Serikat dan menawarkan banyak catatan yang telah disimpan selama Wang Ke masih hidup, termasuk kontrak perusahaan, untuk memeras Yu Jianqiang. 1RC3ZT

Untuk melindungi semua yang dia miliki, Yu Jianqiang tidak punya pilihan selain tunduk dengan patuh. Dalam kurun waktu tiga bulan, dua juta telah disalurkan keluar darinya.


Wu Xingping berkata, “Seperti… seperti penipuan pembantaian babi Asia Tenggara.”

“Metodenya sudah disempurnakan dengan cukup baik.” Ini adalah pertama kalinya Zhou Luoyang melakukan skema ini, tetapi masih ada satu hal yang membuatnya bingung. Karena mereka sudah mendapatkan uangnya, mengapa mereka masih ingin melakukan pembunuhan?

Du Jing sudah mengetahui tentang rantai pasokan ini. Satu-satunya hal yang menarik perhatiannya adalah jawaban Wu Xingping untuk pertanyaan ini. gGKDEY

Translator's Note

Fanart yang dibuat oleh Claire Choo untuk adegan ini: [1] , [2] (Kalian juga bisa menemukannya di Weibo @ClaireChoo)

Translator's Note

Kuaishou adalah aplikasi video yang mirip dengan Tiktok/Douyin.

Translator's Note

Ekstradisi adalah proses di mana seorang tersangka yang ditahan negara lain yang kemudian diserahkan kepada negara asal tersangka untuk di sidang sesuai perjanjian yang bersangkutan.

Translator's Note

Penipuan pembantaian babi adalah dimana penipu akan mencari teman secara online, dan begitu mereka mendapatkan kepercayaan mereka, penipu ini akan membujuk mereka untuk berjudi di situs mereka atau menginvestasikan uang dalam jumlah besar ke platform mereka. Begitu para korban mengetahuinya, mereka akan lari dengan uang itu dan menghilang. Penipuan penyembelihan babi di Asia Tenggara terjadi di situs kencan, dan para korban dibujuk untuk mempertaruhkan uang mereka. Skema ini disebut sebagai “penyembelihan babi” oleh para penipu itu sendiri karena korbannya seperti babi yang mereka pelihara untuk disembelih.

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!